My Hot Woman

My Hot Woman
A PROMISE


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


.


Sejak tadi Julie sibuk mengemasi barang-barang Zen di kamarnya. Lama ia berada di kamar anak sulungnya itu. Ia sedih dan juga khawatir. Ini adalah kali pertama ia akan berada jauh dari anak-anaknya.


Mau bagaimana lagi. Ia tidak bisa hanya memikirkan diri dan juga perasaan nya sendiri. Saat ini Ia juga harus memikirkan janin yang ada dalam rahimnya.


Di satu sisi ia merasa bahagia. Disisi lain, ah, perasaan yang sangat sulit untuk dijelaskan. Dilema.


"Mollie...?" Zen masuk ke kamar melihat Julie yang diam termenung sambil memegang baju-baju yang sedang ia rapikan.


"Mollie...?'' Tanya Zen sekali lagi melihat tidak ada respon dari Julie.


"Hem..? Oh Hai Son. Ada apa..?" Julie kembali berpura-pura sibuk dengan melanjutkan pekerjaan nya.


Zen duduk di dekat Julie sambil membantu memasukan semua barang-barang di atas ranjang ke dalam koper.


"Mollie,, maafkan aku.." Zen bersuara rendah sambil menundukkan kepalanya.


"Hei,, sayang apa yang kamu katakan..?"Julie mengangkat wajah Zen agar menatapnya." Apa maksudmu dengan minta maaf..? kamu gak salah apa-apa sama Mollie."


"Maafkan aku karena aku sudah membuat beban Mollie bertambah akhir-akhir ini. Seharusnya aku tidak melakukan itu." Zen merasa bersalah karena sudah menempatkan mollie nya dalam situasi yang tidak nyaman beberapa hari terakhir dengan memikirkan dirinya.


"Sayang,, jangan bicara seperti itu. Ini bukan salah mu. Bukan salah siapapun. Hanya saja selama ini mollie yang tidak bisa mengendalikan perasaan mollie. Mollie yang terlalu menyayangimu." Julie memeluk Zen.


"Maafkan kalau mollie egois sayang. Mollie hanya belum bisa berada jauh dari anak-anak mollie." Tanpa terasa air mata Julie kembali mengalir.


''Aku menyayangi mollie. Sangat-sangat sayang.. Aku akan tetap bersama Mollie, sampai mollie bosan melihatku.."" Zen membalas pelukan Julie.


"Mollie tidak akan pernah bosan bersama anak-anak mollie." Julie tertawa kecil mendengar kata-kata Zen. perasaan nya menjadi lebih lega sekarang.


"Mollie ayo kita selesaikan beres-beresnya, setelah ini masih ada barang-barang princess kecil yang juga harus kita packing." Ajak Zen pada Julie.


"HAH,, Mollie lupa. Hampir saja..!"


HA-ha-Ha..


Rehan bernafas lega melihat istri dan juga anaknya. Sejak tadi ia berdiri diluar kamar Zen. Sebelumnya ia berniat kembali ke kamar untuk melihat kondisi Julie, namun tidak disangka ia malah mendapati istrinya sedang bersama putra sulung mereka.

__ADS_1


Semua akan baik-baik saja sayang. Kebahagiaan tidak akan pernah pergi darimu. Sejak aku berjanji akan bersamamu dan membahagiakan mu, maka sejak itu akan aku pastikan hidupmu selalu merasakan kebahagiaan. Meskipun air mata mengalir, air mata itupun karena kamu bahagia.


_________________


Setelah selesai membereskan barang Zen, Julie beralih ke kamar Zoya. Ia juga ingin merapikan semua barang-barang putri kecilnya.


Tok..Tok..


"Princess,, are you there...?"


"Yes mom,, come on.. !" suara Zoya dari dalam kamar.


"hei, apa yang sedang kamu lakukan sweet Herat..?" Julie masuk ke dalam kamar Zoya untuk melihat apa yang sedang putri kecilnya itu lakukan.


""Hai mom, aku sedang bermain." Zoya tersenyum seraya mengatakan dengan sebenarnya.


"Wah..bermain apa,, boleh mommy bergabung..?" Julie duduk di tepian ranjang tidur Zoya.


"Mommy tidak akan menyukainya." Sahut Zoya sambil menggelengkan kepalanya.


"'O, ya memang nya apa yang sedang putri kecil mommy ini mainkan...?" Julie merasa penasaran akan kegiatan putri kecilnya.


"Aku sedang menyusun ini mollie." Zoya menunjukkan semua rubik-rubik yang berserakan dilantai tidak jauh dari nya.


