My Hot Woman

My Hot Woman
ZOYA VIDETTE


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


.


.


.


.


Rumah Rehan sedang di penuhi oleh beberapa kerabat dan juga teman-teman nya.


Keluarga nya sedang mengadakan jamuan untuk menyambut kepulangan Julie dan juga putri kecil mereka.


Semua orang sedang berkumpul di taman, dinner istimewa ini sudah disiapkan oleh bunda Rehan sebelum anak, menantu serta cucu nya kembali ke rumah.


Dua meja makan panjang berjejer dengan rapi, kerabat dan sahabat yang datang berjumlah kurang lebih 40 orang.


Semua nya turut berbahagia atas kebahagiaan yang di rasakan keluarga besar Wijaya. Bahkan berita tentang cucu tunggal Wijaya sudah tersiar di berbagai media cetak dan juga eletronik.


Keluarga Rehan bahkan menerima begitu banyak bingkisan yang berdatangan, baik dari fans Julie, karyawan Rehan dan juga keluarga serta sahabat kedua nya.


"Nak.. apa cucu opa sudah di berikan nama..?" tanya ayah Reha.


Mendengar pertanyaan itu semua orang juga turut antusias untuk mendengar jawaban Rehan dan juga Julie.


"Sejak awal aku sudah memutuskan agar Julie lah yang memberikan nama bagi putri kecil kami ayah, jadi Julie lah yang akan memberikan namanya.'' Rehan tersenyum manis pada Julie dan juga semua tamu undangan yang duduk di meja yang sama dengan nya.


"Tapi Boo..


Ssstttt...


"Sudah ku katakan sejak awal Moo, kamu lah yang berhak memberikan nama pada putri kita.'' Rehan menggenggam lembut tangan Istri nya.


"Jadi nak Julie.. siapa nama cucu Bunda..?" tanya bunda lagi.


''Sebenar nya aku belum menyiapkan nama khusus untuk putri kami bun..


tapi sejak lama aku sudah memikirkan jika anak kami perempuan maka aku akan senang jika putri kami di panggil dengan nama Zoya..'' jawab Julie tersenyum bahagia.


"Zoya..??


Menurutku nama itu cantik Moo..'' tambah Rehan.


Semua yang di sana juga mengangguk setuju dengan Rehan.


"Benarkah..?? Kalau begitu bagaimana jika nama putri kita ZOYA VIDETTE WIJAYA.'' tambah Julie lagi.


"Zoya Vidette..??


Aku suka nama itu sayang. Seperti nama nya.. Putri kita akan selalu di cintai.''


Ting.. Ting..


Rehan mendentingkan sendok ke gelas minuman nya.


"Perhatian...


Aku ingin kita bersulang untuk putri kecil kami Zoya Vidette..,'' ajak Rehan pada semua undangan.


Setelahnya, semua ikut berdiri dan mengangkat gelas mereka.


''Bersulang....!!'' seru Rehan

__ADS_1


-BERSULANG.....''


Suara serempak para tamu undangan yang berkumpul di jamuan tersebut.


Setelah nya riuh tepuk tangan mengiringi jamuan untuk menyambut putri kecil Julie dan Rehan.


'Selamat atas terbangun nya dirimu dan juga kepulangan putri kecil mu putri tidur..'' Kata Isabelle sambil memeluk sahabatnya itu.


,-Kau tau betapa cemas nya aku saat itu..?? Aku harap itu tidak akan pernah terjadi lagi.'' tambah Isabelle.


'Thanks Bell..'' Julie membalas pelukan sahabat nya.


Jamuan masih terus berlangsung. Kini acara sedang berganti menjadi kegiatan reuni masa lalu.


Sementara Julie memilih kembali ke kamar untuk melihat putri nya bersama dengan Isabelle, Keisha, dan juga Anna.


"Kak.. boleh kan aku menggendong keponakan cantik ku ini..??'pinta Keisha yang sudah berdiri di samping Box tidur Zoya.


'Boleh saja,, tapi jangan membuatnya menangis..''


"Aku juga ingin menggendong nya..'' sela Anna.


"Aku juga,, jadi jangan lama-lama!'' Tambah Isabelle pada Keisha.


'Ya.. ya.. jangan iri pada ku. Aku akan memberikan nya kalau aku sudah puas menggendong keponkan kecil ku yang tannttiikk dan uccu-uuccuu ini..'' jawab Keisha gemas melihat Zoya.


Cukup Lama mereka bermain-main dengan Zoya kecil. Tanpa terasa waktu sudah cukup larut, bahkan kini Zoya sudah kembali tertidur.


