My Hot Woman

My Hot Woman
SOFIA


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


Setelah cukup lama berbincang, tidak terasa waktu pun cepat berlalu, Rehan dan Isabele akhirnya memutuskan untuk kembali ke kantor setelah menyelesaikan makan siang mereka.


"Rehan, apa kau tidak keberatan jika aku ingin bertemu dengan kekasih mu itu..? Aku sangat ingin menemuinya, mendengar dari cerita mu, seperti nya dia wanita yang menyenangkan.


Apa kau tidak keberatan, jika sesekali mengajak ku untuk bertemu dengan nya..?" pinta Isabele. Selain penasaran dengan sosok yang Rehan maksud, sebenarnya Isabele memang belum terima jika Rehan memiliki seorang kekasih.


"Menurut mu begitu..? Tapi kau jangan kecewa jika nanti dia tidak seperti yang kau harapkan.


Dia wanita yang galak..!"


seru Rehan sambil setengah berbisik,,membuat Isabele tertawa mendengar penuturan Rehan.


"Benarkah..? Seberapa galak wanita mu itu..??" Isabele mencoba memberikan pesona nya sebagai seorang wanita yang penuh dengan kelembutan khas putri seorang konglomerat.


"Dia sangat Galak..! setiap melihat ku dia akan melebarkan matanya seperti ini.."


Rehan bicara sambil memperlihatkan matanya yang melotot. Keduanya kembali tergelak karena tingkah konyol Rehan.


"Aku semakin penasaran..". Ajak aku jika kau ingin bertemu dengan nya, Oke..?"


"Baiklah. Jika kau memang ingin bertemu dengan nya, kau bisa ikutt dengan ku nanti malam. Aku akan ke Club Z, kau bisa datang kesana, kita akan bertemu disana malam ini. bagaimana..??"


"Kedengaran nya menarik, aku akan kesana." Isabelle menyetujui ajakan Rehan begitu saja. Meskipun jujur ini adalah kali pertama bagi Isabele mendatangi tempat terlarang itu.


Lima belas menit kemudian mobil Rehan sudah sampai di depan kantor, Rehan pun turun dari mobil di ikuti oleh Isabele.


"Baiklah Isabele, kita bertemu nanti malam. Aku akan naik sekarang, sebentar lagi akan rapat. Kau hati-hatilah saat kembali !"


Pamit Rehan sambil tersenyum pada Isabele yang hanya di balas anggukan oleh wanita itu, kemudian Rehan pun berlalu meninggalkan Isabele yang masih berdiri di Loby menatap punggung Rehan yang semakin menjauh.


"Huh! Isabale sadarlah Rehan sudah memiliki wanita yang di cintainya!!"


Wanita itu bergumam pada diri sendiri sambil menghembuskan nafasnya gusar, kemudian berlalu dengan langkah gontai.


"Hey... Bro.. siapa wanita tadi..?"


Terjang Dony dari arah samping, bermaksud mengagetkan Rehan. Ia kebetulan melihat kedatangan keduanya saat ia bertanya pada Resepsionis, dan kini ia penasaran.


"Wanita yang mana yang kau maksudkan..?"


Rehan mengerutkan kening nya menatap ke arah Dony.


"Yang barusan turun dari mobil mu lah, yang mana lagi..??" Dony menampakan cengiran nya.


"Namanya Isabele, putri dari pak Handoko Klien baru ku." jawab Rehan tak berminat dengan percakapan Dony.


"Hanya putri seorang Klien..? ku lihat kalian berdua cukup dekat."


Ucap Dony sambil mengikuti Rehan masuk ke dalam Ruangan nya.


"Ya. Hanya putri seorang Klien, memang nya apa lagi...? Kau ingin minum..?" tawar Rehan setengah malas.


"Wiskey saja!" tanpa disuruh Dony sudah mendaratkan bokongnya keatas sofa empuk di ruangan itu.


