
...HAPPY READING GUYS.....
Satu minggu sudah Rehan tidak bertemu dengan Julie. Ia sudah pergi ke Club' tempat gadis itu bekerja beberapa hari terakhir namun gadis itu tidak pernah datang, alasan nya karena Julie hanyalah Dj pengganti, jadi ia tidak terikat kontrak di sana.
Ia pergi ke Apartemen gadis itu, menuggu nya namun tidak ada tanda-tanda gadis itu berada di rumah. Julie menghilang begitu saja. Membuat Rehan setengah Frustasi memikirkan nya.
''Apa aku sudah keterlaluan pada Julie..? tapi aku tidak melakukan hal yang salah pada nya,aku hanya meminta nya menjadi kekasih ku, aku hanya mencium nya, aku hanya, Aaahh... apa ia takut karena aku menciumnya begitu saja..? ****! Pasti karena itu."
Rehan bergumam sendiri sambil mengacak rambut juga mengusap kasar wajahnya.
"Mungkin ia berfikir aku laki-laki yang sangat mesum. Ya kau memang mesum Rehan, apa kau baru menyadari nya?" katanya lagi.
Tok..tok...
"Wow bro, ada apa dengan mu..? Kau tampak kacau..? Apa perusahaan mu bangkrut...?" Akhirnya, sahabatnya itu mendapat peluang untuk mentertawakan Keadaan Rehan yang terlihat semrawut.
"Ada apa kau kesini..?" Seperti biasa, bukan Rehan namanya kalau kata-kata sinis tidak keluar dari mulutnya.
"Aku hanya ingin mampir. Aku serius Rey, ada apa dengan mu, tidak biasanya kau seperti ini..? " Dony tampak mencemaskan Rehan.
"Aku baik-baik saja. Aku sedang banyak pekerjaan sekarang, keluarlah..!" Rehan mendengus, dan enggan untuk bicara dengan Dony.
"Kau mengusirku...? Kau memang selalu kejam!"
Dony berucap dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Lalu kau mau apa disini..? Lebih baik kau kembali ke kantor mu, jika tidak aku pastikan perusahaan mu yang akan bangkrut lebih dulu..!" Rehan berdecak kesal. Pikiran nya sedang kacau saat ini. Julie nya pergi.
Dony pun pergi begitu saja, tanpa mengucapkan apapun pada Rehan. Ia juga sedang tidak ingin berdebat dengan sahabatnya itu, mungkin saja sahabatnya itu akan memanggil keamanan jika ia memaksa untuk tetap tinggal.
Semetara itu....
Julie terbangun dari tidurnya, ia merasa sangat kelelahan. Bukan karena aktifitas nya sebagai seorang Dj, tapi karena pekerjaan barunya sebagai pengangguran yang seperti seorang buronan.
Ya, beberapa hari ini saat ia ingin pergi untuk membeli keperluan nya baik itu pagi siang sore ia selalu melihat Rehan ada di depan apartemen nya, membuat Julie semakin lelah untuk terus bersembunyi.
Bahkan untuk pergi membeli makanan saja ia harus menggunakan penyamaran yang sempurna dan harus keluar tengah malam agar tidak bertemu Rehan.
Sebenar nya ia juga bingung, kenapa laki-laki itu terus mencari nya, dan kenapa juga ia harus bersembunyi, ia bukan seorang penjahat.
Julie mengusap kening nya yang bahkan tidak berkeringat. Bicara sambil mengeluarkan ******* tertahan, benci atas ketakutan dan ketidakberdayaan nya sediri untuk menghadapi laki-laki itu.
"Tidak bisa, kenapa aku yang harus terus bersembunyi? Bukan kah aku seorang yang cukup terkenal? Kenapa harus aku yang takut pada nya? anggap saja laki-laki itu Fans ku. Ya, benar fans, hanya fans.." Julie berusaha meyakinkan dirinya.
"Aaahhhh, tapi tidak bisa! bagaimana jika dia menyeret ku lagi seperti waktu itu, bagaimana jika, Ahhh, aku tidak bisa! membayangkan malam itu saja sudah sangat menakutkan, apalagi kalau,.."
Lagi-lagi Julie mengusap wajahnya sambil kembali mengguling-gulingkan diri di atas kasur. Poor Julie.
"Aku harus memikirkan cara lain. Cara? cara apa yang harus aku gunakan?'' Gadis itu berpikir sejenak.
Ting.
__ADS_1
"Ya, aku bisa menggunakan cara itu."
Julie tersenyum bahagia setelah otak nya menemukan sebuah ide yang dapat ia gunakan untuk menghindari laki-laki itu.
Sejurus kemudian ia berlari dari atas tempat tidur nya mencari-cari dimana keberadaan benda tipis kesayangan nya.
"Dapat. ini? yang ini bukan, Aahh ini dia..!" Julie mencari-cari nomor kontak di ponselnya.
"Hai, apa kabar mu ? Kau sibuk ? bisa kita bertemu, ada yang ingin ku bicarakan, itupun jika kamu tidak keberatan." ajak Julie pada seseorang yang sedang bicara padanya di sambungan telepon.
"Baik, kita bertemu di Cafe S, jam 8 malam. See Yaa..."
Julie sedang menyusun sebuah rencana cemerlang untuk mengusir Rehan dari dalam hidupnya. Julie ingin kehidupan nya kembali seperti biasa.
Bebas tanpa ada orang yang selalu meneror dan berlaku semena-mena atas dirinya.
Benar. Julie tak bisa membiarkan Rehan mengendalikan kehidupan nya. Julie ingin segera keluar dari pintu apartment yang selama ini telah mengurungnya.
"Ku mohon. Pergilah..! pergi jauh-jauh dari hidup ku!"
...❄️...
...❄️...
...❄️...
__ADS_1