My Hot Woman

My Hot Woman
OMELAN REHAN


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


.


.


.


.


"Boo,, Apa kamu gak capek tidur kaya ini..?" tanya Julie pada suaminya yang saat ini sedang berbaring di ranjang yang sama dengan tangan Rehan sebagai bantal Julie.


''Gak tuh, aku malah suka.


,-Aku tuh kangen banget sama kamu Moo, aku sempat berpikir kalau kamu bakalan tidur lebih lama.'' ucap Rehan sambil menghembuskan nafas nya gusar.


''Maaf Boo,, aku gak tau kalau aku akan tidur selama itu.''


Sebelumnya Julie juga tidak menyangka jika ia sudah tidur selama 11 hari. Padahal di dalam mimpinya, ia hanya menghabiskan waktu 1 hari.


''Apa kamu tau Boo, di dalam mimpi ku dirimu yang lain lah yang menyelamatkan aku, sehingga akhirnya tubuh ku bisa kembali terbangun seperti saat ini.'' Julie mengingat kembali mimpinya.


Jika di pikir-pikir lagi, beruntunglah ia bertemu dengan Demian alias Rehan KW yang menyuruhnya untuk segera tidur sehingga Roh nya dapat kembali ke tubuh di dunia nyata. Jika saat itu ia tidak bertemu dengan Damian, tapi dengan orang lain atau hal lain nya.. Julie tidak tau akan seperti apa dirinya di dunia nyata. Bisa saja ia tidak akan terbangun selama nya.


"Aku yang lain, maksud nya..?" Rehan tidak mengerti dengan apa yang Julie katakan.


''Di dalam mimpi ku ada dirimu yang lain, nama nya Damian. Seorang Ksatria.


,-Saat itu aku kira dia adalah dirimu,, tapi dia mengatakan jika aku salah mengenali orang.


,-Apa kau tau Boo,, dia sama menyebalkan nya dengan dirimu, arogan dan juga sedikit angkuh.'' ucap Julie sambil tertawa kecil.


''Apa di dalam mimpi mu aku yang lain juga membuat mu jatuh cinta Moo..??'' tanya Rehan penasaran.


HA-HA..


''Di dalam mimpiku,, aku sangat ingin membunuh Damian Boo. Dia begitu kejam, dan itu sangat menakutkan bagi ku.'' Jawab Julie sambil membelai dada suaminya.


Sepanjang malam keduanya menghabiskan waktu dengan bercerita, hingga tidak terasa waktu sudah memasuki pukul 4 dini hari.


''Boo, tidurlah.. aku tau kamu sangat lelah selama ini. Maafkan aku sayang..''


''Tidak apa-apa Moo,, aku berterima kasih karna kamu sudah mau terbangun untuk ku dan juga putri kita. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika,


Sssstttt...


''Jangan pikirkan hal seperti itu Boo, aku sangat mencintaimu dan juga anak-anak kita.''


pukul 5 pagi akhirnya Rehan dapat tertidur, setelah Julie menyakinkan dirinya kalau ia tidak akan melalui hibernasi yang kedua.


Rehan khawatir jika semua nya hanya mimpi dan saat ia terbangun, Julie masih dengan keadaan yang sama.


Lama Julie memperhatikan suami nya yang saat ini sudah terlelap.


Wajah Rehan tampak lebih tirus dari sebelumnya, bahkan perawakan suaminya iu pun lebih kurus.


''Terima kasih sudah mau bersabar menunggu ku Boo, aku mencintai mu sayang.''


Setelah Rehan cukup terlelap, Julie menggeser pelan tubuh nya agar tidak membangunkan Rehan. Ia turun dari ranjang sambil membawa tiang infus yang terpasang di tangan nya untuk pergi ke kamar mandi.


Bersyukur ia memiliki suami seperti Rehan, meskipun Julie tidak sadarkan diri, tetapi semua perlengkapan nya selalu disedia kan seperti hari-hari biasa.


Julie mengambil pakaian ganti yang sudah tergantung rapi di lemari pasien, dan juga mengambil beberapa perlengkapan mandi.


