My Hot Woman

My Hot Woman
UNCLE AND AUNTY


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


.


Tiga hari sudah berlalu setelah Zen dan Zoya kembali ke indonesia sementara mommy dan Dady mereka masih bertahan di U.K.


Dan hari ini juga, Aldi dan Margaret pergi untuk melakukan bulan di Labuan Banjo. Sebenarnya mereka merasa enggan meninggalkan anak-anak seorang diri, Tapi mengingat mereka baru saja menikah dan ini juga pertama kalinya bagi Margaret ke indonesia, jadi Aldi pun memutuskan untuk melakukan Honey moon selama beberapa hari ke depan. Sebelum masa cuti istrinya habis.


"Zo'e,, apa kamu sudah siap..? KIta harus segera pergi!" Zen mengajak adiknya untuk berangkat ke sekolah.


Zoya terlihat tidak bersemangat pagi ini.


zoya juga Lebih banyak diam dari hari-hari biasa.


"Zo'e apa kamu baik-baik saja..?" Zen membawakan tas ransel Zoya.


"Aku baik-baik saja kak, hanya saja rumah kita terlalu sepi." Zoya membalikan tubuh melihat sekeliling isi rumah.


"Apa kamu merindukan Mommy dan Daddy..?"


"Bohong kalau Zoya bilang tidak kak. Tapi Zoya tau kalau mommy juga pasti merindukan kita. Jadi Zoya akan tetap menunggu mommy dan Daddy kembali, sebelum itu Zoya akan jadi anak baik." ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Ya. Kakak tau kamu pasti bisa. Kita bisa melewati semua ini. Kita harus selalu mendoakan mommy dan adik bayi agar senantiasa sehat, agar dapat segera pulang, dan kita bisa berkumpul bersama-sama lagi.


"Ayo kita berangkat.." Zen menggandeng tangan Zoya sampai masuk ke dalam mobil.


"Kakak...?"


"Hem..?"


"Apa kakak mau makan siang bersama ku..?"


"Kenapa tidak Zo'e! kakak akan menemui mu saat jam makan siang." Zen tersenyum hangat pada Zoya kemudian kembali fokus pada buku-bukunya.


_____________________________________


"Sayang.. tolong bawakan plastik belanjaan itu, dan juga plastik yang ada di sana!" tunjuk Isabelle pada semua barang belanjaannya.


"Ya nyonya." jawab Dony mengikuti semua perkataan istrinya.


Saat ini usia kandungan Isabelle sudah memasuki 32 minggu, dalam waktu dekat mereka akan menjadi orang tua yang seutuhnya, dan mereka sudah tidak sabar untuk menantikan saat itu tiba.

__ADS_1


"Sayang,, apa ini tidak terlalu banyak..? bukankah kemarin kita juga belanja barang-barang seperti ini..?" Dony mengerutkan keningnya melihat betapa banyaknya barang bawaan mereka.


"ini bukan untuk kita sayang, tapi untuk si tampan dan juga si cantik." kata Isabelle bersemangat.


"Oh.. begitu kah..? baiklah kalau begitu tambah saja lagi barang-barang nya. Apa kita harus membelikan beberapa mainan untuk cantik..?" Kini Dony yang lebih bersemangat.


Sebelumnya Rehan sudah mengabarkan tertundanya kepulangan mereka karena kondisi kesehatan Julie dan juga menunggu usia kandungan Juli sudah lebih kuat.


Rehan juga mengatakan jika Zen dan Zoya pulang bersama dengan Aldi dan juga Margaret. Dony sudah bisa membayangkan bagaimana sedihnya Julie saat harus berpisah dengan anak-anaknya. hUhh.. Dony dan Isabelle juga ikut merasakan kesedihan Julie.


"Bagaimana kita membawanya kalau harus ditambah lagi. Besok saja kita bawa mereka jalan-jalan, untuk saat ini aku rasa semua ini cukup." Isabelle mengabsen semua belanjaannya. Mulai dari makanan sehat, minuman, dan juga camilan untuk Zen dan Zoya.


"Ya, baiklah.. kalau begitu ayo sayang.." Donny memasukan semua belanjaan istrinya ke dalam troli lalu menggandeng tangan Isabelle.


"Pelan-pelan saja jalan nya, nanti kaki mu sakit sayang,, jangan sampai kamu terlalu lelah."


"Iya bawel.. " Isabelle mencubit pelan pinggang Dony.


"Apa kita akan langsung menjemput mereka..?"


"Hem. aku rasa sebentar lagi jam sekolah akan segera berakhir." Isabelle memeriksa jam tangan nya. Ia ingat betul kalau Julie sahabatnya itu kalau anak-anak nya selalu pulang di jam yang sama.


