
πΉπΉHAPPY READINGπΉπΉ
.
.
.
.
"Bagaimana kabar mu, hem..? apa semua baik-baik saja..?"
Saat ini Aldi sedang bertamu di rumah Julie. Ini adalah jadwal rutin kunjungan nya untuk menemui anak semata wayang nya, Zen.
kedua nya sedang duduk di bangku yang menghadap langsung pada kolam renang dimana Zen sedang asyik bermain air bersama dengan asisten yang mengasuh nya.
"Aku baik-baik saja Al. Hanya terkadang aku merasa sangat lelah. Ya kau tau lah, usia kandungan ku sudah tinggal beberapa minggu lagi. Selain itu, aku juga merasa sedikit takut.'' Julie berkata jujur pada Aldi.
Memang ada masa-masa dimana Julie begitu mencemaskan masa kelahiran nya nanti. Jujur saja, ia juga merasa sangat takut.
Takut jika ia tidak bisa melahirkan buah cinta nya dan Rehan dengan normal.
Takut jika selama ia mengandung, ia belum memberikan yang terbaik bagi calon anak mereka.
Ada begitu banyak kekhawatiran yang ia rasakan, namun semua itu tidak mengalahkan rasa antusias serta kebahagiaan nya dalam menyambut kelahiran putri kecil mereka.
"Kau akan baik-baik saja Julie. Kami bersama mu, jangan pernah cemaskan apapun. Kau hanya harus menjaga kesehatan mu sampai waktu nya nanti. Kau wanita yang kuat dan hebat. Kau juga sangat di cintai. hem? Jadi jangan cemaskan apapun.'' ucap Aldi tulus memberikan dukungan semangat bagi Julie.
Kedua nya kembali terdiam sambil melihat Zen yang sedang bermain di sekitar mereka.
''Al, Apa kau tidak memikirkan seorang pedamping..?" tanya Julie lagi pada Aldi yang kini tengah tertawa melihat tingkah Zen.
"Entah lah Julie. Saat ini aku belum memikirkan hal itu. Kau tau, untuk benar-benar mencari yang tepat itu sangat sulit.''
''Ya kau benar Al, aku harap pasangan mu akan datang secepatnya.'' doa Julie tulus.
Ha-Ha...
''Apa kini kau ingin menjadi seorang ahli perjodohan..?"
,-Bukan seperti itu, hanya saja menurutku sudah saat nya kau mencari pengganti sarah Al..'' kata Julie berhati-hati.
''Bukan sarah yang ada di hati ku saat itu Julie. Aku rasa aku tidak perlu mengatakan nya pada mu bukan..?" jawab Aldi sambil mengerlingkan matanya.
''Hah.. Lupakan saja Julie. Bukan kah pepatah mengatakan kalau cinta tak akan lari kemana-mana, siapapun jodoh ku, aku yakin kami pasti akan bertemu.'' Aldi yakin akan hal itu.
Jika sebelumnya ia patah hati karna Julie lebih memilih Rehan, maka untuk selanjutnya ia tidak akan jatuh cinta pada wanita yang tidak akan menjadi miliknya.
**********
''Yayang Bell,,kapan semua pekerjaan mu ini selesai, ayolah aku sudah begitu lama menunggu mu.'' Dony merengek pada Isabelle kekasihnya.
Mereka sudah membuat janji ingin berkunjung kerumah Julie untuk menemui calon keponakan baru mereka. Tapi kenyataan nya, Isabelle masih harus mengerjakan beberapa laporan dan Dony harus sabar menunggu kekasih nya itu.
"Sebentar lagi juga selesai Dondon."
Huh...
__ADS_1
''Baiklah. Aku akan selalu menunggu mu berapa lama pun itu yayang..'' jawab Dony sambil memutar-mutar kursi yang dudukinya untuk menghilangkan kejenuhan dirinya.
Isabelle hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu. Begitulah Dony, dia adalah seorang Boss yang lebih suka meninggalkan kantor nya hanya untuk menemui Isabelle ataupun Rehan.
Menjadi seorang Dony adalah sebuah keberuntungan. Tampan, Kaya, dan seorang pengusaha muda yang terbilang sukses namun seperti seorang pengangguran karna jarang pergi kekantor. Jika kalian berpikir, perusahaan nya akan bangkrut seperti yang selalu Rehan katakan maka kalian keliru. meskipun seperti seorang pengangguran yang tidak bekerja, namun Dony adalah seorang ahli IT, Ia bisa mengendalikan perusahaan nya dari mana saja, dan dimana saja. Pekerjaan yang menyenangkan bukan..?? itulah salah satu lucky yang di miliki oleh Dony.
**********
''Julie, sebaiknya aku kembali ke kantor.'' Aldi melihat arloji. Ia sudah cukup lama disana.
