My Hot Woman

My Hot Woman
DILEMA


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


Bagaimana jika Didiie sudah menikah..? Apa aku harus tinggal bersama nya..? Apa mollie dan Dady akan menyerahkan aku kembali pada Didiie..?? Kalau begitu aku tidak akan bertemu dengan Zoya lagi.


Zen duduk dikamar nya. Sejak menerima undangan pernikahan dari Didiie nya, pikiran Zen di penuhi dengan begitu banyak pertanyaan.


Remaja itu sedang di landa kegundahan. Di satu sisi ia sangat bahagia, karna ayah nya sudah menemukan wanita yang di cinta dan mencintai Didiie nya, tapi disisi lain, jika Didiie nya sudah menikah, maka tidak ada alasan lagi bagi nya untuk harus tetap tinggal bersama Mollie dan juga Dady di jakarta.


Ia sangat tidak ingin jauh dari keluarga yang ia sayangi disini, dan juga Zoya. Zen sangat menyayangi Zoya. Ia tidak bisa bayangkan bagaimana jika nanti ia pergi dan tidak akan bertemu Zoya lagi. Itulah yang membuat nya sejak tadi menjadi lebih pendiam.


Tok..Tok..


'Kak Zen.. boleh Zoya masuk..?" seru Zoya di balik pintu.


Ceklek..


"Masuklah Zo'e..


Zen mengernyitkan dahinya melihat Zoya membawa Biola ke dalam kamar Zen.


"Apa kakak sibuk..?"


"Tidak. Kenapa..?


"Aku ingin memainkan ini saat pernikahan Uncle nanti, apa kakak ingin mendengarnya..?" tanya Zoya bersemangat.


Huh..


"Mainkan saja.." jawab Zen.


Ia menarik kursi belajar nya sebagai tempat Zoya duduk. Sementara Zen memilih duduk di atas tempat tidur sebagai penonton.


Layak nya sebuah pertunjukan, sebelum memulai aksi nya, Zoya membungkuk memberikan hormat.


Dalam hitungan Detik. Alunan merdu dan harmoni dawai Biola Zoya terdengar memenuhi kamar Zen.


Adik kecilnya itu memang sangat berbakat. Zoya sangat mengagumkan. Ada aura tersendiri yang memancar dari diri nya saat ia memegang alat-alat musik tersebut.


Semua Nada bersatu dengan harmoni dan mengalunkan sebuah nada yang begitu indah dan menenangkan. Membius. mungkin itu kata yang lebih tepat.


"Bagaimana kak..?? Tanya Zoya saat selesai memainkan Biola "Kaaaakkkkk.......?" Seru Zoya lagi.


Ternyata Zen larut dalam pemikiran dan lamunan nya. Ia tidak sadar jika permainan Zoya sudah berakhir.


"Heh. Ya..??" tanya nya lagi pada Zoya.


"Apa kakak tidak memperhatikan permainan ku..? kakak menyebalkan!!" ucap Zoya merajuk dengan sikap Zen yang mengacuhkan pertunjukan nya.

__ADS_1


"Permainan mu bagus Zo'e. Sangat bagus.." puji nya lagi.


"Benarkah..??" Zoya memicingkan mata nya tidak percaya.


"Benar. Aku bersumpah. Aku adalah fans no.1 mu" Zen meyakinkan Zoya agar tidak merajuk pada nya.


"Baiklah. Aku percaya. Kalau begitu aku akan kembali ke kamar ku. Selamat malam kak Zen."


"Selamat malam Zo'e.."


_____________________________________


Tok..Tok..


"Boo...?


Julie mendatangi Rehan di ruang kerja nya.


Terlihat Rehan yang sedang sibuk dengan kertas-kertas yang bertumpuk di atas meja nya.


"Apa pekerjaan mu selalu sebanyak ini sayang..?" Julie berdiri di samping Rehan.


"Oh hai.. sayang. Ada apa..?"


Rehan baru menyadari kedatangan Julie. Ia terlalu fokus dengan pekerjaan nya, sampai-sampai tidak menyadari Keberadaan istri nya itu.


"Tidak ada. Hanya ingin melihat mu. Ini sudah sangat larut." Julie melihat pada jam yang sudah menunjukan pukul 12 malam.


"Tidur lah lebih dulu. Sebentar lagi aku akan menyusul." Rehan melepaskan kacamata nya.


"Akhir-akhir ini kau sangat subuk Boo, aku mencemaskan mu!" Julie memijit pundak suaminya perlahan.


"Hem. Begitu kah..? Kenapa tidak mencari sekretaris baru..?"


