
🌹🌹HAPPY READING🌹🌹
.
.
.
.
Sementara Julie asyik menguasai panggung,, Aldi pun meninggalkan ruang tersebut untuk masuk ke ruang pribadi miliknya.
Ia segera mandi dan mengganti pakaian, ia juga merasa lelah dengan apa yang terjadi hari ini,, sebenarnya ia tidak ingin bertemu dengan Rehan kembali,, cukup sekali saja bagi nya untuk berhubungan dengan laki-laki itu.
Tapi nyata nya takdir berkata lain.
Dunia ini memang begitu sempit,, Setelah enam tahun berlalu, kini ia harus berhadapan lagi dengan Rehan.
Jika dulu adalah karna Sarah,, maka Sekarang Julie lah yang membuat kedua nya kembali bertemu.
Aldi benar-benar tidak menyukai hal ini,, ia benar-benar marah dan kecewa dengan keadaan yang membuatnya harus mengalami situasi yang sama seperti dulu.
Dan lagi-lagi,, Rehan selalu selangkah di depan nya.
Tidak Sarah bahkan Julie pun sama,, mereka lebih memilih Rehan di banding dirinya. Poor Aldi.
Setelah cukup lama melihat pantulan dirinya di cermin, Aldi pun keluar dan mengenakan setelan baru yang sudah di persiapkan sebelumnya untuk dirinya jika ia akan berkunjung untuk memeriksa Club miliknya.
-------------------
''JULIE...?? Bukan kah itu Julie..??"
Dony tercengang melihat keberadaan Julie di atas stage.
-,Tapi dimana Rehan...??" Dony yang sejak tadi melihat-lihat sekitar tidak juga menemukan
keberadaan sahabatnya itu.
Tuuuttt... Tuuutt....
'Hey... Sob,, Lu dimana...??
(Gue lagi sibuk..)
'Jiiiaahh...sok sibuk!!
Lu gak ke Club X...??'
(Gue lagi sibuk,,..)
'Seriusan...?? Ya udah Lu kerja aja,, ntar gue yang jagain cwe loe disini...'' ucap Dony sengaja.
(Maksud Lo paan..??)
'Ya cwe lo lah,, Julie, siapa lagi ?? emang lu punya cwe berapa..??"
Tuut..tuttt...
"Anjiiirr di matiin lagi...." Dony berdecak kesal.
Setelah menelpon Rehan ia pun kembali ke table miliknya untuk menikmati penampilan Julie,, gadis itu masih sangat mempesona,, ia juga benar-benar tau bagaimana cara menghidupkan suasana,,
Setelah cukup lama berada diatas stage,, kini tiba saat nya bagi Julie untuk beristirahat sejenak, ia pun turun dan di gantikan oleh dj lainnya.
Dengan cepat Dony membelah keraimaian pengunjung yang sejak tadi terus memadati tempat tersebut.
"Hay.. SweetHeart " Sapa Dony begitu berhadapan dengan gadis itu.
'Heii...
Hy Don..., kau dengan siapa..?? kekasih mu..?? Atau...??" tanya Julie menyelidik.
"Aku sendiri, ya kau tau lah,, aku tidak terbiasa jauh-jauh dari dunia malam.." ucap Dony memperlihatkan senyum menawan yang selalu jadi senjata ampuhnya dalam menggaet wanita.
"Apa dengan wanita nya juga..?? tanya Julie sambil tersenyum jahil pada Dony.
__ADS_1
"Kau meledek ku..?? Aku tidak akan lagi bergonta-ganti pasangan Julie, asal kau tau..'' jawab Dony sedikit ketus.
"WAW.. itu mengejutkan, tapi aku harap itu benar..' balas Julie ramah.
'Kau tidak bersama Rehan..?? Aku baru saja mengabari nya dan mungkin saj..
"Ap.. apa..? Kau.. Rehan...?? Kau sudah menghubungi nya? Kau mengatakan aku disini..?? Tanya Julie memastikan nya lagi, dan Dony menggangguki hal tersebut.
