
🌹🌹HAPPY READING🌹🌹
.
.
Rehan Sedang dalam perjalanan kembali ke jakarta dengan menggunakan penerbangan pagi dari pulau Raja Ampat, tempat dimana ia dan rekan-rekan nya melaksanakan pesta perpisahan masa lajang bagi dirinya.
Sejak pagi buta Rehan sudah menuju airport, karna ia memang memesan tiket penerbangan pagi. Ia ingin segera kembali dan menemui Julie. hari ini wanita nya itu juga akan kembali ke jakarta. Rehan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Julie, ia benar-benar merindukan wanitanya.
Meski baru berpisah sehari saja, tapi rindu akan wanita itu sudah begitu menumpuk. Julie sudah menjadi candu bagi Rehan, ia tidak bisa jika harus jauh dari wanita itu.
Apalagi sejak semalam ia hanya memikirkan Julie, sampai-sampai ia tidak menikmati pesta nya sendiri. pesta yang dibuat Dony sangat membosankan bagi Rehan, tidak ada yang bisa membuat dirinya tertarik. pesta itu hanya berisikan minuman, wanita, dan hura-hura. Bagi Rehan itu adalah pesta kekanakan, dan ia tidak berminat akan hal itu.
Beruntung semalam Isabelle mengirimkan foto Julie pada nya,, dan itu sudah cukup untuk mengobati mood Rehan yang tidak baik. Seandainya saja Dony tidak membuat pesta yang begitu jauh dari tempat Julie, mungkin sudah sejak semalam ia meninggalkan Kapal pesiar Dony, sejak kapal itu sudah berhenti di dermaga. Namun apa daya, jarak membuat Rehan tidak berdaya dan juga tersiksa.
Tut,... tut.....
Rehan mencoba menghubungi ponsel Julie, namun tidak ada jawaban dari wanita nya itu. Setelah di lihat nya waktu masih menunjukkan pukul lima lewat tiga puluh menit, masih begitu pagi, yang artinya di Bali saat ini bahkan mataharipun masih bersembunyi di balik awan gelap.
Setelah beberapa lama Rehan menunggu akhirnya pemberitahuan pesawat akan segera takeoff sudah di umumkan, setelah menyerahkan boarding pass nya Rehan pun segera memasuki pesawat, yang artinya dalam waktu beberapa jam ia sudah bia memeluk wanita nya lagi. Rehan sudah tidak sabar akan hal itu.
*****
Wooohhaamm...
Julie merenggangkan tubuhnya saat terbangun di pagi hari. Semalam pestanya sangat ramai dan juga meriah,, ini pesta pertama dalam hidup Julie yang di buat memang khusus untuk dirinya. Dan ia sangat bersyukur atas kesempatan itu.
Julie bangun dari atas ranjang sambil melihat ke arah ranjang Anna dan Isabelle. Kedua teman nya itu masih tertidur pulas. Tidak ingin membuat suara gaduh dan membangunkan Anna serta Isabelle, Julie pun langsung masuk ke kamar mandi untuk berendam air hangat, begitulah rencana nya lagi pula sudah lama juga ia tidak berendam dan menikmati waktu santainya.
Saat berendam dalam bethup tiba-tiba saja Julie terpikir akan Zen, sudah lama ia tidak bertemu dengan anak kecil itu, dan Julie sudah begitu merindukan Zen. Akhirnya Juliepun memutuskan hanya berendam sesaat kemudian membersihkan diri, ia ingin menghubungi Titiie agar dapat bicara dengan Zen.
Dua puluh menit kemudian, Julie sudah keluar dari kamar mandi. Seperti pemandangan semula Anna dan Isabelle masih terbungkus dengan selimut. Setelah selesai berpakaian dan memoleskan make up tipis pada wajah nya, Julie keluar dari kamar menuju ballroom untuk sarapan. Ia sengaja tidak menggunakan layanan kamar, karena tidak ingin kedua sahabatnya itu terganggu.
__ADS_1
Setelah sampai di ballromm, Julie mengambil sepiring salad sayur, dan juga beberapa hiris daging dan segelas jus jeruk. Setelah menempati meja nya, Julie pun mengambil ponsel dan mengeceknya. Ada satu panggilan tak terjawab dari Rehan, "Waw.. kejutan di pagi hari.."
Julie mencoba menelpon Rehan kembali namun ponsel Rehan sedang tidak aktif. Akhirnya Julie berubah haluan dan mencoba menelpon ponsel Titiie.
Tuuutt... Tuuutt....
{Hallo selamat pagi nona Julie... }
"Selamat pagi Titiiie, maaf menelpon mu pagi-pagi begini, apa Zen sudah bangun..?"
{Maafkan saya, tapi Tuan muda masih tidur nona, .. }
"Ah.. benarkah, ya sudah kalau begitu nanti aku akan menelpon lagi jika Zen sudah bangun, '
{Baik Nona... }
'Terima kasih Titiie.."
Sepertinya Julie harus menahan rasa rindunya pada Zen. Ia pun memutukan untuk menghabiskan sarapan nya terlebih dahulu.
******
Ceklek....
Isabelle melihat Julie yang baru masuk ke kamar beberapa detik yang lalu. "Julie,, kamu dari mana..?" Isabelle terlihat sedang memegangi ponselnya. "Apa kau sedang mencoba akan menelpon ku..?" tanya Julie sambil mengacungkan ponselnya juga.
