My Hot Woman

My Hot Woman
ZEN MAHENDRA


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


.


.


.


.


Zen kecil berlari ke arah Julie dan langsung memeluk pinggang ramping gadis itu.


,-Mommy kemana saja, saat Zen bangun mommy tidak ada...??" ucap anak itu dengan suara khas anak-anak yang sangat menggemaskan.


,-Hallo Zen sayang.. bagaimana kabar mu pagi ini, apa tidurmu nyenyak semalam..??" Tanya Julie.


Zen kecil menganggukan kepala nya.


,-Maafkan aunty yaa,, semalam aunty tidak bisa pulang bersama Zen.." Julie mengusap lembut kepala anak kecil itu.


,-Maafkan aku Julie, pagi-pagi harus mendatangi mu seperti ini, dia terus saja merengek padaku.." ucap Aldi pasrah.


,-Tidak apa-apa Al, lagi pula aku senang bisa bertemu dengan Zen.


Mereka bertiga pun mencari restoran terdekat untuk sarapan bersama.


,-Mommy,, Zen ingin pergi main,, mommy dan Didii harus pergi bersama Zen.."Pinta bocah kecil itu.


,-Hari ini aunty dan Didii harus bekerja sayang,, bagaimana Kalau Zen ikut aunty dan Didii ke kantor saja..??" Julie bicara sambil melihat pada Aldi meminta persetujuan nya,.


,-Bolehkah Didii...??" Zen bertanya pada Aldi dengan wajah polosnya.


Melihat wajah tampan dan polos Zen membuat Aldi tersenyum, bocah laki-laki itu sangat menggemaskan membuat hati Aldi tergetar.


Aldi mengusap lembut kepala Zen dan membelai wajah bocah laki-laki itu.


,-Tentu saja boleh,,." jawab Aldi disertai senyuman. Zen pun ikut tersenyum.


,-Zen akan ikut dengan mommy.." ucap nya pada Julie.


,-Anak pintar... 🤗


Setelah beberapa lama berputar-putar akhirnya Aldi memarkirkan mobilnya di depan cafe dan Resto yang menyediakan makanan sehat. Aldi sangat memperhatikan asupan gizi Zen dan juga Julie, ia tidak akan mengijinkan makanan tidak sehat masuk ke dalam mulut orang-orang yang ia sayangi.


Meskipun belum ada kejelasan tentang status Zen, tapi ia sudah menyukai anak itu. Anak itu membuatnya merasakan perasaan khusus seorang Ayah yang ingin melindungi anak-anak nya.


Setelah memilih menu makanan, ketiga nya pun bercakap-cakap sambil menunggu makanan di sajikan.


Sementara Zen sudah lebih dahulu memesan ice cream sebagai menu pembuka, meskipun awalnya Aldi tidak mengijinkan Zen memakan itu di pagi hari, tapi akhirnya ia luluh juga karna tatapan polos anak itu.


,-Al,, apa kamu sudah menemukan sesuatu tentang Zen..??


,-Aku sudah melepon grandfa nya, dan siang ini aku akan bertemu dengan beliau.


Kemaren Zen melarikan diri dari penjagaan pengasuh saat grandfa nya melakukan pertemuan di hotel yang sama dengan kita.


,-Aku juga tidak menyangka bagaimana anak ini bisa lari dan menemui kita,, sepertinya dia anak yang pintar.." ucap Aldi sambil melirik pada Zen.


,-Apa kamu tidak melihatnya..?? Dia adalah tuan muda yang sesungguhnya...!!" ucap Julie sambil menunjukkan bagaimana cara Zen bersikap dan bertindak.


Anak itu seperti telah terlatih menjadi seorang keluarga terhormat di usianya yang masih sangat muda.


Aldi hanya tersenyum melihat Zen kecil.


,-Al,, bagaimana jika Zen memang anak mu..??


Senyum mengembang di wajah Aldi, mendengar pertanyaan Julie.

__ADS_1


,-Apa lagi..?? tentu saja aku akan menerima nya,, lagi pula jika memang benar dia adalah darah daging ku, maka aku yang akan bertanggung jawab pada nya, Aku tidak keberatan dengan itu.."


,-Bagaimana dengan Sarah..? apa kamu sudah menghubunginya..??"Tanya Julie lagi.


,-Aku masih belum bicara pada nya, yang aku ketahui hanyalah Sarah tidak berada di Indonesia.., karna jika dia ada disini Zen tidak mungkin akan menghilang seperti ini meskipun para penjaga nya selalu berada disekitarnya.." ucap Aldi.


,-Pengawal..?? maksudmu..??


,-Apa kamu tidak menyadarinya Julie..??" Tanya Aldi sambil menautkan kedua Alisnya.


,-Menyadari apa Al..??" Julie semakin penasaran dengan apa yang Aldi maksudkan.


,-Pengawal Zen selalu mengikuti kita semenjak kita meninggalkan pesta malam itu.." Aldi memberikan kode pada Julie.


,-Maksudmu..? Oh..apa sekarang mereka juga ada disini..??" karna merasa penasaran Julie menengok kesana-kemari untuk memastikan keberadaan bodyguard yang Aldi maksudkan.


,-Mereka ada di arah jam tiga.." ucap Aldi.


"Awalnya aku kira mereka hanya orang yang kebetulan berjalan searah dengan kita, tapi semenjak aku membawa Zen malam itu mereka selalu ada di sekitar ku dan Zen.., oleh sebab itulah aku tau, tuan muda ini selalu di awasi..!!" Aldi membersihkan sisa-sisa es cream yang menempel di sekitar mulut Zen.


,-Didii.. es cream ini enak..


