My Hot Woman

My Hot Woman
BEKERJA SAMA


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


.


.


.


.


''Bagaimana kondisi bayi kami Dok..?''


Rehan dan Julie sudah berada di ruanganan dokter Heru. Dokter yang selama ini menangani kehamilan Julie.


'Bayi nya sangat sehat, bisa di lihat di monitor, semua perkembangan bayi nya sempurna sesuai dengan usia kandungan.


Detak jantung bayi nya juga normal, dan berat serta panjang nya juga normal,,


dan selamat,, bayi anda berjenis kelamin perempuan.'


Dokter Heru menyampaikan informasi sedetail mungkin bagi Julie dan juga Rehan.


Wajah Rehan dan Julie sangat bahagia mendengar kabar perkembangan bayi mereka.


''Syukurlah kalau begitu.'' Julie merasakan bayi di dalam perut nya bergerak. ''Lihat Boo,, bayi kita seperti nya juga senang..''


Rehan tak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya, ia sudah tidak sabar menantikan moment untuk segera melihat bagaimana cantik dan lucu nya putri mereka nanti.


''Kalau begitu kami permisi dok, terima kasih untuk waktu anda.''


''Terima kasih kembali, jangan lupa vitamin anda nyonya dan jaga kesehatan anda juga.''


Saran dokter Heru.


Setelah selesai berjabat tangan, Julie dan Rehan kembali ke sekolah Zen untuk menjemput anak sulung mereka.


Ya, saat ini mereka sudah menganggap Zen seperti anak sendiri,, meskipun Rehan merasa tidak enak pada Aldi karna seolah-olah sudah menguasai anak nya, namun tak di pungkiri Rehan juga menyayangi Zen seperti Julie.


''Moo, apa kau ingin berbelanja keperluan princess kita..??'' Tawar Rehan pada istrinya.


''Seperti nya tidak hari ini Boo,, entah kenapa aku merasa cukup lelah..'' ucap Julie dengan wajah yang terlihat tak bersemangat.


''Benarkah Moo..? Apa kau ingin kita kembali sekali lagi untuk memeriksakan kesehatan mu, aku tidak ingin hal buruk terjadi pada dirimu dan juga anak kita.'' ucap Rehan resah dengan perubahan seketika pada istri nya.


''Sebaiknya kita jemput Zen dulu, setelah itu kita kembali kerumah, aku hanya ingin beristirahat.'' ucap Julie tak bersemangat.


''Baiklah sayang, seperti yang kau inginkan,''


Tiga puluh menit kemudian, Mobil Rehan sudah terparkir di halaman sekolah Zen.

__ADS_1


''Sayang, kamu tunggu di sini. Aku yang akan menjemput jagoan kita.'' perintah Rehan.


Tak lama kemudian Rehan sudah membawa Zen keluar dari ruang tunggu, keduanya berjalan sambil bergandengan tangan. Pemandangan yang selalu Julie sukai.


''Lihat sayang,, Dady dan kakak mu sangat tampan.'' ucap Julie berbicara pada calon anak mereka, seolah mengerti yang Julie katakan, bayi dalam perutnya bergerak-gerak merespon ucapan Julie, membuat Julie sedikit meringis karna gerakan tiba-tiba tersebut.


''Ada apa Moo..??'' Rehan yang mulai khawatir karna sempat melihat Julie yang sedang meringis sambil mengelus perutnya.


"Tidak apa-apa Boo,, hanya saja bayi kita tiba-tiba bergerak..'' ucap Julie sambil tersenyum.


""Haloo mollie,, apa hari ini adik bayi sehat..?'' tanya Zen saat sudah naik ke dalam mobil.


,-ya sayang. Adik bayi sangat sehat. Bagiamana dengan belajar mu hari ini, apakah menyenangkan..??''


,-Ya mollie, semua nya menyenangkan seperti biasa nya.''


''Bagus lah kalau begitu.''


Rehan pun melajukan mobil nya menuju kerumah mereka. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, mereka pun akhirnya tiba.


Dengan sigap Rehan membuka kan kedua pintu mobil bagi Istri serta putra sulung mereka.