"Astaga Dony...
Kau ini,, apa harus selalu melaporkan apa yang kau lihat..??" Julie kembali memegangi kepala nya.
What...??
Apa aku sedang sial..? Kenapa mereka berdua sama-sama memarahi ku..??
'Heii... Ada apa ini..? apa kalian berdua bertengkar..??" tanya Dony yang tidak mengerti dengan ucapan Julie.
'Tidak apa-apa,,
baiklah kau lanjutkan Saja, nikmati malam mu kawan..."
Julie melambaikan tangan nya dan meninggalkan Dony begitu saja.
Ia segera menuju ruang ganti, dan mengganti pakaian nya.
Setelah selesai ia pun mencari keberadaan Aldi untuk berpamitan pada lelaki itu, namun tak kunjung ia temukan.
Akhirnya ia memilih untuk meninggalkan club, ia tahu Rehan pasti sedang dalam perjalanan untuk menemuinya,, dan ia benar-benar tidak ingin bicara pada laki-laki itu saat ini.
Setelah sampai di luar Julie mencari taxi untuk mengantar nya pulang,, namun suara klatson yang begitu nyaring malah mengagetkan dirinya.
Rehan! Ya. siapa lagi kalau bukan laki-laki menyebalkan itu.
"Disini kau rupanya,, aku mencari mu sejak tadi.." ucap nya dingin.
Namun Julie tidak menghirau kan nya.
"dimana ponsel mu..?? Tanya Rehan semakin geram sambil menggeledah isi tas Julie.
"Ini..!! Tunjuk nya pada ponsel Julie.
Apa guna nya jika kau terus mematikan nya...?? ucap Rehan marah -, dan dalam sekejap ponsel tersebut sudah hancur berkeping-keping berhamburan di jalanan.
"Rey kau....!!!
"Tidak usah memiliki nya jika kau tidak tau cara menggunakan benda itu!!" ucap nya lagi.
"Masuk...!"
ucap Rehan sambil membuka kan pintu mobilnya.
"Aku tidak mau...!!! Balas gadis itu sambil memelototkan matanya memberanikan diri untuk menantang Rehan.
"JULIE...Aku bilang masuk..!! Jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar padamu!! Rehan masih berdiri dengan wajahnya yang penuh dengan kemarahan.
"Aku tidak mau Rehan.....!! Ucap Julie lambat-lambat..-,Sejurus Kemudian gadis itu berlari meninggalkan Rehan yang masih berdiri ditempatnya.
Melihat keberanian Julie atas dirinya membuat Rehan semakin geram dan mengejar Julie menggunakan mobil.
Secepat apapun Julie berlari,, Rehan pasti bisa mendapatkan nya.
Ccciiiitttthh....
Rehan menghentikan mobil nya tepat di depan Julie,, membuat gadis itu begitu kaget dan gemetar ketakutan. Ia kira kaki nya akan benar-benar patah tadi.
"Kau yang meminta ini Julie..!! ucap Rehan marah.
Dengan sigap Rehan mengangkat tubuh Julie dan melemparkan gadis itu masuk ke dalam mobil. Setelah nya Rehan pun menyusul dan membawa mobil itu dengan kecepatan penuh.
Jantung Julie berdegup begitu kencang,, ia tidak pernah melihat sisi Rehan yang seperti ini sebelumnya, saking takutnya tidak terasa Air matanya jatuh begitu saja, membuat nya hanya terisak dalam diam.
"Katakan pada ku apa yang kau lakukan di hotel tadi...??" suara Rehan benar-benar terdengar bagaikan ancaman yang mematikan bagi Julie.
Membuat gadis itu bungkam seribu bahasa.
__ADS_1
"Katakan pada ku Julie...!!! Teriak Rehan sambil memukul stir mobilnya.
