My Hot Woman

My Hot Woman
Sebuah Rencana part 2


__ADS_3

...HAPPY READING...


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Julie sudah sampai di Cafe S, tempat diri nya membuat Janji dengan seorang yang sebelumnya ia hubungi.


Layaknya seorang selebritis yang takut akan paparazi, Julie juga tidak lupa memakai Topi, masker dan juga Hoodie sebagai pelengkap penyamarannya.


Saat masuk ke Cafe Julie lebih memilih untuk mengambil tempat di lantai dua.


Dimana tempat tersebut lebih Privasi, sehingga lebih mudah bagi nya agar tidak di kenali banyak orang.


Setelah memesan Ice americano, dan sepiring roti bakar keju favoritnya.


Julie pun kembali menutup wajahnya sambil memperhatikan pintu masuk, ia memperhatikan setiap orang yang datang dan pergi dari pintu tersebut.


Bagaimanapun Julie harus selalu waspada, terutama dari Rehan.


Sepuluh menit kemudian orang yang di tunggu pun tiba.


"Hey, disini!" Julie memberikan kode dengan suara tertahan, ia melambaikan tangan nya.


Terlihat, laki-laki itu sudah mengenali Julie dan segera menghampiri meja gadis itu lalu mengisi kursi kosong di depan nya, sehingga keduanya saling berhadapan.


"Sudah lama menunggu ku?" Pria itu duduk di depan Julie dengan santainya.


"Gak kok, aku juga baru saja tiba. O, ya, mau pesan apa, aku baru aja selesai mesan, mau ku pesankan sesuatu..?" Julie sebenarnya sangat gugup. Ia adalah seorang wanita, tapi ada-ada saja yang terpikirkan olehnya, bahkan harus melibatkan orang lain seperti ini.


"Kamu pesan apa emang nya,? Aku mau yang sama seperti pesanan mu." dengan santainya laki-laki itu tersenyum pada Julie.


Setelah selesai memesan merekapun mulai berbincang. Semuanya di mulai dengan basa-basi, ya taulah, gak mungkinkan langsung ke intinya!.


"Aku sangat senang saat kau menghubungiku. Jadi katakan apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan..?"


Julie kembali gugup mendengarkan pertanyaan langsung seperti itu.


Bagaimana ia akan menyampaikan permintaan konyol yang muncul di otaknya. Huh. Apa ia batalkan saja..?


Tapi jika di batalkan, apa ia akan selamanya main kucing-kucingan seperti ini. Semua terasa memusingkan bagi Julie.


Bisa saja ia kembali menolak Rehan, tapi Julie tau semuanya tidak akan berjalan dengan mudah bagi dirinya.


Kau bisa Julie. Katakan saja! Julie bertekad dalam hatinya.


"Sebenarnya aku ingin kau membantuku sesuatu.- Julie bersuara lemah. "Sebenar nya ini bukan masalah yang serius hanya saja, ini sangat mengganggu ku." tambahnya lagi menampakan waja lelah dan betapa ia merasa terganggu dengan semua ini.


"Baiklah, ceritakan pada ku!"

__ADS_1


Hah..? Semudah ini..? apa dia mau membantuku, begitukah?


"Harus dari mana aku memulainya? Beberapa minggu ini aku seperti mendapatkan sial, entahlah aku lebih suka menyebut nya seperti itu.- Julie menarik nafasnya pelan.


"Semua ini berawal dari suatu kecelakaan, tepatnya ketidaksengajaan yang aku lakukan."


apa aku harus mengatakan pria mesum itu mencium ku..?


Julie sedikit bingung untuk menyampaikan apa yang ingin dia bicarakan.


"Maksudmu kamu menabrak seseorang, dan apa orang tersebut koma, atau meninggal, keluarga nya menuntut mu, atau ada hal lainnya..?"


Hah..?meninggal, siapa?


"Ahh, tidak tidak, bukan kecelakaan yang seperti itu, jangan salah faham. Emm, maksudku, kami hanya secara tidak sengaja bertabrakan, badan dengan badan, ya hanya seperti itu" Julie mencoba merangkai kata-katanya. Sepertinya ia memang tidak berpotensi sebagai seorang pembicara.


