
🌹🌹HAPPY READING🌹🌹
.
.
.
.
Pukul 3 Sore mobil Julie baru saja memasuki pekarangan rumah mewah yng tidak lain adalah rumah kelurga kecilnya. .
Zoya masih tertidur pulas dalam gendongan Julie.
"Pak, nanti tolong bantu bibi masukin barang-barang ke dalam ya..!" pinta Julie pada supir nya.
"Baik nyonya..
Julie masuk membawa tas perlengkapan putri nya dan juga tas pribadi milik nya.
Dan untuk Semua belanjaan tadi telah di handel oleh asisten rumah tangga yang tugas nya mengatur segala uruan pekerjaan rumah.
Setiba nya di kamar Julie langsung membersihkan diri. Bagaimana pun seharian di luar sangat membuat nya berkeringat dan tidak nyaman. Belum lagi setelah ini ia harus memandikan Zoya jika putri nya itu terbangun.
Jika dulu Julie dapat menghabiskan begitu banyak waktu untuk sekedar berlama-lama di dalam kama mandi, sekarang ia harus bergerak cepat.
Tidak ada lagi waktu bersantai-santai, karna jika putri nya sudah mengeluarkan kicauan merdu nya maka itu adalah perintah mutlak yang memanggil Julie.
Pernah sekali Julie mandi sampai lupa waktu. Kebiasaan Julie adalah memutar musik saat mandi, Karna begitu asyiknya ia sampai lupa jika Zoya saat itu tengah tertidur.
Sesui dugaan. Suara musik Julie lah yang membangunkan putri nya, namun karna suara musik yang di putar cukup keras dan memengkakkan telinga, ia tidak mendengar tangisan Zoya. Untung saja saat itu bertepatan dengan pulang nya Rehan dari kantor.
Mendengar suara tangisan putri nya membuat Rehan dengan cepat berlari ke lantai 2 dimana kamar mereka berada.
Begitu Julie keluar dari kamar mandi, Zoya sudah di tenang dalam pelukan Rehan.
Sejak saat itu, Julie mulai mendisiplinkan dirinya agar semua pekerjaan nya, baik mengurus diri, anak, dan suami tidak ada yang terbangkalai, ia mencoba mengerjakan segalanya dengan tepat waktu dan juga efisien.
10 menit berlalu. Julie sudah memakai jubah mandi nya.
Zoya masih tertidur. Julie cepat-cepat memakai pakaian dan juga mengeringkan rambut nya.
Setelah selesai dengan dirinya. KIni saat nya untuk memandikan Zoya.
"'Kesayangan mommy.. bangun sayang..
saat nya mandi.. cup cup cup..''
Zoya menggeliat merasa tidur pulasnya terganggu.
Uuuwwaaa... Uuuuwwwaaa...
"Huuusss... uuusssttt... jangan nangis dong sayang, udah sore ini.. mandi dulu nanti baru bobo lagi ya... ya...
ciiiaannn anak nya mommy.. marah ya sayang sama mommy.. maaf ya.." Meskipun merasa tidak tega membangunkan tidur pulas putri nya, tapi Julie harus tetap memandikan Zoya.
30 menit setelah nya. Zoya sudah tampil menggemaskan dengan baju tidur yang senada dengan warna baju tidur yang Julie gunakan.
__ADS_1
''Sayang....''
Rehan muncul dari balik pintu.
Setelah meletak kan jas nya ia memeluk dan dan mencium pipi cuby Julie.
''Waahh.. princess nya Dady sudah ttaannttiikk juga.. "
Rehan begitu gemas melihat tampilan putri kecil nya.
"Eeiiittss.. Cuci tangan dulu Boo.. anak mu masih bayi.'' perintah Julie pada suaminya.
'Siap Bos..!
Di bandingkan hanya cuci tangan, Rehan memiih untuk sekalian mandi. Toh sama saja. Dari pada nanti di larang cium-cium, mending sedia payung sebelum hujan. Pikir nya.
Sementara Rehan membersihkan diri, Julie asyik menimang Zoya.
Saat ini putri nya itu sudah mulai memberikan respon apa bila di ajak bicara, oleh sebab itulah Julie sangat suka mengoceh bersama Zoya.
Bermain bersama Zoya, membuat Julie kembali merasakan saat-saat ia kecil dulu. Bermain bersama boneka. Itulah yang tertanam di pikiran Julie. Saat ini, Zoya seperti itu bagi nya. Hanya saja putri nya itu terlalu menggemaskan. Bahkan boneka pun akan malu jika di jejerkan dengan Zoya kecil nya.
