
πΉHAPPY READINGπΉ
.
.
.
.
.
.
Rehan dan Julie kini telah kembali ke Jakarta. Akhir pekan mereka pun berlalu dengan baik, meskipun di awal ada hal yang tidak menyenangkan namun ternyata mereka semua dapat saling menyatu dan menerima satu sama lain dengan tangan terbuka.
Rehan sudah meminta maaf pada Dony dan Isabele atas pertemuan dadakan yang telah ia rencanakan tersebut yang sayang nya memang menimbulkan perasaan kecewa pada teman sekaligus sahabatnya itu.
Meskipun begitu Dony dan Isabele sama-sama memahami maksud Rehan dan juga tidak memendam akan hal tersebut, perasaan yang mereka rasakan memang benar tulus adanya, namun mereka tidak akan terluka jika orang yang mereka sayangi memang berbahagia, seperti apa yang mereka lihat pada Rehan dan Julie.
Begitu pula dengan Isabele,, ia benar-benar tulus untuk dapat tetap menjadi teman Rehan dan Julie. Oleh sebab itulah ia secara pribadi datang pada Julie dan mengatakan semua perasaan nya.
Namun yang mengejutkan bagi Isabele,, Julie malah merangkulnya dan meminta maaf atas apa yang terjadi sebelumnya, bahkan gadis itu menangis atas kekecewaan yang Isabele terima, seakan ia benar-benar merasakan apa yang Isabele rasakan, perlakuan Julie membuat Ia tersentuh dan semakin menyukai Gadis itu. Gadis yang baik hati.
Sejak di Bali, Isabele memutuskan untuk bersahabat dengan Julie dan Julie menerima dengan hangat kehadiran Isabele sebagai salah satu orang yang dekat dengan nya, selain Rehan, Aldi, dan juga Dony yang juga meminta untuk menjadi salah satu teman nya.
Kalau Sofia, jangan di tanya...
Gadis itu selalu saja menempel saat tau Julie adalah gadis yang sama yang ia kagumi sebelumnya,, membuat Julie menghadapi begitu banyak pertanyaan beruntun yang gadis itu ajukan padanya.
Julie merasa begitu hangat di kelilingi oleh orang-orang yang begitu menerima dirinya. Ia bersyukur jika pada saat ini, selain Rehan ia memiliki beberapa orang lagi yang peduli dan juga menerima dirinya dengan apa adanya Julie..
"Yang,, mau langsung pulang atau kita makan di luar dulu..?" Rehan dan Julie kini sedang dalam perjalanan pulang dari Bandara.
"Kamu lapar Rey..?? Gimana kalau aku masak aja, aku lagi malas makan diluar.."
"Duhh... Sayang aku.. Calon istri idaman banget sih,,..-
Ya udah, kita makan di Apartemen kamu aja Yang...' Rehan pun memutar arah laju mobilnya langsung menuju apartmen Julie.
"Mampir di supermarket dulu ya.. soalnya belum beli bahan nya.." ucap Julie sambil tersenyum manja, membuat Rehan pun tersenyum hangat dan membelai pucuk kepala gadis yang ia cintai itu.
__ADS_1
Satu jam kemudian keduanya sudah sampai di Apartemen Julie dengan tangan keduanya yang penuh dengan barang belanjaan serta barang bawaan sebelumnya.
"Rey,, kamu istirahat aja dulu, aku ganti baju bentar abis itu baru masak,, kamu taruh aja bahan nya di atas meja, ntar aku yang beresin..'
"Siap Nyonya Rehan Wijaya... ππ
***
Sementara Julie memasak makan malam untuk keduanya, Rehan memilih untuk membersihkan diri, setelah selesai ia pergi kedapur untuk menemani Julie yang terlihat sedang sibuk dengan bahan-bahan makanan serta perabotan memasak nya.
"Rey,, kamu ngapain sih.. aku lagi masak nih...' Julie merasa kaget dengan Rehan yang tiba-tiba memeluk dirinya dari belakang dan mencium ceruk leher telanjang nya.