Setelah meletakan Zoya kembali ke dalam Box, Julie dan yang lain nya turun ke bawah untuk bergabung dengan keluarga dan rekan--rekan lainnya.


Sebagian dari mereka sudah berpamitan pulang sebelum JUlie dan yang lain nya bergabung, dan yang tersisa saat ini kurang dari setengah nya.


"Sayang kemarilah..!'' Rehan meminta Julie untuk duduk di samping nya.


"Hem.. iya sayang.


Zoya sudah tertidur etelah bermain dengan aunty nya..''


"Benarkah..? kalau begitu bersantailah sebentar!''


Julie pun menemani Rehan untuk berkumpul bersama keluarga lain nya.


Pukul 00.15 am.


Rumah Rehan kini sudah kembali sepi. Yang tersisa hanya Ayah, Bunda, Keisha serta Dony dan Isabelle.


Malam ini mereka semua memutuskan untuk menginap dirumah Rehan karna terlalu lelah untuk pulang.


''Moo,, tidur aja duluan, kamu pasti udah ngantuk kan..?''


Rehan meihat istri nya yang sejak tadi terus menguap.


"Iya Boo.. aku memang udah ngantuk banget.. " Julie merenggangkan tubuh nya yang terasa lelah.


''Moo,, jangan menggoda ku. Kamu tau aku sulit menahan nya..'' goda Rehan pada istri nya.


'Apa..? Aku..??


HA-HA-HA


''Berpuasalah dulu sayang.. saat ini masih masa nifas ku!.'' jawab Julie sambil mengedipkan mata nya.


''Ya.. ya..

__ADS_1


Karna itulah aku katakan jangan memberikan undangan tersirat padaku.'' Rehan memeluk Julie.


CUP..


"Aku akan naik sekarang..


"Aku akan segera menyusul...


02.00 am


Rehan terbangun saat mendengar suara


putri kecil mereka yang menangis.


Ssssttt... Sssstttt..


'Ada apa sayang..?? Mommy sedang tidur, Zoya sama Dady ya..,


Rehan menghangatkan Asi yang sudah Julie pompa sebelumnya di lemari pendingin. Setelahnya Rehan juga mengganti popok Zoya, agar putri nya tidur dengan nyaman.


Jangan tanya dari mana Rehan mempelajari semua itu. Saat Julie sedang koma di rumah sakit. Sebagian besar waktu Rehan di habiskan untuk belajar merawat bayi. Dan sekaranglah waktu nya Rehan mempraktekan ilmu yang sudah dia dapatkan sebelumnya.


"Hemm..eehhheeem.. hheeeemm... Heeeemmm..


Rehan menggendong Zoya sambil bersenandung kecil untuk putri kecil nya itu. Ia tau Julie sudah sangat lelah mengurus Zoya sejak pagi, jadi sekarang ia membiarkan istrinya itu untuk beristirahat.


Sejak awal keduannya sudah berencana untuk mengurus putri mereka sendiri tanpa bantuan babysitter.


Mereka benar-benar ingin mengalami masa-masa mengasuh dan membesarkn putri mereka sseorang diri.


Bagi keduannya momen-momen itu sangatlah berharga dan Julie bertekad tidak ingin melewatkan satu momen pun bersama putri nya.


03.45 am


Zoya sudah kembali tertidur digendongan Rehan. Dengan perlahan Rehan kembali meletakan putri kecilnya agar tidak kembali terbangun.


Suami Siaga. Itulah Rehan. Ia merasa bahagia saat bisa melakukan sebagian pekerjaan Julie.


Rehan juga mengambil Selimut dan menutupi tubuh mungil istrinya.


"Istriku memang selalu menggemaskan saat tertidur..'' Rehan mencium pucuk kepala Julie kemudian masuk kebawah selimut untuk kembali tertidur.


''Terima kasih sayang..''


Julie melihat semua yang Rehan kerjakan. Awalnya ia memang sangat mengantuk, namun ia sangat penasaran mellihat bagaimana suaminya itu menangani putri kecil mereka.


Ternyata tidak salah ia memilih Rehan sebagai suami.


Rehan sosok suami yang sangat pengertian dan juga perhatian.


Julie tidak tau bagaimana dengan suami-suami lain diluar sana, apakah sama dengan suami nya.


Tapi ia berharap semua istri merasakan kebahagiaan dan cinta dari suami, yang tentu saja berperan sebagai nahkoda dalam sebuah bahtera rumah tangga.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LIKE AND COMENT.. 😉🖤

__ADS_1


__ADS_2