20 menit kemudian Julie sudah selesai dengan ritual mandinya, ia bahkan sudah mengenakan pakaian baru. Hanya saja saat ini ia kesulitan untuk mengeringkan rambutnya, karna tangan nya yang masih terpasang jarum infuss.


Ia kembali menuju lemari pakaian, barangkali suami nya itu menyediakan Hairdryer disana, and so lucky..Julie menemukan nya.


10 menit mengeringkan rambut dan juga untuk menata nya, Julie pun keluar dari kamar mandi.


Mungkin karna Julie sudah terlalu lama tertidur, jadi ia tidak merasakan kantuk sama sekali meskipun sepanjang malam ia terus terjaga.


Di bandingkan kembali ke ranjang, Julie lebih memilih untuk duduk di ruang tamu dan membiarkan suaminya untuk beristirahat.


Pukul 08.00,,


Julie merasa bosan, ia pun menelpon nomor perawat yang tertera di buku telpon kamar nya.

__ADS_1


''Dengan perawat jaga..? saya pasien di ruangan VVIP No.02.''


(............................)


''Ia sus betul.., saya mau minta tolong, antarkan bayi saya keruangan.


,-nama orang tua nya Rehan Wijaya, dan Julie Ananta.


(............................)


"Iya. Terima kasih Sus.."


Julie sudah tidak sabar ingin kembali bertemu dengan putri kecilnya setelah pertemuan singkat tadi malam.


Tok..Tok..


ceklek...


PRAAANNKK...


"Astaga...


Julie yang saat itu tengah mengambil minuman di buat kaget dengan suara tersebut.


"Julie....


"Bunda...


Bunda berlari kearah Julie dan memeluk anak menantunya itu.


"Terima kasih Tuhan,, Kau sudah mengembalikan putri ku..''


Bunda Rehan terus memeluk Julie sambil menangis tak henti-hentinya bersyukur melihat Julie yang sudah sadarkan diri.


''Bunda.. tenang ya.. Julie udah baik-baik aja kok..Sekarang mas ku yang lagi tidur..'' ucap Julie setengah berbisik sambil menenangkan bunda nya.


Setelah bunda cukup tenang, keduanya kembali duduk diruang tamu sambil membereskan tas makanan yang sebagian isinya sudah berhamburan karna kejadian sebelumnya.


''Nak,, kapan kamu sadar..??''tanya bunda penasaran.


"Tadi malam bun,, itupun karna bayi kami menangis dengan sangat kencang, Dady nya sangat kualahan mengahadapi putri kecil kami..'' jawab Julie seadanya.


''Maafkan Julie bunda..


''Huss.. jangan minta maaf segala, itu bukan salah mu. Yang penting saat ini semua nya sudah baik-baik saja.'' ucap bunda sambil menggenggam tangan Julie.


Julie merasa sangat nyaman berada di dekat ibu mertua nya. Seperti mendapatkan kasih sayang yang sangat ia impikan dari orang tua nya dulu, itu lah yang saat ini ia rasakan.


'Terima kasih bunda..''


''Iya nak. O'Ya, sarapan dulu yukk.. kamu kan selama ini belum makan, hanya mengandalkan cairan ini saja..'' ucap bunda menunjuk pada infus Julie.


''Iya bun..


20 menit kemudian, Julie sudah menyelesaikan sarapan nya. Bunda juga baru saja selesai mengabari suaminya, alias ayah mertua Julie tentang kondisi Julie saat ini.


Tok.. tok..


Suara ketukan kembali terdengar, kali ini perawat yang datang membawakan tabung berisikan bayi Julie.


''Permisi nyonya, ini bayi nya.'' ucap seorang perawat muda yang saat ini sedang bertugas.


''Terima kasih suster..'' Setelah perawat keluar Julie langsung mengambil putri kecilnya.


''Hallo anak mommy.. duhh yang cantik.. udah di mandiin suster ya..?? sini sama mommy yukk..''


