My Hot Woman

My Hot Woman
WITH YOU


__ADS_3

...🌹🌹HAPPY READING🌹🌹...


''Mau kemana Moo..?" Rehan menahan Julie yang mencoba melepaskan diri dari pelukan Rehan.


''Aku ingin melihat perlengkapan Butik ku..'' jawab Julie sambil mengedipkan sebelah matanya dan berjalan menuju Walk in Closet yang isinya sudah tertata rapi sesuai warna dan modelnya.


"Dari pada hanya melihatnya,, bagaimana kalau di coba saja. Aku yakin ini pasti akan sangat indah jika kamu yang memakainya..'' tunjuk Rehan pada salah satu dress super mewah yang ada di dekat Julie.


"Kamu akan mengajak ku pergi, Boo..?"


"Em-hem.. '" Rehan menggelengkan kepalanya.


"Lalu untuk apa aku memakai ini jika hanya dirumah.. apa kamu pikir aku kurang kerjaan..??'' Balas Julie sambil mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah, kalau gitu kamu bisa pakai itu saat acara ulang tahun perusahaan ku nanti, Moo., aku sangat ingin melihat mu menggunakan nya..'' ucap Rehan sambil tersenyum pada Julie.


"Baiklah tuan muda, seperti yang kau inginkan..,-


O'Ya Boo, sepertinya aku harus pulang..'' Julie melirik pada jam tangan yang ia gunakan.


"Apa tadi aku tidak mengatakan jika kamu tidak di ijinkan untuk pulang, Moo..?" Rehan mengusap-ngusap dagunya yang bahkan tidak di tumbuhi bulu sedikit pun, alias halus.


"Benarkah..? aku rasa tidak..!''


"Kalau begitu aku akan mengatakan nya sekarang. -,


tinggal lah bersama ku malam ini, aku sangat merindukan mu, Moo.." Rehan memeluk Julie dengan sayang.


Pelukan hangat yang begitu menenangkan. Membawa perasaan damai dan juga Rasa terlindungi, tubuh Rehan yang kokoh memberikan perasaan aman bagi Julie saat laki-laki itu memeluknya. Julie sangat menyukai pelukan Rehan.


"Oh.. baiklah BabyBoo... aku akan tinggal bersama mu malam ini,, aku juga sangat merindukan mu." Julie membalas pelukan hangat Rehan.


Cukup lama keduanya saling berpelukan.


"Apa kamu bisa melepaskan ku sekarang, Boo? Aku gerah dan aku ingin mandi.." Julie memang merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang terasa lengket karna seharian bekerja.


"Haruskah kita mandi bersama, Moo..?"Rehan tersenyum jahil menggoda Julie yang masih dalam pelukannya.


"Apa...? dasar mesum..!"Julie melepaskan diri dari pelukan Rehan.


Sementara Rehan hanya terkekeh melihat wajah Julie yang sudah merah merona karna malu.


"Apa kau masih malu, Moo..? Bukan kah kita sudah..


"Mesum!! Mesum!! Dasar mesum!" Teriak Julie yang sudah berlari menuju kamar mandi, membuat Rehan semakin terbahak.


Aku akan menahan diri, Moo. Seperti janjiku pada mu.


Sementara Julie membersihkan diri, Rehan pun meninggalkan kamar tersebut. Ia juga pergi ke kamar lain yang ada di sebelah kamar itu untuk mandi.


Seharian ini ia sangat di sibukkan dengan menata rumahnya agar dapat membuat Julie terkesan, dan usahanya tidak sia-sia, Julie sangat menyukai rumah yang sudah Rehan siapkan untuk mereka berdua nanti jika sudah menikah.


Rehan sudah membayangkan betapa bahagian nya ia akan hidup bersama wanita yang ia cintai, dan juga mencintai nya. Wanita yang tidak akan membuat hatinya terluka, wanita yang hidup dengan ketulusan dan juga kejujuran.


Rehan rela menukarkan apa saja di dunia ini agar ia bisa selalu bersama-sama dengan Julie. Asalkan gadis itu mau memilihnya menjadi pendamping hidupnya, maka ia akan mengabdikan seluruh hidup nya bagi gadis itu.

__ADS_1


Gadis yang membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama. Gadis yang membuatnya merendahkan harga dirinya untuk memohon sebuah kesempatan, gadis yang membuat ia merasakan dunia ini begitu kosong tanpa ocehan dan juga senyumnya.


Aku sangat mencintaimu Julie, sangat.


Dua puluh menit berlalu, Rehan pun sudah selesai dengan rutinitas mandi nya, setelah nya ia kembali ke kamar utama yang sekarang di tempati Julie.


Sementara itu Julie juga sudah selesai dan mengambil sebuah kimono berbahan cotton untuk ia gunakan,, bahan yang akan membuat tubuhnya terasa lebih nyaman.


Rehan masuk bertepatan dengan Julie yang juga keluar dari kamar mandi.


"Boo... apa yang kamu...?" Julie berteriak langsung menutup matanya. Jantung nya berdetak cepat. Ya Tuhan ,dasar si mesum itu..!'


Rehan yang masuk hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya terlihat sangat maskulin dan sangat mempesona. Apalagi dengan rambut nya yang terlihat berantakan dan basah, hampir saja membuat Julie tidak tahan ingin menyentuhnya, gemas.


"Kau benar-benar masih malu rupanya." Rehan memeluk Julie. "Wangi ini, aku sangat menyukainya." Rehan menghirup ceruk leher Julie yang mengeluarkan aroma bunga dan jeruk yang berpadu menjadi satu, wangi sabun yang begitu menggoda indra penciuman Rehan.


