
🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹
.
.
.
.
.
Labuan Bajo, NTT.
Menyewa sebuah kapal pesiar dengan biaya ratusan juta, Aldi ingin menjadikan moments spesial dalam perjalanan mereka kali ini. Aldi membawa istrinya untuk berbulan madu di Labuan Banjo menikmati keindahan laut yang disuguhkan oleh negeri tercinta.
Sebelumnya Mereka membuat rencana selama satu minggu penuh untuk menghabiskan masa cuti Margaret, sebelum keduanya kembali ke U.K. Dan Aldi akan memastikan jika masa-sama tersebut akan ia pakai semaksimal mungkin.
Sebelum keberangkatan keduanya, Aldi sudah memastikan Zen dan Zoya dalam pengawasan yang tepat. Aldi sudah menghubungi Rehan dan juga Julie, serta memberitahu Dony dan Isabelle tentang rencana bulan madu mereka.
Aldi juga sudah memerintahkan beberapa bodyguard untuk menjaga anak-anak selama mereka pergi berbulan madu.
"Sayang......?" Saat ini Aldi dan Magaret sedang berjemur di bawah matahari pagi sambil menikmati hembusan angin sepoi-sepoi dari atas kapal pesiar yang sedang berlayar mengarungi lautan lepas.
"Hem..?" Margaret memejamkan matanya menikmati sejuknya hembusan angin.
"Apa kau menyukai perjalanan kita kali ini? apakah ada hal lain yang ingin kamu lakukan..?'' Aldi membelai perut terbuka Margaret, karena istrinya saat ini hanya menggunakan bikini dengan lilitan kain tipis di pinggang rampingnya.
Margaret tertawa kecil merasakan geli disekitar tubuhnya, Namun masih terus memejamkan mata menikmati semua sentuhan yang ia tau pasti sedang menggoda dirinya.
"Aku sangat suka Al,, " jawab Margaret sedikit terbata karena belaian tangan Aldi yang menyentuh tubuhnya seringan bulu.
"Ahhh... dan bicara tentang melakukan hal yang lain..?? Buk-aaan kkaah--Ahh, ini terlalu pagi sayang..?" Margarhet menggigit bibirnya pelan.
"Benarkah.???' Kini Aldi berganti dengan menghujani istrinya dengan ciuman yang bertubi-tubi. Aldi tau betul dimana ia harus menyentuh istrinya itu.
Membuat Margaret serasa terbang di atas awan-awan.
'Aaahh... " Margaret mengangkat pinggulnya karena sensasi kecupan yang lagi-lagi membangkitkan desiran aneh dalam tubuhnya.
"Al.. hentikan..!! Ini masih pagi,, bukankah kita sudah melakukannya sepanjang malam?" Margaret menahan kepala Aldi yang terus berusaha menjangkau bagian-bagian sensitif lainnya.
"Tidak ada waktu untuk beristirahat sayang,, ini adalah bulan madu kita. Kau tau betapa sibuknya kita saat kita kembali ke U.K, aku ingin menghabiskan lebih lama waktu bersama dirimu, dan juga mempelajari apa yang paling kau sukai saat aku menyentuhmu seperti saat ini."
__ADS_1
"Kau tau sayang, aku sangat menyukai setiap ekspresi mu saat aku menyentuhmu, merasakan setiap inci tubuhmu, bahkan saat kita menjadi satu.. aku menyukai setiap yang keluar dari bibir mu. Kau sangat luar biasa dengan semua caramu." Aldi mengecup lembut bibir Margaret.
Keduanya kini saling berpagutan. Saling menjelajahi setiap rentetan dan juga saling memberi dan menerima segelenyir sensasi yang di berikan. Keintiman yang selalu mereka rindukan.
"Uuuhhh.. " erangan tertahan lolos dari bibir Margaret. Lagi-lagi Aldi tidak bisa mengontrol dirinya yang saat ini sudah tidak bisa ia tahan lagi..
"Al.. jangan lakukan disini..! pinta Margaret dengan wajah memerah dan mata yang juga tengah berkabut akan gairah. Ia tidak bisa menolak semua sensasi yang diberikan Aldi padanya.
Mendengar permintaan Margaret, Aldi segera membopong tubuh istrinya menuju kamar utama yang terdapat tempat di balik kabin tak jauh dari tempat keduanya bercumbu sebelumnya.
Tanpa kesulitan Aldi sudah membawa dan meletakan tubuh Margaret di atas tempat tidur.
