My Hot Woman

My Hot Woman
TROUBLE


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


Tatapan Julie pada Rehan begitu nanar dan tajam, begitu pula dengan Rehan, sementara Aldi juga merasakan suasana tegang begitu terasa disana seolah ketiganya dapat berkomunikasi melalui telepati.


Dengan perlahan Julie berjalan ke arah Rehan dan Juga Aldi yang sejak tadi menatap ke arah nya yang baru saja keluar dari kamar untuk berganti pakaian.


"Terima kasih pak untuk pakaian nya, saya permisi" Julie membungkuk kan setengah badan nya memberikan hormat pada Aldi sebagai atasan, dan Aldi hanya menganggukan kepala nya.


Apa-apaan ini..? Julie, Aldi.. di tempat ini..? di kamar..? Kekasih..?? Rehan benar-benar tak habis pikir dengan apa yang ia lihat sekarang,


"JULIE....!!


Apa yang kau lakukan di tempat ini..??


"Saya permisi pak Alex, Pak Steven.." Ucap Julie juga pada kedua sahabat Aldi tersebut dan di balas anggukan canggung yang begitu kentara oleh keduannya, sementara ia mengabaikan keberadaan Rehan yang sejak tadi sudah menatap marah pada nya.


"JULIE...,Beraninya KAU....


"Tutup Mulut mu,, jangan berlaku seenaknya pada Sekretarisku..!! ucap Aldi memperingati Rehan yang sejak tadi tengah tersulut emosi..


Merasa tidak nyaman dengan apa yang terjadi Alex dan Steven mencoba melerai keduanya, namun di abaikan dan malah mendapatkan tatapan tajam dari Rehan, membuat keduannya hanya kembali duduk dan menjadi penonton saja.


"KAU.. Jangan ikut campur, ini bukan urusan mu, aku bicara pada Julie..!! Balas Rehan dengan nada yang tajam.


"Tapi dia adalah bawahan ku..!!" jawab Aldi tak mau kalah.


Tanpa sadar keduanya sudah saling mencengkram kerah masing-masing, sementara Julie terlihat tenang seperti menyaksikan sebuah drama opera sabun yang ia lihat di tayangan televisi setiap malam.


"Kalau begitu saya permisi pak,, silahkan kalian lanjutkan"


ucap Julie tidak tertarik dengan Adegan yang di lihat nya sat ini seolah-olah bukan dirinyalah yang menyebabkan semua itu.


Lah emang bukan....


"Dan pak boss,, kalau kau ingin,, kau hajar saja dia.. seperti nya dia pantas menerimanya..!" ucap Julie pada Aldi dengan maksud tentu saja tertuju pada laki-laki menyebalkan di hadapan nya saat ini.


Tanpa pamit kedua kali,, Julie segera meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah tenang namun membara di dalam 😅


Alex yang tengah melihat perseteruan tersebut segera berdiri untuk menengahi Aldi dan Rehan lagi..


"Heii.. dude.. ada apa dengan kalian berdua..? katakan apa masalah nya..? dan Kau Rey, ada apa dengan Julie, kenapa kau begitu marah..? gadis itu hanya mengganti baju nya disini,, apa hubungan nya dengan mu..??


Alex juga tersulut emosinya melihat kedua sahabatnya itu yang sekarang tengah siap bertarung, entah demi apa...

__ADS_1


Mengganti baju..?? tapi kenapa..??


-,Tenang lah Oke,, dan kau Al.. sudah lah jangan begini.. bukan kah kita ingin berkumpul untuk bersenang-senang..??. Alex-


"Aku tidak sudi bersenang-senang dengan orang seperti dia..!!! tunjuk Aldi pada Rehan.


"Kau pikir aku sudi..? Cih.


Tanpa mau mendengarkan penjelasan Alex lebih lanjut, Rehan pun berlari keluar menyusul Julie.


------------------------------


Apa seperti ini dirimu yang sebenarnya..?


di belakang ku kau dan wanita penghibur..?? Cih. -,dasar Mesum, Dogie bertanduk,, Menyebalkan!!!


Julie menghentak-hentak kan kakinya dengan keras, dan dengan cepat pula ia melangkah kan kakinya menuju Lift ingin segera meninggalkan tempat tersebut, hatinya begitu panas mendapati kenyataan itu sekarang.


Ia tidak pernah membayangkan sebelumnya jika Rehan akan melakukan itu di belakang nya, laki-laki yang sudah bersama nya selama beberapa bulan ini, laki-laki yang akan segera menikah dengan nya. Menikah..?? dengan laki-laki yang suka mencari kesenangan diluar?? Hah...


Begitu Lift terbuka, secepat kilat pula Julie masuk ke dalam nya dan memencet tombol untuk turun.


Dari kejauhan ia dapat mendengar suara Rehan yang memanggil-manggil nama nya sambil berlari ke arah Lift, namun Julie tak akan membiarkan nya kali ini, ia benar-benar marah pada laki-laki itu.


