
🌹🤵HAPPY READING👰🌹
.
.
.
.
Julie hanya duduk manis di tempatnya saat beberapa orang berdatangan memenuhi ruangan tempat ia berada sekarang. Beberapa dari mereka adalah makeup artis ternama, dan beberapa di antara nya adalah stylis yang di sewa oleh Isabelle.
Setelah semua persiapan selesai, dua di antara orang tersebut mengambil alih utuk merias wajah Julie, setelah selesai beberapa orang lainnya langsung mengambil alih dan menggiring Julie untuk mengganti pakaian nya dengan gaun pengantin yang sudah di persiapkan.
Julie nampak takjub dengan gaun pengantin nya, gaun pengantin sederhana yang ia pesan kini sudh disulap menjadi gaun pengantin yang begitu mewah. Saat di kenakan gaun tersebut benar-benar indah membentuk tubuh Julie. Selesai dengan gaun, Isabelle pun mengambil paper bag yang ada di atas meja, dan mengeluarkan isinya.
"Ini sentuhan terakhir.." Isabelle membantu Julie untuk memakai sepatu kaca yang khusus Rehan persiapkan sebelumnya.
"Sempurna" Isabelle sangat suka dengan hasil kerja dari orang-orang yang sudah ia pekerjakan. Julie akan menjadi wanita tercantik di dunia, dan mungkin akan menjadi wanita yang bahagia di dunia.
"Sudah siap..?" Suara itu milik Aldi. Dengan menggunakan Jas berwarna hitam metalik Aldi sudah berdiri dengan gagah di belakang Julie. Ya.. Hari ini Aldilah yang akan menjadi Wali Julie dan mengantarkan Julie sampai ke pelaminan.
"Sudah, ayo kita bantu Julie" kata Isabelle.
Diluar rumah mewah Rehan dan Julie, mobil limousine mewah sudah menunggu mereka, Aldi dan juga Isabelle membantu Julie masuk ke dalam mobil. "Dimana Zen, Al..?" tanya Julie yang tidak melihat keberadaan Zen di dalam mobil. "Dihotel, semua orang sudah menunggu mu disana..!" Aldi tersenyum pada Julie. "Padahal aku ingin melihatnya lebih dulu, aku sangat merindukan nya.." ucap Julie dengan nada melemah. "Zen juga sangat merindukan Molie nya.. tapi hari ini,, kau harus menikmati peran mu terlebih dahulu" sahut Aldi lagi.
Setelah Aldi dan juga Isabelle naik ke dalam mobil, maka mobil itupun berangkat, dengan di iringi beberapa mobil lain di belakang nya.
Tiga puluh menit kemudian, mobil tersebut sudah memasuki halaman parkir sebuah Hotel bintang lima tempat pernikahan Rehan dan juga Julie berlangsung, mobil tersebut langsung berhenti di dekat area parkir dan disana sudah menunggu sebuah kereta kencana dengan kuda putih yang manariknya. Kereta tersebut sudah di hias dengan dekorasi ala-ala kerajaan modern. "Apa kita harus menaiki ini..?" tanya Julie yang sedikit keheranan. "Bukan kita, hanya kau Julie. Kau adalah ratu nya hari ini, dan juga kau ratu tercantik yang pernah aku lihat.."ucap Aldi sambil menempuk tangan Julie. Setelah membantu Julie naik ke dalam kereta, kuda-kuda tersebut membawa kereta Julie menuju Ballroom utama hotel dengan akses tertentu, sementara Isabelle dan juga Anna sudah menunggu Julie di dekat pintu utama.
Di dalam Ballroom, Rehan meminta MC untuk berbicara seperti yang sudah ia minta sebelumnya. "Pengantin pria ingin menyampaikan beberapa kata sebelum memasuki ritual pernikahan, kepada tuan Rehan saya persilahkan," Mc tersebut memberi kesempatan bagi Rehan untuk mnyampaikan pidato nya.
Rehan tersenyum kecil, kemudian meraih microfon yang ada di depan nya, lalu ia berdiri tegap di depan semua tamu undangan.