"Sstt.. aku tidak akan memakan mu malam ini..!" Rehan berbisik sensual di telinga Julie, kemudian menggigitnya pelan. Benar-benar membuat wajah Julie merona dengan sempurna.


Kalau kamu seperti ini bisa saja aku yang tidak tahan ingin memakan mu Boo.. !


"Kalau begitu cepat pasang pakai mu..!" Julie masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang ditempelkan erat.


Rehan hanya menyunggingkan senyumnya melihat sikap malu-malu Julie.


Tidak membutuhkan waktu lama, Rehan sudah memakai celana boxer hitam dan baju kaos yang melekat sempurna pada tubuhnya mencetak bisep-bisep yang begitu menggiurkan untuk di sentuh.


"Aku ingin tidur seperti ini..'' Rehan menggoda Julie, ia ingin mengerjai gadis itu.


Mata Julie membulat sempurna.. "Apa...? dasar mesum..! cepat pakai bajumu, kalau tidak.."


"Kalau tidak aku akan.. akan..pokok nya cepat pakai baju mu, Boo..!!"


"Baiklah aku akan memakai baju ku dengan satu syarat, bagaimana..?" Rehan membuat kesepakatan. Niatnya hanyalah ingin menggoda kekasihnya.


"Apa?"


"Apa kau mau melakukan nya..?" melakukan? memangnya ingin melakukan apa? Julie bergidik.


"Apa..? cepatlah katakan apa persyaratan mu." Desak Julie..


"Kamu harus mencium ku Moo, setuju..?"


"Hanya berciuman..?" Julie memastikan. Pasalnya Rehan selalu saja mengerjai dirinya..


Rehan yang melihat Julie masih menutup wajahnya hanya menahan senyum, ia sangat suka menggoda kekasihnya.


"Ya aku rasa ciuman yang..."


"Jangan minta macam-macam, Boo.." Julie memperingatkan Rehan.


"Kalau begitu aku tidak,.."


"Baiklah.. baiklah.. sekarang cepat pakai pakaian mu. Apa kau tidak masuk angin jika seperti itu terlalu lama?" Julie bicara dengan nada yang sedikit meragukan ucapannya.


Julie benar-benar merasa malu sekarang. Melihat tubuh Rehan yang begitu menggiurkan.. Aww.. dasar!! kau ingin jadi gadis mesum juga..?? Batinnya mencoba mengembalikan akal sehat yang sempat terhilang.

__ADS_1


"Boo.. Apa kau sudah memakai bajumu?" tanya Julie setelah beberapa saat.


"Aku di depan mu, Moo.." Rehan tersenyum sambil bersedekap di depan Julie. Gadis itu menurunkan tangannya.


"Kamu sengaja kan? dasar..." Julie memprotes perbuatan usil Rehan.


"Janji adalah janji Moo dan sekarang kau harus menepati nya." Rehan menarik tubuh Julie dan menutup jarak diantara mereka..


"Aku ingin menggigit pipi mu, Moo bolehkan..? ini sangat menggemaskan." Rehan begitu terhipnotis melihat pipi Julie yang merona dengan indah.


"Apa kau pikir aku Bakpau..?" Julie menautkan kedua alisnya gemas..


"Ya.. sepertinya, tapi kamu sudah pasti lebih nikmat dari bakpau." Rehan gemas seraya menggesekkan hidung nya di pipi Julie.


"Sekarang tepati janji mu, Moo.. cium aku..!" Rehan menuntut..


"A.. apa.., cium..? sekarang..?" Julie terbata. Meskipun mereka sering berciuman, tapi tetap saja.. bagaimana ini...?


Bagaimana aku memulai nya..??


"Jangan merasa sungkan Moo.. aku akan mengajari mu terlebih dulu, dan setelah itu kau harus melakukannya sendiri."


Seperti ucapannya, dengan lembut Rehan melingkarkan tangan di tubuh Julie dan mengecup bibir ranum Julie, dan mencoba menggodanya dengan lidah Rehan, ia mencecap dan menghisap lembut bibir gadis itu,, menciumnya dengan sangat sensual..


Sementara tangan Rehan membelai lembut punggung Julie, menyalurkan hasrat yang juga Rehan rasakan, membuat keduanya saling memberi dan menerima dengan ritme yang tepat.


Setelah di rasa cukup, Rehan melepaskan ciumannya pada bibir Julie, memberikan sensasi yang tertinggal jauh dan ingin segera di temukan kembali.


Nafas Julie dan Rehan saling memburu, keduanya saling bertatapan.. hingga nafasnya perlahan mulai teratur..


"Sekarang giliran mu Moo.. kau yang harus melakukan nya.." Rehan menuntut ingin segera dipuaskan.


Tanpa basa-basi Julie langsung melakukan hal yang sama seperti yang Rehan lakukan sebelumnya.


"Apakah ciuman seperti ini yang kau inginkan, Boo..??


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...Note:...


...He-he.. Author jadi senyam-senyum sendiri baca Coment kalian πŸ˜„...


Boo & Moo itu di baca nya (Bu'-Mu') Ejaan Sekarang.


...jadi,,kalau kalian membaca dengan pelafalan yang benar,, sebenarnya gak akan sulit untuk menikmati Novelnya Author......


Baca 'Bu' sama 'Mu' nya di tambah sedikit manja-manja gitu lohh.. 😊😊


Terima kasih untuk semua kritik dan sarannya readers β™₯β™₯


Selamat membaca ya.. Author harap kalian bisa menikmatinya πŸ™πŸ™


Jangan lupa kasih LIKE and COMENT yang BUANYYYAAAKKK.... πŸ™πŸ™πŸ™


Jangan Lupa Vote Bintang nya juga Ya.. β™₯β™₯

__ADS_1


__ADS_2