
🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹
.
.
.
.
Rehan terduduk di samping Julie yang tengah tertidur. Ia merasa cukup lelah sekarang, bagaimana tidak, ada-ada saja yang di lakukan istrinya itu saat mereka sedang berjalan-jalan tadi.
Flashback ON
Julie menarik-narik tangan Rehan yang berjalan di belakang agar dapat berjalan lebih cepat dan menyamai langkah kaki nya, wanita itu sudah tidak sabar ingin segera sampai di bibir pantai.
"Moo, pelan-pelan, kamu bisa jatuh kalau berjalan sambil lari seperti itu..!" Rehan menahan tangan Julie agar istrinya itu mengurangi kecepatan langkah nya 🙄
Tapi Julie tidak menghiraukan perkataan Suaminya, ia benar-benar sangat antusias untuk melihat tubuh pria-pria sexi yang sudah berjejer di pantai.. {wkwkwkwk ikan asin kali berjejer..} "Aku tidak akan jatuh Boo,,kan ada kamu." ucap Julie dengan polos nya sambil tersenyum senang.
"kan gak harus lari-lari Moo, lagi pula matahari sangat terik sekarang, untuk coba apa pergi ke pantai segala..?" Rehan masih kesal dengan niatan Julie yang ingin melihat pria-pria Bule tampan dengan tubuh atletis tersebut.
"Ihh Bawel deh kamu Boo,,tinggal jalan aja banyak banget protes nya..!" Ucap Julie sedikit ketus.
"Pantainya gak akan lari juga kali Moo, meskipun kamu jalan nya kaya siput." Balas Rehan lagi.
"ia pntai nya gak lari tapi bule-bule cakepnya bakal pergi duluan,, ayoo aahh cepetan jalan nya..!!" Julie kembali menarik-narik tangan Rehan yang masih terpaut dengan tangan nya.
Sesampainya di bibir pantai, Rehan langsung memilih salah satu tenda yang berukuran cukup besar tempat dirinya dan Julie beristirahat, bagaimana pun terik matahari benar-benar terasa membakar kulit.
"Moo, Sini istrirahat dulu." Rehan menarik tangan Julie dan membawa istrinya itu untuk duduk. Julie meletak kan tas nya dan langsung duduk menghadap para turis yang sedang berlalu lalang di hadapan nya.
Kepala Julie menoleh kekanan-dan kekiri layaknya boneka pajangan mengikuti arah para pria bule tersebut, membuat Rehan mengeleng-gelengkan kepala keheranan dengan tingkah baru Julie.
"Boo,, kok gak ada yang cakep ya...?" celoteh wanita itu membuat Rehan hampir tertawa.
"Ada kok..!', jawab Rehan dengan wajah seriusnya. "mana..? kok aku gak lihat..??" balas Julie dengan sebenarnya. Pasalnya memang belum ada pria bule seperti yang ia inginkan.
__ADS_1
"Bukan disana, tapi disini..!" Rehan memegang wajah Julie dan menghadapkan wajah wanita itu kearahnya. "Apaan sih Boo...!!" Julie memanyunkan wajahnya melihat kenarsisan Rehan yang saat ini sedang menunjukkan wajah cool dan tampan milik nya.
"kenapa..?? aku kan emang tampan, pake banget malah..!' puji Rehan pada dirinya sendiri.
"Males ahh,,kalau gini pengen cari langsung aja siapa tau ketemu..!" Jawab wanita itu kemudian bangkit dari duduk nya dan berjalan meninggalkan Rehan yang masih duduk di tenda, tak ingin istrinya digoda orang lain Rehan pun segera menyusul ke arah pergi nya Julie.
Setelah cukup lama mengitari pantai, Julie setidaknya sudah bertemu dengan tiga orang pria asing yang sesuai dengan kriteria nya, dan semua itu sangat membuat Rehan kesal setengah mati, tidak cukup dengan melihat bahkan istrinya itu meminta untuk memegang tubuh-tubuh pria asing tersebut. Rehan benar-benar tidak habis pikir, apa yang sebenarnya sedang merasuki Julie, pasalnya istrinya itu kini sudah seperti wanita mesum.
Tidak cukup hanya melihat bule-bule saja, kini permintaan Julie bertambah pada nya. Di siang bolong dengan panas terik marahari yang membakar, Julie meminta Rehan untuk menagkapkan kepiting hias untuk nya, dan kepiting tersebut haruslah berwarna putih keemasan. 'ya tuhan apalagi sekarang..?. Rehan pun dengan segala kesabaran nya mengikuti permintaan Julie,, beruntung Rehan sangat di berkati hari ini, tak perlu belama-lama Rehan sudah mendapatkan satu yang seperti keinginan Julie, dan tak lama setelahnya Rehan dapat bernafas lega saat istrinya itu meminta untuk segera kembali ke Villa.