"Biar aku yang membawa ini Moo,,'' Rehan mengambil alih tas yang ada di tangan Julie.


"Terima kasih suami ku.. i love you.''


,-I love you too my angel..''


______________________________________


''Boo,, apa kamu tidak kembali ke kantor..?""


Julie membelai kepala Rehan yang bersender di pinggang nya sambil terus menciumi perut buncit Julie.


''Aku sedang ingin bersama kamu dan juga anak kita sayang.'' Rehan masih mengusap perut Julie.


''Moo,, bolehkah sekarang aku mengunjungi anak kita,,?? Tanya Rehan sambil mendongak menatap Julie dengan tatapan dewa nya.


"Sekarang..?? di siang hari seperti ini,,?''


''Apa kali ini kamu akan menolak ku lagi Moo..??"


Rehan mulai menampak kan wajah patah hati nya. Sudah cukup lama Rehan tidak melakukan penyatuan dengan Julie. Alasan nya karna bawaan bayi. Awalnya Rehan memaklumi hal itu, ia pikir itu hanya berlangsung sebentar,, tapi tidak di sangka sudah hampir 1 bulan ini Julie selalu menolaknya dengan alasan bayi mereka yang menolak Rehan.


"bukan begitu Boo,, hanya saja,,


"Hanya saja apa Moo,,? bayi kita ada di dalam perut mu. Jika kamu terus seperti ini, berarti kamu juga menolak ku,, tidak hanya bayi kita!'' ucapnya sedikit kecewa.


Julie memang merasa bersalah dengan Rehan. Ia begitu mencintai suaminya, dan ia tau kalau Rehan selalu merasa candu untuk menyatu dengan dirinya, hanya saja selama ini ia tidak mengarang alasan. Ia benar-benar merasa tidak ingin melakukan hal itu dengan Rehan, setiap Rehan menyentuhnya untuk memberikan ransangan, ia selalu merasa tidak nyaman. Itulah yang Julie rasakan.

__ADS_1


Rehan mengusap lembut paha dalam Julie, menyentuhnya dengan sensual, menyalurkan setiap hasrat yang selama ini Rehan pendam.


''Kau tidak tau bagaimana rasanya harus menahan diri sayang,, itu membuat ku hampir gila.'' bisiknya lembut.


"Jangan tolak aku Moo,, rasakan setiap sentuhan ku,, bayi kita juga pasti merindukan ku, aku hanya ingin mengunjunginya sebentar." bujuk Rehan.


,-Princess,, bekerja samalah dengan Dady agar tidak menyakiti mommy."


Kata Rehan lagi lagi lalu mencium perut Julie yang sudah membuncit.


Merasa tidak tega dengan Rehan yang selalu ia tolak, Julie pun mengabaikan perasaan tidak nyaman yang tengah ia rasakan. Dengan perlahan, Julie juga mulai menerima setiap sentuhan Rehan. Kali ini saja, ia akan mengabaikan perasaan tidak ingin nya demi suami yang ia cintai.


Berbekalkan pemgetahuan dari dokter, untuk melakukan hubungan yang aman saat istri hamil, Rehan pun melakukan yang di anjurkan. Ia tidak ingin menyakiti Julie atau pun bayi mereka, meskipun hasratnya sangat bergejolak.


Seperti ini saja pun tidak masalah, asalkan semuanya kebutuhan nya dapat tersalurkan.


''Terima kasih sayang. Apa tadi aku menyakiti mu dan bayi kita..?" tanya Rehan sambil mencium pucuk kepala Julie.


Julie hanya menggelengkan lemah kepala nya. ia benar-benar merasa lelah. Penyatuan yang begitu nikmat, sampai membuat tubuhnya bergetar, kini ia tersipu malu menatap wajah Rehan.


"Aku baik-baik saja Boo..''


"Tidurlah Moo, aku akan disini sebentar lagi." Rehan membelai rambut Julie sampai istrinya itu mulai terlelap.


.


.


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Like and Coment Ya.. 😉 🖤🖤


Baca Juga karya Author lain nya 🙏🙏


-My Experience Love


(Romance, time travel)


-Devil Beside You


(Romance Action)

__ADS_1


Terima kasih 🖤🖤**


__ADS_2