My Hot Woman

My Hot Woman
H-1 WEDDING ALDI


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


.


Tiga hari sudah berlalu semenjak kejadian rusaknya pesawat yang Aldi tumpangi. Bersyukur Aldi masih di berikan kesempatan lain untuk bisa melihat dan bertemu dengan orang-orang yang sangat ia kasihi.


Hari ini keluarga Rehan dan juga keluarga Aldi melakukan Dinner bersama sebelum penerbangan ke U.K karena hari berikutnya Aldi akan melangsungkan acara pernikahan dirinya dan juga Margaret.


"Sayang.. ayo pakai baju mu dengan benar, itu masih belum terlihat rapi." Julie membulatkan matanya gemas pada Zen.


"Yes... Mollieee....." Julie terlihat keluar masuk antara kamar nya, kamar Zen dan juga kamar Zoya.


Bagaimana tidak..?


Ketiganya semua begitu manja dan juga bergantung pada Julie, seperti saat ini. Julie begitu sibuk hanya untuk mengurus Style pakaian seperti apa yang harus mereka pakai untuk acara malam ini.


"Moo? Dimana dasi yang cocok dengan setelan ku..?" teriak Rehan dari kamarnya, sementara saat ini Julie sedang menata rambut Zoya di kamar.


"Iya.. iya sebentar akan ku ambilkan." Julie kembali berlari ke kamarnya.


"Pakai yang ini Boo, bereskan?" setelahnya Julie kembali ke kamar putrinya.


"Nah, princess rambut mu sudah selesai, agar terlihat lebih cantik, bagaimana kalau ditambah dengan jepitan rambut yang cantik ini..?" Julie menjepitkan hiasan pada rambut Zoya.


"Ini sangat cantik mom,, thank you.."


"You'r welcome sweet heart, sekarang pakai sepatumu. Mommy akan ke kamar Daddy sebentar."


Julie kembali ke kamar, begitu masuk raut wajah langsung berubah. Bagaimana tidak. Saat ini semua dasi dan juga sudah berpindah tempat dari lemari ke tempat tidur. Tidak hanya itu, kemeja-kemeja juga berhamburan di atas tempat tidur.


Julie benar-benar di buat geram, "Boo! Apa yang kamu lakukan? kenapa seperti kapal pecah begini?" kesal Julie.


Rehan berbalik dengan wajah tidak berdosa, "Maafkan aku sayang. Aku sedang mencari pakaian yang cocok untuk ku.." jawab Rehan santai sambil tersenyum.


"Tapi apa harus seperti ini. Ini terlalu berantakan...!" Julie kembali meninggikan suara nya. 😤😤😤


"Ya.. ya nanti akan ku bersihkan, sekarang pilihkan setelan untuk ku..!!" Rehan menarik tangan Julie.


~Oh my....


"Pakai yang ini." Julie memadukan warna-warna yang sesuai pada Rehan, "Sudah cocok kan?'


"Ini?" Rehan mempertimbangkan saran istrinya. "Kenapa aku tidak melihat dasi ini tadi Moo. ini bagus." Rehan mencocokan pakaian nya sambil tersenyum


Bagaimana bisa terlihat kalau semuanya tercampur aduk seperti ini...?😌😌

__ADS_1


"Pasangkan untuk ku please.'' pinta Rehan manja sambil mengulurkan dasinya kembali pada Julie.


Julie pun mengambil dasi dari tangan suaminya dan memasangkan nya untuk Rehan.


Tok..tok..


"Mollie.. apa ini sudah bagus.." Zen memperlihatkan dirinya di depan pintu.


Ohh..god..syukurlah sudah ada yang selesai...


"Kamu sangat tampan sayang... perfect" puji Julie tulus.


"Dia terlihat seperti aku. Tampan." celetuk Rehan.


"Baiklah, aku akan menunggu Daddy dan Mollie di bawah." Zen lebih dulu meninggalkan tempatnya.


"Hem.."


"Baiklah, sekarang kamu sudah siap Boo,, tunggulah dibawah juga, aku perlu sedikit waktu untuk merapikan diriku." pinta Julie pada suaminya.


Rehan meraih pinggang ramping Julie dan membawanya lebih dekat. "Begini saja juga sudah cantik. Untuk apa harus dandan lagi." Rehan menyingkirkan anak rambut dari wajah Julie. Julie tersenyum manis.


"Berikan aku waktu atau kau akan kehilangan jatah mu sampai kita kembali dari UK..!" Julie menyeringai."


"Apa sekarang kamu sedang mengancam suamimu sayang..?" Rehan menautkan kedua alisnya, "Dengan berat hati ku katakan, YA."


Huh..!


"Baiklah..Baiklah.. " Rehan melepaskan tangan nya. Baru saja ia berniat ingin menggoda istrinya, justru sudah di usir.. hulf.. 😥


"Karena siapa aku harus menata ulang penampilan ku..? huh. Menyebalkan..!"


Lima belas menit kemudian..


Julie sudah berkumpul dengan anak-anak serta suaminya. Kali ini mereka akan di antar oleh supir. Rehan sedang tidak ingin membawa mobil sendiri.


"Ayo sayang..kita berangkat." Ajak Rehan pada ketiganya.


"Yeiii...!"


Tiga puluh lima menit kemudian. Mobil Rehan sudah memasuki tempat parkir salah satu restoran mewah di ibu kota. Setelah terparkir dengan sempurna, Rehan dan keluarga nya pun keluar dari mobil beriringan.


