My Hot Woman

My Hot Woman
REHAN JEALOUS


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


Setelah melaporkan keseluruhan agenda atasannya, Leon keluar dengan wajah shock. Bagaimana tidak, atasan nya itu baru saja mengatakan, Aahhh.. Tidak.


Lebih tepatnya memperingatkan dirinya agar tidak terlalu dekat dengan Julie, istrinya. Istri Bos..Astaga..!!!


Baru saja Leon merasa senang karena mendapatkan teman baru yang menyenangkan seperti Julie, tapi setelahnya ia harus sadar akan batasan yang sudah tertulis dengan Jelas.


-Hak Milik-


Sadarlah Leon, ini bukan saat nya untuk mu memikirkan seorang wanita, apalagi jika wanita itu adalah Julie. Jangan pernah bermimpi, wanita itu telah memiliki Segel.


Sementara itu...


"Waw.. Moo..


Hari ini kamu kembali mengingatkan ku agar aku tidak boleh lengah dan menurunkan penjagaan ku terhadap mu.'' Rehan menyeringai.


Dalam sekali sentakan ia menarik tangan Julie, sampai istrinya itu terduduk di pangkuan nya.


"Gadis nakal. Sekarang katakan pada ku. Kapan kau membuat pria muda itu jatuh hati pada mu..??''


Poor Julie, bagaimana bisa kamu melupakan sisi lain suamimu yang seperti ini!!


"Aku...??


Aku tidak pernah merayu siapapun Boo, apa lagi Leon.


,- Apa sekarang kamu sudah tidak percaya pada ku..?" Julie menyipitkan matanya menyelidik.


"Cih. Aku bukan nya tidak percaya padamu sayang, hanya saja aku tidak percaya pada pria-pria di luar sana!'' Rehan memalingkan wajahnya merasa kesal.


Cup..


"Jangan khawatir tuan Rehan wijaya. Tubuh dan juga hatiku sepenuhnya sudah menjadi milikmu. Aku tidak akan tergoda hanya karna pesona pria muda.'' Julie menenangkan Rehan dengan jurus pemungkas nya.


"Jangan merayuku. Kau tau perasaan ku sedang kurang baik sekarang!. Rehan masih memalingkan wajahnya.


"Hei.. lihat aku Boo!- Julie menghadapkan wajah Rehan agar mau menatapnya.


,-Sebanyak apapun pria diluar sana menawarkan cinta pada ku, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, Tidak akan. Hem..?"


Rehan melumat lembut bibir ranum Julie. Keduanya saling berpagutan.


-Eiiittss....Olah raga pagi yang terlambat-


Tidak butuh waktu lama. Keduannya sudah menyelesaikan hasrat hanya dalam waktu 15 menit.


''Rapikan dirimu sayang! Atau kau ingin kita mengulang nya kembali..? aku rasa aku tidak akan keberatan.'' Rehan menggigit pelan cuping Julie. Lagi-lagi wajah Julie bersemu merah.

__ADS_1


"Sebaiknya kau ganti kemeja Boo, jika tidak ingin kita menjadi Hot issue di pagi hari.'' ucap Julie sambil menunjuk kemeja Rehan yang terkena noda lipstik Julie.


''Aku akan menunggu mu dirumah untuk babak selanjutnya.'' bisik nya lagi pada suaminya.


Uuuhh undangan yang menggoda.


PLAK..


Rehan memukul pelan bokong menggoda istrinya.


Setelah selesai membantu Rehan mengganti kemeja nya, Julie juga segera merapikan diri.


"Aku akan minta supir mengantar mu sayang.'' Rehan menghubungi bawahannya.


''Tidak perlu terburu-buru Boo, aku masih harus bertemu Leon untuk mentransfer semua pekerjaan ku sebelumnya, ingat..?"


"Hem. Sebaiknya jangan berlama-lama bersama pria muda itu. Atau besok dia harus mencoba peruntungan untuk interview di perusahaan lain.'' ucap Rehan dengan makna tersirat.


Udah di kasih jatah juga, masih aja cemburuan. Huh.. dasar suami yang suka bikin deg-degan.


"Jangan begitu Boo, aku tidak ingin merasa bersalah karena telah merusak masa depan seorang pria muda.'' Julie mengikat dasi suaminya.