"Maksudmu ini tentang seorang laki-laki..?"


Julie menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaan itu.


"Lanjutkan!"


"Sebenarnya setelah kejadian yang pertama, kami sempat bertemu beberapa kali, dan setelah nya dia terus mencari ku."


Julie bercerita dengan suara lemah yang sedikit di buat-buat. Sementara lawan bicaranya mulai menangkap inti permasalahan itu.


"Jadi ini tentang seorang pengagum yang mengganggu ?"tebaknya lagi.


"Sebenarnya orang itu tidak bisa di katakan sebagai seorang pengagum, dia sudah memintaku menjadi kekasihnya, walaupun dengan sedikit memaksa." Jelas Julie lagi.


"Kekasih? kamu menerima nya?"


"Bukan, bukan seperti itu..Aku tidak pernah setuju untuk menjadi kekasihnya. Bagaimana mungkin aku menerima nya, aku bahkan tidak mengenalnya." Julie menekuk wajahnya.


"Jadi Seperti itu, baiklah aku cukup mengerti garis besar cerita mu. Jadi sekarang, apa yang harus aku lakukan untuk mu?"


Heemm,


Bagaimana ini? apa aku harus minta dia melakukan haal itu untuk ku? apa dia akan menyetujui hal konyol ini? Katakan! Tidak! Katakan! Tidak! Ahh...!!


"Aku, aku ingin meminta mu untuk berpura-pura menjadi kekasih ku. Agar orang itu tidak mengikuti atau mencari ku lagi, pa kau mau melakukan nya?"


Julie bicara tanpa jeda. Ia benar-benar gugup dan jujur saja merasa sangat canggung.


Laki-laki di hadapan nya langsung tergelak.

__ADS_1


Gadis itu terlihat sangat-sangat menggemaskan.


"Baiklah aku setuju!" katanya,


Julie terperangah, "Semudah itu?"


"Tentu saja! Jangankan bersandiwara, menjadi kekasih mu sungguhan pun akan aku lakukan jika kau meminta nya." katanya lagi.


Apa laki-laki ini juga ikut-ikutan menggodaku? Apa aku memang terlihat sangat bodoh?


Ha-ha-ha..


"Aku hanya bercanda, sungguh." katanya saat melihat wajah Julie tang memerah.


Julie mengangguk pelan, "Terima kasih jika kau mau membantuku. Aku akan membalas kebaikan mu."


Julie tersenyum tulus.


"Tidak apa-apa Julie, aku senang jika aku bisa membantu mu. Baiklah, aku akan menunggu instruksi mu my Lady, jangan sungkan padaku"


"Terima kasih. Sungguh, aku sangat berterima kasih padamu." Julie merasa lega sekarang. Semoga saja kali ini berhasil, dan Rehan tidak akan mengganggunya lagi.


Setelah menyampaikan permintaan nya, keduanya kini pun hanya bercakap-cakap ringan sambil menyusun strategi apa yang akan mereka gunakan jika nanti bertemu dengan Rehan.


Bukan Jika lagi, tapi Julie yakin 100% memang akan bertemu kembali.


Waktu sudah menunjukkan 9.30 malam. Julie pun memutuskan untuk pulang lebih awal dan berpamitan dengan kekasih sandiwara nya itu .


Setelah ia meninggal kan Cafe S, Julie kembali menggunakan perlengkapan penyamaran nya.


Ditengah perjalanan ia memutuskan untuk singgah sebentar di supermarket untuk membeli beberapa keperluan yang telah habis, terutama kulkasnya yang memang sudah kosong tak berpenghuni.


Julie tak membuang banyak waktu, setelah selesai ia pun memutuskan untuk langsung pulang.


Lagi-lagi sebelum ia memasuki parkiran apartemen, laki-laki itu ada lagi di sana menunggunya.


"Hah! Apa salahku sebenarnya padamu? kenapa kau harus melakukan ini padaku, kau sungguh membuatku sangat takut"


Julie kembali melajukan mobilnya, dan meninggalkan semua tentang Rehan di sana...


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2