My Hot Woman

My Hot Woman
MEET CAMER


__ADS_3

HAPPY READING ❤


.


.


.


.


"Bagaimana menurut mu Yang? apa orang tua ku terlalu memberatkan mu...?" tanya Rehan pada Julie yang sejak tadi masih terus terdiam, setelah keduanya kembali dari restoran.


Pertanyaan  Rehan sontak membuyarkan semua pikiran serta lamunan Julie.


"Kalau di bilang memberatkan seperti nya gak ya Pacar, lagi pula itu bukan hanya tentang keputusan ku, tapi kita berdua, tapi mungkin lebih tepat nya, agak terburu-buru." jawab Julie dengan sebenarnya.


"Apa kamu keberatan dengan permintaan orang tua ku Yang...?"


"Ini bukan hal yang mudah untuk di putuskan begitu saja Rey..!"


"Kenapa..?"


"Ya karena...-"


Flashback ON


"Ayah, Bunda. Maaf sudah membuat kalian menunggu. Perkenalkan ini Julie kekasih Ku."


Sapa Rehan pada kedua orang tuanya nya lalu memperkenalkan Julie yang saat ini sebagai kekasihnya.


"Saya Julie, tante, Om.. "


Julie memperkenalkan dirinya dengan perasaan yang campur aduk, namun berusaha terlihat santai.


Terlihat senyum ramah dari bunda Rehan saat menyambut Julie, dan Juga Ayah Rehan yang berwajah dingin namun masih memperlihatkan senyum simpul yang penuh wibawa.


'Jadi ini yang nama nya Julie Rey, waahh cantik Ya.- puji bunda Rehan. "Udah cantik, wanita karier lagi, seneng bunda liat nya. Calon mantu idaman ini sih."  tutur bunda memuji paras Julie.


Julie yang mendengar pujian tersebut hanya bisa tersenyum kikuk.


'Ya udah Yuk pesan dulu, tadi bunda udah pesen duluan, tinggal kalian aja." tambah bunda lagi pada keduanya.


Rehan dan Julie pun memesan makanan yang sama dengan orang tua Rehan. Kurang dari dua puluh menit, pramusaji pun menyajikan makanan tersebut di atas meja, dan mereka pun menikmati makan malam bersama.


'Udah berapa lama ngurusin bisnis nak Julie...??'

__ADS_1


Hah...? Bisnis ..? Aku...??


"Maaf tante, maksud nya...??


''Bukan nya kamu sama Rehan ada kerja sama ? bukan begitu Nak...?'' Tanya bunda pada Rehan yang saat itu sedang menatap sedikit keheranan, namun segera menyadari pertanyaan tersebut.


"Oh- Bun, kalau yang kerja sama di perusahaan Rehan itu nama nya Isabele, anak nya pak Handoko, Rekan Bisnis Rehan, ayah Juga kenal kok.'' sela Rehan memberikan klarifikasi.


''Lalu,  ini...? Ohh.. iya bunda ingat, selain nak Isabele Sofia juga cerita yang tentang gadis yang satunya.- Bunda Rehan kembali meraba-raba iingatannya. "yang D.  ''


belum lagi bunda menyelesaikan kalimatnya Ayah Rehan sudah lebih dulu memberikan lirikan membungkam, faham akan isyarat tersebut, bunda Rehan langsung terdiam.


"Maaf tante, saya hanya seorang sekretaris, bukan anak pengusaha.." Ucap Julie menjelaskan kesalah fahaman tersebut.


"Maaf Saya permisi ke Toilet sebentar.." ucap Julie kemudian pergi meninggalkan meja makan.


Setiba nya di toilet Julie membasuh tangan nya. Ia sebenarnya sangat gugup harus berhadapan langsung dengan keluarga Wijaya, tapi mau bagaimana lagi, inilah yang harus di hadapi jika menjalin hubungan dengan anak salah satu pengusaha ternama di Ibu kota.


Tak lama kemudian, ibunda Rehan menyusul Julie kedalam toilet.


'Nak Julie, maaf kalau tadi bunda salah bertanya..'' ucap Bunda Rehan. ''Bunda tidak bermaksud,-


"Tidak apa-apa tan, lagi pula tante gak salah kok.." jawab Julie tulus.


