My Hot Woman

My Hot Woman
TANTANGAN ZEN


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


08.00. UK


"Selamat pagi sayang,.''


Aldi memberikan morning kiss pada calon istri nya.


"Pagi sayang. Bagaimana persiapan mu..?'' margaret mengambil tempat di sebelah Aldi.


"Semua sudah siap, aku akan berangkat 20 menit lagi. Apa kau yakin tidak ingin pergi bersama ku..?"


"hari ini adalah hari terakhir aku menyerahkan semua berkas perkuliahan dan juga pengajuan cuti ku sayang, aku sangat ingin pergi, tapi mau bagaimana lagi, UK tidak seperti negara mu. Kau tau itu.'' jelas Margharet.


"Ya aku tau, kalau begitu tunggulah aku. Saat aku kembali, aku akan melihat mu dengan balutan gaun putih sebagai pengantin wanita ku. Dan sungguh..


Aku sudah tidak sabar menantikan hari itu. Hari dimana, kau akan menjadi milik ku seutuhnya.'' ucap Aldi dengan tatapan memuja.


"Aku pasti akan menunggu mempelai pria ku dengan penuh cinta. Aku pun menantikan hal yang sama seperti mu Al..''


Aldi melumat lembut bibir Margaret. Bibirnya yang sensual dan penuh menggoda, lembab dan basah. Aku mencintaimu..


"Sampaikan salam ku pada Zen dan keluarga besar Mr.Rehan Wijaya beserta Istrinya. Katakan aku tidak sabar ingin bertemu mereka dalam beberapa hari.''


Margaret mengantarkan Aldi sampai di depan Penthause calon suaminya itu, ia memeluk tubuhnya sendiri melihat kepergian Aldi dan memutuskan untuk kembali ke rumah setelah nya.


Tuhan akan menjaga mu cinta ku, kembali lah segera.


08.55. Airport


Aldi melirik arloji yang terpasang di tangan nya.


Kemudian menyempatkan diri untuk melakukan panggilan pada Julie, untuk memberitahukan kepulangan nya.


Ia benar-benar ingin melihat keluarga kecil sahabatnya, dan juga putra nya, Zen.


Ada sedikit penyesalan yang terselip dalam ingatan nya. Ia tidak benar-benar menjaga Zen dengan baik, menjaga buah cinta nya bersama alm Sarah, Wanita yang pernah ia cintai.


09.05


Pesawat Aldi telah meninggalkan bandara melintasi udara kembali menuju indonesia.


Dalam waktu kurang lebih 17 jam, ia akan segera bertemu dengan orang-orang yang ia rindukan selama 2 tahun terakhir.


_________________________________


04.00 WIB..

__ADS_1


Julie terbangun karena panggilan yang Aldi lakukan. Aldi memberitahunya bahwa saat ini ia akan melakukan penerbangan kembali ke indonesia.


Dalam beberapa jam mereka akan kembali bertemu setelah cukup lama Aldi meninggalkan indonesia untuk pengembangan proyek baru nya di UK dan ternyata disanalah kini hati nya berlabuh. Julie turut berbahagia dengan itu.


Aldi sudah seperti seorang kakak, dan juga sahabat bagi Julie. Selain Rehan, tentu Julie juga sangat menyayangi Aldi.


Karena matanya sudah tidak bisa kembali terpejam, Julie memutuskan untuk bangun dan menyiapkan sarapan bagi keluarga nya. Meskipun ini weekend, Julie bukanlah seseorang yang akan bermalas-malasan di tempat tidur.


Setelah mencuci muka, Julie kembali mematikan nyala lampu di kamar. Suaminya masih terlelap berbaring di tempat tidur.


Setelah percintaan yang luar biasa semalam, suaminya pastilah sangat lelah.


Pukul 05.00


Julie sudah menyiapkan sarapan di atas meja. Ia menyiapkan semua nya sendiri, karena asisten rumah tangga mereka baru saja terbangun di saat Julie sudah selesai dengan pekerjaan nya.


Julie merasa tidak ada lagi yang harus ia kerjakan. Dan ia terlalu malas untuk menonton siaran berita ataupun gosip di Tv. Oleh sebab itulah dirinya membuat rencana yang lain untuk akhir pekan kali ini.


Ia kembali naik ke kamar, menggunakan kaos putih polos dan celana olah raga di atas lutut, tidak lupa ia juga menggunakan Hoodie favorite nya. Setelah memasang sneakers, ia kembali menutup pelan pintu kamar.


