
🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹
.
.
.
,-Boo, kenapa kamu diam saja..?? Katakan pada ku apa yang sebenarnya..!!" Julie menjadi tidak sabar untuk mendengarkan cerita Rehan.
,-Kamu benar,Moo' Zen sangat mirip dengan mu." Rehan menunduk kan kepala nya., ia masih tidak percaya atas informasi yang baru saja ia dapatkan dari informan kepercayaan nya.
,-Apa maksud mu, Boo..?? Katakan dengan Jelas, apa nya yang sama..???" ucap Julie lagi.
,-Sarah sudah pergi meninggalkan Zen Moo, Zen tidak akan bisa bertemu dengan Sarah lagi..!" Rehan menahan perasaan yang berkecamuk dalam dada nya.
,-Tapi kenapa Boo, Zen masih sangat kecil,, bagaimana bisa Sarah melakukan itu pada Zen, bagaimana pun Zen adalah darah daging nya..!!" Julie tidak mengerti dengan apa yang sarah lakukan terhadap putra nya. Jika itu Julie, meskipun harus menjadi singel parent ia tidak akan pernah meninggalkan anak nya seorang diri seperti yang Sarah lakukan. Itulah pikiran nya.
"-Itu diluar kemampuan Sarah Julie, bukan keinginan nya,, aku mengenal Sarah. Dia bukanlah wanita seperti itu, tapi ini adalah takdir dan kita tidak bisa melakukan apapun terhadap hal itu.."
,-Maksud mu Boo..??" Julie mengerutkan kening nya" ,-Sarah...?? Apakah yang kamu maksud sama dengan apa yang aku pikirkan..??" Julie menutup mulutnya tidak percaya.
,-Iya Moo.., Sarah sudah meninggal lima tahun lalu saat melahirkan Zen.."
Raut wajah Rehan berubah sedih, walau bagaimana pun Sarah pernah menjadi wanita yang ia cintai dan juga cinta pertama bagi Rehan. Meskipun ia ingin mengingkari nya, tapi ia tidak bisa membohongi perasaan nya jika ia juga terpukul saat mengetahui bahwa Sarah sudah pergi meninggalkan mereka untuk selamanya.
Sarah pergi tanpa ingin menjelaskan apapun pada Rehan dan juga Aldi, dan hanya meninggalkan Zen seorang diri sebagai kenangan Yang tersisa dari dirinya. Sebagai bukti jika ia pernah ada di tengah-tengah hidup Rehan dan juga Aldi.
Wanita yang membuat Rehan percaya jika Cinta itu ada, Sekaligus juga wanita pertama yang membuat Rehan merasakan sakitnya penghianatan.
Wanita itu kini hanya menjadi kenangan dengan meninggalkan satu permata yang berharga, bagian dari dirinya dan juga penghianatan nya.
Julie memeluk tubuh Zen Kecil, ia semakin berempati terhadap Anak laki-laki itu. Anak kecil yang malang, anak kecil yang harus kehilangan sosok orang tua disaat usia nya yang masih sangat belia.
,-Ya tuhan.. "Kenapa harus Zen..??" Julie lagi-lagi memeluk tubuh mungil itu dan menciuminya. Tanpa terasa air mata Julie jatuh mengalir melewati pipinya.
,-Lalu bagaimana dengan ayah biologis Zen Boo,, apa itu benar Aldi atau itu adalah dirimu..??" ucap Julie lambat-lambat.
Rehan menatap wajah Zen yang juga nampak sedih, seakan ia mengerti apa yang sedang Rehan dan Julie bicarakan.
,-Aldi. "Ayah biologis nya adalah Aldi,Moo.." ucap Rehan sambil mengepalkan tangan nya. Bagaimana pun ia mencoba, perasaan terhianati, dan juga rasa sakit itu terus saja merongrong dalam dirinya.
Bukan karna ia masih mencintai Sarah. Tapi lebih tepatnya karna orang yang ia cintai dan juga sahabat baiknya lah yang telah menghianati dirinya.
,-Jadi itu benar Aldi..?? Tapi bagaimana bisa,, bukan kah Sarah dan juga dirimu....??"
Flash Back On..
'Sore hari saat Rehan di kampus, Pak Wijaya Ayah dari Rehan menelpon dirinya, dan meminta Rehan untuk pergi kerumah sakit.
Tanpa tau alasan mengapa dirinya harus pergi kesana Rehan pun segera melajukan mobilnya menuju alamat RS yang diberikan padanya.
,-Ada apa Yah..? Siapa yang sakit..??" tanya Rehan terlihat cemas, sementara wajah Wijaya nampak kaku dengan raut wajah yang tidak bisa Rehan artikan.
,-Om..?? Om juga disini..?? Siapa yang sakit..?" Rehan semakin bingung melihat kehadiran pak Mahendra disana.
__ADS_1
,-Apa ini yang kamu pelajari di kampus Rehan..? Menghamili seorang gadis dan membiarkan nya melakukan aborsi seorang diri..??"
DEG..
Ucapan Wijaya seolah menampar wajah Rehan dengan telak.
,-Hamil..?? Aborsi..?? maksud Ayah apa..?? Om.., apa maksudnya..??
,-Sarah.
"Sarah baru saja dilarikan ke rumah sakit ini setelah ia mengalami keguguran.."! ucap Wijaya dengan wajah kecewa pada Rehan.
,-Sarah hamil yah,.?? Sekarang dimana Sarah..??" Tanya Rehan dengan tidak percaya atas kenyataan yang baru saja ia terima.
Ceklek..
,-Sarah....!!
Rehan melihat Sarah yang sedang terbaring dengan wajah pucat., Jarum infus terpasang di tangan nya sementara selang Oksigen terpasang di hidung nya.