"Di dalam hidup saya, saya hanya pernah dua kali mengalami yang nama nya jatuh cinta. Yang pertama adalah sebuah masalalu dan juga pembelajaran yang berharga bagi saya, dan yang kedua....
adalah masa depan dan juga harapan saya. Saat ini saya sedang jatuh cinta kepada seorang wanita yang sangat istimewa, wanita yang sangat menyukai musik, dan akan terlihat sangat indah saat di kelilingi oleh musik. Wanita ini adalah wanita yang dapat membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama,,"
__ADS_1
Rehan tertawa kecil. "Wanita sederhana namun begitu bercahaya, wanita yang begitu cantik dan juga pintar memasak, dan juga memiliki hati yang sangat baik. Wanita ini selalu saja memberikan wana-warni baru dalam hidup saya. Meskipun dimata orang lain dia hanyalah wanita biasa, tapi bagi saya dia adalah wanita yang sangat luar biasa. Saya tidak pernah bicara seperti ini pada siapapun sebelumnya, tapi hari ini saya ingin semua orang tau jika saya begitu mencintai nya dan tidak bisa hidup tanpa wanita ini, karna bagi saya ia lebih berharga dari apapun yang pernah saya miliki sebelumnya"
"Jika orang-orang mengatakan dia beruntung memiliki saya semua itu salah karna pada kenyataan nya saya lah yang beruntung karna dia mau menjadi pendamping hidup saya, dan wanita yang sempurna itu adalah istri saya, wanita hebat dalam hidup saya.. JULIE ANANTA.
Saat itu juga pintu Ballrom tersebut terbuka, Julie yang berdiri di tengah-tengah dua daun pintu raksasa itupun langsung mendapat sorotan dari lampu utama, sontak semua mata tamu undangan beralih pandang ke arah Julie berdiri saat ini.
"Ayo,," Isabelle memberika isyarat pada Julie dan Aldi, namun sebelum kedua nya berjalan Zen dan juga Anaya berjalan masuk terlebih dahulu dengan masing-masing memegang keranjang berisikan bunga tabur di dalamnya, "Moliie sangat cantik,," ucap anak laki-laki Aldi tersebut, Julie hampir saja meneteskan air mata nya saat anak laki-laki itu menyentuh pelan tangan nya kemudian dengan piawai nya berjalan di depan Julie sambil menaburkan rangkaian bunga mawar merah. Sambil di iringi dengan suara permainan biola dan juga cello, Julie dan Aldi memasuki Ballroom utama. Semua mata takjub melihat kecantikan Julie.
Meskipun kau tidak bisa berjalan disamping ku untuk waktu yang lain sebagai pendampingku, setidak nya hari ini aku yang yang mengiringi langkah mu menuntun langkah mu untuk meraih semua kebahagiaan mu.
Rehan yang berdiri di Altar pun tesenyum haru melihat Julie, wanita itu lebih cantik dari yang ia bayangkan sebelumnya.
Setelah sampai di Altar,, Aldi menyerahkan Julie pada Rehan. Rehan mengulurkan tangan nya pada Julie dan membawa Julie naik menuju Altar dimana Pastor sudah siap mengawal kedua nya untuk mengucapkan janji suci pernikahan.
Rehan wijaya, apa kau menerima Julie Ananta sebagai pendamping hidupmu, dan bersedia mencintai dia seumur hidup dalam suka dan duka, dan berjanji untuk tidak pernah meninggalkannya sampai maut memisahkan..?
Rehan menatap wajah Julie yang saat ini berdiri di samping nya.
"Ya. Saya berjanji untuk menerima Julie Ananta sebagai istri saya, dan akan mencintai dia seumur hidup saya, dan tidak akan pernah meninggalkan nya dalam keadaan dan kondisi apapun sampai maut memisahkan kami.."
"Ya. Saya berjanji di hadapan tuhan dan juga semua yang menjadi saksi, bahwa saya menerima Rehan wijaya sebagai suami saya, dan juga akan mencintainya dalam keadaan apapun, dan tidak akan pernah meninggalkan nya sampai maut memisahkan kan kami.." Julie mengucapkan janji pernikahan dengan perasaan lega dan juga bahagia.