Wajah cantik istrinya tengah menatap penuh arti padanya. Dan Aldi tau itu. ia harus segera melaksanakan tugas dan panggilan dari sang pemilik cinta.
Kembali ia memberikan sentuhan-sentuhan lembut dan menyalurkan semua keinginan Aldi atas Margaret. Ia menyalurkan setiap keinginan, hasrat dan juga cinta yang ia miliki pada istrinya.
Setiap belaian dan juga sentuhan yang membuat tubuh Margaret lagi-lagi bergetar. Aldi bukanlah seorang amatir jika berkaitan dengan menyenangkan seorang perempuan, bukan karena ia sering melakukannya dengan para jalang sebelum istrinya, tapi karena ia benar-benar ahli dalam hal itu.
Apalagi saat ini ia melakukannya dengan istrinya tercinta. Ia akan mengeluarkan semua kemampuannya untuk dapat membuat Margaret terpuaskan dan merasakan cinta yang Aldi miliki.
"Al, lakukan sekarang!" Margaret memohon dengan suara bergetar.
"Aku tidak akan membiarkan ini mudah sayang.. kali ini akan bertahan lama..'' Janji manis yang Margaret nantikan.
Keduanya sama-sama berbaring lemas, sambil menetralkan nafas yang masih saling berkejaran setelah permainan yang mereka lakukan barusan.
"Sayang.. ,
"Hem..?
"I love you.."
"I love you more.- Bagaimana kalau setelah ini kita ke pulau komodo, aku ingin melihatnya." pinta Margaret sambil memeluk tubuh Aldi.
"Baiklah, aku akan minta agar kapal kita berlabuh di sana, Tapi dengan satu syarat..?"
"Apa itu..?"
"Kita ulangi sekali lagi..!" Aldi kembali menyelipkan tangan nya menelusuri tubuh istrinya.
''Aww..., pelan-pelan..!!
_____________________________________
__ADS_1
Setelah menyelesaikan percintaan maraton, keduanya kini tengah siap menantikan kapal mereka berlabuh di pulau komodo yang sangat terkenal di dunia.
Pulau yang tidak dapat di masuki oleh sembarang wisatawan, harus ada pengawasan dan pengawalan khusus dari gaet yang sudah berpengalaman.
'Aldi sudah menyiapkan semua nya di sana. sebelum berlabuh ia sudah meminta orang-orang khusus untuk mengawal perjalanan nya bersama Margaret. Ini adalah bulan madu mereka, dan Aldi ingin membuat istrinya itu menikmati setiap perjalan yang mereka lakukan.
Lima belas menit kemudian kapal pesiar yang mereka naiki sudah berlabuh di pinggir pantai, dan dari tepian sudah berlayar 2 kapal kecil untuk membawa keduanya sampai ke bibir pantai.
"Sayang,, ayo..?" Aldi mengulurkan tangannya membawa Margaret memasuki kapal yang berukuran lebih kecil.
"Kenapa kita tidak berhenti di pelabuhan saja..? bukan itu lebih memudahkan..?" tanya Margaret lagi.
''kita bisa saja berlabuh di sana jika kita menggunakan kapal penumpang seperti para turis biasanya, Tapi kita menggunakan kapal pesiar sayang dan itu akan memakan banyak waktu." Jelas Aldi.
"hem begitu kah..? Sepertinya kau tau banyak sayang..''
''Ya begitulah, itu yang dikatakan kapten kapal.." Aldi tersenyum sumringah.
Setelah menaiki kapal yang lebih kecil, hanya dengan waktu lima menit mereka sudah tiba di bibir pantai. Di Sana sudah menunggu seorang gaet yang lebih dulu menunggu mereka.
"Tetaplah berada di dekatku sayang, Hewan ini sungguh berbahaya." Aldi menggenggam tangan Margaret.
"Apakah sungguh berbahaya..? setahuku,, di sana sudah ada pawang nya. Aku membaca itu." Margaret mempercepat langkahnya mengikuti gaet yang berjalan di depan sambil menjelaskan tentang lingkungan sekitar, habitat, jenis makanan, dan juga menjelaskan sejarah binatang langka tersebut, serta apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di kawasan tersebut.
Setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka dapat melihat langsung hewan yang dijuluki naga purba tersebut. Margaret langsung mengabadikan moments tersebut dengan camera yang menggantung di lehernya setelah mendapatkan ijin untuk mengambil gambar.
"Ini benar-benar luar biasa sayang..." wanita itu senyum terkagum-kagum."
.
.
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT.. 😉
YANG BANYAK YA... 😘😘♥♥
__ADS_1