
🌹HAPPY READING🌹
Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore,, Rehan dan Julie sudah siap dengan berbagai macam perlengkapan Baberque.. di taman belakang yang saat ini sudah di sulap sedemikian mungkin berubah menjadi tempat Party ala Julie dan Rehan.
Terlihat disana,, beberapa susunan daging yang sudah di tusuk bersama dengan bawang bombai, paprika dan tomat ceri, serta beberapa jenis sayur pelengkap lain nya.
Tidak lupa Julie membawa Saos yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Sementara Rehan yang sibuk mempersiapkan alat pemanggang di bantu oleh Jere,,dan Julie memilih untuk menata meja dan memberekan perlengkapan lainnya.
Keduanya terlihat sama-sama sibuk namun masih tetap memperlihatkan kemesraan, di sela-sela pekerjaan nya Rehan selalu saja mencuri-curi kesempatan untuk mencium pipi atau bibir Julie sementara gadisnya itu sibuk kesana dan kemari,, membuat keduanya tertawa terbahak saat Rehan tiba-tiba memeluk dan mendaratkan ciuman singkat di bibir Julie.
Mendengar gelak tawa Rehan dan Julie, Dony yang sebelumnya pergi untuk mencari minuman segera menyusul ke taman belakang dan ikut bergabung bersama keduanya setelah menyusun beberapa botol serta kaleng minuman dingin yang baru saja ia beli.
"Julie... mari ku bantu...' tawar Dony yang langsung mengambil alih pekerjaan gadis itu. Sementara Julie hanya mengiyakan saja bantuan Dony dan ia memilih menyirami saos-saos pendamping pada setiap tusukan Baberque yang sudah siap di panggang.
"Sini Yang.. biar aku aja yang angkat..." Rehan mengambil baki berisi daging yang berada di tangan Julie.
"Udah,, aku bisa kok Rey... " Julie berusaha mengambil kembali baki dari Rehan..
namun apa daya, Rehan lebih tinggi darinya. Saat Julie ingin merebutnya kembali,, maka Rehan akan mengangkat tinggi baki yang ada di tangan nya.. kemudian memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunduk dan mencium bibir kekasihnya itu.
Perlakuan Rehan Membuat Julie mau tak mau membiarkan saja tingkah konyol kekasihnya itu.
"Ssstttt... Sini deh,,
mending kamu temenin aku Yang,, aku kipasin daging nya,, kamu kipasin aku, gimana?? " ucap Rehan sambil menarik tangan Julie untuk mengikutinya.
Tak lama kemudian Isabele dan Sofia turut bergabung bersama mereka.
'Rame banget sih ka... ' tanya Sofia pada Dony yang masih menusukan daging pada besi kecil dan panjang yang ada di tangan nya.
"Lo gak liat apa.. kita lagi Baberque'an... bantuin sini... ! ajak Dony pada Sofia yang hanya melipat kedua tangan nya sambil melihat ke arah Rehan yang terlihat begitu mesra bersama seorang wanita cantik di sebelahnya.
'Kak... itu siapa yang sama ka Rehan..?? Tanya Sofia yang menunjuk Julie dengan dagu nya.
'Calon istri Rehan! Jawab Dony singkat.
"WHAT....????
Sssstttttttt......
Dony dan Isabele sama-sama memperingatkan Sofia agar lebih memelankan suaranya.
Sontak gadis itu langsung menutup mulutnya sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Seriusan ka...??? Sumpah demi apa..?? Kak Rey udah punya calon...??
Tanya Sofia yang masih belum mempercayai informasi yang baru saja ia terima.
'Hem.. ' Udah deh gak usah Kepo.. bantuin sini... ' seru Dony sambil menyerahkan tusukan pada sofia.
Sementara Isabele hanya terdiam di sebelah Dony sambil merapikan beberapa pekerjaan Dony yang sedikit berantakan, bahkan tak jarang ia melirik ke arah Rehan dan Julie yang terlihat asyik bersenda gurau tak jauh dari posisi mereka berdiri saat ini.
__ADS_1
'Bell... ikut aku Yuk.. ' Ajak Dony pada Isabele.
'Kemana...??
'Beli Es Cream...' jawab nya yang langsung menarik tangan Isabele, membuat gadis itu sempat terseok saat mengikuti langkah nya.
'Loh..Loh.. kak,, kok sofi di tinggal sih... ??
teriak gadis itu,..
'Udah kerjain aja,, bentar doang kok.. !! Jawab Dony yang sudah menghilang di balik pintu bersama dengan Isabele dibelakang nya.
"Apaan Sih..., gak asyik banget..!! Gadis itu mengerucutkan bibirnya.
'-Mending kenalan sama kaka Ipar..." ucap Sofia yang sudah kembali riang, sambil berjalan cepat membawa baki yang berisi tusukan daging siap panggang kepada Rehan dan Julie..