Kali ini tujuan nya adalah ke kamar Zen. Setelah sampai di depan pintu, Julie mengetuk pelan pintu kamar Zen, namun tidak ada jawaban. Merasa kamar tersebut tidak di kunci, Julie masuk begitu saja ke kamar putra sulung nya dan menghidupkan lampu.


Entah apa yang Julie lakukan. Ia berjalan mengendap-endap. ,-Padahal aku pemilik Rumah, tapi kenapa seperti seorang pencuri..?pikir nya.


"Zen... Zeeeennn.... '' Julie bersuara pelan pada putra nya.


Tak lama Terlihat Zen mengerjapkan mata terganggu dengan suara Julie.


"Mollie...?? hemm..Morning mollie..


"Maafkan mollie sudah membangunkan mu pagi-pagi di hari libur mu.


Tapi mollie tidak punya teman ngobrol. Apa Zen mau menemani Mollie olah raga di luar..? mungkin kita bisa jalan-jalan ditaman." pinta Julie sedikit memelas pada putra nya.


Sejak kapan rumah kita dekat dengan taman Mollie..?


Zen tertawa kecil melihat Mollie. Mollie nya memang menggemaskan.


"Baiklah Mollie. Aku cuci muka dulu ya.'


Zen meninggalkan Julie yang saat ini tengah tersenyum cerah.


10 Menit kemudian,


Zen juga sudah siap dengan setelan olah raga nya. Ia juga mengenakan Hoodie yang senada dengan milik Julie.


"Waw! Anak mollie kapan besar nya sih..?? udah cakep aja..!" puji Julie melihat wajah menawan namun polos milik Zen lalu mencubitnya gemas.


Senyum Cerah pun di berikan atas pujian Julie.


"Ayo kita berangkat...


Pukul 06.00


Julie dan juga Zen keluar dari kawasan rumah mereka.

__ADS_1


Masih ingat bukan, rumah Rehan memiliki wilayah tersendiri dengan sepanjang jalan di tanami pohon dan membentuk hutan pinus di tengah ibu kota yang luasnya kurang lebih 1km persegi.


"Mollie berapa jauh lagi kita harus jalan..? ini sangat melelahkan.."


Zen kepayahan kerena perjalanan panjang yang mereka tempuh.


"Jangan mengeluh anak muda! jalan kaki itu baik untuk kesehatan mu, lagi pula ini hanya sesekali. Ayo semangatlah...!!" seru Julie pada putra nya.


Sudah lama Julie tidak melakukan ini. Terakhir kali ia olah raga di luar, itupun bersama Aldi. Aahhh.. kira-kira 8 tahun lalu. Sangat lama.


Rehan tidak pernah membatasi apa saja yang ingin Julie lakukan, kecuali pekerjaan nya sebagai DJ. Tentu saja tidak di perbolehkan Rehan. Selain karena sifat over yang Rehan miliki, Julie juga tidak ingin melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang ibu, lagi pula itu hanya hobby karena ia begitu mencintai musik.


Saat ini, hobby nya itu di salurkan untuk mengajarkan putri nya yang tentu saja memiliki minat yang sama dalam bidang seni suara.


1 jam sudah keduanya melakukan aktivitas di luar rumah, kini mereka sudah berbalik untuk kembali ke rumah.


"Mollie... ingin taruhan dengan ku..?" tantang Zen.


"Waw. Dan Apakah itu..?" Julie merasa tertarik dengan tawaran putra nya. Tidak biasanya.


"Kita berlari dari sini sampai ke rumah. Yang kalah harus mengabulkan 2 permintaan yang menang, apapun itu. Bagaimana...? Mollie mau bertaruh..??


"Baiklah. Jangan menangis jika mollie yang menang!" ucap Julie percaya diri.


Dari tempat mereka berdiri saat ini, kurang lebih 500 meter untuk sampai di depan gerbang rumah nya. Dan Julie merasa yakin dapat menang dari remaja yang berdiri di sebelah nya saat ini,Zen.


"Baiklah mollie dalam hitungan ke-3 maka kita akan jadi Rival" ucap Zen.


1,


2,


3,...


Julie dan juga Zen sama-sama berlari dengan sekuat tenaga untuk dapat memenangkan taruhan tersebut.


Hah..Hah..Haaaahhh...


"Heeiii jangan curang ya... !! seru Julie melihat Zen yang kini tepat di sebelahnya..


Jika untuk urusan mengeluarkan keringat, Julie masih percaya pada kemampuan nya..


Begitu juga dengan Zen, ia berlari sekuat tenaga untuk dapat mengalahkan Mollie nya..


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LIKE AND COMENT 🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2