My Hot Woman

My Hot Woman
BUKAN MALAM PERTAMA


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


.


.


.


.


.


Julie menghempaskan tubuhnya begitu saja diatas tempat tidur sebuah hotel yang telah menjadi gedung resepsinya beberapa jam yang lalu. Kedua orang tua Rehan berbaik hati membiarkan dirinya dan juga Rehan untuk kembali lebih dulu dan beristirahat.


Julie sangat bersyukur akan hal itu, karena entah mengapa tubuhnya terasa sangat lelah padahal tadi tidak terlalu banyak yang ia lakukan selain mengikuti setiap ritual pernikahan kemudian acara resepsi yang dilakukan secara nonstop, bahkan sampai sekarang acara tersebut masih berlangsung dengan meriah, tapi Julie sudah tidak sanggup jika harus mengikutinya sampai akhir.


Julie yang sedari tadi menutup mata nya, menoleh saat merasakan tempat tidurnya bergoyang dengan pelan.


"Istriku capek ya? hem?" pipi Julie terasa hangat saat melihat Rehan sudah berbaring tepat di sebelahnya. Wajah pria itu juga memperlihatkan senyuman menggoda yang membuat Julie semakin merona.


"Kamu belum menjawab ku, Moo." Tangan Rehan mengelus pipi Julie dengan pelan membuat wanita itu memejamkan matanya lagi. Julie bergumam pelan lalu menyentuh tangan Rehan yang masih mengelus pipinya.


"Kamu tidak mau mandi, Boo..?" Rehan menggelengkan kepala nya lalu menyeringai. Pria itu dengan cepat merubah posisinya untuk berada di atas Julie yang tertegun bingung.


"Boleh ku makan kau sekarang..?" Julie tercekat lalu kembali menolehkan wajahnya malu dengan pipi merahnya yang membuat Rehan semakin gemas.


Julie tidak tau harus menjawab apa. Atau dia harus melakukan apa. Jadi Julie hanya diam seolah pasrah. Rehan semakin tersenyum melihat respon Julie, istrinya ini cantik sekali. Terlihat manis dan juga sangat harum di indra penciuman nya membuat Rehan semakin tak tahan. Dengan pelan tangan Rehan mengangkat dagu Julie agar mau menatapnya. "Tatap aku dan dengarkan ini. Aku gak mau janji muluk-muluk tapi pada akhirnya malah gak aku tepati. Tapi kamu harus percaya sama aku Moo, percaya sama aku kalau aku akan bahagiain kamu. Bagaimanapun kamu adalah prioritas utama aku sekarang, dan kamu harus percaya itu. Aku cinta kamu Moo."


Rehan mencium bibir Julie tanpa menunggu jawaban wanita itu. Lebih tepatnya Rehan tidak peduli akan seperti apa jawaban Julie. karna Rehan tau Julie sudah memilihnya dan itu sudah cukup bagi Rehan. Sekarang gilirannya untuk membuktikan kepada Julie bahwa dirinya bisa dan pantas untuk membahagiakan istrinya itu.


Julie mendorong pelan dada Rehan dan menghentikan tangan Rehan nakal Rehan yang sudah menempeli tubuh Julie, "Sepertinya kita harus mandi, Boo.."


Penolakan Julie barusan membuat Rehan menggeram Untuk menahan hasratnya yang sudah semakin memuncak namun kini harus ia redam kembali. "Baiklah,, sesuai perkataan mu istriku." Rehan menggulingkan tubuhnya dari atas tubuh Julie dan membiarkan istrinya itu bangun dari posisinya. Melihat wajah Rehan yang masih berkabut gairah membuat senyum jahil mengembang di wajah Julie.

__ADS_1


"Boo,, tolong lepaskan kancing gaunku." pinta Julie pada Rehan, yang dengan berat hati langsung Rehan turuti. Setelah Rehan membuka retsleting gaun yang Julie kenakan, secepat kilat juga gaun itu jatuh meninggalkan tubuh Julie membuat rasa sakit diselangkangan Rehan semakin terasa melihat punggung mulus Julie yang terekspos begitu saja dan sambil berjalan istrinya itu kembali melepaskan semua pakaiannya di hadapan Rehan membuat pria itu kembali menggeram.