"O..Waw..!" Julie baru sadar jika di lantai ada beberapa puluh rubik yang berserakan, dengan sebagian rubik sudah tersusun sempurna.


"Baiklah sayang, lanjutkan bermain mu. Mommy kesini hanya ingin membereskan barang-barang mu saja.'' Julie tersenyum lembut.


"Tidak perlu mom, itu.." tunjuk Zoya ke arah kopernya berada. Semua sudah Daddy yang bereskan.'' tambah Zoya.


"Daddy..?" Kapan Boo mengerjakan nya..?


"Ya Mommy. Daddy yang membantuku untuk menyusun semuanya. Dady juga sudah bilang jika kami akan pulang bersama uncle dan aunty."


Julie memeluk putri kecilnya. "I Will miss you so much sweet heart."


"Yes, me too momm.."Zoya juga membalas pelukan mommy nya. Ini juga pertama kali untuk dirinya harus berada jauh dari Mommy dan Dady nya. Tapi karena apa yang Dady nya katakan Zoya akan mengikuti semua yang Dady nya katakan dan menjadi anak yang manis.


Flash back ON


Tok..Tok..


" My Angel ?" Rehan masuk ke dalam kamar Zoya.


"Daddy apa..?" Zoya bangun dari lantai tempatnya bermain.


"Apa yang kamu lakukan sayang..?" Rehan menghampiri putrinya, "Bermain." tunjuk Zoya.

__ADS_1


"Hem.- Sweet Heart, bisa kita bicara sebentar? Dady ingin mengatakan sesuatu pada mu." Rehan mendudukkan Zoya dalam pangkuan nya.


Zoya duduk dengan tenang dalam pangkuan Rehan, "Yes Dad, ada apa?"


"Sayang, lusa kamu dan kakak mu akan kembali lebih dulu besama Uncle Al, dan juga Aunty Margaret. Mereka akan menemani kalian di Indonesia."


Zoya sedikit heran, "'Uncle..?- Bagaimana dengan Mommy dan Daddy, kenapa tidak pulang bersama saja?"


"Sayang, dengarkan Daddy. Kamu tau kan kalau saat ini ada adik bayi di dalam perut mommy..?" Zoya menganggukkan kepalanya. "Adik bayi didalam perut mommy masih terlalu kecil untuk di bawa melintasi langit yang tinggi, adik bayi tidak akan bisa."


"Kenapa tidak bisa Dad..? Kan ada Zoya dan kak Zen yang juga akan jaga adik bayi kalau adik bayi takut.'' Zoya kembali menyuarakan pikiran nya dengan wajah polos.


"Bukan karena adik bayi takut sayang. Tapi karena adik bayi masih terlalu kecil. Dan dokter tidak mengijinkan adik bayi untuk naik pesawat dulu, adik bayi akan terluka."tambah Rehan.


" Zoya sayang kan pada Mommy dan adik bayi..?" Zoya kembali mengangguk. "Kalau begitu berjanjilah Princess Dady akan menjadi anak manis dan menurut pada Daddy dan Mommy. Kita tidak bisa membuat mommy merasa cemas, mommy akan sakit nanti, Zoya tidak mau itu terjadi kan..?" Zoya menggelengkan kepalanya-patuh.


"Begitupun Dady sayang. Kita harus menjaga mommy dan juga adik bayi"


"Tapi Zoya pasti akan kangen mommy dan Daddy." Zoya mulai menangis.


Dengan cepat Rehan kembali membujuk putri kecilnya, hal ini juga sangat sulit baginya. Sssstttt... ''Jangan menangis sayang, Mommy dan Dady juga pasti akan sangat merindukan mu" Rehan memeluk putri kecilnya.


"Ini tidak akan lama angel, hanya sampai adik bayi di ijinkan untuk naik pesawat. Sebelum itu, berjanjilah pada Daddy, Zo'e akan menjadi putri yang manis, dan patuh pada kakak mu juga pada Uncle dan juga Aunty..?" Rehan mengacungkan jari kelingkingnya.


''Hem. Zoya janji Dad.. Zoya akan jadi anak yang manis." Zoya mengaitkan jari kecilnya pada Jari Rehan.


"Good Girl."


Flash Back Off


"Mommy cepatlah sehat Zoya akan jadi anak yang manis sampai mommy, Daddy, dan juga adik bayi kembali.." Zoya menghapus air mata yang jatuh di pipi Julie.


"ya sayang Mommy akan cepat sehat dan juga akan segera pulang bersama adik bayi. Kita akan kembali bersama-sama lagi dalam waktu dekat. Mommy Janji."


.


.


.


.


.


🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LIKE AND COMMENT ♥♥

__ADS_1


__ADS_2