My Hot Woman

My Hot Woman
JUST...


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


Rehan membelai pucuk kepala Julie yang kini tengah terlelap di samping nya.


Wajah teduh dan damai yang sangat ia sukai.


Wajah yang polos seperti seorang anak kecil yang rentan akan luka.


Aku akan menjaga mu,Moo.. sampai kapan pun.


Setelah cukup lama Rehan terjaga di samping Julie, rasa kantuk pun turut menyeretnya untuk masuk ke dalam pembaringan nya, ia menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua.


************************


Julie menatap marah pada Rehan yang saat ini ada di depan nya.


Rencana nya tadi ia hanya akan pergi berbelanja sebentar menghilangkan penat nya, namun kenyataan yang ia dapatkan sangat menghantam dirinya dengan begitu hebat. Di depan matanya lagi-lagi..


'Apa kau mengenal gadis itu sayang..?? **Tanya seorang wanita yang sedang memeluk tangan Rehan dengan mesra dan menunjuk pada Julie yang menatap mereka dengan pandangan yang begitu sengit.


'-Tidak. Jangan pedulikan dia.


Kemudian kedua nya pergi meninggalkan Julie begitu saja.


,-Rey....berhenti..!!! Teriak Julie pada keduanya, namun Rehan diam saja dan terus berlalu.


,-Aku bilang berhenti Rehan...!!!!


Setelah nya Julie berjalan cepat-cepat menghampiri keduanya dan membalik tubuh Rehan agar menatap pada dirinya.


,-Apa ini Rey..?? Kau dan.. siapa dia..?? tanya Julie marah.


,-Kau yang siapa dasar gadis rendahan..!! suara wanita itu terdengar begitu menghina di telinga Julie.


Namun Julie tidak menghiraukan nya, ia hanya terfokus pada Rehan dan ingin laki-laki itu memberikan penjelasan pada nya.


,-Apa yang kau bicarakan nona, apa kita saling kenal..??


Wajah datar dan dingin Rehan seolah-seolah menohok perasaan Julie begitu dalam.


,-Rey.. apa maksud mu..? kita akan menikah sebentar,,


,-Wait..wait.. ! Sayang.. kenapa dengan wanita barbar ini,, apa dia mengaku sebagai calon istrimu..??


Hei.. tolong bercermin lah wanita, kau tidak pantas bersama Rehan, dia milik ku dan akan tetap jadi milik ku.,- wanita di samping Rehan tertawa merendahkan Julie.


,- tutup mulut mu!! aku calon istrinya dan sebentar lagi kami akan meni..


,-Apa kau bermimpi nona..?? siapa yang kau maksud..? aku bahkan tidak mengenalmu.

__ADS_1


Wanita disamping ku adalah cinta satu-satu nya dalam hidup ku dan juga calon istriku'- ucap Rehan sambil membelai tangan gadis yang setia menempel padanya.


,- Rey.. apa yang...


Julie tidak habis pikir ada apa dengan Rehan, ia bahkan tidak mengakui jika mereka saling mengenal dan juga saling mencintai, bahkan ia tidak mengakui jika sebentar lagi..


,- Rey, jangan bercanda, aku calon istrimu..! ucap Julie yang kini sudah mulai menitihkan air mata.


,- Kau mungkin salah orang Nona, maaf..!


Rehan kembali berjalan,,


,- Tapi Rey, lihat lah cincin ini.. ini cincin yang kau berikan pada ku malam itu..'- ucap Julie sambil mengangkat tangan nya dan mengarahkan tangan nya pada Rehan.


,-Aku rasa kau sakit Nona, periksalah dirmu ke dokter, kami permisi..!!


Rehan membawa wanita yang memeluk erat tangan nya untuk pergi meninggalkan Julie yang saat ini sedang menangis sesegukan.


,-Rey.. kau bilang kau mencintaiku..


Kau bilang kau akan menikahi ku..


Kau bilang cincin ini..,,


,-Kemana cincin ku..?? 'Julie mencari cincin yang Rehan berikan pada nya, cincin yang selalu ia gunakan. Tapi kini cincin itu tidak ada lagi di tangan nya, jari-jari nya pun kosong.


