My Hot Woman

My Hot Woman
INVITATION


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


.


.


.


.


Setelah pulih dari sakit beberapa hari yang lalu, Rehan kembali di sibukan dengan pekerjaan kantor nya.


Ada beberapa pertemuan penting dengan 3 perusahaan yang juga akan menjalin kerja sama dengan perusahaan Rehan.


Di tengah-tengah kesibukan kantor, Rehan kembali di pusingkan dengan masalah kurang nya sekretaris. Di kantor nya Rehan terbiasa menggunakan 2 sekretaris, namun di karenakan 1 sekretaris telah resign beberapa hari yang lalu dari perusahaan karna akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, membuat sekretaris yang lain tidak mampu menghendel semua pekerjaan, dan Rehan lah yang terpaksa turun tangan untuk menangani langsung semua pekerjaan yang semakin menumpuk.


Rehan adalah tipikal orang cermat dalam memilih sekretaris, dia tidak akan mengambil atau menempatkan sembarang orang pada pekerjaan yang menurut nya adalah salah satu pilar dari kemajuan perusahaan nya.


Karna dengan memiliki sekretaris yang dapat di andalkan membuat pekerjaan Rehan juga berjalan lancar dan mengurangi beban pekerjaan nya.


Ring... Ring...


"Hallo Al.. " Rehan menjawab telpon Internasional yang datang dari sahabat nya. Aldi.


(Hallo Rey.. apa kabar mu..? maaf jika aku mengganggu kesibukan mu..)


"Tidak masalah. Ada apa..?? Apa kah ada sesuatu yang penting? Bagaimana dengan pekerjaan mu di UK..??''


("Aku mengirimkan sesuatu untuk kalian. Dan aku rasa itu akan sampai hari ini. Aku hanya ingin menyampaikan itu.'')


"Dan,, apakah itu..??" Rehan mengerutkan kening nya.


(Lihat saja nanti..! )


Ok.Fine. Rehan semakin penasaran.


9


"Ini tidak lucu Al. Aku harap kau mengirimkan sesuatu yang istimewa."


(Aku rasa itu istimewa.." Ha-Ha. Baiklah, lanjutkan pekerjaanmu Rey, salam untuk Julie dan juga anak-anak.)


"Baiklah aku akan sampaikan salam mu."


Aldi lebih dulu memutuskan panggilan tersebut.


Apa sebenar nya yang Aldi kirimkan..? Ah..


Rehan kembali melanjutkan pekerjaan nya. Tentang Aldi dan juga parcel nya, biarlah urusan belakangan.


________________________________


11.25 pm.


Julie sedang duduk di Restoran menunggu kedatangan Isabelle.


Hari ini Julie memiliki janji temu dengan sahabat nya itu.


Keduanya berjanji akan bertemu di mall yang tidak jauh dari kantor Dony.


Sejak Dony dan Isabelle menikah. Isabelle tidak lagi bekerja. Bukan tanpa Alasan. Karna Isabelle pernah sekali mengalami keguguran. Dan saat ini Isabelle sudah di berikan kesempatan kedua untuk dapat hamil lagi.


Oleh sebab itulah Dony meminta Isabelle untuk tidak lagi bekerja. Dan sebagai ganti nya, Dony lah yang menangani kedua perusahaan.


Perusahaan milik nya sendiri, dan juga perusahaan milik Isabelle yang di wariskan oleh Handoko, ayah mertua Dony.


'Haii.. disini..!"


Julie melambaikan tangan pada Isabelle yang berjalan mendekat ke arah nya.


"Haii,, sudah lama..?" tanya Isabelle sambil melakukan cipika cipiki alias cium pipi kanan dan kiri dengan Julie.


"Tidak. Aku baru saja tiba. Ayo duduk." Julie mempersilahkan sahabat nya itu duduk di sebelah kursi nya.


"Bagaimana kabar mu,.? apa kandungan mu baik-baik saja..?"


"Ya.. seperti yang kamu lihat. Aku dan juga calon baby ku baik-baik saja." Isabelle menjawabi Julie.


"Syukurlah. Aku yakin Dony pasti akan menjaga mu dengan baik." kata Julie sambil tersenyum.


"Huh. Bukan lagi...


Tidak hanya menjaga dengan Baik, tapi Dony sangat over protective pada ku dan juga bayi kami. Kadang aku merasa kesal pada sikap nya..!" keluh Isabelle.


"Itu karna dia mencintai kalian berdua. Hem..?" Julie menenangkan sahabatnya.


Usia kandungan Isabelle saat ini sudah memasuki 32 minggu, oleh sebab itulah semakin hari Dony semakin cerewet jika itu menyangkut Isabelle dan juga bayi mereka.

__ADS_1


Lama kedua nya saling bercerita dan juga melepas rindu, karna sudah hampir 1 bulan tidak bertemu. Terkadang kedua nya hanya melakukan bicara singkat via Telephon.


13.15 Pm.


"Bell, seperti nya aku harus kembali. Sudah saat nya untuk menjemput Zoya." Julie memperhatikan jam di tangan nya.


"Ya kau benar. Aku juga harus segera pulang. Kalau tidak, suami ku yang bawel itu akan terus mengoceh sepanjang malam." ucap Isabelle sambil memutar bola matanya.


HA-HA..


Julie dan Isabelle berpisah di lantai dasar mall, karena berbeda tempat parkir, jadi kedua ny harus keluar melalui pintu yang berbeda juga.


14.15 pm.


Julie sudah berada di ruang tunggu sekolah Zoya dan juga Zen.


Meskipun berbeda Grade, tapi jam pulang sekolah Zen dan Zoya sama. Hal itu di karenakan Zoya memaksa untuk mengikuti 2 kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah nya. Dan waktu berakhirnya sesi ekstrakulikuler yang kedua bertepatan dengan berakhirnya jam pelajaran Zen.