"Kamu tu sengaja godain aku ya Yang,,? kamu itu sexi banget sih kalau lagi masak gini..." Ucap Rehan yang terus menerus mencium ceruk leher Julie karna rambut gadis itu di gulung penuh dan hanya menyisakan anak rambut dan tergerai indah,, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih dan mulus hingga Rehan tak henti-hentinya mencium dan menghirup dalam aroma gadis nya itu,, Sentuhan serta ciuman Rehan membuat Julie merasakan bulu kuduk nya merinding.
Julie pun mematikan nyala apinya dan berbalik menghadap Rehan,, wajah segar Rehan dengan rambutnya yang basah dan juga berantakan membuat laki-laki itu terlihat sangat tampan dan juga hot.
"Kalau kamu gini kapan selesai masaknya.. ??' protes Julie pada kekasihnya itu.
"Makan kamu aja boleh gak..??" Rehan masih saja memeluk Julie sambil bergantian mencium gemas pipi gadis itu seperti seorang anak kecil yang sangat menyayangi boneka milik nya.
"Rey.. mending kamu duduk deh disini..' ujar Julie melepaskan diri dari Rehan dan menggiring kekasihnya itu untuk duduk diam di kursi meja makan yang dekat dengan Julie.
Baru saja ia memegang penggorengan nya,, kini Rehan mengejutkan nya lagi dengan melepaskan gulungan rambut gadis itu, hingga rambut Julie tergerai indah menutupi pundak sampai ke mata pinggang nya.
"Rey......!!
"Ini harus di lepas sayang,, kalau gak, aku gak akan biarin kamu lanjutin masak.
Kamu itu terlalu menggoda..."
ucap Rehan lirih sambil kembali menghirup aroma gadis nya itu.
Julie yang merasa tidak nyaman memasak dengan rambut terurai mencoba protes terhadap Rehan,, namun apa mau di kata, baru saja ia ingin membuka mulutnya untuk bersuara, bibir Rehan sudah lebih dulu membungkam mulutnya.
Ada rasa yang terpendam disana, rasa yang ingin kembali di temukan, rasa yang membuat keduanya bagaikan senapan dan bubuk mesiu yang jika di satukan akan meledak.
"Sudah ku katakan,, aku akan memakan mu kalau kau terus menggodaku Yang.."
Suara Rehan terdengar serak di telinga Julie, dengan mata yang masih berkabut oleh gairah,, namun Julie begitu menyukai hal itu.
"Hem.."
__ADS_1
"Ahh... Seperti nya aku butuh minuman dingin..."
Rehan melepaskan pelukan nya pada Julie dan berbalik ke arah kulkas untuk mengambil minuman kaleng dari sana, dengan berat hati Ia meninggalkan Julienya sendiri dan berjalan menuju ke ruang tamu.
Hampir aja kelepasan... dasar..!!
Mau gimana lagi, panda kecil itu sangat menggoda.. π π
Rehan memilih untuk menjauhi Julie untuk menetralkan hasrat nya agar tidak membawa gadis itu dalam pelukan yang lebih dalam dan intim.
Walau bagaimana pun ia sudah berjanji untuk tidak melakukan 'itu' pada Julie sebelum kedua nya resmi menikah.
Meskipun begitu, Rehan adalah laki-laki yang sehat jasmani dan Rohani, mengingat ia pernah merasakan bagaimana kenikmatan yang diberikan tubuh Julie sebelumnya, membuat ia harus berjuang ekstra untuk tidak memakan gadis itu dalam sekali sergapan.
Rehan.. kau sudah berjanji pada nya..
Tahan.. Tahan... hanya tinggal sebentar lagi.. ππ
Julie yang melihat tingkah kekasihnya itu hanya tersenyum. Ia tau apa yang Rehan rasakan dan ia pun merasakan getaran dan gairah yang meluap saat Rehan menyentuhnya dengan begitu intim..
Namun ia beryukur Rehan masih memegang ucapan nya dan dapat mengendalikan diri seperti janjinya.
Aku butuh laki-laki seperti mu Rey..
Laki-laki yang mampu mengendalikan segalanya π€π€
.
.
.
.
.
______________________________________
Selamat beraktivitas di hari Senin.. β₯
Terus dukung Author dengan memberi Like sebanyak-banyak nya, jangan lupa di Coment juga Ya... πβ₯β₯
__ADS_1