,-kaa.. kak Rey..." Sarah berusaha bangun dari posisi berbaring nya.
,-Sarah,, apa benar yang ayah katakan.?? Apa benar kamu hamil, dan..???" Rehan tidak sanggup mengucapkan kalimatnya..
,-Kenapa sarah..?? Kenapa kamu gak bilang sama aku..??" Kenapa kamu harus ngelakuin ini,,? apa kamu pikir aku setidak mampu itu untuk bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan..?? Hah...?? Jawab Sarah.. jawab..!!!
Rehan begitu marah atas apa yang sarah lakukan, apalagi ini menyangkut nyawa, dan ini adalah buah dari cinta mereka, tapi apa yang sarah lakukan.?? tanpa mengatakan apapun sarah melakukan semua nya seorang diri. Dia membunuh bayi yang ada di kandunga nya, anak dirinya dan Juga Rehan
,-Kak.. maafkan aku kak.. Hiks Hiks.. aku takut kak,, aku benar-benar takut..."
Sarah terisak, tak berdaya.
,-Kak.. maafin Sarah kak,, maafin Sarah...
,-Percuma Sarah, maaf untuk kamu gak akan balikin semua nya., kamu tega bahkan dengan bayi kita yang masih ada di kandungan kamu,, kamu tau aku sangat mencintai kamu, dan aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku seandainya kamu mengatakan semuanya pada ku!! Tapi ini apa Sarah,, apa...????
,-Kak... maafin aku.. Hiks Hiks Hiks.." lagi-lagi Sarah hanya menangis.
Betapa kacau nya perasaan Rehan saat ini,, Kekecewaan atas apa yang sarah lakukan, ketakutan atas akibat fatal yang Sarah timbulkan, dan juga penyesalan karna tidak bisa melindungi buah cinta mereka. Semua Perasaan itu bercampur menjadi satu.
Rehan mengacak-ngacak rambutnya frustasi, Udara diruangan itu serasa mencekiknya.
,-Aku butuh sendiri saat ini..!!
Rehan keluar dengan marah dari Ruangan Sarah meninggalkan gadis itu yang masih menangis terisak.
,-Kak... jangan pergi kak.. Kak Rey....!!!
Maafin Sarah kak, maaf...!!
***********
Setelah merasa cukup Tenang, Rehan memutuskan untuk kembali keruangan Sarah. Walau bagaimana pun ini bukanlah kesalahan Sarah sepenuhnya,, mungkin saja Sarah melakukan ini karna Rehan yang belum mampu membuat Sarah Yakin bahwa Rehan bisa bertanggung jawab atas Sarah dan apa yang sudah mereka lakukan.
Tapi Tanpa sengaja Rehan mendengar suara perbincangan dari dalam kamar Sarah, dan ia kenal betul dengan suara itu.."Aldi" Ya .. Aldi lah yang saat ini sedang bicara pada Sarah di dalam sana sehingga Rehan mengurungkan niat nya untuk masuk.
__ADS_1
,-Sar,, Bilang sama aku.. ini anak siapa sebenar nya..?? Apa ini benar anak Rehan..??" bilang ke aku Sar...??" Aldi memaksa Sarah untuk bicara namum Sarah masih terus menangis.
,-Sar,, kamu tau kan kalau aku sayang sama kamu dan kamu bilang kamu juga sayang sama aku,, jadi kasih tau aku apa bayi itu benar anak Rehan, atau anak kita..??"
Deg.... Anak kita, maksdunya dengan Aldi..???
,-Maafin Sarah kak Al,, Sarah memang cinta sama kakak.. Sarah... hiks hiks hiks..
,-Jangan nangis Sayang,, hem. Jangan nangis.. aku yang akan bilang semuanya ke Rehan.., biar aku yang bilang,asal kamu mau jujur sama Aku, anak siapa yang kamu kandung..!
,-Enggak kak,, enggak..!! kakak gak boleh bilang semuanya sama kak Rehan.
Aku gak mau nyakitin kak Rehan lagi,, kak Rehan cinta banget sama aku, aku gak mau..
,-Lalu aku bagaimana Sarah..?? Apa kamu juga gak perduli dengan perasaan aku..?? Aku yang lebih dulu kenal sama kamu, aku yang lebih dulu cinta sama kamu, bahkan...,
Apa kamu juga gak peduliin semua itu Sar...?? Hem..??" Aldi marah dan kecewa atas Ucapan dan juga pilihan Sarah.
,-Maafin Sarah ka Al,, tapi sarah gak bisa...maaf..
Tanpa mereka sadari Rehan mengepalkan tangan nya saat mendengar semua pembicaraan yang terjadi antara Sarah dan juga Aldi. Wajah nya mengeras karna marah.
Ceklek....
,-Rehan..
,-Kak Rey...
Bug...Bug..Bug..
,- Kak Rey.. jangan kak.. Jangan... Stop...udah ka, kak Aldi ga salah apa-apa.." Sarah mencoba menghentikan Rehan yang membabi buta memukul Aldi.
Tanpa bicara sepatah kata pun Rehan menghajar Aldi tepat di wajah nya, membuat darah segar mengalir dari hidung dan juga mulut Aldi.
Rehan benar-benar kehilangan kesabaran nya.
,-Brengsek...!!! Kalian berdua Brengsek....!!!!
Dengan marah Rehan meninggalkan ruangan Sarah. Ia tidak ingin berhubungan lagi dengan kedua penghianat itu.
Flash back off..
,-Kita tidak perlu membahas itu Moo,, itu hanya masalalu...
.
.
.
.
Bersambung...
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
LIKE DAN COMENT.. ❤️❤️
Bantu Vote Juga Ya.. 🙏🙏❤️❤️