My Hot Woman

My Hot Woman
SLEEPING BEAUTY PART 2


__ADS_3

🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


''11'Day Pasca Melahirkan''


Rehan menyiapkan wadah yang berisi waslap dan juga air hangat.


Setiap hari inilah tugas yang di lakukan Rehan. Semua yang berurusan dengan Istrinya di luar hal-hal medis akan ia lakukan sendiri.


Setelah semua perlengkapan mandi selesai, Rehan membentangkan gorden yang membatasi ranjang Julie dengan ruang tamu.


''Moo,, sekarang waktu nya untuk mandi. Aku akan membersihkan tubuh mu.-


Ternyata istriku ini sangat manja ya,,?? Apa kamu tidak lelah dengan tidur panjang mu sayang..??-


Aku ingin bicara dengan mu.


Aku ingin memeluk mu seperti sebelumnya.


Dan..


Apa kau tau,, sampai hari ini putri kita masih belum memiliki nama.


Aku ingin kamu yang memberikan nama bagi putri kita.


Apa kamu tidak ingin memberikan nama bagi putri kecil kita..??


Rehan masih terus mengelap bagian-bagian tubuh Julie, dan tak jarang juga memberikan pijatan ringan agar tubuh istrinya dapat bereaksi dan merasakan kehadiran nya.


"Apa ini terasa sakit sayang..??''


Rehan menyentuh bagian luka Julie pasca operasi.


''Maaf membuat mu harus merasakan semua ini. Jika bisa,, biar aku yang menggantikan semua rasa sakit ini. Maafkan aku. Maaf.''


Setelah selesai membersihkan tubuh istrinya, Rehan juga mengganti baju Julie. Kemudian menyisir rambut Julie yang sedikit berantakan.


Tok..tok..


''Permisi, waktu nya pemeriksaan untuk nyonya Julie.'' ucap seorang perawat, yang kemudian di ikuti oleh seorang dokter wanita yang saat itu sedang bertugas.


''Silahkan dok.''


Rehan memberikan ruang bagi dokter dan perawat untuk mengecek keadaan Julie.


Beberapa menit kemudian..


''Seperti pemeriksaan sebelumnya, semua hasilnya baik. Bahkan tanda-tanda vital nya juga berfungsi dengan baik.


Kita hanya bisa bersabar sambil menunggu nyonya Julie bangun dari fase hibernasi nya.'' Jelas dokter tersebut pada Rehan.


''Terima kasih dok.''


____________________________


12.45 pm.


Tok..tok..


''Rey..


Aldi masuk ke dalam ruangan. Ia juga membawa Zen bersama nya. Karna sudah beberapa hari ini Zen selalu merengek agar dapat bertemu dengan Mollie.


''Dady..,,


Zen kecil memeluk Rehan. Rehan juga membalas pelukan putra sulung nya itu.


''Dady, apa mollie masih tidur..??


''Ya sayang. Mollie masih tidur. Temuilah Mollie, mungkin saja jika kamu yang membangunkan Moliie dia akan terbangun.'' harap Rehan.

__ADS_1


Zen melepaskan pelukan nya, dan berjalan mendekati ranjang Julie.


''Bagaimana kabar mu Rey, apa kau baik-baik saja..?'' tanya Aldi melihat kondisi Rehan yang sedikit lebih kurus dari sebelumnya.


''Aku baik-baik saja Al.. '' jawab Rehan santai.


*


''Moliie..,


Zen disini bersama Mollie. Kapan mollie akan bangun dan bermain bersama Zen..?? Zen kangen mollie.''


Zen kecil duduk tepat di sebelah Julie, sambil mengelus pelan tangan mollie nya.


'' Mollie, apa mollie tau.. Zen sangat kesepian sekarang. Mollie tidak mau mengantarkan Zen sekolah lagi,, mollie juga tidak menemani Zen belajar..


apa mollie tidak sayang lagi pada Zen..?"


Lama Zen duduk disebelah Julie, namun tubuh Julie tidak juga merespon keberadaan Zen disana.


Sementara Zen masih setia menggantikan Rehan untuk menemani Julie dan duduk di samping ranjang Julie.


"Jagoan,, apa kau mengantuk..??'' tanya Rehan melihat Zen yang menyenderkan kepala nya di dekat tangan Julie.


''Tidak Dady, Zen masih ingin bersama Mollie.''


Rehan hanya tersenyum melihat Zen. Anak sulung nya itu benar-benar menyayangi mollie nya. Rehan membiarkan Zen yang duduk di dekat Julie.


Sementara ia dan Aldi sama-sama duduk di ruang tamu sambil berbincang.


15.00 pm


''Rey,, aku dan zen akan kembali kerumah. Semoga Julie lekas pulih.''


''Terima kasih Al,, pulang lah. Zen juga seperti nya lelah. Jika ada perkembangan tentang Julie, aku akan segera mengabari kalian.''


''Ya. Kau juga jaga kesehatan mu.''