Setelah mengisi penuh dua gelas minuman, ia pun memberikannya pada Dony seraya ikut duduk disana.


"O'ya ada apa kau mengunjungi ku..? aku tidak bisa meladeni mu terlalu lama, karna sebentar lagi aku akan ada rapat."


Ucap Rehan sambil melihat Jam yang melingkar di tangan nya.


"Hanya ingin mampir.."

__ADS_1


Jawab Dony santai sambil menyesap minuman nya.


"Seperti nya perusahaan mu memang akan bangkrut sebentar lagi..!!" peringat Rehan pada sahabatnya itu.


"Mulut mu seperti nya sudah lama tidak di sekolahkan ya Bro..??


Doa mu sangat kejam!" Dony menggelengkan kepala nya sambil menatap sengit pada Rehan.


"Bagaimana tidak bangkrut jika bos nya seperti dirimu..!" Rehan tak memperdulikan bagaimana cara sahabatnya saat ini melihatnya, namun demi kebaikan Rehan harus memperingatkan sahabatnya itu.


"Ada apa dengan ku..?"


"Sudah lah, lebih baik aku kembali saja, O'ya temui aku nanti malam, ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu. Oke..


Jangan asal menghilang seperti kemarin..!


Malam ini di Club Z, aku akan ada disana pukul sembilan malam."


"Hem"


___________


Waktu sudah menunjuk kan pukul 8 malam. Semua pekerjaan Rehan pun telah selesai, kini ia memutuskan untuk pulang, dan bersiap-siap untuk menemui Julie di Club, karna malam ini wanita nya itu pasti akan bekerja. Ia pun bergegas mengambil kunci mobilnya dan pergi.


Setelah selesai berganti pakaian, Rehan pun berangkat menuju Club Z.


Tidak lupa ia juga menghubungi Isabelle terlebih dahulu, agar wanita itu bisa bersiap-siap karena mereka sudah berjanji akan bertemu disana sebelumnya.


Setelah menempuh perjalan selama tiga puluh menit Rehan pun tiba di Club, sebelum menempati Box Vip miliknya ia terlebih dahulu berpesan pada keamanan yang bertugas untuk mengarah kan Isabele ke bilik milik nya.


Tak lama setelah Rehan mengisi tempatnya, Dony pun tiba bersama seorang wanita di samping nya.


"Hay bro, kau sudah lama..?"


Dony menyapa sambil tersenyum penuh teka-teki terhadap Rehan.


"O'ya kau ingat gadis ini?- Rehan menunjuk pada gadis muda di sebelahnya, yang saat ini tersenyum lebar pada Rehan menunjukan rentetan gigi putihnya.


gadis ini yang ingin menemuimu, kau masih ingat dia..?" tunjuk Donya sambil merangkul bahu gadis muda itu.


"Astaga Rehan! dia Sofia sepupu ku, gadis yang dulu selalu mengikutimu untuk minta coklat, kau ingat ?" Dony sengaja memberikan clue pada Rehan.


" Gadis coklat yang dulu..? Sofia yang itu, yang rambut nya selalu di kepang, ini gadis itu, Benarkan..?" Rehan bangga mendapatkan ingatan nya.


"Tapi ka Rey.. kanapa hanya mengingat ku yang jelek-jeleknya saja sih..?" protes gadis itu sambil memanyunkan bibirnya, kesal yang dibuat-buat.


"Kemarilah, aku mengingat mu gadis coklat!"


Rehan merangkul Sofia dan mengacak rambut gadis itu, layak nya seorang kaka ke adik perempuan nya.


"O'ya Don, apa gadis coklat ini memiliki ijin untuk pergi ke club ?" goda Rehan lagi.


"Kak Rey! aku bukan anak kecil lagi, aku sudah 22 Tahun tau!" gadis itu kini semakin memanyun kan bibirnya sambil bersedekap.


"Waahh benar kah? apa kau saat ini juga sudah memiliki kekasih..?"