Flashback Off
Ring..Ring...
{Isabelle caling }
"Ya Bell..?"
{ Bagaimana dengan Julie, apa sudah ketemu..? apa kami perlu menyusul?}
{Baiklah kalau begitu,, jaga sahabat ku dengan baik}
"Itu sudah pasti, baiklah sampai nanti"
Rehan tersenyum memandang wajah polos istri nya yang saat ini tengah tertidur seperti anak kecil, dengkuran halus terdengar dari mulutnya menandakan bahwa putri tidur itu benar-benar tengah terlelap. Rehan pun mengambil tempat disamping Julie sambil memeluk tubuh istrinya, ia juga merasa cukup lelah untuk saat ini.
********
"Bagaimana dengan Julie, apa dia baik-baik saja..??" tanya Aldi yang saat ini tengah makan siang bersama Dony, Isabelle dan juga anak semata wayang nya Zen. Ketiganya kini sudah lebih akrab sejak Rehan dan Aldi memutuskan untuk berbaikan.
"Kata Rehan sih gitu,, semoga saja memang seperti itu, dan saat mereka kembali kita segera mendapatkan kabar bahagia" Isabelle tersenyum pada Dony dan juga Aldi sambil membelai rambut Zen yang juga tengah mendengar perbincangan para orang dewasa tersebut.
"Rehan pasti menjaga Julie dengan baik!' kini Dony yang bersuara, ia tidak meragukan sahabatnya itu jika hal tersebut berhubungan dengan Julie.
*******
Matahari tengah kembali dalam peraduan saat Julie kembali mendapatkan kesadaran nya. Ia melihat Rehan yang masih terlelap disamping nya, "Capek ya sayang..?" Julie membelai pelan wajah Rehan.
__ADS_1
"Apa kami tertidur selama itu..?" Julie bangun dari tidurnya langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
Cukup lama ia berkutat di dapur, tidak banyak yang ia siapkan untuk makan malam mereka, hanya kentang tumbuk dengan beef panggang yang diberi saos baberque serta buah-buahan segar sebagai pendamping.
Setelah selesai menata piring-piring di atas meja, Julie marasakan kepala nya berputar-putar dan semakin berat, hingga ia tidak menyadari tubuhnya kini tengah oleng dan jatuh begitu saya tergeletak di atas lantai dapur.
Rehan yang baru saja bangun dari tidur nya pergi keluar untuk mencari Julie. Wangi makanan yang lezat sudah menusuk indra penciuman nya, dan saat ini perut Rehan pun sudah ikut berdemo minta di isi.
"Moo... ,, apa makanan nya sudah siap..?" Rehan menuruni tangga dan mencari keberadaan Julie, tapi saat ini dapur nampak kosong. "Sayang... kamu di...,," Rehan begitu panik saat menemukan Julie yang tergeletak tak sadarkan diri di atas lantai dapur..
Ya tuhan apalagi sekarang..? "Moo.., bangunlah Moo.. kamu kenapa..??" Rehan yang panik langsung membopong tubuh Julie ke dalam kamar, dan segera menelpon dokter untuk memeriksa keadaan Istrinya.
"Bagaimana dengan Istri saya dok..? Apa dia baik-baik saja..?" Rehan sangat mengkhawatirkan keadaan Julie.
"Nyonya Julie baik-baik saja tuan, dia hanya kelelahan.." Syukurlah. Rehan bernafas lega mendengar nya.
"Dan satu lagi tuan, kurangi aktivitas berhubungn suami istri,, karna aktivitas sex yang berlebihan tidak baik bagi perkembangan Janin nyonya, apalagi di usia kehamilan yang sedang rawan seperti saat ini." Jelas dokter tersebut pada Rehan.
"Apa dok, saya tidak salah dengar..? Istri saya sedang hamil..?" ulang Rehan membeo ucapan Sang dokter.
"Benar tuan, usia kehamilan nya memasuki usia 3 minggu. Usia yang sangat rawan bagi kandungan nya, oleh sebab itu tolong di jaga dengan baik."
Rehan sangat bahagia mendengar kabar tersebut,, hati nya benar-benar bersukacita sekarang, senyum lebar pun selalu menghiasi wajahnya.
"Terima kasih Moo,, aku mencintai mu." Cup. Rehan mencium tangan Julie. "Dady mencintai mu juga sayang.." Rehan kembali mengelus pelan perut Julie yang saat ini masih terlihat datar.
.
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Heemm.. Sepertinya Like dan coment sudah mulai berkurang...?? 🙄🙄 Dukung author terus Ya... 🖤🖤
__ADS_1