
🌹HAPPY READING🌹
...Note:...
...Terima kasih untuk semua pembaca setia My Hot Women yang selama ini telah memberikan dukungan berupa like dan juga komentar nya....
...Maaf jika karya Author masih belum bisa sebagus Novel lain nya, karena Author masih dalam tahap belajar....
...Terlebih lagi,, masih terdapat banyak typo yang bertebaran layaknya bintang di langit.. maafkan Ya.. 😉🙏...
...Author harap kalian masih terus setia memberi dukungan kepada Author, dan jangan lupa terus tunggu Up-up Author selanjutnya.. ♥♥...
*************
Tok..tok..
"Pak Aldi,, sepuluh menit lagi Bapak akan pergi menghadiri pertemuan dengan perwakilan dari perusahaan JY di hotel S.."
"Baiklah. Terima kasih Julie, lima menit lagi aku akan siap, kau bersiaplah juga.."
"Aku...??
"Ya Kau. Kau akan ikut dengan ku..!!
"Baik pak.
Seperti yang Aldi katakan, lima menit setelahnya Ia telah keluar dari ruangan dan pergi ke meja Julie untuk menemui sekretaris pribadinya yang akan selalu menemaninya pergi menghadiri meeting resmi maupun tidak tersebut.
Aldi selalu merasa nyaman jika Julie yang menemaninya di bandingkan dengan Anna, oleh sebab itulah ia secara khusus menugaskan Anna untuk menghendel semua urusan yang berhubungan dengan kantor secara langsung, sementara Julie sekretaris yang akan selalu mendampinginya seperti sekarang.
Keduanya kini telah berada di mobil milik Aldi, hari ini ia memilih untuk membawa mobilnya sendiri karena ingin berbincang-bincang dengan Julie dan itu lebih nyaman bagi keduanya jika tidak membawa driver.
''Al...-
''Julie...-
''Kau du..-
''Kau saj..-
Ha-Ha-Ha..
''Baiklah,, kau duluan Al...-
''Bagaimana jika kau saja, hem..? Lady first..."
''Tidak..Tidak.. kau saja Al, apa yang ingin kau katakan..?"
''Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan apa-apa. Hanya ingin menanyakan bagaimana hasil pertemuan mu dengan calon mertua mu sebelumnya saja.'- Jadi bagaimana hasilnya..?"
'Hasil...? Ya .. Not bad.. lah Al..Kau tau,, aku sangat gugup saat itu.."
'Benarkah..?" Tanya Aldi sambil membayangkan wajah Julie yang pasti akan terlihat sangat menggemaskan, jika ia dapat menyaksikan nya secara langsung, dan bayangan yang muncul di otak nya membuat seringai kecil di wajah Aldi.
'Iya.,,dan kau tau bagaimana wajah ayah Rehan..?
astaga... wajahnya membuatku hampir saja membeku."
"Meskipun begitu, ku akui Orang tua Rehan menyambut ku dengan hangat,,Tapi Menurutku,, ibu Rehan tidak menyukai ku, tapi aku tau mereka adalah orang-orang yang baik, mungkin saja aku yang masih kurang pantas berdiri di samping Rehan."
Julie menjelaskan dengan sekelebat ingatan yang kembali menghampirinya tentang pertemuan mereka pada saat itu.
'Julie... heii..itu hanya perasaan mu saja. Aku yakin mereka pasti akan sangat menyukai mu, Percayalah.."
''Aku harap begitu Al..''
Ada nada getir yang terselip dalam ucapan Julie, namun Aldi dapat memahaminya.
''Kau tau,, dalam menjalin hubungan bukan pendapat orang lain yang di butuhkan,, tapi bagaimana pasangan mu sendiri yang dapat menerima mu dengan sepenuhnya atau tidak."
"Yang menjalani semuanya adalah kau dan Rehan, jadi hanya pendapat kalian berdua lah yang di perlukan disini.."
"Ya meskipun pada akhirnya suara orang tua memang di butuhkan, tapi menurutku mereka hanya perlu memberikan restu, bukan menilai pasangan hidup anak-anak mereka, karena yang menjalani semuanya adalah kalian.."
__ADS_1
"Kau tau Al...Kau sungguh sangat membantuku,, kau juga selalu mendukung ku.. Selama ini kau lah yang selalu ada jika aku membutuhkan sandaran..