"Rencana nya seperti itu, tapi kamu sudah lebih dulu kembali, kenapa tidak membangunkan kami..?" tanya Isabelle sedikit merengutkan wajahnya. "maafkan aku, aku hanya tidak ingin mengganggu tidur kalian berdua, apalagi tidurmu terlihat sangat nyenyak.." ucap Julie sambil tersenyum.
"Ya.. kau benar Julie, aku memang merasa cukup lelah.. dan Anna seperti nya juga begitu.." Balas Isabelle sambil melirik pada Anna yang masih terbungkus selimut. "Apa kau sudah sarapan..?" tanya Isabelle sambil merapikan rambutnya. Hem. "Ya.. baru saja, apa kau juga mau sarapan..? mau aku temani..?" tanya Julie.
"Hem.Hem.." Isabelle menggelengkan kepalanya. "Aku akan menggunakan layanan kamar, lagi pula Anna juga belum sarapan, aku akan mandi sebentar..'' Isabelle pun menghilang di balik pintu kamar mandi sambil mendendangkan melodi yang begitu familir bagi Julie, membuat Julie menggelengkan kepalanya.
Sambil mengisi waktu luang nya, Julie mencoba kembali menghubungi Rehan, namun lagi-lagi jawaban yang sama dari layanan penjawab otomatis "Benar-benar deh kamu Boo,, tadi nelpon sekarang udah gak aktif.." sungut Julie sambil mengotak-atik ponselnya.
__ADS_1
Merasa bosan, Julie pun sekali lagi mengambil ponselnya dan mengecek persiapan pernikahan nya besok. Jujur saja, ia masih merasa begitu gugup sekarang. Ia takut jika besok ia akan melakukan kesalahan dan membuat Rehan dan keluarga nya malu di depan para undangan.
"Andai saja mama ada disini saat ini bersama Julie, Julie pasti tidak akan sendirian saat menikah besok..." ucapnya lirih, tanpa terasa air mata Julie menetes membasahi pipinya.
Ia kembali di landa perasaan gundah dan juga kemalangan atas nasibnya yang hidup sebatang kara. Ia marasakan sesuatu yang hilang dalam dirinya, sesuatu yang tidak lengkap.
"Ada apa Julie,, kenapa kamu menangis..?" Tanya Anna yang sejak beberapa menit yang lalu sudah mulai terbangun dan melihat Julie yang terlihat murung. Melihat Julie menangis Anna langsung keluar dari selimutnya dan memeluk Julie. "Ada apa, hem..? kamu bisa cerita pada ku jika ada hal yang membuatmu tidak nyaman..!" Namun Julie semakin terisak, dan balas memeluk Anna. "Ssstttt... ssstttt... tidak apa-apa,, menangis saja..!' bisik Anna sambil mengusap rambut Julie.
Isabelle pun keluar dari kamar mandi, dan sedikit tercengang melihat pemandangan di depan nya. "Ada apa Ann..? Julie ada pa..?" tanya Isabelle yang merasa bingung.
Mendengar suara Isabelle, Julie mencoba menghentikan isakan nya, dan melepaskan pelukan nya pada tubuh Anna. "'Maafkan aku... " ucap Julie sambil menghapus air matanya. "Aku hanya merindukan orang tua ku..." jawabnya. Tidak lama setelahnya Julie kembali terisak. Kini Isabelle yang mengambil alih tubuh Julie dan memeluk sahabatnya itu.
"Menangis saja,, lepaskan semua nya sekarang.. besok adalah hari bahagia mu Julie, dan besok kamu harus menangis karna bahagia bukan karna sedih.." mendengar ucapan Isabelle, Anna pun turut serta memeluk Julie, meskipun Anna belum tau bagaimana kehidupan Julie, dan alasan Julie merindukan orang tuanya, tapi satu yang Anna tau, Julie adalah wanita yang baik dan juga ramah pada siapa saja, dan sebagai teman Julie, Anna juga merasa empati melihat sosok Julie yang seperti saat ini.
Cukup lama ketiganya saling berpelukan sambil keduanya menghibur Julie. Setelah merasa cukup lega, Julie pun melepaskan pelukan nya dari kedua sahabatnya itu."Terima kasih karna kalian bersama ku saat ini,, maaf jika aku sangat kekanakan.." ucap Julie. ''Tidak apa-apa Julie, wajar jika kau merindukan orang tua mu, bukan kah semua anak memang begitu, aku juga kadang sama sepertimu" hibur Isabelle pada Julie.
"Isabelle benar Julie,.. itu bukan tindakan kekanakan. Apa kau sudah merasa lebih baik sekarang..??" tanya Anna. Julie pun menganggukan kepalanya ambil tersenyum dengan matanya yang masih terlihat sembab. "Baiklah kalau begitu aku akan segera mandi, dan setelahnya kita sarapan.. aku sangat lapar.. sungguh'' ucap Anna dengan wajah memelas,, membuat Julie dan Isabelle kompak menggelengkan kepalanya.
"Aku juga akan bersiap-siap.." ucap Isabelle. 'pesawat kita akan takeoff pukul sepuluh,, namun sebelumnya kita masih punya pekerjan untuk membangunkan para sepupu!"
Setelah sarapan, ketiga wanita itu segera membereskan berang-barang bawaan mereka. Setelahnya Isabelle menghubungi para sepupu agar bertemu di Lobi dan berangkat bersama menuju Airport. Setelah kembali ke jakarta, pekerjaan sesungguhnya sudah menanti Isabelle, karna ia lah yang besok akan bertanggung jawab atas mempelai wanita itu. Begitu tiba di Jakarta nanti dirinya dan juga Julie akan benar-benar sibuk sampai acara pernikahan selesai terselenggara....
.
.
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1