My Hot Woman

My Hot Woman
HONEYMOON Part 1


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


.


.


.


.


.


.


Satu bulan sudah Rehan dan Julie resmi menjadi suami istri. Dan sekarang keduanya sedang ada di Villa milik Rehan yang ada di Bali. Sudah satu minggu kedua nya berada disini. Untuk bulan madu kali ini Julie tidak ingin pergi ke luar negeri atau ketempat-tempat yang terlalu jauh, oleh sebab itulah keduanya memutuskan untuk melakukan bulan madu di indonesia saja, dan Bali lah pilihan nya.


Satu bulan menjadi suami istri dan selama satu bulan ini juga Rehan selalu di buat geram oleh Julie. Bagaimana tidak, selama satu minggu ini sepanjang hari yang mereka lakukan hanyalah berbaring, bermesraan dan juga memadu kasih.


Apalagi jika situasi sudah seperti saat ini, disaat Rehan ingin bersantai tapi ia harus lagi-lagi hasratnya kembali muncul karna penampakan sexi istrinya.


Dengan cepat Rehan berjalan dan mengurung Julie dalam kungkungan nya.


Plaakk...


Rehan menampar pelan bokong Julie yang selalu saja menggoda nya.


"Apa kau tidak bisa membuatku istirahat sebentar saja Moo.."


Rehan menggigit geram cuping Julie, dan membalikan tubuh itu dengan sekali sentakan.


"Dan ini,, kau tau aku akan selalu tidak tahan jika kau seperti ini"


Rehan melirik tubuh istrinya selalu membuatnya tak tahan.


"kamu saja yang terlalu mesum,.!" balas Julie acuh sambil berusaha membalikan tubuhnya, namun tidak kuasa melawan tubuh Rehan yang sudah menghimpitnya.


"Bagaimana tidak mesum jika punya istri seperti dirimu."


Sekali gerakan lagi-lagi Rehan sudah merubah posisi Julie. ia menaikan tubuh Julie hingga duduk di atas meja makan.

__ADS_1


"Apa kau siap? kita akan memulai ronde berikutnya..!"


Rehan menggoda Julie dan langsung menyatukan tubuh keduanya.


Ini sudah permainan ketiga mereka sepanjang pagi ini, Julie sudah bagaikan candu bagi Rehan, dan Rehan tidak menolak jika ia hanya menghabiskan sepanjang waktu melakukan hal ini.


"Aww.. pelan-pelan Boo,, meja ini bisa patah nanti.." Peringat Julie pada suaminya.


''Nanti beli lagi.''


Rehan tidak ingin memperdulikan yang lainnya, bagi nya kenikmatan yang ia dan Julie rasakan lah yang utama.


Segelenyar sensasi di setiap sentuhan Rehan selalu saja membuat Julie mendapatkan kepuasan tersendiri, dan baginya Rehan sangatlah lihai dalam memberinya rasa itu.


Suara indah tertahan yang keluar dari bibir Julie hampir membuat Rehan meledak, dirinya sudah tidak tahan lagi, setelah cukup lama dengan pergulatan yang dahsyat kedua kini dipenuhi dengan peluh yang sudah membasahi tubuh.


Setelah nafas Rehan mulai normal, ia melepaskan diri dari tubuh Julie dan melihat tubuh istrinya yang terkulai lemas di ata meja makan.


CUP..CUP..CUP..


Rehan menciumi perut Julie dan mengelusnya pelan.


''Cepatlah menjadi baby di dalam sini.."


Julie hanya tersenyum melihat perlakuan suaminya itu. Rehan kembali membawa tubuh Julie dalam pelukan nya dan membopong tubuh Julie menuju kamar tidur, dengan perlahan ia membaringkan tubuh Julie di atas tempat tidur dan menyelimuti tubuh yang saat ini tengah kelelahan.


"Istirahatlah sayang, aku akan membangunkan mu saat sarapan sudah siap." Rehan membelai rambut Julie dan mencium singkat bibir wanita yang kini telah menjadi istrinya itu.


Setelah mata Julie kembali terpejam, Rehan mengambil piyama nya dan menuju kedapur untuk menyiapkan sarapan.


Setelah cukup lama, Rehan sudah selesai dengan pekerjaan nya, dan saat nya untuk sarapan.


"Moo...?' Rehan masuk ke kamar dan melihat Julie sudah tidak ada ditempat tidurnya.


tok..tok..


"Moo,, apa kau di dalam ..?" Rehan mengetuk pintu kamar mandi namun tidak ada jawaban juga dari sana. "Aneh, dimana Julie? aku tidak melihatnya turun ataupun mendengar suaranya, tapi dimana dia sekarang..?"


