My Hot Woman

My Hot Woman
ALDI (WEDDING DAY)


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


.


TENG... TENG...


Suara lonceng terdengar merdu dari gereja katedral yang menjadi tempat berlangsungnya pemberkatan pernikahan Aldi dan juga Margaret.


Pernikahan keduanya dilaksanakan di salah satu Gereja Katedral terbesar di Britania Raya. Tidak memerlukan banyak dekorasi sebagai penghias, karena katedral yang digunakan sudah sangat mewah dengan hiasan dan juga lukisan yang sangat sempurna karya tangan-tangan seniman handal dunia.


Semua keluarga dan juga undangan sudah menempati tempat duduk nya masing-masing.


Aldi terlihat sangat tampan dengan balutan jas putih dan berdiri gagah di samping pastur yang akan meresmikan pernikahan atas nama cinta dari keduanya.


Jika kalian sering menonton film-film karya Disney dengan latar belakang kerajaan, maka itulah yang saat ini sedang terjadi.


Dengan latar belakang Margaret sebagai putri dari seorang bangsawan, di pasangkan dengan Aldi yang juga seorang pengusaha mapan, maka hal itu menjadi nyata.


~Royal wedding of the year~


"Momm.. This wedding like an Disney movies.." bisik Zoya pada Julie.


"Yes.. off course my angel. And your Uncle as a Prince."


Setelah keheningan yang cukup lama di dalam katedral tersebut. Permainan Piano dan juga Biola mulai terdengar mengalun indah dengan harmoni yang tepat layaknya cerita drama.


Sedetik kemudian pintu Katedral itu terbuka, sehingga semua mata langsung mengalihkan pandangan hanya tertuju pada sang mempelai wanita.


Di sana, dibawah lonceng yang berdenting. Sudah berdiri Margaret di dampingi oleh Seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah dengan pakaian kebesarannya, yang tidak lain adalah sang bangsawan Inggris Marques Moses.


Seperti pengantin pada umumnya. Margaret sangatlah cantik. Namun ada yang sedikit berbeda. Jika putri-putri dari seorang bangsawan pada umumnya akan mengenakan gaun mewah dan indah dengan harga puluhan juta Dollar, maka terlihat sedikit berbeda dengan Margaret.


Julie kembali mengamati. Melihat wanita yang telah berhasil membuat Aldi jatuh hati berjalan perlahan mengikuti taburan bunga yang ditebar di sepanjang


Red carpet yang mengarah langsung ke Altar, tepat di tempat Aldi berdiri saat ini.


Margaret terlihat sangat anggun, dan tidak bisa dipungkiri bahwa wajah nya secantik Psikhe pada mitos Yunani kuno. Bahkan semua mata sangat takjub pada kecantikan Margaret. Sepertinya Aldi sudah memilih satu yang terbaik untuknya.


Setelah sampai di depan Altar, Aldi mengulurkan tangan nya dan membawa Margaret untuk berdiri tepat disampingnya.

__ADS_1


Pastur pun memulai ritual pernikahan keduanya....


Setelah sumpah pernikahan dan juga penukaran cincin Aldi dan juga Margaret sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah di depan Tuhan dan juga manusia. Perasaan bahagia dan juga haru meliputi seluruh ruangan.


Jika ini sebuah drama, maka saat ini semua orang akan melihat kupu-kupu beterbangan memenuhi tempat ini.


____________________________________


18.00 GMT


''Selamat atas pernikahan mu Sobat.." Rehan mengulurkan tangan nya dan memeluk sahabat nya itu memberikan ucapan selamat. Rehan turut bahagia melihat Aldi dapat membuka hati lagi dan sudah menemukan cinta sejatinya.


"Thanks.. Broo.." Sambut Aldi. "Kenalkan ini Margaret,"Aldi memperkenalkan istrinya pada Rehan.


"Sayang ini adalah sahabat yang aku ceritakan, orang tua kedua putra ku. Rehan Wijaya."


"Terima kasih atas kesediaan anda beserta keluarga untuk hadir di acara pernikahan kami Mr.Rehan.." Margaret tersenyum ramah dan formal seperti biasanya.


"Anda terlalu formal Mrs. Tentu saja kami tidak akan melewatkan kesempatan indah seperti ini, Mrs..' Balas Rehan juga tak kalah ramah.


"Dimana Mrs. Wijaya Mr.?" Margaret mencari-cari karena hanya melihat Rehan seorang diri.


"Julie sedang bersama anak-anak untuk menikmati jamuan malam nya," jelas Rehan sambil mencari keberadaan Istri dan juga anak-anaknya.


"Di sana..." Rehan menunjuk pada sebuah meja yang menghadap ke timur. "Itu istriku, dan yang kecil itu adalah Zoya putri kami, dan yang satunya kau pasti sudah mengenalnya.." Rehan tersenyum melihat keluarga kecilnya.