"Mencari pengganti tidak semudah itu sayang. Aku tidak ingin menempatkan sembarangan orang. Pekerjaan ini bukan main-main. Aku perlu seseorang yang benar-benar bisa di percaya." jawab Rehan kembali membaca berkas-berkas nya.


"Begitu kah..? Emm.. apa kau ingin aku bantu Boo..?? maksud ku menjadi sekretarismu. Mungkin lebih tepat nya sekretaris pribadi." usul Julie.


Rehan Berhenti membolak-balikan kertasnya saat Julie memberikan usulan tersebut.


"Apa kau sedang menggoda ku sayang..?" Rehan memutar kursi nya menghadap ke Julie, dan mendudukan wanita itu di pangkuan nya.


"Aku..? Tidak. Aku serius sayang. Apa kau lupa, itu adalah bidang keahlian ku." jelas Julie mengingat latar belakang pendidikan yang di miliki nya.


"Atau aku sudah tidak cocok lagi menjadi seorang sekretaris..? apa aku terlalu tua..??


Rehan tertawa mendengar pernyataan Julie.


"Apa kau ingin membuat ku semakin tersiksa di kantor sayang..? Kau tau kau sangat Sexi. Dan mengingat usia mu saat ini..?? 27 tahun..?? Waw.. aku rasa kau akan membuat banyak karyawan ku jatuh cinta pada mu. Tidak. Aku tidak ingin itu terjadi." Rehan memeluk erat pinggang Julie.


"Kau sangat berlebihan Boo! Aku hanya ingin membantu mu. Aku tidak ingin melihat mu terlalu lelah dan harus melajutkan pekerjaan sampai larut malam seperti ini."


Hehhm..


"Baiklah sayang jika kamu memaksa. Tapi hanya sampai aku mendapatkan sekretaris baru. Dan aku rasa, kau harus bicara ini dengan anak-anak kita!" saran Rehan pada istrinya.

__ADS_1


"Baiklah, aku rasa aku akan bicarakan besok." Julie kembali berdiri.


Rehan tau jika istrinya berniat baik ingin membantu nya. Hanya saja, Saat ini mereka memiliki anak yang juga membutuhkan perhatian dari orang tua mereka. Tapi jika anak-anak mereka mengijinkan kenapa tidak. Setidak nya Rehan berada dekat dengan Vitamin nya.


"O'ya bunda tadi menghubungi ku. Kata nya Mereka juga akan datang ke pernikahan Aldi."


Hem.. "aku rasa kita akan melakukan reuni keluarga disana..!"


Orang tua Rehan saat ini tengah berada di Singapore.


Beberapa tahun tarakhir perusahaan ayah Rehan sedang membuka cabang disana, oleh sebab itulah orang tua nya memilih untuk menetap.


"Ayo kita tidur. Kau harus istirahat Boo.." Julie mengumpulkan berkas-berkas yang menumpuk di atas meja Suaminya.


"Apa ini sebuah undangan..?? Rehan kembali melingkarkan tangan di perut rata Istrinya.


"Undangan..?? Ini perintah Tuan! Tapi jika di perlukan ku rasa masih belum terlambat."


Aaww....


Julie tersentak saat Rehan menarik lepas cimisol nya.


"Aku adalah laki-laki sehat dan peka sayang, aku tidak akan menyia-nyiakan isyaratmu.."


Rehan membungkam mulut Julie yang hendak menyuarakan protes nya.


Sekali sentakan Rehan sudah membopong tubuh Julie menuju sofa yang letak nya di pojok ruang kerja Rehan.


"Eemmhh.. Hah..hah..hah.. Apa kita akan melakukan nya disini Boo..??" Julie bicara dengan nafas tersenggal karna ulah nakal Rehan.


"Disini akan lebih menyenangkan sayang,, lagi pula kau harus membiasakan diri jika dalam keadaan terdesak." Rehan terus membasahi tubuh Julie dengan kecupan dan lumatan nya di bagian-bagian inti Julie.


Julie tidak bisa mencerna perkataan Rehan.


Perbuatan Rehan Membuat Julie semakin kelimpungan. Kedua nya sama-sama sudah berkabut gairah, saat nya untuk menuntaskan apa yang sudah di mulai.


"Boo.. Aah...ini.. ini sangat... Aahh...


Setelah puas bermain, tanpa aba-aba Rehan menghujam milik Julie yang memang sudah basah dan lebih dari siap untuk dimasuki.


Penyatuan yang sempurna untuk melepaskan Lelah...


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LIKE AND COMENT.. 🖤


Novel Baru Author baru aja Rilis Ya,,

__ADS_1


"A Second Heart" Jangan lupa di baca Juga. Dan berikan pendapat kalian.


Terima kasih untuk dukungan nya. 🙏


__ADS_2