My Hot Woman

My Hot Woman
PEMERIKSAAN JULIE


__ADS_3

🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


.


Rehan dan Julie terpaksa harus menunda kepulangan mereka. hari ini adalah hari yang di jadwalkan dokter Dave untuk melakukan beberapa tes tambahan pada Julie, untuk menganalisa lebih lanjut tentang sleeping syndrom yang pernah di alaminya beberapa tahun silam pasca melahirkan.


"Selamat pagi,," Julie dan Rehan menyapa Aldi dan Margaret yang sudah lebih dulu berada diruang makan.


"Pagi.."


"'Oh Hai.. Mrs.Julie.. selamat pagi. Bagaimana perasaan mu pagi ini, apa kau merasa lebih baik..?" Margaret tersenyum hangat. Wanita itu sudah terlihat sangat cantik di pagi hari seperti ini.


"Aku baik-baik saja Mrs.Margarhet, terima kasih.'' Julie duduk di kursi yang sudah Rehan tarik sebelumnya.


"Selamat untuk kehamilan mu Julie,,-oh.emm.. bolehkah aku memanggil nama mu saja..?" Margaret meragu.


"Ya.. itu terdengar lebih baik. Terima kasih'' Julie kembali tersenyum. "Dimana anak-anak kita..?" Julie mencari keberadaan Zen dan juga Zoya yang tidak bersama-sama mereka diruang makan.


"Anak-anak ada di lantai atas. Aku sudah minta pelayan mengantarkan sarapan mereka tadi.'' jelas Margaret.


''Ahh...?


"Kamu mau sarapan apa Moo..?" Rehan bersiap untuk mengambilkan sarapan untuk istrinya, sambil menyiapkan piring dan juga mengambilkan segelas susu coklat untuk Julie.


"Duduklah Boo, aku yang akan menyiapkan sarapan nya.'' Perintah Julie merasa sedikit canggung di hadapan tuan rumah yang duduk di hadapan mereka.


Ssssstttt... "Kamu itu sedang hamil. Aku yang akan melakukan nya untuk mu. Ok? itu kesepakatan nya!" Rehan tidak ingin di bantah.


Aldi dan Margaret hanya tersenyum melihat ke possesifan Rehan terhadap Julie.


"Jadi apa yang kamu mau untuk sarapan mu sayang..?"


Merasa tidak ingin lama-lama menjadi tontonan, Julie pun menurut saja pada suaminya. Meskipun sebenarnya ia merasa tidak nyaman diperlakukan seperti itu di hadapan Aldi dan juga Margaret.


Ia ingin di lihat sebagai seorang wanita dan ibu yang mandiri dan bisa melayani suami dengan baik, bukan nya seperti ini. Ini lebih seperti menunjukkan sisi kemanjaan dan kebergantungan Julie pada suaminya.


Haaahhh... ya sudahlah..


"Moo...?" Rehan memanggil istrinya yang sedang melamun.


"Ya..?'' Julie sempat larut dalam pikiran nya sendiri sehingga tidak fokus dengan apa yang Rehan tanyakan.


Rehan mencubit gemas pipi istrinya itu.


"Aww.. Boo, hentikan..!! Julie membulatkan matanya pada Rehan. Ia semakin malu. Apalagi saat ini Aldi dan Margaret sedang mentertawakan mereka.

__ADS_1


Sudahlah. Masa bodoh dengan mu Boo!!!


"Aku mau sarapan, roti selai susu ditambah sedikit cheese. Setengah potongan apel, pisang, dan sedikit anggur. Sosis panggang itu, dan juga air mineral." sebutnya.


Rehan menyiapkan sesuai dengan apa yang istrinya sebutkan.


"Waww..., sepertinya ini dimulai sekarang!!'' celetuk Rehan sambil memberikan piring berisi menu yang Julie sebutkan sebelumnya.


"Apa nya Boo..?" tanya Julie mendengar pernyataan suaminya itu.


"Ahh.. tidak." Rehan menutup mulutnya (mingkem style)


"Apa? katakan apa nya yang di mulai sekarang..?" Julie memaksa Rehan.


"Proses penggemukan badan mu sayang.." cicit Rehan sambil tersenyum..


"REEEEYYY.... !!!!


HA-HA-HA....


___________________________________


Di rumah sakit..


Rehan mendatangi resepsionis untuk menanyakan kesediaan dokter Dave.


"Permisi, apa dokter Dave ada. Kami sudah membuat janji sebelumnya.."tanya Rehan.


"Ya.. benar. "


"Baik akan saya hubungi sebentar..'' perawat tersebut langsung melakukan panggilan.


