My Hot Woman

My Hot Woman
Keraguan Sesaat


__ADS_3

HAPPY READING ❤


.


.


.


.


.


Tik tek tik tek...


Julie memainkan pulpen nya di atas meja, sambil terus memikirkan permintaan Rehan.


"Ehhemm... "


Aldi berdiri di depan Julie. Namun Julie masih setia dengan lamunan nya.


"EHEM..ehemm... " Aldi kembali bersuara lebih keras dari sebelumnya.


'Eh.. Al.. Ehh.. Pak.. Maaf..., Ada yang bisa saya bantu pak...??"


Julie berdiri membungkuk dan sedikit kikuk karena kedapatan oleh Aldi sedang melamun pada jam kerja.


'Ada apa Julie..? Apa ada masalah...?? Tanya Aldi sambil menaikan sebelah alisnya.


"Em.. tidak ada apa-apa pak..


'Kalau begitu, ikut dengan ku..!


Aldi berjalan lebih dahulu yang di susul  Julie di belakang nya.


Saat ini mereka sedang menaiki lift dan sudah sampai di Rooftoop.


"Waahh.. AL... aku tidak tau kalau perusahaan mu memiliki tempat santai seperti ini..."


Ucap Julie kagum melihat pemandangan yang di suguhkan dari lantai teratas perusahaan tersebut.


'Tentu saja kau tidak tau,, kau kan baru di sini. Lagipula tempat ini tidak di buka untuk umum.., Hanya aku dan beberapa kepala bagian yang bisa mengaksesnya'. Jelas Aldi. sementara Julie hanya menggangguk-anggukan kepala nya mendengarkan penjelasan tersebut.


Julie merentangkan tangan dan membuang nafas kegundahan nya, berharap perasaannya bisa lebih baik, dan ternyata ini berhasil, meskipun tidak sepenuhnya.


'Ada apa Julie...?? Kau tidak seperti biasa nya..' tanya Aldi dengan pandangan masih mengarah pada kepadatan lalu lintas ibu kota.


''Heemmm.. sebenarnya Rehan mengajak ku untuk bertemu orang tua nya AL... ''


Tak ada respon yang berlebihan dari Aldi. Ia hanya mengerutkan kening sambil terus mendengarkan cerita Julie.


"Tapi,, aku masih ragu AL.. Ya kau tau sendiri, Hubungan kami terbilang masih baru, dan aku belum mengenal Rehan dengan baik begitu juga sebaliknya. Aku.. aku hanya...


'Apa kau merasa nyaman bersama Rehan?" sela Aldi.


"Ya. aku rasa begitu.. kau tau,, perasaan ku mulai bertumbuh untuk nya.." jawab Julie, mengakui apa yang saat ini tengah ia rasakan.


'Lalu apa masalahnya..? bukan kah itu baik..? itu artinya dia ingin serius menjalin hubungan  yang serius dengan mu, lalu kenapa kau harus ragu? bukan kah itu impian setiap wanita?"

__ADS_1


"Ya,, aku tau itu AL, hanya saja aku merasa takut jika orang tua nya tidak menyukai ku.." jawab Julie dengan nada gundah yang tidak bisa di palsukan.


'Julie, dengarkan aku!"- Aldi memutar tubuh Julie agar keduanya saling berhadapan. Aldi juga menggenggam tangan Julie lembut, sebagai bentuk dukungannya.


''Kau adalah wanita yang baik, Rehan beruntung memiliki mu, jadi kau harus yakin pada dirimu sendiri. Kau tak perlu membuat orang lain menyukaimu. Cukup jadi dirimu sendiri. Tidak kah seharusnya seperti ini, young lady?"


"Menurutmu begitu Al...?" tanya Julie meragu.


''Tentu saja..'' Jawab Aldi Yakin.


Dukungan Aldi sangat berarti bagi Julie. Ia yang tadi nya murung kini bisa kembali tersenyum percaya diri.


"Terima kasih Al, terima kasih untuk semuanya."


Julie merasa sangat bersyukur memiliki teman seperti Aldi. Aldi sudah begitu baik pada nya selama ini, dan sekarang, Aldi juga memberinya semangat disaat Julie tidak memiliki siapapun untuk sekedar bercerita tentang apa yang ia rasakan. Tuhan begitu baik pada ku Al, karna kau menjadi teman ku.