Rehan mencari Julie disekeliling rumah namun tidak juga menemukan dimana keberadaan Julie. Rehan bahkan menelpon ponsel wanita itu, namun ponselnya berada di atas nakas dan tidak berubah dari posisi sebelumnya.

__ADS_1


Rehan benar-benar panik sekarang. ia tidak menemukan dimana keberadaan Julie, bahkan tidak ada yang melihat wanita itu keluar dari Villa tersebut.


"Ya tuhan.. dimana kau Moo,, jangan membuatku semakin cemas." Rehan mondar-mandir sambil menghubungi orang-orang yang mungkin dihubungi Julie, namun hasilnya sama. Tidak ada yang berbicara secara langsung ataupun melalui telpon dengan Julie.


Krriiiieeeeettt...


Rehan terkejut mendengar suara tersebut, dan ia mencari dari mana sumber suara itu berasal. Setelah mengitari seluruh kamar


Mata Rehan tertuju pada sebuah lemari pakain yang sedikit terbuka, dengan cepat Rehan membuka lemari itu dan betapa terkejutnya Rehan melihat Julie yang masih membungkus tubuhnya dengan selimut terbaring diatas tumpukan baju-baju.


Namun Rehan juga bernafas lega karna Julie hanyalah tertidur.


Rehan menepuk-nepuk pipi Julie untuk membangunkan wanita itu. "Moo.. apa kau bisa mendengarku? heii.. sayang bangunlah.." dengan perlahan Rehan mengangkat tubuh Julie dan memindahkan tubuh Julie kembali ke atas tempat tidur.


LIma menit kemudian, usaha Rehan tak sia-sia, Julie pun terbangun dari tidurnya.


Mata wanita itu mengerjap-ngerjap membuat bulu mata lentiknya seakan menari. "Boo,, kau kenapa..?" Julie mengulurkan tangan nya menyentuh wajah Rehan. "Kau tampak sangat lelah..?". Rehan tersenyum lembut pada Julie dan membawa tangan wanita itu untuk di kecupnya. "Baru saja Seorang putri tidur membuatku sangat panik" ucap nya sambil membelai wajah Julie. Rehan membopong tubuh Julie dan membawa tubuh itu masuk ke dalam bak mandi yang sudah terisi air untuk berendam. "AKu sangat lapar, tapi ini sudah terlalu siang untuk sarapan, jadi kita akan makan siang diluar, namun sebelumnya kita mandi dulu, jika tidak aku akan kembali memakan mu lagi." Rehan mencium bibir Julie sekilas.


****************


"Ada sesuatu yang ingin kamu makan Moo..?"' Julie menggelengkan kepala nya, tidak ada satupun terpikir oleh nya apa yang sedang ingin ia makan, yang ada di pikiran nya kali ini hanyalah pergi jalan-jalan di pantai dan melihat para turis dengan tubuh yang di penuhi roti sobek. "Apa kita bisa jalan-jalan disana..?" tunjuk Julie ke arah pantai. "Moo,, matahari sangat panas disini, bukan kah kita ingin makan siang kenapa malah jadi jalan-jalan?" ucap Rehan keheranan. "tapi aku ingin kesana Boo,, ada banyak laki-laki tampan dengan tubuh bagus disaa.....naaa' Julie menutup mulutnya. ia tau tak seharunya ia mengucapkan keinginan nya apalagi dihadapan Rehan suaminya.


"APA...??LAKI-LAKI TAMPAN..? TUBUH BAGUS..?? SHIITT....


"Aku tidak ada maksud apa-apa Boo,, tapi aku benar-benar ingin melihat mereka..!" Julie memelas pada Rehan. "Apa aku masih kurang Moo..?? apa tubuh ku masih kalah dengan mereka, apa masih belum seperti yang kau mau..??"


Rehan benar-benar kesal dengan permintaan konyol Julie. "AAAAaa.. hiks..hiks... kamu jahat Boo.. aku hanya ingin melihat mereka... Aaaaaaaa....."


Sekarang Rehan semakin bertambah pusing, belum lagi kesalnya hilang karna permintaan Julie sebelumnya, kini ia harus di hadapankan dengan Julie yang menangis seperti anak kecil merengek padanya.


Tak ingin terlalu lama menjadi tontonan orang banyak, Rehan pun mengalah pada Julie..


Sssttt... ssstttt... diamlah moo,, baiklah kita akan pergi kesana, tapi setelah makan siang, ok..??' Rehan membuat kesepatakan dengan Julie. Seketika Julie langsung berhenti menangis dan tersenyum lebar, 'Baiklah Boo,, ayo makan.." ajak Julie seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


.


.


.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LIKE AND COMENT 🖤🖤


__ADS_2