My Hot Woman

My Hot Woman
SLEEPING BEAUTY


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


.


.


.


.


.


Seorang perawat berlari menghampiri meja dokter Heru.


''Dok, sampai sekarang pasien masih belum sadarkan diri, dan detak jantung pasien melemah begitu juga dengan bayi nya.'' lapor perawat tersebut.


'Siapkan ruang operasi!'


'Baik dok..'


Bagai di sambar petir itulah yang Rehan rasakan. Kelegan yang baru ia rasakan kini sudah kembali di renggut paksa.


"Dok.. istri saya...


''Sebaik nya anda bersiap untuk menemani nyoya Julie. Tapi sebelum itu, tanda tangani prosedur operasi terlebih dahulu.''


''baik dok, tolong lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya.''


''Itu sudah tugas saya pak Rehan.''


Dokter Heru segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan pasien nya.


-RUANG OPERASI-


Dokter Heru dan beberapa perawat lainnya sudah memulai operasi beberapa menit yang lalu.


Rehan dengan setia menggenggam tangan Julie, dan terus berdoa di samping istrinya itu.


Ini bagaikan mimpi buruk bagi Rehan. Tidak pernah sekalipun dalam pikiran nya hari ini akan datang pada wanita yang sangat ia cintai.


"Moo,, kamu harus kuat. Bukan kah kita sudah menantikan putri kecil kita..?? kamu harus memberinya semangat agar putri kecil kita juga mampu bertahan.


Maafkan aku jika memintamu berkorban sekali lagi. Aku mohon, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku seperti ini. Kamu harus baik-baik saja, demi putri kita.


Aku tidak akan memaafkan mu jika kamu meninggalkan aku. Aku sangat mencintai mu. Kau dengar,, aku sangat mencintaimu dan juga putri kita. Aku mohon. Kuatlah Moo. Kuatlah..''


Rehan terus menciumi tangan yang di genggam nya.


Sepuluh menit kemudian Bayi Julie dan Rehan sudah lahir.


"Pak Rehan, bayi anda sudah lahir. Bayi anda perempuan.''


''Sus, segera berikan pertolongan pertama.''


Dokter heru menyerahkan bayi tersebut kepada perawat, agar segera di tangani.


''Kau dengar Moo,, anak kita sudah lahir. Putri kita. Bukan kah kamu sangat ingin menggendong nya..?? Sadarlah.."


________________


-Ruang perawatan-


*7 Hari setelah Melahirkan*


"bagaimana keadaan Julie hari ini..??"


Isabelle dan Dony baru saja tiba dirumah sakit untuk menjenguk Julie.


"Seperti yang kalian lihat..'' ucap Rehan.


Selama Julie tidak sadarkan diri, selama itu juga Rehan selalu menemani Julie. Ia tidak ingin meninggalkan Julie walau hanya sebentar. Ia selalu setia berada di sisi Julie.


"Istirahat lah Rey, aku dan Dony akan menjaga Julie.'' Pinta Isabelle.


"Aku tidak apa-apa, aku akan menjaga istriku.''


"Rey,, kau juga harus memperhatikan kesehatan mu. Kau masih memiliki seorang putri yang juga membutuhkan perhatian mu.''

__ADS_1


-Dony.


Tok.. Tok..


''Rey...


Bunda Rehan juga datang untuk menjenguk menantu serta cucu nya.


"Selamat pagi bunda..'' sapa Isabelle dan juga Dony.


"Selamat pagi sayang. Kalian sudah sarapan..?? bunda bawakan sarapan untuk kalian.''


"Terima kasih bun, kami sudah sarapan tadi..''tolak Isabelle.


Setelah meletak kan semua makanan di atas meja, bunda pun menghampiri Rehan yang selalu duduk di samping Julie.


"Nak.. ayo sarapan dulu. Lihat tuh wajah kamu jadi kurus begini,, kamu harus jaga kesehatan..!'' kata bunda yang juga turut prihatin melihat kondisi putra semata wayang nya.


"Rehan gak apa-apa kok bunda. Rehan masih mau di sini sama Julie.''


"Nak,, jangan begini. Kalau kamu begini bagaimana nak Julie mau cepat sadar, nak Julie juga pasti sedih kalau lihat kamu seperti ini.''


"Rehan,,


Rehan gak apa-apa bun..''


Sekali lagi Rehan meyakinkan diri dan juga bunda nya. Ia akan selalu berusaha tegar untuk Julie.


Bunda memeluk Rehan. Ia tau betapa Rehan mencintai Julie. Ia juga tau jika saat ini putra nya itu hanya berusaha terlihat tegar.


"Kamu istirahat sebentar sayang, Bunda yang akan jagain putri bunda. Hem..??'' bunda membelai rambut Rehan yang terlihat berantakan.


"Benar Rey. Kami juga ada disini, kamu istirahat aja sebentar..'' kata Isabelle lagi.


"Sebaiknya kamu mandi dulu nak, bunda udah bawain baju ganti buat kamu. Habis itu makan, baru istirahat!''