''Sekarang bisa kita kembali bekerja Lady ? Aku tak ingin kau menggunakan jam kerja mu hanya untuk melamun!'' tegur Aldi seraya mengedipkan sebelah matanya.


"Baiklah Pak Bos. Mari kita bekerja.." Jawab Julie kembali riang, dan melangkah lebih dulu...


Kau harus bahagia Julie. Jika bukan Rehan, maka aku yang akan membuatmu bahagia.


Tin.


From: Pacar ♥


Sayang,, mau makan siang bersama..?


To:Pacar ♥


Selamat makan siang. ♥


-Send**


Bukan nya Julie sengaja ingin menolak permintaan makan siang Rehan, hanya saja saat ini ia benar-benar harus menyelesaikan beberapa dokumen penting. Terlebih lagi Karena tadi ia hanya melamun, sampai-sampai lupa mengerjakan tugasnya.


Tidak terasa waktu sudah menunjuk kan jam pulang kantor, Julie pun sudah selesai dengan dokumen nya dan kini hanya tinggal merapikan nya saja.


"Julie.. aku duluan ya..?"


Pamit Anna sekretaris Aldi yang lain.


"Ya, silahkan Ann... "


'Kau belum selesai..? Tanya Aldi yang kini sudah berdiri di depan meja Julie dengan menenteng tas kantornya.


"Sebentar lagi Al,, hanya tinggal merapikan nya saja.." jawab gadis itu masih berkutat dengan laptopnya.


'Baiklah, cepat selesaikan..' Balas Aldi yang masih setia berdiri di tempatnya.


"Apa kau menunggu ku..?" Tanya Julie yang saat ini tengah merapikan meja nya.


''Kenapa tidak.. Ada masalah dengan itu..? Tanya Aldi yang keheranan dengan pertanyaan Julie.


"Kau tidak harus menunggu ku Al, kau juga pasti sudah lelah, pulang lah lebih dulu.." pinta Julie.


'Ini perusahaan ku Julie, jadi itu terserah pada ku..' Jawab Aldi tak mau kalah.

__ADS_1


"Ya.. ya.. baiklah BOSS.... "


Setibanya di lobi..


''Selamat sore pak, bu.. '' Sapa seorang satpam saat keduanya sudah sampai di Loby.


'Seperti nya Pria Arogan mu menjemput..' Ucap Aldi dengan pandangan tertuju pada Rehan yang kini tengah berdiri dengan menyender di mobil sambil memegang sebuket bunga mawar putih di tangan nya.


Mendengar kata-kata Aldi,  Julie juga mengikuti arah pandang pria itu, tersenyum lalu melambaikan tangan pada Rehan.


"Baiklah Al, kalau begitu aku akan menemui Rehan. Terima kasih untuk hari ini.."


Aldi hanya menganggukan kepala nya, dan pergi menuju parkiran sementara Julie berjalan kearah Rehan.


"Hay Sayang, aku merindukan mu." Rehan memeluk dan mencium kening Julie.


"Rey, ini di depan kantor, gak enak di lihat pegawai lain." protes Julie, yang kini sudah tersipu malu oleh perlakuan Rehan.


"Kenapa memang nya..? Lagian kau kan memang kekasih ku..!! Ini untuk mu."


Rehan menyerahkan buket bunga yang tadi di pegang nya.


"Terima kasih Pacar..."


"Sekarang, kita makan malam. Aku lapar.. tadi aku tidak makan siang."


Ucap Rehan dengan memperlihatkan wajah manja nya.


"Kenapa....??


"Karna kau tidak makan siang bersama ku. Sekarang bisa kita pergi...?" Rehan tersenyum dengan sangat tampan. Silahkan masuk sayang.


"Apa kau memang seperti ini kepada semua wanita mu dulu?" ujar Julie sambil mengelengkan kepalanya.


"Kau cemburu? aku seperti ini hanya untuk dirimu."


.


.


.


.


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa Like dan Coment..♥


Happy weekend,, selamat berkencan.. ♥

__ADS_1


__ADS_2