Belum sempat ia menghentikan gadis itu, pintu lift sudah tertutup dengan sempurna..


AAARRRGGGHHH... SIAL....


Dengan cepat pula Rehan berlari ke arah tangga darurat dan menuruni nya berharap ia dapat mengejar Julie dan mendapatkan penjelasan dari gadis itu.


Setelah lift terbuka dengan Cepat Julie keluar dari Loby hotel dan masuk ke dalam Taxi yang sudah menunggu Untuk meninggal hotel tersebut.


Dengan nafas yang memburu dan kepayahan Rehan akhirnya sampai di Loby, ia melihat kesana-kemari mencari keberadaan Julie namun tidak juga menemukan dimana wanita itu, akhirnya ia memilih untuk menghubungi Julie, namun sayang nya Julie selalu saja meReject panggilan Rehan, bahkan sekarang ponsel Julie ia non aktifkan.


Tak punya pilihan lain, Rehan pun menuju parkiran dan menyusul Julie ke kantor berharap gadis itu ada disana. Dengan kecepatan penuh kurang dari 20 menit kini Rehan sudah berada di kantor Aldi, dan menanyakan keberadaan Julie pada satpam yang berjaga di depan pintu.


Namun sayang nya,, satpam tersebut memberitahukan jika Julie tidak sedang di kantor karna menemani Aldi keluar.


Dengan cepat ia kembali memasuki mobilnya dan mengemudikan mobil tersebut menuju Apartement Julie.


Namun lagi-lagi ia harus mendesah frustasi, karna Julie juga tidak berada disana.


"Sebenarnya dimana dirimu..?? Rehan benar-benar bingung harus mencari Julie kemana lagi, kini ia benar-benar frustasi karna Julie.

__ADS_1


Karna tidak juga menemukan keberadaan Julie dimanapun, akhirnya Rehan kembali ke Hotel S.


Jika Julie tidak ada di Kantor ataupun di Apartemen nya, maka Aldi lah orang yang tepat untuk bertanya, karna selama ini setau Rehan hanya Aldi lah orang yang selalu bersama Julie selain dirinya.


Dengan keras suara pintu rauangan VVIP tersebut terbuka, membuat Alex, Steven dan Aldi sama-sama menatap ke arah Rehan, namun saat ini hanya mereka yang ada disana, tak ada lagi wanita-wanita dengan pakaian kurang bahan sebelumnya, karna Aldi sudah meminta mereka untuk pergi setelah Rehan juga meninggalkan ruangan sebelumnya untuk mengejar Julie.


"KATAKAN PADA KU DIMANA JULIE ...!!!


Wow..wow... 'Rehan,, tenanglah sedikit.. ' cegah Steven yang melihat Rehan dengan wajah yang mengintimidasi, namun tak berpengaruh pada Aldi.


"Bukan kah sudah ku peringatkan sebelumnya pada mu..?? Hah. Jangan salahkan aku jika Julie menyaksikan keburukan mu..!!"


Balas Aldi acuh dan Sinis.


"Katakan padaku dimana Julie....!!! ucap nya sekali lagi dengan nada yang kental akan kemurkaan.


"Aku tidak tau..! ucap Aldi lambat-lambat.-,dan sekalipun aku tau, aku tidak akan mengatakan nya pada orang seperti mu!!"


BUKK.. BUKK..


Dua Pukulan Rehan tepat mengenai wajah Aldi,, ia melampiaskan kekesalan nya selama ini, dan kini ketika ia ingin melancarkan pukulan yang ketiga Steven dan Alex sudah lebih dulu menahan nya dengan begitu kuat.


Alhasil darah segar mengalir dari bibir Aldi yang terluka,, namun ia hanya mentertawakan perlakuan Rehan pada nya.


"Kenapa kalian harus menghentikan bajingan ini,, biarkan saja dia.." ucap Aldi membuat Rehan semakin emosi.


Bukk....


Tanpa Aba-aba.. kini Aldi yang melancarkan pukulan ke wajah Rehan tepat mengenai pipinya.


"Itu untuk Julie...! ucap nya kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Kini giliran Aldi yang mencari Julie.


Aldi melihat jam tangan nya yang sudah menujukkan pukul lima sore,, sangat tidak mungkin jika Julie kembali ke Kantor saat ini,


-,dan Apartemen.. jika Julie memang berada disana, maka Rehan sudah sejak tadi menemukan nya. Aldi memutar otak nya untuk mencari keberadaan Julie, hingga ia terpikirkan sesuatu dan dengan cepat memutar arah kemudi dan membawa mobilnya dengan kecepatan penuh untuk menemui Julie.


"Semoga saja kau memang berada disana Julie..


Maafkan aku yang membuat mu menyaksikan hal ini.."


*Bersambung...

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹*


__ADS_2