My Hot Woman

My Hot Woman
PENYELESAIAN


__ADS_3

🌹🌹HAPPY RAEDING🌹🌹


.


.


.


.


.


Sepulang bekerja Julie langsung bersiap-siap untuk pergi menemui Isabelle seperti yang sudah mereka janjikan.


"Ayo ku antar..,- Aldi sudah berdiri di depan Julie sambil menenteng tas kerja nya.


"Oh.. tidak Al, terima kasih, setelah ini aku ada janji bertemu dengan teman..' jawab Julie sambil tersenyum ramah pada Aldi.


-,Lagi pula aku membawa mobil ku..' Julie mengacungkan kunci mobil yang sudah bertengger dengan manis di jari-jari lentiknya.


Mendengar jawaban Julie Aldi memicingkan matanya dengan beberapa pemikiran yang tiba-tiba berkecamuk di otak nya.


"Kau tenang saja Al,, aku bertemu dengan teman perempuan.. - ucap Julie lagi seakan mengerti ekspresi wajah Aldi yang penuh dengan tanda tanya.


'Benarkah?? baiklah.. jaga dirimu kalau begitu.., jika ada apa-apa segera hubungi aku' pinta nya.


Setelah mengatakan itu Aldi langsung pergi meninggalkan Julie yang masih merapikan meja serta barang-barang nya.


Sementara itu....


Rehan sudah mempersiapkan segala sesuatu dirumah nya..


Mulai dari persiapan Dinner yang romantis dan beberapa hadiah yang juga sudah ia siapkan, semoga saja kali ini Julie mau memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan nya lagi.


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, tapi Julie masih belum kunjung tiba.


Rehan menunggu dengan resah, sejak tadi ia sudah mondar-mandir melihat dari jendela barangkali gadis yang ia rindukan itu sudah tiba,, tapi nyatanya masih belum juga.


-,Apa Julie tidak tau alamat rumah ini..??


Ahh Atau barangkali terkena macet.-, Ya ya.. pasti Julie terkena macet,, lagi pula pada jam sekarang jalanan memang akan sangat padat..-, Julie pasti akan datang, pasti..!!Rehan berucap meyakinkan diri sendirinya.


***********


,-Apa ini alamat yang benar...??' Julie memeriksa kembali alamat yang tadi di kirim Isabele pada nya.


"Seperti nya benar' Orang kaya memang berbeda,, aku tidak tau jika di tengah-tengah kota jakarta masih ada hutan yang cukup lebat, dan rumah ini... 'Waahh... benar-benar seorang nona besar..' ucap Julie mengaggumi rumah megah dengan cat warna putih yang bagaikan istana di dunia modern.


'-Ini seperti kastil versi indonesia..' ucap gadis itu lagi tak henti-hentinya merasa takjub.


Tin..tin..


Julie membunyikan klatson mobilnya, dan seorang satpam segera memencet remote untuk membuka pagar tersebut.


"Nona Julie...??-,Tanya satpam tersebut memastikan identitas si pengemudi.

__ADS_1


,-Ya pak, saya Julie.. saya..


'-Silahkan masuk nona, anda sudah di tunggu..- Satpam tersebut memotong ucapan Julie, Setelah nya satpam itu menuju post tempat ia berjaga.


Rehan yang melihat kedatangan Julie begitu antusias dan juga gugup, ia merapikan pakaian nya dan langsung bersembunyi untuk menunggu gadis itu di balik pintu.


Sebenarnya ia sangat ingin berlari dan langsung membawa gadis itu dalam pelukan nya, namun ia tidak ingin mengambil resiko jika nanti Julie akan berbalik dan pergi dari rumah nya.


Oleh sebab itulah, cara terbaik adalah menunggu gadis itu masuk terlebih dahulu. Ini seperti permainan berburu,, dimana mangsa akan di giring masuk ke dalam jebakan.. tapi Julie bukan lah mangsa,, meskipun sekarang ia memang harus masuk ke dalam jebakan Rehan untuk datang pada laki-laki itu.


Belum lagi jari lentik milik Julie sempat menekan tombol bell pada rumah itu,, pintu rumah itu sudah terbuka secara otomatis membuat Julie sedikit terperangah melihatnya.


''Isabelle.. kau di dalam..??'' Seru Julie sambil menengok ke dalam, namun tidak ada sahutan dari orang yang di maksud.


Tak ingin lama menunggu Julie memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah megah yang sudah terbuka itu,,


Tidak ada yang mencurigakan disana, hanya saja rumah itu sangat sepi, selain satpam yang menyambut Julie di luar tadi, ia tidak melihat adanya pelayan atau siapun disana.


"Apa kau benar-benar sendiri Isabelle?''


Julie bergumam pelan.