"Itu tergantung. Jika dia berani menggoda mu lagi, atau bersikap SOK AKRAB seperti tadi, maka katakan pada nya, dia harus mengucapkan selamat tinggal pada pekerjaan barunya!''


Cup..


Sekali lagi Jullie mencium Rehan. Berharap suaminya itu melupakan sikap Leon tadi.


Ai..Ai...malang nya pria itu.


"Itu menurutmu. Heh. Awas saja jika ada pria lain yang berani memikirkan mu. Entah Leon atau siapapun itu,, maka Saat itu juga aku akan membedah otak mereka dan mencucinya.'' kecam Rehan.


"Kamu sangat menggemaskan suami ku. I love you so much.. much..much.. " Julie melumat singkat bibir Rehan.


"I love you too, my Hot's Wife.."


"Kalau gitu udah gak kesel lagi kan..?,- kalau udah selesai marah nya..


Tok..tok..


Suara ketukan itu mengintrupsi pembicaraan Rehan dan juga Julie.


Julie segera bangun dari pangkuan Rehan sambil merapikan rok nya.


"Permisi pak,, rapat akan di mulai dalam 10 menit." Leon mengkonfirmasi jadwal Rehan.


"Ya. Aku akan segera kesana." jawab Rehan.


,-Dan 1 lagi Leon, lain kali kau bisa mengingatkan ku lewat telpon!"


Aaiiiihhhh.... cerobohnya!!


bodo amat dah...


"Baik pak, akan saya ingat!"


-Itu atasan Sensi banget.., atau cuma perasaan ku aja..??-

__ADS_1


"Boo, aku juga keluar Ya, sekalian nanti mau langsung pulang trus jemput anak-anak." pamit Julie.


"Ya Moo,, ingat. Jangan lama-lama sama sekretaris baru itu. Dia sekretarisku, jadi gak usah ngomong lama-lama!" ujar Rehan ketus.


Cemburuan banget dah Lu bang..


Diruangan Leon..


"Haii.. boleh aku duduk..?" tanya Julie pada Leon.


"Iya bu, silahkan." jawab Leon canggung.


"Santai saja.. bicaralah seperti biasa.,- dan maafkan suami ku, dia memang sangat pencemburu." Julie merasa sedikit bersalah pada Leon.


"Iya bu tidak apa-apa, saya maklum kok dengan sikap bapak." Leon tidak akan lengah, bisa saja atasan nya itu saat ini tengah memata-matainya. Seperti di film-film Lalu besoknya tubuh nya sudah tercerai berai. Iihhh... NO!!!


"Baiklah, aku hanya ingin menyerahkan beberapa file perusahaan yang aku tangani sebelumnya, dan berkas-berkas ini sudah ku susun berdasarkan kapan waktu nya akan di presentasi kan, jadi silahkan pelajari ulang.


Itu saja yang ingin ku katakan." jelas Julie.


,-Terima kasih buat waktu mu." Julie tersenyum manis.


"Leon juga melakukan hal yang sama. Ia tetap mempertahankan etika nya, meskipun ia ingin bicara secara informal pada wanita di depan nya ini tapi ia tidak akan menurunkan ke waspadaan nya.


Ingatlah, Julie adalah istri bos mu Leon.


I-S-T-R-I-B-O-S!!!


Sebelum pulang, Julie menyempatkan diri untuk mampir ke pantry dan menyampaikan beberapa kata wejangan bagi para OB dan OG, orang-orang yang menemani nya di kantor selain Rehan.


_______________________________________


Setelah sampai di parkiran, Julie sudah di tunggu oleh supir yang Rehan perintahkan, ia pun segera masuk dan pergi meninggalkan Kantor.


Benar saja. Untunglah Leon tidak melalaikan perkataan Rehan dan tetap menjaga sikap di depan Julie.


Pasalnya, Rehan memperhatikan setiap gerak-gerik Julie, mulai sejak ia meninggalkan ruangan nya tadi.


Rehan tidak akan mudah percaya pada para pria di luar sana. Mungkin Julie tidak menyadari nya, tapi bisa saja banyak orang yang diam-diam mencari perhatian istri cantiknya itu.


Beruntunglah Leon hari ini. Jika tidak, maka ia harus segera angkat kaki dari perusahaan Rehan.


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Happy weekend para Readers... 🖤🖤


Minggu Author off dulu Ya.. 😜


Jangan Lupa Like daj Coment yang banyak, biar Author semangat nulis nya.. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2