My Hot Woman

My Hot Woman
ZEN IS GUARDIAN


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


.


08.15 GMT, Airport.


"Sudah tidak apa-apa sayang. Sebentar lagi kita juga akan berkumpul kembali.'' Rehan berbisik sambil memeluk Julie untuk menenangkan istrinya yang sejak tadi terus menangis dalam diam.


Pagi ini Julie dan Rehan sedang berada di Airport untuk mengantarkan Aldi dan Istrinya serta Zen dan juga Zoya. Pesawat menuju Indonesia akan Take off dua puluh menit lagi.


Rehan dan Julie hanya bisa mengantarkan anak-anak mereka dan mempercayakan nya dalam pengawasan Aldi dan juga Margaret selama mereka berada di UK untuk melakukan pemeriksaan lanjutan pada Julie.


"Sayang, ayo.. sudah saat nya kita berangkat." Aldi memberi tahu pada istrinya.


"Rey, Julie. Pesawat kami akan segera berangkat kami akan masuk sekarang." katanya lagi.


"Mollie, Dady.. kami akan pergi. Aku akan menjaga Zoya dengan baik."


"Good Boy" Rehan memeluk putra sulungnya bergantian dengan Julie.


"Mollie,, segera lah sehat dan pulang ke rumah."


"Ya, sayang.. mollie dan Dady akan segera menyusul kalian." Zen memeluk Zen dengan erat. "Mollie percayakan Zoya padamu sayang"


Setelah Zen maka Zoya lah yang terakhir berpamitan pada orang tua mereka.


"Mommy.. zoya sayang mommy dan juga Adik bayi. I will miss you mom. zoya akan jadi anak yang manis dan akan menurut pada kak Zen."


"Ya,, sweet heart.. Mommy will miss you too,, I love you my princess."


Lagi-lagi Julie tidak bisa menahan air matanya.


"Dad.. Jaga mommy dan juga adik bayi. Zoya juga akan merindukan Dady."


"Ya.. Little angel. Dady akan lakukan yang terbaik agar mommy dan adik bayi bisa segera pulang ke rumah."


"Anak-anak.. ayo..!!" Aldi membawa Zen dan juga Zoya untuk masuk ke dalam pesawat.


-Tuhan akan menjaga kalian sayang...-


Cukup lama Julie dan Rehan berdiri ditempat yang sama. Hingga bayangan ke empat orang yang mereka sayangi menghilang di balik kaca pembatas.


"Moo,, ayo kita kembali. Anak-anak kita akan baik-baik saja bersama Aldi dan juga Margaret. Lagi pula di sana akan ada ayah dan bunda yang juga akan membantu menjaga mereka." Rehan mengajak Julie untuk meninggalkan airport.


"Ya Boo.. Aku pasti akan sangat merindukan anak-anak kita, aku harap mereka akan baik-baik saja."


"Jangan khawatir sayang! Setelah dokter menyelesaikan semua tes dan juga memperbolehkan kita untuk melakukan penerbangan, kita akan segera pulang. Dan itu tidak akan lama lagi..aku harap"


___________________________________


00.15 am. Airport. Indonesia.

__ADS_1


Setelah sampai di bandara, mereka sudah ditunggu oleh supir pribadi keluarga wijaya.


"Sayang, bagaimana kalau kamu dan adik mu tinggal bersama Didiie untuk sementara..?" Tanya Aldi yang saat ini tengah menggendong Zoya yang sudah tertidur pulas.


"Tidak Didiie. Aku dan Zoya akan tinggal di rumah Mollie dan Dady saja. Aku akan menjaga Zoya dengan baik. Lagipula sekolah kami lebih dekat jika dari sana."


"Tapi kalian akan sendiri di rumah sayang, tinggallah bersama kami untuk saat ini." saran Margaret lagi.


"Jangan khawatir mommy. Lagi pula aku sudah bisa menjaga Zoya. Dan kami tidak tinggal sendiri, ada 3 asisten dan juga satpam serta pak supir,, apalagi dalam waktu dekat akan ada oma dan juga opa yang juga akan menjaga kami. Didiie dan mommy nikmati saja liburan kalian." Zen mengambil tanggung jawab penuh untuk merawat adik nya seorang diri.


"Baiklah kalau kau memaksa begitu. Didiie dan mommy akan mengunjungi kalian besok."


Setelah Aldi memasukan Zoya ke dalam mobil, Zen menyusul setelahnya.


"Jangan lupa telpon Didiie kalau ada yang kalian butuhkan."


"Baik Didiie. kami akan pulang sekarang. Terima kasih, sampai jumpa lagi..''


"Ya.. Son.. jagalah adik mu dengan baik..!" Aldi dan Margaret hanya mengantarkan Zen dan Zoya sampai ke mobil, setelahnya ia dan juga istrinya pulang dengan mobil yang sudah disiapkan oleh supir pribadinya.


