
...HAPPY READING ♥...
Setelah seminggu menghilang, hari ini Julie memutuskan untuk kembali mengambil Job sebagai Dj pengganti di Club Z.
Sebelum berangkat, Julie terlebih dahulu menghubungi kekasih sandiwara nya agar menemui Julie di tempat nya bekerja.
Ia memang tidak yakin jika Rehan akan kembali datang malam ini, hanya saja ia perlu waspada kalau-kalau laki-laki itu masih belum lelah untuk terus mencarinya.
Saat Julie sampai di Club', waktu masih menunjukkan pukul 9 malam, jadi masih cukup sepi belum di penuhi pengunjung. Julie pun memutuskan untuk bersiap-siap diruang tunggu nya.
Sampai di sana ia meletakkan barang-barang nya kemudian memoles make up ke wajah nya dengan lihai sehingga wajah nya kini semakin terlihat menawan, tidak lupa ia juga menggunakan parfum rose vanilla favoritnya untuk meningkatkan mood nya yang sempat turun naik tak jelas.
Saat jam nya tiba, Julie pun menuju ruang ganti untuk mengganti busana nya. Setelah selesai Julie menunggu panggilan untuknya dari mc.
Julie memeriksa pesan yang masuk ke ponselnya.
''Aku akan tiba disana, tiga puluh menit lagi"
Julie merasa lega saat membacanya. Setidaknya, saat bertemu Rehan nanti ia tidak akan sendiri.
Sementara itu,
Ring..Ring...
"Ya... (jawab seseorang di seberang sana)
"Apa kau ingin ikut ke Club', aku akan ke sana." Dony menelpon Rehan.
"Ya baiklah, kita bertemu di sana"
"Baiklah.."
Percakapan singkat antara Dony dan Rehan pun terputus.
Kedua pergi menuju Club Z dengan mobil masing-masing. Ternyata Rehan datang lebih dalu, sementara Dony masih dalam perjalanan.
Sesampai nya di sana, Rehan langsung duduk di box VIP miliknya sambil menunggu Dony. Ia merasa sangat lelah selama sepekan ini, ia masih frustasi atas menghilangnya Julie.
Mungkin saja hal baik akan datang padanya setelah malam ini, ia benar-benar lelah.
Tak lama kemudian Dony pun tiba di Club Z, dan segera menghampiri sahabatnya Rehan.
"Rey, aku ingin mengenalkan mu dengan seseorang hari ini''Dony berkata pada Rehan, namun ia seperti bicara pada tembok. Rehan tak meresponnya sedikitpun.
Mc. Welcome back everyone!!
good evening Everybody, malam ini kita semua akan kembali di hibur oleh Dj kita yang sudah tidak asing lagi, seorang wanita yang sangat cantik.
Please welcome DJ Julieee...
Suara teriakan pengunjung riuh terdengar.
Para pengunjung sudah sangat merindukan kepiawaian Julie dalam memainkan piringan hitam tersebut.
__ADS_1
Mendengar nama Julie di sebut, membuat Rehan menajamkan kembali pendengaran, barangkali ia salah dengar nama yang di sebutkan. Rehan pun menajamkan penglihatan nya ke arah stage.
Deg...
Ternyata memang gadis yang selama ini dicarinya lah yang sekarang ada di atas sana, di atas stage miliknya.
Entah kenapa, perasaan lega tiba-tiba membanjiri Rehan saat melihat kehadiran Julie. Ada semacam perasaan senang sekaligus gugup yang menyerang nya secara bersamaan, lebih dari itu ia sangat ingin memeluk gadis itu sekarang.
Ingin rasanya ia berlari menggapai gadisnya dan menyimpan Julie sebagai miliknya. Lagi-lagi perasaan egois itu turut menggelitik hatinya.
Tapi ia tidak ingin membuat Julie kembali menyembunyikan dirinya. Rehan tidak boleh melakukan itu.
Akhirnya Rehan memutuskan untuk menahan diri dan menunggu waktu yang tepat untuk bicara langsung dengan Julie, sementara ini biarlah ia juga menikmati penampilan gadis itu.
Penampilan Julie memang selalu memukau setiap pengunjung, bahkan tak tanggung-tanggung banyak pengunjung yang memberikan tips langsung pada Julie.
Walau sempat vakum, namun Julie tidak pernah kehilangan penggemar-penggemarnya.
Setelah menunggu selama 3 jam nonstop. Julie kini tengah menyelesaikan tugasnya. Ia buru-buru turun dari stage di dampingi tim keamanan. Melihat itu, Rehan pun cepat-cepat ingin menghampiri Julie.
"Mau kemana ?" Dony bertanya pada Rehan yang terlihat terburu-buru hendak pergi.
"Aku sedang ada urusan." jawab Rehan tergesa-gesa.
"Tapi aku belum mengenalkan mu pada,-
"Nanti saja." Rehan tidak punya banyak waktu untuk meladeni Dony. Ia harus bergerak cepat jika ingin bertemu dengan Julie.
Melewati para pengunjung yang cukup padat, akhirnya Rehan sudah sampai di depan ruang tunggu gadis itu. Ada dua orang penjaga di sana, yang sudah sangat Rehan kenal.
