My Hot Woman

My Hot Woman
SOMEONE ELSE


__ADS_3

HAPPY READING ❤


.


.


.


.


.


Rehan sangat bahagia Julie mau mendengarkan penjelasan nya,, ia tidak ingin gadisnya itu pergi meninggalkannya lagi.


Flashback on..


Rehan mengepalkan tangan nya mendengar pernyataan yang baru saja Aldi ucapkan. Cih. Siapa dirinya berani sekali mengatakan hal seperti itu. Rehan sungguh tidak terima dengan ucapan Aldi. Bagaimana dirinya yang hanya kekasih palsu Julie dapat mengklaim hal seperti itu, seakan-akan Rehan yang seperti orang ketiga dalam hubungan ini.


"Apa maksud mu..? apa kau tidak ingin melepaskan Julie, meskipun kau hanya kekasih palsu nya?? Rehan menatap nyalang pada Aldi. Sementara Julie hanya menatap nya disana dengan wajah yang tidak bisa Rehan artikan. "Kau lihatkan Julie, bagaimana kau bisa setuju menjadi kekasih orang seperti ini..??" kini Aldi mulai memprovokasi Rehan, bukan nya menjawab pertanyaan yang di lontarkan padanya, tapi ia malah membuat pernyataan lainnya. Ya. Aldi memang sengaja tidak ingin menjawab pertanyaan Rehan. Sengaja membuat Rehan marah. Sejak dulu Rehan memang tidak pernah berubah, emosinya selalu saja mudah terpancing.


"Katakan apa maksud mu brengsek..!! Suara Rehan mulai meninggi membentak Aldi dengan tatapan nya yang semakin tajam. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa tidak suka nya pada laki-laki ini. Laki-laki yang selalu berhubungan dengan urusan pribadi nya. Sial.

__ADS_1


"Rehan hentikan,, Cukup!! Okee..?? kini giliran Julie yang sudah kian nampak kesal mendengar perdebatan tiada henti dari keduanya. "Rehan,, dengarkan aku..? Julie meminta perhatian laki-laki itu, agar mau mendengarkan penjelasan nya, karena selama ini Rehan memang suka menyimpulkan segala sesuatu menurut pemahaman nya sendiri.


"Aku tidak bisa menjauhi atau bahkan tidak bertemu dengan Aldi, dan jangan meminta untuk hal itu" "Tapi kenapa Julie, apa kau mulai menyukai pacar palsu mu ini??" beginilah Rehan, benar-benar sangat mudah emosi, tanpa mendengarkan penjelasan yang benar. "Tentu saja Julie menyukai ku, lagi pula tidak ada yang tidak menyukai ku" timpal Aldi dengan Angkuh.


"Aldi,, tolong jangan memperkeruh keadaan..! dan Kau Rehan, dengarkan aku dengan benar." Julie benar-benar tak habis pikir dengan orang-orang yang ada di hadapan nya. Mendengar perkataan Julie barusan, membuat Rehan dan Aldi sama-sama membuang muka ke arah berlawanan, Julie benar-benar di buat pusing meladeni dua orang dewasa yang bertingkah seperti bocah sekarang ini.


"Rehan, kau tau aku berhenti bekerja bukan..?? Suara Julie terdengar datar, membuat Rehan mengarahkan pandangan nya pada gadisnya itu."Aku bekerja dengan Aldi..! _Apa Aldi..? Rehan benar-benar tak habis pikir bagaiamana Julie bisa begitu saja menerima pekerjaan dari Aldi. "Kau jadi Dj di Club X milik laki-laki ini..??" Dari club satu berpindah pada ke club lainnya. itulah pemikiran Rehan.


"Tidak. bukan itu. pekerjaan sebagai seorang Dj hanyalah Hobby. Aku bekerja di perusahaan Aldi". Perusahaan..? Aldi..? sejak kapan?? Rehan tidak percaya, ini pasti akal-akalan Aldi saja untuk merebut Julie dari nya. "Perusahaan apa..? Aku tidak pernah tau kalau Parasit ini punya perusahaan..?" Rehan benar-benar menyinggung Aldi. Ia tidak suka berpura-pura di hadapan siapapun juga, apalagi orang itu Aldi.


"Hei,, apa aku harus melaporkan segala sesuatunya padamu..?" Aldi benar-benar merasa tersinggung oleh ucapan Rehan. "Bisa sajakan?? Apalagi jika orang itu dirimu..? Ucapan sinis dari mulut Rehan memang tidak pernah berhenti.


"Astaga... kalian berdua ini. Kalau begini lebih baik kalian berdua pulang saja!!! Kalian membuatku pusing". Julie benar-benar kesal dibuat nya. "Dia saja yang pulang..! Rehan menjawab Julie dengan cepat. "Kenapa bukan kau saja, lagi pula aku dan Julie masih ada urusan". Aldi tak mau kalah dengan Rehan. "Kenapa harus aku? aku kan kekasihnya, sedangkan kau..? hah, pengganggu!!.


"Masa bodoh dengan mereka berdua". Julie benar-benar tidak ingin mendengarkan kedua orang tersebut, sudah cukup baginya melihat tingkah menyebalkan Rehan, sekarang Aldi pun ikut menyebalkan.


"Ini semua karena mu!! Rehan menyalahkan Aldi yang masih setia menatap padanya tak suka. "Bukan kah ini salahmu..? Jangan suka melemparkan kesalahan pada orang lain bung! seru Aldi terdengar sinis. "Lagipula berhentilah main-main dengan Julie, dia wanita yang baik". "Tau apa kau? dan apa urusan mu berkata seperti itu kepada ku..?? Rehan tak terima dengan ucapan Aldi.


"Aku rasa kau sudah lupa? Ah. Atau perlu ku ingatkan lagi.. ?? Bukan kah kau memiliki Sarah..?? Jangan lupakan status mu bung! Aldi mengucapkan kata-katanya penuh penekanan pada Rehan. Skakmat. Rehan di buat bungkam seketika.


"Ahh.. baiklah aku rasa Julie mengatakan agar kita pergi, jadi sebaiknya kita pergi!! ucapnya. Aldi kemudian mengetikan sebuah pesan pada Julie yang mengatakan bahwa ia pamit. Setelah selesai Aldi berdiri dengan tersenyum penuh kemenangan, melirik sesaat ke arah Rehan yang masih bungkam dengan wajah merah padam menahan marah.

__ADS_1


Flashback off....


Aku harus mengatasi semua ini segera. Kalau tidak Orang lain akan mengambil keuntungan dari hal ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


😎😎😎😎💙♥💙♥💙♥🌹🌹💙💙♥♥💙♥ Jangan lupa untuk terus dukung Author dengan memvote bintang dan Berikan juga LIKE serta Coment di setiap Episode ♥♥


__ADS_2