**
'Kamu gak papa Bell...??' Tanya Dony yang saat ini sudah berada di dalam mobil bersama Isabele..
'Aku..?? Aku kenapa..?? aku gak apa-apa kok..?? Kenapa,, kok kamu..
'Udah jujur aja.. aku tau kok,, maaf kalau aku lancang..
Tapi aku tau kalau kamu punya perasaan sama Rehan..'
Perkataan Dony sontak membuat wajah Isabele memerah,, ia tidak menyadari jika sikap nya begitu kentara jika ia menyukai Rehan, menyukai laki-laki yang saat ini sudah memiliki seorang calon pendamping. Pupus sudah harapan dan angan-angan nya untuk lebih dekat dengan Rehan.
Gadis itu tertawa hambar.
"Aku juga sama seperti mu.., Gadis yang aku sukai ternyata adalah kekasih sahabat ku sendiri,.." Serunya. Ia tidak berniat menghibur Isabele, hanya saja ia tidak tahan melihat wajah murung Isabele sejak tadi siang saat tau Rehan dan Julie akan segera menikah dalam waktu dekat.
"Maksudmu...??
"Ya. Benar. Julie, kekasih Rehan adalah wanita yang aku sukai sejak awal, bahkan aku telah jatuh hati padanya, lucu bukan..??
Dony memberhentikan laju mobilnya di tepi pantai tak jauh dari Villa Rehan. Keduan nya pun turun dan berjalan-jalan di tepi pantai sambil terus berbincang.
"Jadi,, apa saat ini kau juga terluka..?? Tanya Isabele pada Dony yang saat ini tengah menggulung kaki celana nya sampai ke lutut.
"Tidak.."
"Bagaimana....
"Aku tidak terluka,, lebih tepatnya sedikit kecewa,, tapi aku bahagia, karena wanita yang membuat ku jatuh hati memilih laki-laki yang tepat, yaitu Rehan.
Aku juga bersyukur,, akhirnya Julie lah yang bisa membuat Rehan terlihat hidup kembali..' jelas Dony sambil memainkan deburan ombak yang menerpa kaki kedua nya.
"Apa kau sangat terluka Bell...?? Tanya Dony yang kini telah menghentikan langkah nya, melihat pada Isabele yang juga berdiri di samping nya.
"Aku..?? Mungkin IYA. Mungkin Juga TIDAK."
IYA. Karna aku memang menyukai Rehan sejak awak bertemu dengan nya, Rehan adalah orang yang baik dan menyenangkan. Mungkin lebih tepat nya aku merasa nyaman bersama Rehan.
__ADS_1
Dan,, TIDAK. Karena aku belum yakin apakah yang kurasakan ini Cinta atau hanya kekaguman semata.."
"Wah.. aku rasa kau mulai bertingkah keren..!! ucap Dony menanggapi.
"Aku..?? Tidak.
Aku tidak bertingkah keren,, hanya saja aku memang Keren..!! balas Isabele sedikit angkuh.
Membuat Dony tertawa dan Isabele pun ikut tertawa setelahnya.
"Apa kau sudah merasa lebih baik..?? karna jika tidak, maka kita berdua akan segera membeku di tempat ini.." Ucap Dony.
Ha-Ha-Ha..
"Apa kau ingin kita membangun kemah disini..??" Gurau Isabele menanggapi Dony..
"Haruskah...??
"Tidak.Tidak.. aku rasa kita harus kembali..
Walau bagaimana pun,, kita harus menghormati tuan rumah bukan...?? Jawab Isabele menanggapi gurauan Dony.
"Kalau begitu, sebaik nya kita cepat.. karna jika tidak.. mereka akan berpesta tanpa kita.. " Ajak Dony, kemudian kedua nya segera pergi meninggalkan pantai dan kembali ke Villa Rehan.
"Don.. terima kasih karena sudah mencoba untuk menghiburku.." ucap Isabele tulus. Ia sangat menghargai apa yang Dony lakukan untuk nya.
'Terima kasih kembali Nona.., sejujurnya aku menghibur diriku sendiri..' balas Dony dengan nada jenaka membuat Isabele tersenyum manis.
'Kau terlihat cantik saat kau tersenyum,, wajah murung itu sangat tidak cocok untuk mu..!
"Ya.. Ya.. kau benar.-
Aku memang terlahir hanya untuk memperlihatkan senyuman ku-, Seharusnya...'
.
.
.
.
.
🌹H🌹A🌹P🌹P🌹Y🌹
🌹W🌹E🌹E🌹K🌹E🌹N🌹D🌹
.
🌷L🌷I🌷K🌷E🌷♥
🌷C🌷O🌷M🌷E🌷N🌷T
__ADS_1