Ceklek...
Rehan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan boxer hitam dan kaos oblong yang mencetak sempurna dada bidang nya. Damn HOt..!
"Main ajak Dady dong...'' Rehan berbaring di samping Julie dan Zoya.
"'Lucu nya putri Dady..., anak siapa sih..?? hem..?"
'Duuhh.. pintar banget jawab nya,, istri nya siapa sih..??'' Rehan kembali menggoda Julie.
HA-HA-HA...
''Boo, turun yuk.. sekalian liat Zen.. tadi sih waktu aku pulang dia masih tidur." ajak Julie pada suaminya.
"Ya udah Yuks.. sini Zoya biar Dady aja yang gendong ya..."
Saat Julie mendatangi kamar Zen. Putra sulung nya itu saat ini sedang mengerjakan pekerjaan rumah nya/alias PR dari sekolah.
"Kesayangan Mollie.. lagi sibuk ya sayang..?'' tanya Julie melihat keseriusan Zen dalam belajar.
"Gak kok mollie, sebentar lagi juga selesai.'' Zen menjawabi pertanyaan Julie.
'Ada yang perlu molli bantu, mungkin..?"
"Apa molli lupa..? aku kan genius mollie. Tugas seperti ini sangat mudah bagi ku.'' Jawab zen enteng.
Benar saja. 10 menit kemudian Zen sudah menutup buku nya.
"Ayo kita makan malam. Dady dan adik bayi sudah di bawah menunggu mu.'' Ajak Julie sambil menggandeng tangan Zen.
Mereka menghabiskan waktu cukup lama untuk sekedar makan malam dan bercerita menghabiskan waktu sebelum ciuman selamat malam di berikan pada putra sulung mereka, karna besok Zen masih harus sekolah.
"Selamat malam jagoan..'' Rehan mencium pucuk kepala Zen.
""Selamat malam Dady.. mollie.."
__ADS_1
"Selamat malam..
_________________________
"Moo,, sekarang giliran ku.'' Rehan mencium tengkuk mulus Julie, membuat bulu halus Julie meremang.
"Giliran ku yang harus kau urus sayang..''
Julie tertawa kecil. Dasar suami mesum.
"Jadi.. kita akan mulai dari mana..?" Rehan terus menggoda istrinya sementara tangan nakal nya sudah menyentuh tubuh Julie disana-sini.
''Aww....'' pekik Julie yang tiba-tiba merasakan tangan Rehan menyelinap di balik comisol nya.
"Sssstttt jangan berisik sayang.. nanti putri kita bangun..'' Bisik Rehan di telinga Julie.
"Suami mesum.. tangan mu nakal sekali!'' Bisik Julie kembali pada Rehan.
"Aku sudah menunggu cukup lama sayang. Akhir-akhir ini kau hampir tidak punya waktu untuk ku. Aku juga butuh perhatian mu.''
Eeeaaa.. manja mode On.
"Duuhh, Bayi besar ku juga mau dimanja ya..?' Julie membalas perlakuan nakal Rehan.
'Eeemm... kau tau Moo,, menahan sesak di balik celana dalam itu sangat menyiksa.'' Rehan menggeram tertahan.
Tanpa basa-basi lagi Rehan langsung memakan santapan malam nya. Ia tidak akan meyia-nyiakan waktu untuk memadu kasih bersama Istri tercinta nya.
Ahh... Ahh... Rey... EEuumm.. Rey..
Sssstttt... ''kau akan membangunkan putri kita sayang, nikmati saja..'
Julie serasa menggila. Ia begitu terbakar dengan gairah yang Rehan salurkan pada dirinya.
Rehan memberikan bahu nya sebagai tempat Julie melampiaskan apa yang saat ini tengah ia rasakan.
Tidak cukup satu kali. Rehan menghabiskan 3 Ronde berturut-turut bersama Julie. Bagi nya Julie tetaplah sama. Sekali candu, akan tetap seperti itu.
pukul 2 Dini hari adegan panas itu pun berakhir. Semua ini karena zoya.
Putri jUlie memang pintar. Tau saja kalau Mommy nya sudah begitu lelah.
.
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Tolong dukungan nya Ya..
Progres selanjutnya tergantung Like dan Coment. 🙏
Love you All.. 🖤🖤
__ADS_1