Dengan kuasa dari tuhan yang maha cinta kasih, aku menyatakan kalian..
Rehan wijaya dan juga Julie Ananta sebagai suami istri yang sah di hadapan tuhan dan juga manusia.
Semua tamu undangan bertepuk tangan, dengan suasana haru yang mengiringi setiap proses tersebut. Orang tua Rehan pun begitu bahagai melihat raut wajah bahagian dari anak dan juga menantu mereka.
Setelah proses pengucapan janji suci pernikahan selesai, Rehan dan Julie melakukan proses selanjutnya yaitu pemasangan cincin.
Cincin pernikahan kedua nya di bawa oleh Keisha,, setelah selesai melakukan itual pemasangan cincin, Rehan membuka cadar putih yang menutupi wajah Julie, dan kedua nya pun saling berciuman.
"I love you my beloved wife..." "I Love you too my husband"...
Suara tepuk tangan dari para tamu undangan pun memenuhi Ballroom tersebut.
Isabelle dan juga Anna menetteskan air mata haru melihat kebahagiaan ulie dan juga Rehan. "Jangan menangis sayang, setelah ini kita yang akan menikah.." ucap Dony meraih pinggang Isabelle dan menyelipkan mawar putih di sela telingan wanita itu.
__ADS_1
"Ehem.. apa kalian tidak melihatku disini..??" ucap Anna yang merasa seperti orang ketiga disana, lalu ketiga nya pun tertawa.
"Ayo kita temui Raja dan Ratu kita..." ajak Isabelle pada Dony dan juga Anna.
***********
PARTY WEDDING
Setelah mengganti gaun pengantin nya dengan gaun yang lain, Julie dan Rehan kini sudah berdiri di hadapan para tamu undangan untuk memotong kue pengantin dan juga membuka botol sampanye..
'Bersulang........ "
Semua tamu undangan mengangkat gelasnya dan bersulang bersama Rehan dan Julie.
Para tamu pun menikmati pesta pernikahan mewah yang sudah di persiapkan oleh keluarga Wijaya.
"Selamat atas pernikahan mu Julie.." ucap Isabelle dan juga Anna yang bergantian memeluk Julie. "Terima kasih Bell, Anna.. "
"Moliiieeee...... " Zen yang lepas dari genggaman tangan Aldi berlari ke arah Julie dan langsung memeluk Julie..
"Moliiee.. Zen kangen Moliiee... " ucap anak kecil itu. "Moliee juga sangat merindukan mu sayang..." ucap Julie kemudian kedua nya saling berpelukan.
"Selamat atas pernikahan mu.." Aldi mengulurkan tangan nya pada Rehan. Suasana berubah menegangkan disana, "Terima kasih.." ucap Rehan tersenyum pada Aldi dan membalas jabatan tangan Aldi. Hal tersebut membuat Julie bahkan Aldi sendiripun sedikit merasa takjub, pasalnya Rehan yang selalu bersikap sinis pada Aldi kini bahkan mau tersenyum ramah.
"Heii bocah kecil,, apa kau hanya akan memeluk Moliie mu ini, bukan kah sekarang dia adalah istri uncle,, apa kau tidak ingin memeluk ku juga..??" tanya Rehan pada Zen.. setelah sedikit memikir kan perkataan Rehan pada nya, Zen membuka tangan nya pada Rehan dan juga memeluk Rehan, "Anak pintar,, jangan memonopoli Moliie mu seorang diri, kau mengerti...?" tanya Rehan sambil mencubit pipi gemas Zen yang nampak tidak mengerti dengan ucapan Rehan, sementara yang lainnya tertawa melihat hal itu.
.
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Maaf membuat kalian menunggu lama..,🙏 terima kasih karna masih setia membaca Novel author. Tetap dukung author terus ya dan tunggu up selanjutnya.. 🖤🖤🖤🖤🖤🖤
__ADS_1