"Titii selalu saja melarang Zen makan ini..!! ucap Zen kecil sambil memanyun kan bibir kecil nya.


Membuat Julie dan Aldi semakin gemas saat melihat tingkahnya.


Setelah cukup lama berbincang-bincang, makanan yang mereka pesan pun akhirnya di sajikan..


,-Mommy,, Titii bilang Zen tidak boleh makan itu..." ucap Zen sambil menunjuk pada jamur yang ada di spagety miliknya.


,-Benarkah...?? Apa Zen alergi pada ini..??" tanya Julie lagi.


Zen menggelengkan kepala nya. "Lalu..?? Apa hanya karna Zen tidak suka ini..??" Lagi-lagi Zen menggelengkan kepala nya.


,-Zen tidak tau mommy.. Titii hanya bilang Zen tidak boleh makan itu walaupun itu hanya sedikit.."


Namun wajah Zen malah terlihat sedih.


,-Ada apa sayang...?? Zen tidak suka makanan Aunty..??" tanya Julie sambil memegang dagu kecil Zen.


,-Apa mommy tidak suka pada Zen..??" wajahnya semakin terlihat sedih.


,-Ohh.. sayang nya Aunty..!!" Julie memeluk tubuh kecil itu. "Tentu saja Aunty suka pada Zen, bahkan suka sekali.."


,-Lalu kenapa mommy selalu mengatakan jika mommy adalah Aunty Zen..?? Apa mommy tidak sayang pada Zen..??" mata anak itu berbinar-binar menatap pada Julie.


Hati Julie terenyuh mendengar pertanyaan Zen, sekali lagi ia memeluk tubuh kecil itu sambil membelai rambut Zen.


,-Apa Zen pernah bertemu dengan mommy Zen yang sebenarnya..??" tanya Julie.


Zen menggelengkan kepalanya. Membuat Julie semakin bersimpati pada anak laki-laki itu. Zen dan dirinya begitu sama mirip.


Julie juga tidak pernah melihat orang tua nya karna ia harus kehilangan orang tuanya di usia nya yang masih sangat belia. Jadi ia sangat mengerti dan bisa merasakan apa yang rasakan Zen saat ini.


,-Sayang,, aunty dan mommy Zen adalah orang yang berbeda, Mommy Zen adalah mommy Sarah,,nanti Zen pasti akan bertemu dengan mommy Sarah jika Didii sudah bicara pada mommy Sarah.." ucap Julie menjelaskan pada Zen.


,-Jadi mommy bukanlah mommy Zen...??


,-Zen bisa memanggil Aunty mommy,, nama Aunty Julie.." ucap Julie sambil tersenyum pada Zen kecil. Zen pun menganggukan kepala nya dan kembali tersenyum.


,-Zen sayang pada mommy Julie...!!" ucap nya sambil memeluk Julie.


,-Apa sudah selesai...?? makanan kalian akan segera dingin..!'' ucap Aldi pada kedua nya.


''Andai saja kita akan tetap seperti ini, andai saja kamu adalah ibu dari anak-anak ku, keluarga kita pasti akan sangat bahagia.."


Setelah selesai menghabiskan makanan yang mereka pesan, Aldi membawa Julie dan Zen ke kantornya.

__ADS_1


*********


'Selamat pagi Pak, Bu..' sapa seorang security kantor Aldi saat ketiga nya memasuki Loby kantor.


Aldi membawa Julie dan Zen melewati lift khusus menuju lantai tempat ruangan nya berada.


"Anna, apa kau sudah menyiapkan apa yang aku minta..??


,-Sudah pak..!


,-Baiklah, terima kasih.."


Aldi melihat kearah Julie. ",-Julie kau bisa menyiapkan laporan mu terlebih dahulu setelah itu temani Zen..!"


Ucapan Aldi langsung mendapatkan anggukan oleh Julie. Setelahnya Aldi membawa Zen masuk ke dalam ruangan nya.


,-Mommy Julie tidak ikut bersama kita Didii..??' tanya Zen melihat Julie yang berbelok arah menuju meja kerja nya.


Sssttttsss..


,-Anak itu siapa nya pak bos..??" tanya Anna yang penasaran melihat Aldi yang membawa Zen.


,-Itu keluarga pak Aldi.." jawab Julie.


Ia tidak ingin mengatakan siapa Zen sebenarnya, karna ia sendiri pun masih belum tau pasti apakah Zen memang anak Aldi ataukah anak dari Rehan dan Sarah.


,-Pantas saja...." Ucap Anna kemudian berbalik menuju mejanya.


,-Apa nya yang pantas...?? Tanya Julie kembali..


,-Pak boss membuat ku sangat sibuk sejak kemarin malam sampai pagi ini, tidak kah kamu melihat lingkar hitam di mataku ini..??" tunjuk Anna ke arah wajahnya.


,-Ahh... ya..


Julie tidak mengerti apa yang di maksudkan Anna..


Julie hanya kembali duduk di kursinya dan mengerjakan laporan yang Aldi minta, setelahnya ia harus menemani Zen kecil bermain.


Keberadaan Zen membuat Julie semakin bersemangat,, meskipun status Zen masih menjadi tanda tanya bagi dirinya dan juga Aldi.


Ring..Ring...


(MyBoo Calling)


,-Ya Boo..


,-(Aku sudah tau siapa bocah itu sebenarnya,, kamu ingin mendengarnya...??)


,-Benarkah..?? Baiklah Boo, aku akan membawa Zen dan Aldi menemui mu nanti..


,-( Baiklah Moo,,Sampai nanti sayang,,..)


,-Ya, See you Boo..


Deg..Deg..


Julie memegang dada nya merasakan jantung nya yang berdegup semakin cepat setelah bicara pada Rehan..


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2