"Baiklah,, kita akan segera Go menemui si cantik dan juga pangeran tampan itu."


Dony dan juga Isabelle sangat menyukai Zen dan juga Zoya. Mungkin karena mereka adalah sahabat, jadi mereka juga menganggap kalau anak-anak Julie dan Rehan juga anak-anak mereka.


Setelah keluar dari mall, Dony langsung melajukan mobilnya menuju sekolah Zen dan Zoya.


"Sayang,, kamu tunggu disini saja.. aku yang akan menunggu mereka di sana." Dony segera keluar dari mobil untuk menunggu zen juga zoya di depan ruang tunggu khusus orang tua ataupun wali murid.


Sebelumnya Dony sudah menghubungi supir pribadi keluarga Rehan, kalau dirinya yang akan menjemput anak-anak saat pulang sekolah.


Saat sampai diruang tunggu, ruangan itu sudah penuh sesak oleh para orag tua yang juga sedang menunggu anak-anak mereka sama seperti yang Dony lakukan saat ini.


"Dimana anak-anak itu,, apa mereka belum selesai..?" Dony kembali melirik jam tangan nya.


"Heeii..,, Dony kan..??' Sapa seorang wanita dengan paras yang cukup cantik, saat ini wanita itu berdiri di depan Dony. .


Dony tidak mengenal wanita yang ada dihadapan nya saat ini.


"Ya,,saya Dony. Maaf dengan siapa ya..?" tanya Dony yang memang tidak mengingat sedikitpun siapa wanita yang berdiri di depan nya.


"Dony temannya Rehan kan..?" tanya wanita itu lagi.


Ahh.. apa wanita ini fans nya Rehan..? atau fans ku..?


"Ya, betul." jawab dony mengerutkan dahinya.


"Apa kau benar-benar melupakan ku..? Waah.. kau benar-benar keterlaluan.." wanita itu menggelengkan kepalanya dnegan mimik yang terbilang lucu.

__ADS_1


"Maafkan aku, tapi aku benar-benar tidak ingat." Dony merasa tidak enak.


"Aku Sesil. Sesilia Budiman. Kita pernah berada di kelas yang sama saat di universitas."Wanita itu menjelaskan dirinya.


"Ahh.. universitas..?? Maaf kalau aku sudah lupa dan tidak mengenalmu.." Dony menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


"Baiklah tidak masalah. Lagipula dulu kalian adalah para The Heirs.. tentu saja kalian tidak akan ingat pada orang-orang kecil seperti kami.-Gadis itu tersenyum mengerti. "Siapa yang kau tunggu..? anakmu..?"


"Bukan,, aku menjemput anak Rehan." jawab dony dengan sebenarnya.


"Oh.. Rehan. Lalu kau..? Bagaimana denganmu..?"


''Aku..? Aku juga akan segera memiliki anak, istriku sedang menunggu di mobil."


Sementara itu...


"Ahh.. pantas saja,, teryata lelaki genit ini masih saja sibuk menggaet wanita meskipun aku sedang hamil seperti ini.." kesal Isabelle melihat suaminya yang sedang asyik berbicara dengan seorang wanita.


Niat nya tadi ia ingin menunggu bersama-sama dengan suaminya, karena ia bosan seorang diri di dalam mobil, tapi kini ia memutuskan untuk kembali lagi ke dalam mobil.


"Dasar hidung belang!! Awas saja kamu..!!" Isabelle menghentak-hentakan kakinya sebelum kembali ke dalam mobil.


Tak lama setelahnya, bell tanda berakhirnya jam sekolah pun berbunyi. Semua siswa berbondong-bondong keluar dari dalam kelas.


Setelah menunggu cukup lama. Akhirnya Zen dan juga Zoya terlihat melintasi pintu pembatas.


"Cantik!" Seru Dony pada Zoya.


Mendengar namanya dipanggil, Zoya secara reflek mencari sumber suara, sampai ia melihat dony melambaikan tangan nya.


"Uncle Don!" Zoya juga melambaikan tangan nya.


"Uncle Don dimana?"Tanya Zen.


"Di Sana kakak..!' tunjuk Zoya kearah Dony berdiri.


"Hai.. cantik, tampan..hari ini Uncle dan aunty yang anak menemani kalian pulang." kata Dony bersemangat.


"Yeeeiiii...Zoya sayang Uncle." Zoya menggandeng tangan Dony sambil berlari-lari kecil.


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


KASIH LIKE DAN COMENT YANG BANYAK YA... 😉😉♥


__ADS_2