
🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹
.
.
Saat ini Julie sudah tidak lagi bekerja di kantor Aldi. Beberapa hari yang lalu Rehan sudah meminta Julie untuk Resign dari tempat nya bekerja. Rehan tidak ingin Julie terlalu lelah jika harus bekerja sambil mempersiapkan pernikahan mereka.
apalagi selama bebereapa hari ini Zen kecil tinggal bersama dengan Julie, meskipun ada Titiie disana tapi tetap saja Rehan tidak ingin jika perhatian Julie terbagi pada banyak hal.
Rehan hanya ingin Julie lebih fokus pada pernikahan mereka yang kini tinggal menghitung hari.
Rehan pun melakukan demikian, sejak dua hari lalu ia sudah menyerahkan pekerjaan nya pada asiten yang dapat ia percaya untuk menggantikan nya sampai pernikahan nya nanti.
Tidak banyak sebenarnya yang yang harus mereka lakukan, karna keluarga Wijaya sudah menyewa jasa WO ternama dan sudah pasti dapat di percaya untuk untuk mengerjakan pekerjaan nya dengan sempurna.
oleh karna itulah Rehan dan Julie hanya perlu melakuka Fitting busana pengantin dan memilih destinasi untuk melakukan bulan madu setelah menikah, selebihnya semua sudah di persiapkan dengan sangat matang oleh keluarga Wijaya.
Hari ini adalah jadwal yang ditentukan untuk Rehan dan Julie mengambil cincin pernikahan yang sudah mereka pesan sebelumnya, setelah itu mereka juga akan mendatangin Designer yang dipercaya untuk membuat gaun pengantin keduanya dan melakukan fitting terakhir sebelum hari H.
ting.. tong.. ting.. tong..
Pukul sepuluh pagi Rehan sudah berada di depan Apartemen Julie, sesuai janjinya semalam, pagi ini Rehan akan menjemputnya tepat waktu.
Ceklek...
Ternyata Titiie lah yang membukakan pintu bagi Rehan. "Selamat pagi Titiie..'' sapa Rehan sambil tersenyum hangat dan Titiie mebalas sapaan Rehan serta tersenyum sopan seperti biasanya, "selamat pagi tuan, nona Julie sedang di dalam bersama dengan tuan muda di kamarnya".
Sekian informasi yang Rehan dapatkan. Zen kecil. Ya lagi-lagi bocah kecil itu yang mendominasi Julie calon istrinya, membuat sebagian besar perhatian julie terenggut dari Rehan.
Jika sebelumnya Julie lah yang akan berlari membuka kan pintu dan juga memberikan morning kiss pada Rehan, tapi sekarang Rehan harus mengalah pada tuan muda kecil yang perlahan merebut semua perhatian Julie hanya untuk dirinya sendiri.
Rehan masuk ke dalam Apartemen Julie setelah Titiie mempersilahkan nya, dan ia langsung menuju kamar Julie. "Moo, apa kamu sudah siap..?" Rehan berdiri di depan pintu melihat bagaimana Zen bermanja-manjaan dengan Julie. huh. Membuat orang iri saja.
Julie tersenyum melihat kehadiran Rehan disana, "sebentar Boo, aku mau siapin barang-barang tuan muda kita dulu..'' Julie mencium pipi Zen gemas dan melepaskan Zen dari pelukan nya.
__ADS_1
Sementara Rehan hanya menyilangkan tangan nya di depan dada melihat Julie yang mondar-mandir menyusun barang-barang milik Zen. "Mollie kenapa uncle itu tidak membantu mollie..?" ucap Zen sambil menunjuk pada Rehan yang hanya berdiri di depan pintu memperhatikan Julie.
Mendengar ucapan Zen Rehan memicingkan matanya kearah Zen membuat anak laki-laki itu berlari dan menyembunyikan diri di belakang Julie. Sementara Julie hanya tertawa melihat tingkah lucu keduanya, "'Boo, jangan menakuti Zen..!!" Huh. Lagi-lagi Julie membela bocah kecil ini.
"Apa bocah ini juga akan ikut bersama kita Moo..?". 'Tidak Boo, Zen akan bersama Titiie dan Aldi sementara kita mempersiapkan pernikahan kita". Mendengar penjelasan Julie Rehan menunjukkan senyum kemenangan nya. Akhirnya ia bisa berduaan lagi dengan Julie.
Setelah beberapa saat, semua keperluan zen dan juga barang-barang yang Titiie bawa sebelumnya sudah siap untuk di pindahkan lagi, meskipun merasa sedikit sedih tapi Julie tidak bisa membiarkan Zen selalu bersama nya disaat dirinya akan begitu sibuk.
"Zen sayang, beberapa hari kedepan Mollie tidak bisa menemani Zen bermain dulu, tapi ada Titiie dan juga Didiie yang akan menemani Zen. Jadi, Zen harus menurut pada Didiie dan juga Titiie, ok..?" Julie mengacungkan jari kelingking nya, membuat Zen juga melakukan hal yang sama, meskipun dengan wajah sedih dan terpaksa.
"Kalau Zen kangen mollie bagaimana..??" tanya Zen dengan wajah polos dan menggemaskan. Membuat Julie meleleh. Julie tersenyum sambil mencubit pelan pipi montok Zen, "Kalau begitu Zen harus minta pada Didiie agar dapat bertemu dengan Mollie, bagaimana, apa tuan muda Mollie setuju..?'
"Hem. Baiklah Mollie.."