Terima kasih untuk semuanya.." Julie sangat bersyukur atas keberadaan Aldi dalam hidupnya dan dengan tulus berterima kasih pada Aldi.
Bagi Julie, Aldi sama seperti sosok seorang Ayah dan kaka laki-kali sekaligus yang selama ini tidak pernah ia miliki, oleh sebab itulah,, Aldi menjadi salah satu orang terpenting bagi Julie.
"Tidak usah sungkan pada ku Julie,, aku bisa menjadi siapa saja dan apa saja bagi dirimu.." balas Aldi dengan sesungguhnya.
Meskipun Aldi berharap ia bisa menjadi orang yang lebih berarti bagi Julie, tapi saat ini.. ia sudah sangat bahagia jika melihat Julie merasa bahagia.
Entah sejak kapan ia pun tidak menyadarinya, tapi baginya, kebahagiaan Julie adalah yang terutama, dan ia akan memastikan gadis itu selalu tersenyum saat bersama nya.
"Baiklah,, sekarang giliran mu..
Apa yang ingin kau katakan...?" Tanya Aldi kembali. Mengingat sebelumnya Julie juga ingin menyampaikan sesuatu pada dirinya.
'Aku..?"
"Ya,, kau..! Siapa Lagi.. ?"
"Ehm, Sebenarnya aku dan Rehan akan segera menikah."
Ccciiiiiitttthhh....
Tanpa sengaja Aldi menginjak rem mobilnya setelah mendengarkan ucapan Julie.
"A..ada apa Al..Apa ada yang salah dengan mobilnya...?" tanya Julie yang terlihat begitu panik karena mobil Aldi berhenti secara tiba-tiba.
Sementara wajah Aldi terlihat menegang.
"Kapan kalian akan menikah..?" Suara Aldi terdengar asing di telinga Julie. Terdengar begitu dingin dan sedikit menakutkan.
"Tiga bulan lagi, jika kami sama-sama menyetujuinya." Jawab Julie dengan sebenarnya.
"Apa kau yakin..?" Wajah Aldi masih saja tanpa ekspresi saat bicara pada Julie, bahkan ia tidak melihat pada gadis itu.
"Masih aku pikirkan Al dan aku ingin kau tau hal ini.."
Julie memang ingin Aldi lah orang pertama yang mengetahui berita ini jika saja Rehan tidak lebih dahulu menyampaikan nya pada teman-teman nya yang saat ini juga telah menjadi teman Julie.
Setelah beberapa Saat, wajah Aldi telah kembali seperti sebelumnya.
"Maafkan aku Julie, aku hanya sedikit terkejut.. tapi aku harap kau memikirkan semuanya dengan baik, dan juga yang terpenting adalah kau merasa bahagia dengan keputusan mu.."
*************
Kini Aldi dan Julie telah sampai di Hotel S tepat seperti yang di janjikan sebelumnya.
Salah seorang pegawai hotel menunjukkan ruang pertemuan yang telah di reservasi sebelumnya.
Lima menit kemudian keduanya telah tiba di ruangan yang dituju..
"Silahkan Tuan,, tamu-tamu yang lain sudah menunggu di dalam.." ucap pegawai tersebut. Sementara Aldi hanya menganggukkan kepalanya dan Julie mengikuti Aldi di belakang.
"Oh.. Lihat siapa yang datang....!"
Suara bass seorang laki-laki terdengar menggema di ruangan tersebut.
"Aldi Pratama, selamat datang sobat..!"
Sapa laki-laki tersebut yang tidak lain adalah Alex perwakilan dari JY yang juga salah satu teman Aldi.
Apa ia hanya berbisnis dengan teman-teman nya..? pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul di otak Julie mengingat semua Klien ataupun rekan kerja yang mereka temui merupakan teman-teman Aldi secara pribadi.
Setelah keduanya saling menyapa dan berpelukan ala laki-laki,, suara lain terdengar di sana...
"Long time no see....
Namun Aldi tidak menjawab sapaan tersebut,, karena tidak ditunjukan pada nya, namun pada Julie. Sementara gadis itu masih belum menyadari nya.
Setelah keheningan sesaat, ia mendongak kan kepalanya dan mendapati semua mata tertuju pada nya.
"Ap.. Apa..?" tanya Julie pelan pada Aldi.. dengan wajah polosnya. Sementara kedua orang lain nya tersenyum melihat tingkah Julie..
__ADS_1
"Sepertinya gadis ini melupakan mu bung..."