Rey.. kau tidak boleh meninggalkan ku seperti ini..!


Julie bergegas berlari dan mengejar Rehan..


Ia mencari kesana-kemari di dalam pusat perbelanjaan tersebut. Berlari seperti orang gila, ia tidak peduli dengan semua pandangan yang tertuju pada nya.


,-Rey.... REHAN....


Dimana kau.. Rehan......????


Teriak Julie yang masih berlari untuk mencari laki-laki itu. Ia benar-benar terluka sekarang,, sakit di dadanya benar-benar membuat nya sangat menderita..


,-Rehan... kau tidak bisa melakukan ini pada ku..!! Julie yang kini tengah terduduk di tengah-tengah keramaian pengunjung hanya bisa menangis dengan tersedu-sedu.


,-Jangan begini Rey.. Jangan tinggalkan aku..


Rehan.....Rehan..!! Jangan.. kau sudah berjanji.. kau sudah... Hiks..hiks**..


-----------------------------------------------


,-Moo,, hei... Moo.. ada apa dengan mu..??' Rehan menepuk-nepuk lembut pipi Julie untuk membangunkan gadis itu.


Rehan yang terlelap merasa terganggu dengan suara Julie yang memanggil-manggil nama nya lirih.

__ADS_1


Bahkan sekarang gadis itu menangis dalam tidur nya.


,-Sayang... hei.. bangun lah.. ada apa dengan mu.. aku disini bersama mu..!! Rehan memelum Julie dengan erat.


,-Perlahan Julie terbangun dari tidurnya sambil sesegukan.


,-Rey..?? kamu disini..??' ucap Julie yang langsung memeluk Rehan dengan erat.


,-Aku disini Moo.. aku Selalu disini, aku tidak akan meninggalkan mu..! Ada apa,huh..? apa kau bermimpi hal yang buruk..??,- Rehan mengusap lembut rambut Julie yang tergerai.


,-Syukurlah..


Syukurlah itu hanya mimpi..!! ucap Julie lega sambil mengusap air matanya.


Ia merasa lega Rehan yang meninggalkan nya hanya dalam mimpi, tapi rasa sakit yang ia rasakan benar-benar nyata. perasaan nyilu di dada nya benar-benar ia rasakan, semua terasa begitu nyata,..


bahkan sampai sekarang saat ia terbangun.


,-Hei.. jangan menangis,Moo.. ,- ucap Rehan sambil mengusap pipi Julie. ,- Aku tidak akan meninggalkan mu,, itu hanya mimpi.. jadi tidak apa-apa, hem..??


,-Sekarang tidur lah lagi,, ini masih terlalu pagi untuk bangun.


Baru saja Rehan melihat jam yang ada di atas nakas yang masih menunjukkan pukul dua pagi... Ia membaringkan tubuh Julie kembali,,agar gadis itu kembali tertidur dan menyelimuti tubu Julie.


Sementara Julie berbaring dengan tangan memeluk tubuh Rehan begitu erat.


Seakan-akan tidak ingin melepaskan laki-laki itu. Ia benar-benar takut Rehan meninggalkan nya, ia tidak ingin itu terjadi.


,-Sstttt... tidurlah sayang... aku akan ada disini bersama mu..,- ucap Rehan lembut sambil membelai kepala Julie agar gadis itu dapat kembali tertidur.


Ia tidak tau mimpi apa yang Julie lihat dalam tidur nya sampai membuat gadis itu menangis sesegukan seperti saat ini.


Namun ia tidak ingin menanyakan itu sekarang pada Julie, ia tidak ingin gadis itu merasa semakin tertekan dengan perasaan nya.


'Apa aku selalu membuat mu terluka Julie,, bahkan di dalam mimpi mu pun aku membuat mu menangis..'


Rehan masih setia membelai kepala Julie dan mencium nya lembut, sampai gadis itu tidak lagi menangis,, perlahan nafas Julie berangsur-angsur mulai tertatur.


Gadis itu kembali tertidur,, dan Rehan pun kembali terlelap di sebelahnya.


"Itu hanya mimpi sayang... hanya mimpi...


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2