"Jawaban apa yang kau inginkan Rey..?? Gadis itu menjawab sambil sesegukan-,
dan Kau sendiri bagaimana?? apa yang kau lakukan?? di belakang ku bermesraan bersama seorang wanita, bercumbu.. atau jika tadi aku tidak disana, kau juga akan tidur bersama wanita itu...?" Kini Julie yang ikut tersulut emosi.
"Apa yang kau bicara kan Julie,, aku tidak akan melakukan itu..!" bentak Rehan.
"Jangan bohong Rey... !! Aku liat semua nya...
Aku liat Rey!!!
Aku liat gimana mesra nya cwe murahan itu membelaimu, dan kau dengan brengseknya menerima semua itu...!!!" ucap Julie menggebu-gebu sambil menunjuk wajah Rehan marah.
Rehan pun menghentikan mobilnya, mendengarkan ucapan Julie..
"Apa kau berfikir begitu tentang ku Yang...??
Stop..!!!
"Jangan panggil aku seperti itu.. aku muak mendengar sebutan itu dari mulut mu Rey..!!
Tubuh Julie bergetar menahan semua luapan emosi yang memenuhi diri nya saat ini, Entah mengapa ia juga tak tau, katakan saja ia berlebihan.. tapi memang itu yang ia rasakan saat ini.
"Apa seperti itu diriku bagimu..?? apa aku memang sebajingan itu..?? dan kau,, apa yang..
"Apa..?? Apa Rey,, katakan apa yang kamu pikirin tentang aku disana..?? apa kamu pikir aku akan berlaku sama seperti para pelacur itu?? apa kau pikir aku akan memberikan tubuh ku begitu saja pada mereka, apa kau pikir...kau pikir..."
Julie tak sanggup lagi menahan air matanya, akhirnya ia pun menangis. Ia benar-benar kecewa karna Rehan tidak mempercayai dirinya.
Melihat air mata Julie, Rehan pun merasa tersakiti,, ia tak menyangka jika dirinya begitu menyakiti wanita yang ada di hadapan nya ini. Sekarang ia merasa serba salah..
"Yang.. maafin aku..!
Maaf kalau aku udah gak percaya sama kamu, maaf kalau aku udah ngelakuin kesalahan.. aku tadi hanya terpancing karna ada Aldi disana, aku khilaf Yang.. maafin aku.
"Jangan menyalahkan orang lain atas kesalahan kamu Rey..
,-dan tadi kamu bilang apa Rey..?? kamu khilaf...?? Munafik kamu Rey.. !!!
Gak ada yang nama nya khilaf...!!
Kamu tau,, segala yang kamu lakuin itu berasal dari sini..." tunjuk nya pada hati Rehan,, di proses oleh pikiran dan di lakukan oleh tubuh mu sendiri.. jadi hal itu gak akan terjadi kalau kamu memang gak berniat seperti itu..!!-,Bentak Julie.
"Sebaik nya kamu diam,, jangan kasih aku alasan-alasan sampah seperti itu.. aku gak butuh!!!
Bukan kah sudah aku katakan,, Aku cuma butuh kejujuran dan ketulusan kamu Rey, cuma itu.. cuma itu..!!
"Tapi aku laki-laki Yang,, dan itu beda sama kamu..!! Rehan mencoba menjelaskan lagi pada Julie..
"Oh.. jadi karna kamu laki-laki kamu bisa melakukan hal itu, sementara aku enggak..?? bagus Rey...
Sebaiknya kita pikirkan ulang rencana pernikahan kita.
ucap Julie yang semakin terisak, namun tetap mempertahan kan harga dirinya.
Sesaat kemudian Julie pun mengambil tas yang ia bawa dan keluar dari mobil Rehan, dengan cepat memberhentikan sebuah taxi dan masuk ke dalamnya,, kemudian pergi meninggalkan Rehan begitu saja.
"Julie tunggu aku.... Julie.....!!!
.
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Happy weekend buat semua pembaca setia♥♥
Sampai berjumpa di chapter selanjutnya.. ♥
Jangan lupa kasih Like dan Coment Ya... 🌹
__ADS_1