Setelah melangkah kan kakinya masuk ke dalam rumah tersebut, Julie kembali di kagetkan dengan pintu yang tiba-tiba bergerak sendiri dan menutup dengan otomatis, tidak sampai disitu,..


Julie kembali di kagetkan dengan sosok yang berdiri di belakang pintu memegang sebuket besar bunga Tulip putih yang adalah simbol ketulusan, kemurnian, harapan dan pengampunan, menjelaskan betapa Rehan mengharapkan maaf dari Julie kekasihnya.


"Rehan...??"


Julie mengenali sosok itu.


Julie langsung menyadari jika Isabelle kali ini membantu Rehan untuk dapat bertemu dengan dirinya. Ia benar-benar terbujuk dengan ajakan teman baru nya itu. Dasar nona bermulut manis.


-,Kau benar Julie.. apa yang saat ini kau pikirkan di dalam kepala mu itu benar-, ucap Rehan seakan bisa membaca pikiran wanita itu.- Tapi kau keliru satu hal-, rumah ini adakah rumah ku, bukan rumah Isabele..' ucap Rehan.


Terjawab sudah semua pertanyaan yang ada di dalam otak Julie.


"Jadi kau yang merancana kan ini semua..?" Gadis itu menyelidik.


"Tidak juga, Isabelle yang menyarankan ide untuk mengundangmu, dan aku sangat-sangat menyetujuinya..''


ucap Rehan terdengar menjengkelkan di telinga Julie.


"Baiklah karna aku sudah berada disini,mari kita selesaikan semua nya sekarang".


Gadis itu melipat tangan nya, ia kembali serius.


"Kau benar,, tapi sebelumnya bisakah kau terima bunga ini Yang?


maksud ku Julie!"


ucap Rehan buru-buru memperbaiki kata-katanya.


Terakhir kali mereka bertengkar Julie lah yang meminta Rehan untuk tidak memanggil nya seperti biasa saat keduanya masih baik-baik saja.


Ada rasa ngilu yang menghantam dada Julie melihat wajah laki-laki yang ada di hadapan nya saat ini, ia benar-benar merindukan Rehan, merindukan senyuman nya, kata-kata manja nya, bahkan sikap diktator laki-laki itu.

__ADS_1


"Julie,-


Rehan menghampiri wanita yang saat ini berdiri tak jauh dari nya.


Wajah terluka gadis itu selama ini selalu mengantui Rehan, ia benar-benar merasa bersah telah membuat air mata kekasihnya mengalir begitu saja malam itu.


"Aku bersungguh-sungguh, maafkan aku atas kejadian sebelumnya.


Aku tau jika aku sudah menyakiti dan menghianati kepercayaan mu. Sungguh maafkan aku.''


Rehan benar-benar tulus untuk setiap ucapannya.


Ini terasa aneh bagi Rehan. Ini adalah kali pertama bagi nya untuk memohon maaf pada seseorang yang ia cintai, pertama kali baginya untuk mempertahankan sesuatu yang begitu berharga baginya, sesuatu yang begitu penting.


Ia benar-benar tidak ingin kehilangan Julie, Ia benar-benar mencintai wanita itu.


"Mau kah kau memaafkan aku Julie...??" Kali ini Rehan berlutut pada gadis itu.


"Jangan Rey... !! Julie menghentikan Rehan yang tengah tertunduk di hadapan nya.


-,Jangan lakukan ini, kau tidak perlu begini." Julie benar-benar tergugah melihat kesungguhan Rehan pada nya.


"Aku merindukan mu..!!"


ucap Julie yang juga mengikuti Rehan yang berlutut di hadapan nya seraya melingkarkan tangan di leher laki-laki itu.


Ia memeluk Rehan.


Mendengar ucapan Julie, dan merasakan pelukan gadis itu, membuat lubang besar yang menganga di dalam dada nya langsung tertutup sepenuhnya.


Kelegaan, itulah yang Rehan rasakan.


"Terima kasih Julie.. terima kasih untuk maaf mu..' Rehan balik memeluk gadis itu dengan erat. Ia sangat merindukan Julie, kekasih nya, cinta nya yang ia buat terluka, ia sangat rindu.


-,Sekarang kita berbaikan...??-, Tanya Rehan masih pada Julie yang masih setia memeluknya.


-,Hem. Aku memaafkan mu.. Tapi hanya untuk kali ini,, jika nanti kau melakukan nya lagi aku,


,-Aku tau.. kau bisa benar-benar meninggalkan ku jika aku melakukan nya lagi,- balas Rehan.


,-Dan aku tidak akan membiarkan mu meninggalkan ku Moo..


"Moo...??


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LIKE AND COMENT YA.. 😉

__ADS_1


__ADS_2