"Baiklah, aku tidak ingin menyabotase kalian, aku rasa sudah banyak para tamu yang mengantri ingin memberikan ucapan selamat kepada raja dan ratu."


"Aku akan kembali pada istri dan anak-anak ku, nanti aku akan mengajak istriku menemui kalian lagi.'' pamit Rehan yang kemudian berlalu meninggalkan Aldi dan Margaret.


Sementara keduanya kembali melanjutkan untuk menyambut para tamu, dan juga berfoto dengan para tamu yang saat ini tengah bergabung bersama keduanya untuk memberikan ucapan selamat.


________________________________


"Zen, Didiie dan juga mommy Margaret menanyakan dirimu tadi,,


DEG..


"Setelah makan temui lah mereka.'' pinta Rehan sambil menempati kursinya.


"Ada apa sayang, apa kau sedang tidak sehat..?" Rehan mengalihkan perhatian nya pada wajah sang istri yang terlihat menegang.


"Aku tidak apa-apa Boo. Kenapa Aldi mencari Zen, apa mereka mengatakan sesuatu padamu, atau menanyakan sesuatu?" Julie terlihat panik.


"Heii.. ada apa dengan mu sayang. Apa semua baik-baik saja..?'' Rehan menatap Julie menyelidik, karena tak biasanya istrinya bersikap paranoid seperti ini.


"Ak..aku baik-baik saja." Julie mengalihkan pandangannya. "Zen jika kamu mau, Mollie bisa menemanimu menemui Didiie mu'' tawar Julie.

__ADS_1


"Hei, Moo, biarkan Zen sendiri yang menemui Aldi dan juga Margaret. Bagaimanapun mereka saat ini adalah orang tua Zen. Mungkin ada yang ingin mereka bicarakan.'' Jelas Rehan pada istrinya yang masih terlihat gelisah.


"Mollie, aku baik-baik saja. Mommy Margaret adalah orang yang baik dan juga ramah, aku tidak apa-apa pergi sendiri.'' Zen menenangkan Julie.


"Apa Zoya bisa ikut kakak..? sejak tadi ingin menemui Uncle dan juga Aunty."


Zen mengangguk senang, "Hem. Baiklah kita akan pergi bersama.''


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Zen dan Zoya pergi bersama-sama untuk menemui Didie dan juga Mommy Margaret nya.


"Moo.. ada apa dengan mu, apa kau benar baik-baik saja..?" Rehan kembali bertanya. Ada yang salah dengan Julie. Istrinya itu terlihat sangat gelisah dan juga lebih banyak murung.


Julie masih diam, sambil memandang kearah Zen berdiri saat ini.


"Moo," Rehan menyentuh tangan Julie. "Katakan yang sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan..? Sejak kemarin kamu terlihat tidak fokus dan juga sangat gelisah, ada apa sebenarnya?"


"Ini tentang Zen Boo.." jawab Julie dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Hei,, jangan menangis. Katakan Ada apa dengan Zen..?"


"Aldi, Aldi... " Julie terbata-bata. "Aldi akan membawa Zen bersamanya Boo. Ak.. aku sangat menyayangi Zen, aku tidak akan sanggup jika harus jauh dari anak-anak ku Boo..!'' Julie menangis tersedu.


"Hei Ssssttt.. sayang,,, jangan menangis. Kita akan jadi tontonan jika kamu seperti ini." Rehan memeluk istrinya. Inilah yang Rehan takutkan sejak lama.


Akhirnya hari ini datang juga. Sejak lama ia sudah tau jika Istrinya akan benar-benar merasa kehilangan jika suatu hari Zen akan benar-benar hidup terpisah dengan mereka. Dan inilah permulaan dari semuanya.


"Sayang.. Dengarkan aku. Walau bagaimanapun kita mencintai Zen, hak asuh Zen tetap akan jatuh pada orang tua kandungnya."


"Kita hanyalah orang tua pengganti, meskipun aku tau kasih sayang yang kamu berikan untuk Zen begitu besar, tapi Zen tetaplah Anak Aldi, dan saat ini Aldi pun sudah menikah, kita juga harus memikirkan perasaan Aldi. Bagaimana kita bisa menjadi begitu egois..?"


"Apa kamu tidak menyayangi Zen Boo..?"


"Julie. Aku menganggap Zen sebagai anak ku sendiri, tidak satu hari pun aku berpikir jika dia bukan darah daging ku. Bagaimana kamu bisa berpikir hal seperti itu padaku?"


''Bagaimana kamu bisa merelakan Zen begitu saja Rey....?"


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LIKE AND COMENT.. ♥

__ADS_1


Semangat hari Senin.. 💪💪💪


__ADS_2