Suara Alex kembali terdengar.
"Ya kau benar.. dia melupakan ku" suara dan wajah yang asing tersebut bersuara kecewa yang di buat-buat.
"Apa nya yang melupakan? aku saja tidak tau siapa kau..." batin Julie memprotes.
"Mari duduklah Al.. dan kau juga Nona.."
Setelahnya semua orang menempati sofa nyaman yang berada di ruangan tersebut, tak terkecuali Julie. Ia memilih untuk duduk di samping Aldi.
Ia merasa sedikit canggung,, karena di sana hanya ia seorang diri yang berjenis kelamin wanita,, namun sebisa mungkin ia bersikap profesional karena ini adalah pekerjaan dan ia tau Aldi pasti akan menjaga nya.
"Santai saja nona..Ini lebih seperti Reuni bagi kami.. karena kami adalah teman sejak dulu" laki-laki yang tidak Julie kenali tersebut bersuara, membuat Julie harus mengembangkan senyumnya canggung.
"O'ya Aku steven.. kita bertemu sebelumnya di Jogja."
Mendengar pernyataan tersebut, Julie semakin mengerutkan kening nya tidak mengerti dan juga tidak mengingat hal tersebut.
"Di hotel. Ruang Fitness.,, kau ingat...? Sepertinya kau sudah lupa,, tapi tidak apa- Kita bisa berkenalan sekarang.." Steven tersenyum hangat pada Julie, dan gadis itu hanya menganggukkan kepalanya.
"Jangan menggoda sekretaris ku Stev...." suara Aldi menginterupsi.
"Aku tidak menggodanya,, aku hanya ingin berkenalan.' ucap Steven membela diri.
"Ya. Steven benar wajah nona ini seperti tidak asing.. aku sering melihatnya. Apa kau Artis..?" Tanya Alex yang juga penasaran dengan ingatan nya.
"Maafkan aku,, aku benar-benar tidak mengingatmu.." ucap Julie tulus meminta maaf pada steven.
"Kau tidak perlu melakukan itu, lagi pula kau tidak perlu mengingatnya..!" Aldi.
"Kau tidak perlu menjaga nya seperti itu sobat,, aku tidak akan menerkam nya...!" Steven kembali membela diri,, setelahnya terdengar suara gelak tawa dari ketiga orang tersebut..
"Baiklah,, karena kau begitu ingin mengenal wanita cantik di sebelahku ini.. dia adalah Julie, dan Julie ini Steven dan Alex. Mereka adalah sahabatku saat di universitas, Selain Sekretaris ku, Julie adalah salang satu Dj ternama di Jakarta, ucap Aldi memperkenalkan mereka semua.
"Pantas saja aku seperti familiar dengan wajah gadis ini.. " ucap Alex lagi.
"O'ya Al..sepertinya kau melupakan seseorang sobat.
Tapi tenang saja, dia akan datang sebentar lagi. Bukan kah kita sudah lama tidak kumpul bersama..?'' Alex kembali bersuara dengan nada santai yang menyenangkan, namun tidak demikian dengan wajah Aldi..
Wajah Aldi nampak kaku mendapati informasi tersebut.
"Apa aku mengatakan kau boleh mengundang nya begitu saja..?" suara Aldi kembali terdengar dingin..
Nampak ada ketegangan di sana.
"O. Ayolah Al.. jangan katakan selama lima tahun ini kalian berdua masih belum berbaikan..?" Tanya Alex sangsi...
"Itu bukan urusan mu...!"
"Hei nona.. kau lihat, bos mu ini terlalu pendendam,, hanya karena wanita ia tidak mau berbaikan dengan..-
"Sebaiknya kau tutup mulut mu Alex..!"
Julie yang merasa tidak mengerti dengan situasi tersebut hanya menatap Aldi dengan wajah bertanya-tanya.
"Sebaiknya kau lebih dulu kembali ke kantor!" perintah Aldi pada Julie..Mendengar hal itu membuat Julie hanya menganggukkan kepala nya tanda setuju pada ucapan Bos nya itu. Lagi pula ia juga merasa kurang nyaman berada di tengah-tengah Aldi dan sahabat-sahabatnya itu.
Setelah berpamitan pada Steven dan Alex, Julie pun bangkit membawa tas nya dan ingin pergi meninggalkan ruangan tersebut..
Ceklek.....
.
.
.
Bersambung...
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
LIKE DAN COMENT.. ♥