"Julie mengerti kok tante, semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak mereka, tanpa terkecuali om dan tante. Dan untuk pekerjaan,, Aku masih jadi Dj kalau aku lagi senggang aja tante, selebihnya aku bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan yang cukup besar.." jelas Julie bangga akan dirinya.


''Apa Rehan tau..? Ah, maksud tante- apa tidak sebaiknya kamu berhenti, lagi pula anak gadis kan tidak baik..


Ya.. tante pikir kamu faham maksud tante..'' ujar Bunda lagi.


"Julie faham tante. Sebelum Julie menjadi kekasih Rehan, Julie memang seorang Dj, bahkan sampai sekarang. Menjadi seorang Dj adalah bagian dari hidup Julie, dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa Julie tinggalkan begitu saja. Aku tau kalian menginginkan pasangan yang terbaik bagi Rehan, tapi untuk tante ketahui,-


Tante benar jika menjadi Dj selalu identik dengan kehidupan malam yang negatif,


Tapi Aku melakukan pekerjaan ku bukan seperti yang tante fikirkan, Aku gak pernah sekalipun jual diri, atau juga menggunakan obat-obatan, jika itu yang tante khawatirkan.


Lagi pula inilah hidup ku tan,  Aku menjalin hubungan dengan anak tante dengan apa ada nya diriku. Begitu juga terhadap kalian, aku hanya akan menunjukkan bagaimana diriku yang sebenarnya.


Aku tidak berharap semua orang akan menyukai ku. Begitupun dengan kalian, aku tidak akan menjadi seseorang yang bukan diriku hanya untuk membuat kalian menyukaiku. Aku tidak akan berbuat hal sepalsu itu tante, Karena bagi ku, kejujuran dan ketulusan itu adalah hal yang utama dalam membangun sebuah hubungan. Maaf kalau aku udah lancang sama tante aku permisi.." pamit Julie lalu keluar dari toilet.


Sesaat kemudian Julie sudah kembali ke tempat duduk nya, tak lama di susul oleh bunda Rehan.


"Lama banget Yang di toiletnya...?" tanya Rehan yang merasa sedikit aneh dengan raut wajah Julie.


"Maaf... " Ucap Julie setengah berbisik.

__ADS_1


"Sudah berapa lama kalian pacaran?" Kini Ayah Rehan yang bertanya.


"Baru sebulan kok Yah."


Jawab Rehan sambil tersenyum melihat Julie.


"Kalau begitu tiga bulan lagi kalian harus menikah..! Ayah rasa itu waktu yang cukup untuk saling mengenal."


"Tapi Yah,-


"kalau kalian serius menjalin hubungan, untuk apa berlama-lama. Segera resmikan. Tapi jika dalam waktu tiga bulan kalian masih belum yakin untuk menikah, lebih baik sudahi saja, Jangan buang-buang waktu untuk hal yang sia-sia. Bagaimana menurut nak Julie...?" ayah Rehan mempertanyakan keputusan Julie.


Julie menatap pada wajah Wijaya, Ayah dari kekasih nya yang kini menatap pada nya juga. Tidak ada lelucon yang tersirat disana.., hanya wajah serius yang menanti jawaban dari sebuah kepastian, membuat Julie semakin gugup menghadapi pertanyaan tersebut.


"akan saya pikirkan dengan baik om... " Ucap Julie memperlihatkan keseriusan jawabannya.


Mendengar jawaban kekasihnya, Rehan pun sudah tidak ragu lagi dalam meneruskan hubungan mereka ke tahap yang lebih serius.


"Yang, makasih Ya."


Rehan menatap dengan penuh Cinta sambil meremas pelan tangan Julie.


Sementara Bunda Rehan hanya mendengarkan saja keputusan dari suaminya tanpa memberikan komentar apapun.


Flashback Off


"Ya udah kamu pikirin aja dulu. Aku cuma mau kita jalanin aja hubungan ini seperti seharusnya. Tapi satu yang perlu kamu tau Yang, Aku tu serius sama kamu pake banget malah." pungkas Rehan.


.


.


.


.


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2