"Julie!"
Rehan berdiri di depan pintu. Wajah Rehan nampak lelah, namun ada binar di matanya.
Julie tidak dapat berucap apa-apa dia hanya berdiri mematung di sana. Secepat ini Rehan mendatangi dirinya, padahal ia masih belum bersiap-siap.
Perlahan tapi pasti, kini Rehan sudah berada lebih dekat padanya.
"Julie, pergi kemana saja kamu selama ini ? Aku mencari mu, tapi kau, kau bahkan tidak pernah terlihat." terdengar ada kecemasan dalam kata-kata Rehan. Apa laki-laki itu kini memang tengah mengkhawatirkan ku?
"Apa kamu marah padaku atas perlakuan ku sebelumnya? kamu masih belum bisa memaafkan aku, karena itukah kamu pergi dari ku? hem? Katakan padaku Julie! ku mohon katakan dimana salahku!"
Rehan sedang memohon sekarang. Ia benar-benar dibuat frustasi selama ini. Kali ini biarlah ia mendapatkan semua penjelasan dari gadis itu.
"Aku..... aku hanya pergi berlibur bersama kekasih ku.'' Cicit Julie hampir tak terdengar oleh Rehan.
''Apa? kamu bilang apa?"
"Aku pergi berlibur bersama kekasih ku." Ucap nya lagi sambil memejamkan mata. Tolonglah, ia kembali ketakutan sekarang. Kenapa laki-laki ini selalu membuatnya merasa tak berdaya seperti ini.
Rehan memegang tangan Julie. Ia menggenggamnya, tangan gadis itu terasa sangat dingin.
"Apa kamu masih marah padaku? tidak bisakah kamu memberiku kesempatan? jangan bercanda seperti ini Julie, ini tidak lucu!" Rehan mendesah frustasi.
__ADS_1
"Kau kekasih ku, hanya milik ku!" Suara Rehan terdengar sangat menakutkan di telinga Julie. Itu seperti sebuah ancaman baginya.
"Tapi aku tidak mengatakan aku setuju untuk jadi kekasih mu. " Julie memberanikan diri untuk menenggakkan kepalanya, ia harus bisa meyakinkan Rehan. Julie tidak boleh menunjukkan ketakutannya terhadap laki-laki itu.
"Jadi seperti itu?" Rehan mencengkram dagu Julie, membuat wanita itu menatapnya. "Jadi katakan dimana laki-laki itu? Dimana laki-laki yang kamu maksud sebagai kekasihmu itu, dimana?"
Julie menutup matanya takut saat Rehan membentaknya. Tolonglah Tuhan, kenapa ia harus mengalami hal ini? kapan penolongnya akan datang dan melindunginya?
''Dia ada disini. Sebentar lagi dia akan sampai menjemput ku.'' kata Julie masih bertahan dengan kebohongannya.
Rehan menendang kursi yang berada di depan cermin ruang tunggu.
''Jangan berani-berani menipuku Julie. Kau milik ku, hanya milik ku!!! Aku akan membunuh laki-laki yang merebut mu dariku, camkan itu!!" Ini benar-benar sebuah obsesi. Rehan sudah gila..
Rehan tak tau harus melakukan apa lagi. Semua serba salah untuknya. Dengan cara lembut salah, dengan cara kasar juga salah. Bagaimana ia harus bersikap sekarang?
"Tapi aku.."
''Sayang apa kau di dalam ?'' terdengar suara dari luar, yang Julie tau adalah suara kekasihnya. Kekasih palsunya.
"Ya, aku disini!" Julie berpura-pura tenang dan bahagia. Ia memang harus menunjukan itu di hadapan Rehan.
"Maaf Rey, tapi Itu kekasih ku, aku tidak bisa bersama mu!" Julie berujar pada laki-laki yang ada di depan nya. Rehan terlihat sangat menakutkan. Wajahnya terlihat kaku dengan rahang mengeras.
Julie juga melihat tangan Rehan yang sudah terkepal.
"Kekasihmu? Hah! mari kita lihat bagaimana standar seorang wanita sepertimu!" Lagi-lagi suara Rehan terdengar merendahkan di telinga Julie. Tapi Julie tak ingin memperdulikan itu.
"Terserah kau saja. Aku tidak ingin berhubungan dengan mu lagi!" Julie melangkah ke pintu untuk membuka nya,
"Masuklah,-
Julie memperlihatkan wajah tersenyum, namun sorot matanya benar-benar menampakkan rasa takut.
Cup.
Kening Julie di kecup.
"Apa kau lelah sayang?" Laki-laki itu mengedipkan matanya, meminta Julie untuk ikut bersandiwara.
"Ahh, sayang kamu tau aja kalau aku lagi capek."
Julie bertingkah manja. Ini sedikit canggung.
Mendengar ucapan Julie membuat Rehan berbalik ke arah suara pintu yang terbuka, cukup ia di perlakukan seperti ini. Ia harus melihat pria yang berani merebut wanitanya.
Rehan terkejut, "KAU?"
"REHAN?"
...❄️...
...❄️...
__ADS_1
...❄️...