"Apa mereka akan baik-baik saja sayang..?" Margaret mencemaskan Zen dan Zoya.


"Besok kita akan mengunjungi mereka lagi. Untuk saat ini sebaiknya kita segera pulang, aku sangat lelah."


____________________________


1.30 Am.


Mobil sudah memasuki pekarangan rumah keluarga Rehan wijaya. Di depan pintu sudah berdiri asisten yang sejak tadi menunggu kedatangan tuan nya.


Setelah mobil berhenti di depan rumah, Zen keluar lebih dahulu lalu menggendong tubuh kecil adiknya yang saat itu sedang tertidur.


Dengan usaha nya, saat ini Zen sudah meletakan tubuh kecil adiknya di balik selimut. Gadis kecil itu benar-benar lelah sepertinya.


"Good Night Zo'e.."


Setelah mematikan lampu kamar Zoya, dan juga memasukan koper adiknya, Zen juga kembali ke kamarnya.. Ia harus istirahat, besok pagi mereka harus kembali ke sekolah.


Setelah kembali ke kamar, Zen mengganti pakaian tidurnya kemudian memasang alarm agar besok pagi ia dapat bangun tepat waktu.


_______________________________________


Triiiriiiinggg.. Trriiirriiiingg...


Baru saja rasanya Zen memejamkan mata, tapi suara alarm di kamarnya sudah memengkakkan telinga.


Zen merenggangkan tubuhnya, kemudian mematikan suara alarm yang sejak tadi terus berbunyi.


pukul 6 pagi.


Zen sudah bangun kemudian pergi ke kamar mandi. Ia harus segera bersiap ke sekolah dan juga membantu adik kecilnya berkemas, Karena sekarang ia lah yang akan menggantikan posisi Mollie untuk mengurus adik kecilnya itu.


15 menit kemudian zen sudah siap dengan mengenakan seragam sekolahnya.


Tok..tok..


"Zoe.. apa kau sudah bangun..?" Zen mengetok kamar zoya.


Tok..Tok..

__ADS_1


"Zo'e.. kakak masuk ya?" Zen membuka kamar Zoya karena tidak ada jawaban dari dalam kamar tersebut.


Saat masuk Zoya sudah tidak ada di atas tempat tidurnya.


"Dimana gadis itu,,? apa dia sedang mandi..?" Zen kemudian beralih ke kamar mandi Zoya dan mengetuknya, namun tidak ada suara apapun di sana dan kamar mandinya kosong.


Zen segera turun ke lantai utama. Mungkin saja Zoya sudah bangun untuk sarapan.


"Zo'eeee....?"


Zen menuruni tangga sambil memanggil-manggil adiknya itu. Dan benar saja, Zoya sudah duduk di meja makan.


"Pagi sekali kamu bangun pemalas..?'' goda Zen pada adik kecilnya yang saat ini tengah memakan sarapan nya.


"Huh.. Aku kan sudah janji akan jadi anak manis. Jadi aku tidak akan membuat kak Zen repot mengurusku. Kak Zen fokus saja pada ujian kakak. Lagi pula Zoya sudah besar.." katanya lagi kemudian menyuapkan sesendok makanan ke mulut kecilnya.


"Manis sekali..! Terima kasih princess, tapi,, mulai hari ini kakak yang akan menjaga mu, jadi kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk mengatakan nya pada kakak, mengerti..?''


"Kenapa aku harus sungkan..?'' Zoya menautkan alisnya.


Zen meringis, "Oh,, ya kakak lupa siapa dirimu..!" Zen menggelengkan kepala lalu memakan sarapan nya.


"Selamat pagi anak-anak..."


Aldi dan juga Margaret baru saja tiba dirumah Rehan. Pagi-pagi sekali keduanya sudah bertamu untuk memastikan kedua anak mereka baik-baik saja di pagi hari.


"Pagi Didiie, mommy."


''Morning Uncle, Aunty."


"Selamat pagi sayang,, dan juga princess..- Bagaimana, kalian sudah siap untuk pergi ke sekolah..?''


"Sudah aunty. Zoya sudah siap. Tapi kak Zen belum, lihat saja, jam segini kakak masih makan." kata Zoya mengejek kakaknya.


Ha-Ha-Ha..


"Seperti nya princess kecil kita sudah sangat segar di pagi hari..? anak manis."


Pagi ini Zen dan Zoya pergi ke sekolah diantarkan oleh Aldi dan juga Margaret.


,


,


i miss you mom..


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹


**WELCOME NEW MOON..


MOON OF LOVE, AND MOON FULL LOVE.


Jangan Lupa untuk** LIKE AND COMENT Ya ♥

__ADS_1


HAPPY WEEKEND ALL.. ♥


__ADS_2