Hal ini juga sedikit menguntungkan bagi Julie. Setidaknya ia tidak harus 2 kali bolak-balik antara rumah dan sekolah anak-anak nya.


Ting...Tong.. Teng..


Bell tanda sekolah berakhir pun sudah terdengar. Julie mengamati pintu keluar para siswa.


15 Menit kemudian.


Zen dan Zoya terlihat jalan bersamaan keluar dari pintu pembatas.


"Zen. Zoya." Julie menyerukan nama anak-anak nya.


"Mommy.... !" Seru Zoya yang lebih dulu melihat kearah Julie berdiri.


Setengah berlari, Zoya mendapati mommy nya.


Sementara Zen berjalan cool di belakang mengikuti Zoya.


Grab..


Zoya memeluk Mommy nya.


"Apa mommy lelah menunggu aku dan kakak..??"


"Tidak sayang. Mommy malah senang melakukan ini." Julie mengelus punggung putri nya.


"Ayo kita pulang!" ajak Julie pada kedua anak nya.


_______________________________


Zen dan Zoya segera pergi untuk membersihkan diri. Julie pun demikian.


17.10 pm.


Tok..tok..


"Kak Zen.. " Zoya membuka perlahan kamar kakak nya.


Terlihat sepi. Terdengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi.


"Kakak..?? apa kakak di dalam..??" Zoya sedikit mengeraskan suara nya.


"Ya. ada apa Zo'e..?" jawab Zen dari dalam kamar mandi.


"Mommy bilang jangan terlambat untuk makan malam!" seru Zoya.


"Hem."


Terdengar Zen kembali melanjutkan mandi nya.


"Apa ini aku..??" Zoya melihat figura kecil yang di letakan di salah satu rak buku Zen.


Zoya hanya tersenyum melihat potret dirinya yang sangat menggemaskan.


Setelah itu dia keluar dari kamar Zen, untuk menemui mommy nya di ruang makan.


"Momm..


"Ya sayang..?"


"Momm.. ada paket! Seru Zoya sambil meneliti kiriman tersebut. ,-Momm,, ini dari uncle Al.." seru nya lagi.


"Benarkah..??" Julie segera mencuci tangan nya dan menghampiri Zoya.


"Ini momm.." Zoya menyerahkan paket tersebut Pada Julie.


Sebuah kiriman berbentuk kotak di bungkus dengan kertas coklat.


Julie membuka paket tersebut.

__ADS_1


"Ada apa..??" Tanya Zen pada Zoya yang saat itu baru turun dari kamar nya.


"Kakak. Ada kiriman dari uncle Al. Ayah kak Zen." Jelas Zoya.


"Didiie..??"


"Wah.. akhirnya..!" seru Julie melihat isi paket tersebut sambil berbinar bahagia.


"Ada apa momm..?"


"Kenapa Mollie..?"


"Didiie akan segera menikah sayang.." Julie tersenyum bahagia pada Zen dan Zoya.


"Uncle akan menikah..?? Jadi kak Zen akan punya mommy baru..??"


Deg.. Deg..


Zen hanya tersenyum pias mendengar kabar tersebut, Kemudian menarik kursi di samping Julie.


"Itu bagus Mollie. Setidak nya sekarang Didiie tidak akan kesepian lagi." Tambah Zen.


"Ya sayang.. mollie juga berpikir seperti itu."


"Jadi apa kita akan ke UK menghadiri pernikahan uncle momm..??" tanya Zoya semakin antusias.


"Itu terserah Dady mu sayang. Tapi mommy rasa, jawaban nya Yes princess."


"Apa ada hal yang menyenangkan..??


"Dadyyy...... !"


Zoya berlari menyambut kepulangan ayah nya.


"Hallo my angel.. .


,-Kamu semakin berat ya.." Rehan membawa Zoya dalam gendongan nya.


"Dady.. Dady.. Uncle Al akan menikah. Kak Zen akan punya mommy. Dan kita akan pergi Ke UK..!" ucap Zoya bersemangat.


Zen dan Mommy hanya tersenyum melihat tingkah Zoya.


"Benarkah sayang..?? wahh.. seperti nya kita memang harus menghadiri perniahan Didiie kakak mu." jawab Rehan lagi.


Muach..


Rehan mengecup pipi Julie.


"Hallo jagoan, bagaimana sekolah mu..??" tanya Rehan pada Zen.


Putra sulung nya itu semakin bertambah dewasa, semakin menjadi sosok yang pendiam.


"Baik Dad.. seperti biasa." jawab Zen singkat.


"Zoya. Sini sayang, biarkan Dady mandi. Setelah nya kita akan makan malam." kata Julie pada putri nya.


Hah...


"Baiklah.. Dady naik ke atas ya..


Julie mengambil tas dan juga jas suaminya, dan berjalan mengikuti Rehan.


"Moo,. apa putra kita baik-baik saja..? Dia terlihat lebih diam."


"Zen memang seperti itu Boo,, semakin lama dia semakin mewarisi sifat mu." jawab Julie pada suami nya.


"Aku..?? Hah. Tapi anak kita memang keren..!" puji Rehan pada putra nya..


"Ya,,dia adalah putra kita..


"Kapan pernikahan Aldi..?


"2 Minggu lagi Boo. Apa kita akan pergi..?" tanya Julie sambil melepaskan dasi Rehan.


"Tentu saja kita harus pergi. Dia ayah dari putra kita." Rehan menjawabi pertanyaan Julie.


"Mandilah.. kami akan menunggu mu di bawah."


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LIKE AND COMENT.. 🖤

__ADS_1


__ADS_2