
HAPPY READING ❤
.
.
.
.
Setelah selesai, Julie membereskan meja makan kemudian mencuci semua piring yang tadi mereka gunakan, sementara Rehan masih duduk di meja makan untuk
memperhatikan Julie. Membuat Julie sedikit salah tingkah dan merasa canggung karena terus di perhatikan oleh Rehan.
"Ehmm,, terima kasih atas makan siang nya, maaf karena telah merepotkan mu.." Ucap Julie yang masih membelakangi Rehan sambil menyusun semua piring yang kini sudah bersih. "Hem, tak perlu berterima kasih, aku senang melakukan nya untuk mu" balas Rehan yang sejak tadi senyum di bibirnya belum menghilang.
Setelah Julie mengeringkan tangan nya, ia membuatkan teh untuk Rehan dan dirinya. Ia tidak mungkin langsung mengusir Rehan begitu saja setelah semua yang laki-laki itu lakukan untuk nya. Meskipun itu sederhana, tapi bagi Julie itu adalah hal yang besar. Ini pertama kali nya bagi Julie ada seseorang yang memperhatikan nya seperti ini.
Setelah selesai menyeduh teh, Julie menatap pada Rehan yang masih setia duduk di tempatnya.
"Rehan, mari kita bicara". Ucap Julie kemudian berjalan mendahului Rehan menuju ruang tamu, dan disusul Rehan di belakang nya. Julie memberikan teh nya pada Rehan.
Setelah menghembuskan nafas dan menetralkan perasaan nya Juliepun memulai pembicaraan keduanya.
"Baiklah Rehan,, apa yang kau inginkan?? tanya Julie langsung pada intinya. Terlihat Rehan membetulkan posisi duduknya dan menatap pada Julie.
"Julie, kau tau apa yang aku inginkan.. bukan kah sudah ku katakan, aku jatuh cinta pada mu dan aku ingin kau jadi kekasih ku". Ucap Rehan dengan tulus, dan Julie dapat melihat kejujuran di mata laki-laki itu.
"Bagaimana dengan mu?? apa kau masih meragukan semua yang ku katakan..?? Kini Rehan yang berbalik bertanya pada Julie.
Gadis itu tertunduk dalam diam. "Julie,, katakan pada ku, apa kau tidak memiliki perasaan yang sama pada ku..?? hem..? Tanya Rehan sedikit menuntut.
__ADS_1
Kini Julie memberanikan diri menatap langsung pada Rehan, menatap wajah laki-laki di hadapan nya. Laki-laki yang baru saja mengatkan Cinta pada nya.
"Aku tidak yakin dengan perasaan ku Rehan, Kau,, kau membuat hati ku berdebar, tapi tapu itu bukan alasan yang tepat, itu salah jika aku.. aku menerima mu dengan perasaan seperti itu" balas gadis itu sesungguhnya.
Membuat Rehan langsung mendekat pada Julie dan memeluk gadis itu. "Kalau begitu ijin aku untuk membuat mu yakin dengan cintaku, berikan aku kesempatan untuk menunjukkannya pada mu". Ucap Rehan sambil membelai rambut Julie yang terurai.
"Bagaimana,,.. bagaimana dengan kekasihmu..? tanya Julie. Mengingat kejadian nya sebelum di Club malam saat Rehan berkelahi untuk melindungi Isabele.
Rehan melepaskan pelukan nya dan menatap heran pada Julie.
"Kekasih...?? Aku...?? siapa yang kau maksudkan?? Tanya Rehan mulai serius.
"Wanita yang saat itu bersama mu.." jawab Julie smbil membuang arah wajahnya.
Melihat Julie, membuat Rehan tak dapat menyembunyikan senyuman nya.
"maksud mu Isabele..?? tanya Rehan yang hanya di balas anggukan Oleh Julie.
"Isabele bukan siapa-siapa. Isabele hanya teman kerja ku. Kau tau saat itu dia hampir di lecehkan, dan aku hanya melindungi nya. itu saja tidak lebih". Ucap Rehan meyakin Julie yang kini menatap nya.
"Justru saat ini kau lah yang sedang selingkuh" ucap Rehan yang sudah melepaskan tangan nya dari wajah Julie, dan menjauhkan sedikit posisi duduknya.
"AKU...?? gadis itu membeo sambil menunjuk dirinya. Yang di balas anggukan kuat dari Rehan. "Ya, kau selingkuh dengan Aldi..". balas Rehan cepat.
"aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Aldi,, itu hanya pura-pura". balas Julie tak terima dengan tuduhan Rehan. Membuat senyum Rehan seketika mengembang, dan langsung memeluk Julie.
"Aku tau.." balas Rehan sangat senang. Julie kemudian merutuki kebodohan nya tidak bisa menutup mulutnya dengan baik. Betapa bodohnya ia mengungkapkan semua kebohongan yang dibuat nya sendiri.
"Sekarang kau sudah resmi menjadi kekasih ku, dan kau harus mengakuinya" ucap Rehan yang semakin mengeratkan pelukan nya pada tubuh mungil Julie.
"Hei,, lepaskan aku.. kau membuatku hampir tidak bisa bernafas" ucap Julie sambil memukul bahu Rehan minta di lepaskan. Membuat sang empunya tubuh segera melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
Setelah Rehan melepaskan pelukan nya, Julie segera mengatur nafasnya dan merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku akibat pelukan Rehan.
"Hari ini adalah hari pertama kita resmi berkencan, jadi kita harus merayakan nya" ucap Rehan antusias..
"Merayakan nya..?? kau sangat berlebihan! Balas Julie yang kini telah bangkit dari duduknya, yang secepat kilat juga tangan Rehan menarik nya dan membuat Julie jatuh terduduk dalam pangkuan Rehan.
"Kalau begitu berikan aku ciuman hari jadi.."
Sedetik kemudian Rehan telah ******* bibir Ranum Julie yang selalu terasa manis dan bagaikan candu bagi nya.
Julie pun membalas ciuman Rehan yang terasa lembut dan memabukan, dengan reflek membuat ia mengalungkan tangan nya pada leher Rehan dan keduanya pun larut dalam kehangatan cumbuan yang sedang berlangsung.
" I Love You Julie..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