"Ya bun, makasih.-


''Don,, Bell. Aku Istirahat dulu.''


Rehan menuruti permintaan Bunda nya. Ia segera mandi untuk membersihkan diri. Ia memang sangat lelah. Selain tubuh, pikiran dan perasaan nya juga lelah.


Dokter juga tidak bisa menjelaskan keadaan Julie saat ini. Menurut analisa, Julie tidak koma, ia hanya tertidur.


Tidur panjang yang membuatnya masih terus berkelana di alam bawah sadar.


"Bunda, Isabelle mau lihat princess dulu ya, sekalian mau di ajakin kesini biar bisa liat mommy nya..'' ijin Isabelle.


Bunda hanya mengangguk kan kepalanya menyetujui permintaan Isabelle.


"Don, kamu temenin bunda ya..,-


''Iya yang..


_________________


''Hallo sus, selamat pagi.. princesss udah di mandiin ya..??"


Isabelle masuk ke ruang jaga perawat yang menjaga kamar bayi,, tempat putri Julie di rawat.


"Ehh, mbak Isabelle,, sudah mbak.. tuh lagi Bobo Princess nya.''


Perawat tersebut sudah hapal dengan Isabelle yang setiap hari datang keruangan bayi untuk menjenguk putri Julie.


''Sus, boleh saya bawakan princess nya, biar deket sama mommy nya.'' pinta Isabelle.


"Boleh mbak,, saya siapkan dulu bayi nya.''


Jika sebelumnya kondisi bayi Julie sedang tidak stabil dikarenakan denyut jantung nya yang juga ikut melemah, namun sudah dua hari ini kondisi bayi tersebut kembali normal.


''Mba ini princess nya.''


Perawat tersebut menyerahkan tabung yang berisikan bayi Julie.


"Makasih sus,,..


"Anak manis, sama aunty yuk ketemu Mommy..''

__ADS_1


Tok..tok..


"Hallo oma, uncle... princess datang nih jenguk mommy..'' sapa Isabelle yang membawa tabung putri Julie.


Bunda dan juga Dony pun menghampiri putri kecil Julie.


''Duh.. cucu oma manis banget sih..'' Bunda melihat cucu nya dari luar kaca tabung.


CEKLEK.....


''Rey.. aku bawa princess kesini..'' kata Isabelle


''Hem.''


Seperti inilah Rehan. Semenjak kelahiran putri nya, Rehan belum menyentuh putri kecil mereka walau hanya sebentar.


Ia masih belum sanggup membawa bayi mungil mereka dalam dekapan nya, tanpa sosok Julie. Meskipun ia sangat ingin. Ia tau bayi mereka tidak membuat Julie seperti ini, hanya saja ia masih belum mampu melakukan itu.


Rehan hanya melewati tabung putri kecilnya. Lalu mengambil sarapan seperti perintah bunda pada nya.


Sementara para sahabat dan juga bunda memaklumi sikap Rehan tersebut.


Mereka tau kalau ini sangat berat bagi Rehan.


Isabelle mengeluarkan princess kecil dari tabung, dan menggendong nya di dekat Julie.


"Julie... sampai kapan kamu mu terus tidur..?? Kamu gak iri sama aku..??


Selama ini aku yang terus menggendong putri kecil mu. Kamu tau, dia sangat cantik. Persis seperti tebakan Dony,, putri mu sangat mirip sepert mu. Bangun lah.. gendong putri mu sendiri..!!''


''Mommy.. ayo dong,, incess mau di gendong mommy..''


Isabelle bersuara mengantikan putri kecil sahabatnya.


Isabelle berbalik untuk menyeka air matanya. Ia juga tidak tahan melihat sahabatnya seperti ini.


Sementara Rehan hanya menatap diam dari kejauhan.


12.15 PM.


''Rey,, udah siang. Bunda pulang dulu ya,, besok bunda kesini lagi..''


''Iya bun,, hati-hati di jalan.''


Rehan baru saja bangun dari istirahat nya.


Isabelle dan Dony sudah kembali lebih dulu ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.


Tok..tok..


"selamat siang pak Rehan, waktu nya nyonya Julie untuk pemeriksaan dan terapi.'' dua orang perawat masuk ke kamar untuk melakukan pemeriksaan rutin.


"Silahkan sus,..


Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, kedua suster tersebut langsung melakukan terapi pada tubuh Julie agar meransang saraf-saraf tubuh Julie selama tidur panjang nya.


20 Menit kemudian..


''Semua alat vital nyonya Julie normal pak.. semoga dalam waktu dekat nyonya akan segera bangun dari tidur nya.''


''Terima kasih sus..


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Dukung terus Author dengan memberikan Like and Coment Ya.. 🖤🖤


Ikutan special give nya mangatoon Yuk,, dengan kasih ucapan "Happy new year" ke author.. 😉😉


Sehat selalu untuk semua Readers,, selamat menyambut tahun baru 🎉🎊🎊

__ADS_1


Love you All.. 🖤


__ADS_2