Di depan Restoran, sudah berdiri seorang Manager restoran yang menyambut langsung kedatangan keluarga Wijaya. Rehan menggandeng tangan Julie dengan mesra.


"Selamat datang di restoran kami pak Rehan. Suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut anda beserta keluarga." Manager itu menundukkan kepala.


"Terima kasih." balas Rehan sambil tersenyum penuh wibawa.


"Mari,, saya akan tunjukan dimana meja anda.." Manager tersebut. Rehan berserta istri dan ana-anak nya masuk ke dalam.


.21.15 pm


Rehan dan keluarganya sudah kembali ke rumah, sebenarnya mereka pulang lebih awal. Makan malam berlangsung dengan nyaman dan juga meriah seperti biasa, Yaahh.. meskipun dengan sedikit drama tentang Aldi dan juga Zen.

__ADS_1


Drama yang sempat membuat nafas Julie sedikit tercekat. Lupakan..! itu tidak akan terjadi. Tidak!Julie tidak akan membiarkan nya.


"Sayang ayo kita tidur, besok kita harus berangkat tepat waktu." ajak Rehan.


Setelah mengantarkan putri kecilnya, Julie juga langsung kembali ke kamar. Ia harus segera kembali dan membersihkan ulah suami nya tadi.


"Boo..?" Julie membuka pintu kamar dan melihat Rehan memegang setumpuk kemeja dan juga dasi di tangan nya.


"Eeeiiittt...jangan ucapkan terima kasih, Moo. Bukankah sebelumnya sudah ku katakan akan ku bereskan, jadi kamu istirahat saja.." kata Rehan sambil mengedipkan matanya.


"Ya..ya baiklah kalau kamu memaksa Boo, tapi ingat, bereskan dengan benar..!" kata Julie setelahnya sambil melepaskan anting-anting dan mengganti gaunnya.


"Yes.. mem.."


06.30 Am


Rehan beserta rombongan keluarga Aldi sudah tiba di bandara. Dalam waktu kurang lebih tiga puluh menit lagi pesawat mereka akan take off.


"Haiii.. selamat Pagi." sapa Aldi ramah.


"Pagi Al.." jawab Julie. Sementara Rehan hanya menganggukkan kepala nya dan berlalu untuk menemani Zoya membeli cemilan.


"Julie, maaf soal semalam." Aldi berdiri di samping Julie. "Tidak apa-apa Al, aku mengerti. Apalagi itu ibu mu. Aku tau yang dia khawatirkan. Bagaimana pun Zen tetaplah cucu kandung nya." Julie mengalihkan arah pandang.


"Aku tau Julie. Mama memang kadang berlebihan. Tolong jangan di masukan ke dalam hati." Aldi tulus memohon.


"Aku tidak apa-apa Al. Tidak masalah, aku bisa memahaminya. Hanya saja, mungkin aku akan lebih menegaskan. Selama ini aku tidak pernah melarang siapapun dari keluarga mu atau keluarga Alm. untuk datang dan bertemu dengan Zen, begitu juga sebaliknya. Tidak pernah Al.-


"Aku selalu memberikan kebebasan untuk Zen menentukan apa saja yang ia ingin lakukan dan siapa saja yang ingin ia temui. Aku dan Daddy nya tidak pernah memaksakan atau melarangnya jika ia ingin menemui keluarga ibu atau ayah nya. Tapi nyatanya, Zen sendiri yang tidak mau. Bukan karena kami melarang nya." Jelas Julie.


"Aku tau my Lady, aku sangat berterima kasih karena selama ini kamu dan Rehan sudah membesarkan Zen dengan begitu banyak cinta dan juga kasih sayang."


"Kalian sudah memberikan apa yang aku dan Sarah tidak bisa berikan pada nya. Sungguh kau adalah ibu sejatinya. Dan aku sangat bersyukur akan itu.." Kata Aldi tulus.


"Terima kasih Al. Kau tau sendiri, aku sangat mencintai Zen seperti aku mencintai Zoya, dan aku akan mendukung apapun yang Zen inginkan dalam hidupnya selama itu untuk kebahagiaan nya."


"Jadi tolong jangan pernah minta aku menyerahkan Zen saat ini. Aku mohon, aku masih bisa menjadi Mollie yang baik untuk nya."


"Julie.. Julie.. Heii.." suara Aldi melembut. Ia mengenali nada suara ini. Suara kegetiran dan juga kegelisahan.


"aku tidak bermaksud seperti itu. Aku dan Margaret memang memikirkan untuk mengasuh Zen sendiri, tapi sungguh.. itu hanya akan terjadi jika Zen menginginkan nya juga. Aku tidak akan memaksa nya jika ia memang tidak mau bersama kami.'


"Sudahlah, sebaiknya kita akan bicarakan hal ini lagi di U.K.. Tapi tolong, jangan jadikan ini sebagai pikiran bukan kah besok adalah hari bahagia ku, jadi tersenyumlah untuk ku, hem..?"


Julie sedikit lega mendengar perkataan Aldi, setidaknya semua akan terjadi sesuai keinginan Zen. Karena sungguh, Julie tidak akan sanggup jika harus menyerahkan Zen.. Tidak akan. Tapi bagaimana jika Zen yang menginginkan itu...?


.


.


.


.

__ADS_1


🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LIKE AND COMENT.. ♥


__ADS_2