"Aku rasa tidak bro mana ada laki-laki yang tertarik pada anak kecil ini!"


Keduanya nampak kompak menjaili gadis itu.


"Rehan.....??" Sapa Isabele di temani tim keamanan yang Rehan perintahkan sebelumnya.


Dengan datang nya Isabele ketiganya pun menghentikan kejailan sebelumnya.


"Isabele, kemarilah! mari ku perkenalkan." Isabele berdiri disamping Rehan sambil tersenyum. "Ini Dony sahabat ku, dan yang itu Sofia sepupu Dony.


Dony, Sofia, perkenalkan ini Isabale teman ku." Rehan saling memperkenalkan teman-teman nya.


Sofia dengan semangat terlebih dahulu bangkit dan bersalaman dengan Isabele.


Kemudian Dony yang sempat-sempatnya melancarkan rayuan pada wanita muda itu.

__ADS_1


"Kak Isabele pacar kak Rey ya?" Sofia antusias saat melihat Rehan membawa seorang wanita bersamanya.


"Ah, tidak. Aku hanya teman kerja nya saja." Jawab Isabele, sambil tersenyum malu-malu.


"Kaka, aku tidak suka wanita ini.. dia tidak cocok dengan ka Rey.. !"


bisik Sofia kepada Dony.


"Ssttt.. anak kecil jangan ikut campur, bergaulah yang baik dengan Isabele, siapa yang akan tau jika nanti dia akan jadi istri Rehan. hem..?" tegur Dony pada Sofia.


Huh..


"Emm, hey aku tinggal sebentar ya.."


Pamit Dony meninggalkan mereka bertiga disana. Tidak lama, setelah 10 menit diapun kembali.


"Hey, aku ingin perkenalkan seseorang pada kalian..!"


Seru Dony yang kemudian mendapat perhatian dari ketiga orang yang tengah asyik berbincang tersebut.


DEG....


Julie berdiri disana, di samping Dony sambil menatap ke arah Rehan, keduanya pun saling bertatapan namun tidak disadari oleh yang lainnya.


"Julie, perkenalkan, Ini sepupu ku Sofia, itu Rehan, dan itu Isabele kekasih lelaki itu "


bisik Dony pada Julie.


Sementara Julie tidak berkomentar hanya tersenyum ke arah ketiga nya.


"Dan kalian, Ini Julie, kau ingatkan Rey yang waktu itu ku ceritakan..??"


Dony bicara dengan bangga, sementara pandangan Rehan masih tertuju Julie.


Rehan sedang cemburu melihat Dony yang membawa kekasihnya.


"Wahh kaka ini cantik sekali. Apa dia kekasihmu kak.?" Ceteluk Sofia seraya berdiri dan mendekati Julie. Sofia memang gadis yang sangat pecicilan terhadap orang-orang baru yang ia temui, ia memiliki kepekaan tersendiri terhadap orang-orang.


"Belum. Tapi akan.."


Ujar Dony dengan PD nya membuat Rahang Rehan lagi-lagi mengeras mendengar ucapan Dony.


"Rehan..?"


Isabele menyentuh tangan Rehan, karena laki-laki itu terlihat sangat tegang. Dan itu semua tidak luput dari perhatian Julie.


"kami hanya teman!" Jawab Juli cepat menimpali.


"Benarkah..? Wahh kakak ini memang tidak cocok dengan mu ka, terlalu cantik..!!"


Balas Sofia sambil melirik dan mengejek ke arah Dony.


"Duduk lah ka Julie, masih banyak tempat disini" Tawar Sofia, namun segera di tolak oleh Julie.


"Aku harus kembali, aku harus bekerja.


,-Don, sebaik nya aku kembali, permisi!" Ucap Julie kemudian segera berlalu meninggalkan mereka semua.


"Brengsek!!


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Don't forget for Like and Coment ♥♥


__ADS_2