"Mr. Rehan, silahkan menuju lantai 3, belok kiri lorong kedua. Di sana ruangan dokter Dave. Akan ada perawat jaga yang nanti akan mengantarkan Mr. dan Mrs. ke sana." jelas perawat tersebut.


Tak lama kemudian datanglah seorang perawat pria yang akan mengantarkan keduanya.


"Silahkan tunggu disini Mr dan Mrs, dokter Dave akan datang sebentar lagi."


"Terima kasih."


Perawat itu kembali melanjutkan tugasnya setelah mengantarkan Julie dan juga Rehan ke ruang tunggu pasien dokter Dave.


Lima belas menit kemudian....


"Mr. Rehan, Mrs. Julie maaf membuat kalian lama menunggu. Mari silahkan masuk." Sambut dokter Dave pada keduanya


"Terima kasih dokter."


"Silahkan duduk." Kata dokter Dave sambil meletakan stetoskopnya. "Bagaimana perasaan anda hari ini Mrs Julie, apakah lebih baik dari sebelumnya..?"


"Saya baik-baik saya dokter. Dan tubuh saya juga terasa lebih baik dari sebelumnya."


"Bagus kalau begitu. Hari ini saya akan melakukan beberapa tes terhadap tubuh anda Mrs. Julie. Ini hanya beberapa tes sederhana yang juga aman untuk Janin anda, mengingat usia kandungan anda yang masih terbilang muda. Pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan saat kandungan mencapai usia dua puluh minggu." Jelasnya.

__ADS_1


"Ini adalah beberapa tes yang akan saya lakukan, silahkan anda baca terlebih dahulu setelah anda menyetujuinya, kita akan langsung melakukan pemeriksaan lanjutan." dokter Dave menyerahkan beberapa kertas pada Rehan dan juga Julie.


Setelah selesai membaca semua prosedur dan juga mendapatkan penjelasan dari dokter Dave, Rehan dan Julie menyetujui untuk melakukan tes pada tubuhnya.


"Semua akan baik-baik saja sayang.."


Rehan menggenggam tangan Julie, sebelum tubuh istrinya itu di dorong ke dalam ruang pemeriksaan, sementara Rehan hanya menunggu hingga semua tes selesai dilakukan.


_____________________________________


Pukul 15.45 GMT


Keduanya sudah kembali ke Penthouse milik Aldi dan keluarga nya.


"Bagaimana hasilnya Rey..?" tanya Aldi yang sudah menunggu kedatangan keduanya sejak tadi.


"Aku akan mengantarkan Julie kembai ke kamar dulu Al,, aku akan menemui mu setelahnya."


"Hem. Baiklah.''


Tak lama setelah mengantarkan Julie naik ke kamarnya. Rehan kembali turun untuk menemui Aldi.


"Hei.." Rehan mengambil tempat duduk di depan Aldi.


"Jadi bagaimana Rey..?" tanya Aldi penasaran. Meskipun ia sudah menikah, Julie tetaplah seseorang yang penting bagi Aldi.


"Hasilnya akan keluar dalam tiga hari Al, dan sepertinya Julie akan lebih lama tinggal disini, mengingat usia kandungan nya yang rawan untuk melakukan penerbangan, dokter Dave yang menyarankan demikian." Rehan mendesah samar.


"Seperti itukah..?" Aldi menarik nafas dan menghembuskan nya pelan. "Sebaiknya ikuti saran dokter Dave. Ia adalah salah satu dokter terbaik yang juga cukup banyak menangani keluarga bangsawan. Dia dokter yang handal, dan kau bisa mempercayakan kesehatan Julie pada nya." saran Aldi. "O, ya lalu bagaimana dengan anak-anak..?"


"Sepertinya aku harus mengirim anak-anak untuk pulang lebih dulu, apalagi dalam waktu dekat Zen akan menghadapi ujian. Aku akan mengurus semuanya secepat mungkin." Rehan memijat pangkal hidungnya.


"Bagaimana jika begini, biar aku dan Margaret yang pulang bersama anak-anak, lagipula istriku masih cuti, dan kami juga dalam masa bulan madu. Jadi biar aku yang menjaga mereka di sana, kau fokuslah dengan pemeriksaan Julie." Saran Aldi.


"Itu terdengar baik. Aku akan membicarakan nya pada Julie dan juga anak-anak."


"Ya. Aku juga akan bicara dengan Margaret, sebaiknya kau temui Julie sekarang." saran Aldi.


"Hem. Aku akan naik. Terima kasih Al.." Rehan tersenyum tulus.


"Ya.. tidak masalah. Kita adalah keluarga."


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LIKE AND COMENT ♥♥

__ADS_1


__ADS_2