''Cucu bunda belum di kasih nama loh itu..'' celetuk bunda yang saat ini juga sangat gemas melihat cucu nya yang sangat cantik.


''Iya bun,, nanti di kasih nama kalau Dady nya udah bangun..''


Julie dan bunda asyik bermain dengan putri kecil Julie, meskipun bayi kecil itu masih belum bisa melakukan apapun,, tapi dengan hanya melihat nya saja sudah membuat orang-orang ingin terus memeluknya gemas.


''Rehan kok belum bangun nak.. di bangunin gih biar sarapan..'' ucap bunda melihat jam yang sudah hampir pukul 10.


''Biar aja bun,, mas nya begadang sih,, pasti capek banget. Apa lagi selama ini kan pasti jagain aku terus.'' jawab Julie yang marasa kasian pada suaminya.


''Ya udah kalau gitu. O'ya nak.. kamu udah benar-benar sehat kan..??

__ADS_1


"Iya bun.. aku udah..


Tok..tok..


''permisi, jadwal pemeriksaan untuk nyonya Julie..'' dua orang perawat jaga masuk ke dalam ruangan dan sudah pasti menghentikan pembicaraan Julie dan bunda.


''Iya sus, disini aja boleh..? suami saya lagi tidur disana...'' kata Julie.


"Iya bu, tidak masalah.''


Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, Julie juga meminta perawat untuk melepas infusnya, karna saat ini ia sudah merasa baik-baik saja.


"Sus, tolong katakan pada dokter yang bertugas, saya ingin keluar dari rumah sakit hari ini.''


"Baik bu, nanti kami siapkan administrasinya. permisi.''


''Terima kasih sus..''


********


''JULIEEE.....''


''Ada apa Nak..??? tanya bunda yang sempat kaget dengan teriakan Rehan.


"Bunda..??


,-Bun.. Julie mana Bun.. mana..???


''Huss.. tenang dong.. Julie baik-baik saja. Nak Julie lagi ngantarin bayi kalian keruangan sekalian ngambilin perlengkapan cucu bunda.''


''Haaah..!


Rehan bernafas lega mendangar hal itu, pasalnya ia bermimpi tentang kejadian buruk yang menimpa istrinya.


''Sendiri bunda..?? kan Julie masih sakit..''


'sama suster tadi..


"Udah bangun sana, mandi. Trus makan..


,-Nak Julie udah tanda tangan administrasi keluar dari RS tadi. cepetan siap-siap, bunda juga mau beres-beres.'' perintah bunda pada Rehan.


Rehan pun segera beranjak dari ranjang untuk segera mandi. istrinya itu memang sangat cekatan, baru saja sadar sudah melakukan banyak hal.


15 menit kemudian Rehan sudah keluar dengan rapi.


''Bun.. Rehan mau nyusulin Julie dulu ya, takut nya ada apa-apa..'' pamit Rehan dengan tergesa-gesa.


Ceklek...


"Moo..,-


"Boo..''


Baru saja Rehan ingin menyususl istrinya, ternyata yang di khawatirkan sudah berdiri di depan pintu sambil mendorong troli bayi mereka.


''Moo,, kamu kok udah banyak gerak, kamu tuh baru selesai oprasi loh,, terus ini juga bawa berat-berat segala.. kamu mau luka kamu terbuka..?? Sini biar aku yang dorong. Barang nya juga siniin..


,-Kamu kan bisa bangunin aku, kenapa harus di kerjain sendiri sih..''omel Rehan.


Julie tertawa kecil mendengar ocehan suaminya. Ocehan sayang nya suami itu ternyata emang bikin bahagia.


"Makasih sayang..''


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa Like and Coment.


Semakin banyak Like semakin semangat Author lanjutin cerita nya 😉😘 🖤🖤

__ADS_1


Sharing cerita tahun baru kalian ngapain dong..!!


Kalau Author, sibuk bolak-balik RS nih oleh ortu lagi sakit. Doa'n ya Readers for my mom.. 🙏🙏 thank You all.. 🖤🖤


__ADS_2