
πΉπΉHAPPY READINGπΉπΉ
.
.
.
.
.
''Boo, kenapa diam aja..? Siniin baby nya!!''
_________________________________
Julie berada di tengah taman bunga yang indah.
Ia terus berjalan di tengah ribuan hamparan jenis bunga yang mekar bersamaan.
''Waah Dimana ini..? cantik sekali..!!''
Julie terus berjalan, sampai menemukan sebuah bangunan berukuran minimalis namun terlihat mewah.
''Seperti rumah yang familiar..,
,-permisi, apa ada orang..??''
krriiieett.....
pintu terbuka perlahan.
''Mau permen nona..??''
AAAAAAaaaa.....
Seorang nenek tua dengan wajah menakutkan muncul di balik pintu.
BRUUUKKKK....
Julie merasakan tubuh nya terpelanting jauh, hingga bokong nya mendarat di atas tumpukan jerami.
Berpindah dimensi.
'Aaww...
,-ini seriusan jatuh..?? Kok gak berasa apa-apa..??
Julie memperhatikan tubuh nya barangkali ia mendapatkan luka akibat dari pendaratan barusan.
Namun kaki tangan nya masih mulus tanpa luka gores sedikitpun.
"Trus aku tadi kenapa mengaduh..?? ka gak sakit?? ,- lagian Ini dimana sih..??"
Julie kembali berjalan menyusuri tempat ia berada saat ini.
Ada beberapa gubuk disana. Terlihat tidak berpenghuni, namun ada asap yang mengepul dari salah satu cerobong.
''Hallooo.. anybody home..??
Halloo... Excusme...??''
,-Gak ada orang deh kaya nya..??
Tapi kok..??
jangan-jangan..?? iiiiiiihhh....."
Julie berlari meninggalkan kawasan gubuk tersebut, dan berakhir di tengah-tengah hutan rimba..
''Ya Tuhan ini dimana sih..??''
Julie merasa lelah dengan perjalanan nya. Ia pun mencari tempat untuk beristirahat.
Ia menuruni gundukan tanah, dan berakhir di pinggir sungai dengan air yang jernih.
Julie memilih beristirahat di atas bebatuan yang di lewati aliran sungai sekaligus ingin merendam kaki nya yang sudah terasa lelah.
__ADS_1
''Uuhh...
Julie melepaskan lelah nya. Kaki nya sudah mulai terasa nyaman.
Krruukkk...
''Astaagggaaa... huh. Kenapa harus sekarang..?? dimana aku bisa mendapatkan makanan coba di tempat seperti ini..??''
Julie mengelus perutnya yang terasa lapar.
Setelah puas bermain air. Julie kembali memasang sendalnya, dan melihat-lihat sekitar untuk mencari apa saja yang bisa dimakan.
Tak lama setelah Julie berjalan menyusuri pinggir sungai, ia melihat pohon anggur hutan.
''Apa ini bisa dimakan..??" Julie memperhatikan buah itu sekilas.
,- Ahh,, masa bodoh,, yang penting saat ini perut ku terisi.''
Julie memetik segenggam buah anggur hutan lalu memakan nya.
''Cukup enak,, setidak nya aku bisa bertahan dengan ini.''
Julie memetik segenggam lagi.
SRRIINNGG...
Ujung pedang yang terlihat mengkilat dan tajam sudah menempel di dekat leher Julie.
''Ya Tuhan..
''Siapa kau nona..?? apa kau mata-mata..??"
Suara bariton memenuhi indra Julie.
''What..?? mata-mata..??
,-maaf tuan, bisa kau jelaskan aku sedang berada di mana saat ini..??" Tanya Julie benar-benar tidak mengerti situasi apa yang saat ini sedang ia hadapi.
''Jangan menggunakan alasan klasik untuk mengecoh ku nona!! katakan siapa kau..??
Siapa yang beralasan,, dasar bodoh!!
Julie membalik badan nya menghadap ke sumber suara yang mengancam nya.
Alhasil, pinggiran pedang tersebut berhasil menggores leher mulus Julie.
"Boo..??
Boo apa yang kau..?? Pakaian mu,, kenapa kau..??''
SRRIINNGG...
Laki-laki tersebut kembali menyarungkan pedang nya.