Aldi membopong tubuh Kecil Zen yang tertidur lelap disamping Julie, dan membawa ya keluar dari ruangan untuk kembali kerumah.


_____________________________________


''ada apa dengan bayi ini..? mungkin popok nya basah.''


seorang suster yang menjaga ruang bayi di buat sedikit kualahan dengan tangisan bayi Julie yang sejak tadi tidak mau berhenti menangis.


Meskipun sudah di beri susu dan juga di ganti popok nya bayi tersebut tidak juga mau berhenti menangis.


Tidak hanya satu suster, bahkan kini suster senior juga turun tangan untuk menenangkan bayi tersebut, namun hasilnya sama, bayi Julie masih terus menangis.


''buatkan susu nya, mungkin saja dia lapar.'' perintah suster senior tersebut.


Tak lama setelahnya, suster yang lain membawakan sebotol susu. Bayi Julie bahkan tidak ingin meminum susu tersebut.


sssttt.. sstttt... 'diam lah sayang, jangan menangis terus hem.. sssstttt...ssstttt....''nina bobo.. nina bobo.., sstttt...sssttt...'


''bayi ini benar-benar tidak bisa berhenti.'' keluh suster tersebut.


''sus,, bagaimana jika kita bawa kepada orang tuanya mungkin saja dia bia berhenti menangis.''


''Baik'' siapkan tabung nya.!!'


Demi kesehatan dan keselematan si bayi, perawat membawa bayi tersebut ke kamar Julie. Mereka tidak ingin tangisan bayi itu akan berdampak bagi kesehatan nya jika terus-terusan menangis.


Uwaa... uwaa... uwaaa....


Sttt..sssstttt.... ''sayang sebentar ya.. kita akan bertemu orang tua mu sebentar lagi.''


Tok..tok..


''Permisi pak,, maaf mengganggu. Tapi bayi anda tidak berhenti menangis sejak tadi. Mungkin saja dia ingin bersama orang tua nya.''


Deg...


Rehan yang tidak tau bagaimana cara menangani bayi yang menangis hanya bisa berdiam diri melihat tabung putri nya.


Jangankan menenangkan,, memegang nya saja ia tidak pernah.

__ADS_1


''Pak..


''Ahh.. ia sus.. berikan pada saya.''


putri kecil Rehan memang sejak tadi terus menangis. Dengan hati-hati Rehan mengambil putri nya dari gendongan suster tersebut.


Ssssttttt...ssstttttt....


''Putri Dady,, hallo.. ini dady sayang.. apa kamu mengenalku..??''


Rehan mengayung-ngayunkan putri kecil dalam pelukan nya.


Uwwaaaa... Uuuwaaaa...


Sssttt...sssttt...


''Jangan menangis sayang,, maafkan Dady yang baru bisa memeluk mu..''


Sementara Rehan menimang bayi nya. Kedua perawat tersebut keluar untuk kembali keruang jaga.


Perlahan bayi kecil Rehan pun kembali tenang dan berhenti menangis.


''Good girl..,, anak Dady memang pintar.. apa kamu merindukan mommy..?? see.. mommy juga sedang tidur. Sekarang putri Dady juga harus kembali tidur..''


Pelukan Rehan memang sangat manjur.


Bayi kecilnya kini sudah mulai tertidur.


Dengan perlahan, Rehan kembali meletakkan tubuh putri kecilnya kembali ke dalam tabung.


''Moo,, kau lihat.. putri kecil kita sangat manis,''


Rehan kembali duduk di sebelah Julie, sementara tabung bayi kecilnya di tempatkan bersebelahan dengan ranjang Julie.


23.15 am


Rehan masih terjaga untuk menunggu Istri dan juga putri kecilnya.


Perlahan rasa kantuk juga mulai menguasai dirinya.


Uuuwwaaa... Uuuwwaaa... Uuuwwaaaa...


Sssssttt....Sssssttttt...sssttt


''Putri kecil Dady kenapa..?? Ada apa sayang..?? apa mimpi buruk mengganggu mu..??


sstttss....Ssstttss...


Rehan kembali menggendong putri kecilnya yang masih belum berhenti menangis.


''Anak Dady sayang... ssstttt...sssttt... apa kau lapar..?? hem..?? kenapa tidak berhenti menangis,,? berhentilah menangis Dady mohon..??"


Rehan mulai gelisah melihat putri kcilnya yang terus manangis, ia pun menekan tombol jaga agar perawat datang kamar untuk menangani putri nya.


Uuuwaaae.. Uuuwwaaae...


''Ssssttt... sssttt... anak manis,, anak pintar.. jangan menangis.."


''Bayi kita kenapa Boo,,?? Berikan dia padaku..!''


Deg..


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa Like and Coment.. 😉


Yuks ikutan Special Give nya Manga toon dengan memberikan ucapan "Happy New Year" pada author, Gak sampe 1 menit kok 😉😉🖤🖤


Selamat menyambut Tahun baru 2020 buat semua Readers,, segala yang terbaik akan selalu hadir dalam hidup kalian 🙏😉😘


🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


__ADS_2