Shitt..!


"Apa kau sengaja menggoda ku Moo..?" dengan cepat Rehan juga melepaskan semua pakaian nya dan segera bergabung bersama istrinya di dalam kamar mandi.


"AWW.." Julie tersentak kaget merasakan tubuhnya tiba-tiba melayang, kini ia sedang berada di dalam gendongan suaminya. Rehan tersenyum menyeringai pada Julie.


"aku akan memakan mu sebentar lagi"


Rehan membawa tubuh Julie duduk diatas tubuhnya di dalam bedthup dengan size besar tersebut, sehingga tubuh keduanya dapat berbaring dengan nyaman disana.


"Apa kau sengaja melakukan itu, Moo..?" tanya Rehan sambil menggigit pelan cupit telinga Julie, membuat wanita itu mengerang tertahan.


"Ak..aku tidak menggoda mu Boo, aku hanya ingin mandi'' wanita berpura-pura acuh.


Rehan mengambil busa sabun dan menggosokan pelan keseluruh tubuh Julie, kemudian menggigit pelan bahu wanita itu.


"Jangan terus bergerak Moo, Kau akan membangunkan diriku yang lain kalau begini." Peringat nya lagi.


Rehan membaringkan pelan tubuh Julie, sambil terus mengecup bibir Julie. Kemudian dengan enggan menjauhkan keintiman keduanya membuat Julie mencari-cari kehangatan tubuh Rehan.


"Lihat aku Moo," Rehan meminta Julie memandang pada nya. Tubuh tegap dan gagah milik Rehan terpampang nyata di depan Julie, selama ini Julie belum pernah memperhatikan tubuh Rehan sedetail ini sebelumnya membuat pipi Julie langsung menghangat karna malu.


"Lihat bertapa besar aku menginginkan mu selama ini Moo, lihat lah bagaimana dirimu dapat membuat pengaruh yang begitu besar pada ku.."


Julie tersenyum melihat wajah Rehan yang terlihat mengeras dan juga otot-otot tubuh laki-laki itu dan juga milik Rehan yang terlihat sangat mengagumkan.


'Apa saat ini kau sedang bersikap malu padaku sayang..? pada suami mu..?"


Rehan datang pada Julie dengan cara yang paling Julie sukai.


Rehan nya sudah berusaha keras menepati janjinya selama ini untuk tetap menjaga janji nya agar tidak menyentuh Julie sampai pada pernikahan keduanya di resmikan.

__ADS_1


Dan saat ini..


Saat ini mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Mereka telah di ikat dalam sakralnya sebuah pernikahan hingga maut memisahkan. Oleh seab itu JUlie tidak akan pernah ragu menyerahkan dirinya sepenuhnya pada Rehan, pada suaminya.


'Aku akan memberikan segalanya untuk mu Rey.. segalanya. Apapun yang kamu inginkan dari diriku, semua itu adalah milikmu sekarang. Aku milik mu seutuhnya." ucap Julie lembut tangan nya membelai wajah Rehan yang tepat berada di atasnya.


"Begitupun dengan ku sayang. Aku adalah milikmu seutuhnya. Hati dan juga diriku, bahkan hidup ku adala milikmu."


"Aku mencintai mu Julie...'


"Aku tau,, aku juga sangat mencintaimu Rey.."


"Bisakah kita hentikan pembicaraan ini dan memulai malam pertama kita sebagai suami istri..??" sela Rehan.


" Sesuai permintaan mu Kekasihku.."


Rehan dan Julie pun melewati malam pertama nya sebagai pengantin baru.


meskipun ini bukan yang pertama, tapi bagi Rehan, segala sesuatu tentang Julie adalah yang pertama dan utama.


.


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Masih ada Up selanjutnya... 😉😉

__ADS_1


Kasih Like dan coment yang banyak dong.. ok ok.. 😘😘 Kasih Vote bintang juga Ya... 🖤🖤


__ADS_2