Setelah kurang lebih tiga puluh menit, mobil Rehan sudah terparkir di depan lobi kantor Aldi. Julie mengantarkan Zen dan Titiie turun sebelum Aldi menjemput keduanya. Julie berpamitan pada Zen dan juga Titiie, setelahnya ia masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan pada Zen.
Rehan melajukan mobilnya meninggalkan kantor Aldi, tujuan mereka selanjutnya adalah toko perhiasan. Melihat wajah Julie, Rehan tau jika Sebenarnya Julie merasa tidak tega karna harus meninggalkan Zen seperti itu, tapi mau bagaimana lagi, sebelum pernikahan nya terlaksana maka Julie akan terus di sibukan dengan banyak hal, dan Rehan tidak ingin membuat Julie merasa jika ia membuat Zen di abaikan jika terus bersama wanita nya. Oleh sebab itulah, mengembalikan Zen pada Aldi adalah pilihan terbaik.
"Apa kau baik-baik saja Moo..?"
Rehan tersenyum sambil menggenggam tangan Julie. "Apa kamu begitu menyukai Zen Moo..??" mendengar pertanyaan Rehan Julie menganggukan kepala nya.
"Bagaimana Jika kita yang membesarkan Zen, apa kau mau..??"
"Apa kita bisa melakukan itu Boo, bagaimana dengan Aldi dan juga grandfaa Zen, aku rasa mereka akan menolak nya" wajah Julie kembali murung memikirkan hal itu. "Jika kamu benar-benar menginginkan nya maka aku akan bicara pada Aldi dan juga om Mahendra, bagaimana pun Aldi juga harus mencari pasangan nya bukan..??" Rehan tersenyum meyakinkan Julie.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan karna kemacetan ibu kota yang cukup padat, akhirnya Rehan dan Julie sampai pada toko perhiasan yang menjadi tujuan keduanya.
Seorang pegawai toko menghampiri keduanya dan mempersilahkan Rehan dan Julie menunggu di ruangan PIV. Tak lama kemudian pemilik toko pun datang membawa kotak yang berisikan cincin pernikahan keduanya,.
"Silahkan Pak Rehan di cek barang nya, saya harap sesuai dengan permintaan anda berdua.."
Rehan membuka kotak persegi empat itu, dan menunjukkan nya pada Julie, "Bagaimana Moo, apa ini sesuai dengan permintaan mu..?" Julie melihat cincin yang berbetuk sederhana namun di buat dengan darah Rehan dan Julie yang mengalir di dalam nya, serta ukiran simbol RJ di bagian dalam nya dan di tambah simbol melodi pada cincin milik Julie. Simbol itu Rehan buat mengingat Julie yang sangat mencintai musik. "Aku menyukainya Boo, ini sangat indah".
Selesai Rehan dan Julie mengambil cincin pernikahan mereka, kini tujuan selanjutnya adalah Butik tempat mereka akan melakukan Fitting gaun pengantin. Namun sebelum itu Rehan mengajak Julie untuk pergi makan siang terlebih dahulu.
__ADS_1
Selesai keduanya mengisi perut, Rehan kembali melajukan mobil nya menuju Butik yang sudah menunggu kehadiran mereka berdua.
Dua puluh menit perjalanan, Julie dan Rehan pun sampai. Dengan di sambut oleh seorang asisten perancang Rehan dan Julie langsung menuju ruangan dimana Wedding Dress Julie dan Rehan di pajang.
"Eeee.. tamu saya sudah datang toh.., mari-mari sini saya tunjukan busana pernikahan kalian..." ucap sang designer bertulang lunak itu, membuat Rehan sedikit menjauhkan dirinya agar tidak dekat-dekat karna merasa sedikit tidak nyaman.
Berbeda dengan Rehan, Julie malah terlihat sangat nyaman bersama Designer tersebut.
"Nah Julie... ini wedding dress mu..." sang designer membuka tirai yang menghalangi kaca yang menutupi dress terfenomenal milik Julie.
Wedding Dress tersebut terlihat sangat indah, Simpel namun elegan. Dress berwarna putih tersebut berbetuk V di bagian dada dengan bagian punggung terbuka sampai ke mata pinggang, menunjukkan bagian sempurna tubuh Julie, gaun itu di buat tanpa lengan dengan bagian bahu yang dibalut kain sutra halus yang di import langsung dari Venessia, serta berhiaskan berlian di seluruh permukaan dada sampai ke bagian pinggang nya. Bentuk bawahnya yang menyempit membuat gaun tersebut sangat terlihat elegan.
Sementara untuk Rehan, dirancang sebuah jas dengan warna hitam berpadu silver metalik, dengan bertaburkan serbuk berlian yang membuat Jas nya semakin terlihat mewah.
Setelah selesai melakukan fitting terakhir Rehan pun mengantarkan Julie kembali ke Apartemen nya. Beberapa lama kemudian keduanya pun sampai.
Julie dan Rehan masuk bersamaan, Julie merasa sangat lelah oleh sebab itulah setelah masuk ke kamar Julie langsung membersihkan diri, dan berbaring di atas ranjang.
Rehan langsung duduk disebelah Julie meraih betis gadis itu dan memijatnya pelan, "Sayang.. apa kamu sangat lelah..?" Julie marasa nyaman karna pijitan Rehan. "Hem. Tangan mu membuatku nyaman Boo.."...
"Tidurlah..."
.
.
.
.
Bersabung...
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Like and Coment ❤️
__ADS_1