"Benarkah, apa tidak sebaiknya kau ikut kami untuk makan malam..?" tawar Julie.
"Sebaik nya tidak, masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan.'' tolak Aldi.
,-Zen,, kemari jagoan! Aldi memanggil Zen yang masih terus bermain bersama asisten Julie.
''Yes, Didii...
"Zen, Didii hanya ingin berpamitan pada mu. Didii harus segera kembali ke kantor. Jangan nakal bersama Mollie, ok..?"
"Yes sir!
Jawab Zen dengan gaya polos nya.
"Good Boy.''
Teruskan saja bermain mu..!'
''Julie, aku pergi dulu. Kau disini saja, istirahat lah ma'lady..''
jawab Julie mengcopy perkataan Zen. Membuat Aldi kembali tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.
Sayang nya, semua cinta dan kebahagiaan ini bukan lah milik ku.
************
Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore. Zen dan Julie sudah menunggu kepulangan Rehan di ruang keluarga.
Kedua nya tengah asyik mengobrol ala-ala Zen sambil saling bermanja-manjaan.
Lebih tepat nya Zen yang sedang ingin di manjakan oleh mollie nya.
Julie merasa sangat bahagia dengan keberadaan Zen di dalam hidup nya. Seperti saat ini, Zen selalu membuat nya tertawa dengan perbincangan ala anak-anak nya.
Ting.. Tong...
''Ahh,,sayang.. itu pasti Dady..'' seru Julie bangkit dari duduk nya dengan bersemangat.
''Mollie.. jika itu Dady, kenapa Dady harus membunyikan bell..?'' ucap Zen dengan suara khas nya yang menggemaskan.
''Benar juga ya! huh.." Julie kembali ketempat nya semula.
,- bii, tolong buka kan pintu nya.'' seru Julie dari tempat duduk.
Tak lama kemudian muncul lah Dony dan juga Isabelle di hadapan Julie dan juga Zen.
"O-Hii..Bell,,
__ADS_1
"Wait..wait.. duduk saja disana. Kami yang akan kesitu!'' cegah Isabelle melihat Julie yang ingin bangkit dari tempatnya.
''Selamat sore Aunty, Uncle..'' Sapa Zen ramah.
''Selamat sore kembali sayang..'' Isabelle mencubit gemas pipi Zen. Sedang kan Dony melakukan Tos ala laki-laki seperti yang sering di lakukan nya bersama Rehan.
"Bagaimana dengan calon keponakan ku, apa dia baik-baik saja di dalam sana..?' tanya Isabelle sambil mengelus perut buncit Julie yang sudah semakin membesar.
"Tentu dia baik-baik saja. Apa kau tidak melihat siapa mommy nya..??' jawab Julie menyombong.
Ha-Ha-Ha..
''Kaki mu semakin membengkak Julie,, apa kah itu sakit..?'' tanya Isabelle melihat kaki sahabatnya yang semakin besar.
"Ini..? tidak. Kaki ku baik-baik saja. Hanya saja berat badan ku yang tidak baik-baik saja.." ucap Julie kepayahan.
"Kau terlihat semakin sexi sayang.." Sela
Rehan yang sudah berdiri di hadapan mereka sambil menenteng tas kerja di tangan nya.
"Waw.. lihat siapa yang datang sayang..' kata Julie pada bayi yang ada di perut nya.
"Kalian tidak bosan ya selalu bertamu kerumah ku? sebaiknya kalian cepat membuat anak juga!" Saran Rehan pada Dony dan juga Isabelle.
"Apa kau pikir membuat anak, seperti mencetak kue..??" balas Isabelle sedikit ketus.
"Seperti nya kemampuan mu harus di pertanyakan sobat..!" canda Rehan pada Dony sambil mengambil posisi di samping Julie
"Boo,, ada Zen disini, jangan bicara yang tidak-tidak..!" tegur Julie pada suaminya.Ia tidak ingin pembicaraan vulgar tersebut di dengar oleh anak sulung mereka.
"Dengarkan perkataan nyonya rumah ini bung...' balas Dony pada sahabat nya mengacuhkan kata-kata Rehan.
"Kau selalu membela orang-orang ini Moo,," Rehan memicingkan matanya ke arah istri nya, kemudian mencium perut Julie.
"Baby.. jika kau sudah lahir nanti, kau harus membela Dady,Ok..?''
.
.
.
.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Jangan lupa Like and Coment, Ok..??
Author Juga mau ngucapin Selamat Natal Ya buat semua Readers yang merayakan Natal.. ππ πΌπ²
God Bless.
ππππππππππππππππ
π²π²π²π²π²π²π²π²π²π²π²π²π²π²π²π²
π π π π π π π π π π π π π π π π πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌππππππππππππππππ
__ADS_1