"Jangan bergerak. Leher mu terluka!'' ucap nya sambil mengambil kain dari balik jubah nya.
''Rey,, apa yang kau lakukan disini. Dan dimana kita..?? Tanya Julie sedikit panik.
''Maaf nona. Kau salah mengenal orang. Aku bukan Rey... ! Jika kau bukan mata-mata maka segera pergi dari tempat ini..!!'' perintah nya dingin.
''Apa maksud mu Boo..?? Aku Julie.. aku istri mu. Kita sudah menikah, lihat....
Lihat cincin ini. Ini cincin pernikahan kita, dan anak kita,,
sebentar lagi aku akan melahirkan anak kit..''
Julie meraba perut nya yang saat ini sudah mengempes seperti dulu.
''Rey.. anak kita..?? dimana anak kita,..??'' Julie histeris saat menyadari tidak ada lagi anak di dalam perut nya.
''Nona, tenanglah..!! ,-Sebaiknya kau ikut dengan ku..!''
Laki-laki itu menarik tangan Julie agar mengikuti nya.
''Tapi Rey anak kita...???
,-Aku sedang mengandung anak kita.. dimana bayi ku.. dimana..??''
__ADS_1
Julie manangis histeris.
Sssttttt.... ''Tenanglah. kIta sedang di dalam hutan sekarang. Jangan sampai suara mu membuat musuh tau keberadaan kita!!'' Bentak nya membuat Julie langsung terdiam sesegukan
''Sekarang hapus air mata mu dan ikuti aku!!
Laki-laki itu menuntun Julie memasuki hutan.
Menuruni beberapa curaman, memutari tebing. Hingga tiba di perkemahan prajurit.
Perkemahan prajurit..??? Shiittt...
''Heii.. katakan pada ku kita ada dimana..??''
tanya Julie sedikit menuntut.
"Jika kau bukan mata-mata, maka kau aman disini. Tapi jika sebaliknya, maka ini adalah tempat pemakaman mu,, nona!''
''Dasar gila!! Sudah ku katakan, Aku Julie. Dan kau.,,
siapa kau jika bukan suami ku..??''
Julie benar-benar tidak mengerti. Jelas-jelas yang di hadapan nya saat ini adalah Rehan suaminya. Julie tau benar, semua nya sama persis.
Ya,, kecuali pakaian yang di gunakan. Itu sangat berbeda.
"Demian. Itu nama ku.!! Jawab nya singkat.
Dua orang prajurit yang juga bersenjata mendekat ke arah Julie dan juga pria yang mengaku sebagai Demian.
"Ksatria Demian, kami mendapati seorang mata-mata di lereng. Dari informasi yang kami dapat, beberapa mata-mata lain nya berada sejauh tiga bukit dari kemah kita.''
Seorang pria dengan wajah tegas melapor pada Rehan KW tersebut.
"Segera kirim beberapa pasukan kesana. Jika dia berbohong, maka habisi saja!!"
Habisi..?? maksud nya bunuh..??
Tubuh Julie tiba-tiba saja bergetar ketakutan. Ia tidak bisa membayangkan jika perintah tersebut di tunjukan pada dirinya, maka dalam hitungan detik ia akan langsung tiada.
"Ada apa..??"
Suara bariton kembali membuyarkan pemikiran nya.
"Ah.., apa kau bicara pada ku..??"
Tanya Julie lagi.
"Badan mu bergetar. Apa kau kedinginan..?? dari mana kau dapatkan pakaian seperti ini..?" tanya Rehan KW melihat pakaian tipis yang Julie kenakan.
"Aku,, aku sebenarnya sangat lapar.
Upss!
Dasar mulut sialan.. bikin malu aja!!
Julie merutuki diri nya sendiri. Bisa-bisa nya dia meminta makanan dari orang asing. Apalagi pada pria kejam di hadapan nya ini, mungkin saja makanan nya akan di bubuhi racun.. Hiiisss..
'Hah. Ternyata kau lapar. Masuk lah ke kemah, dan makan lah disana.!! perintah nya lagi pada Julie.
"Tap..tapi.. ak..
"Sudah masuk saja, kalau tidak, sebaiknya kau segera pergi!!!"
Cih... dasar KW...
.
.
.
Bersambung
.
.
__ADS_1
ππππππππππππππ
ππππππππππππππ