My Hot Woman

My Hot Woman
ABOUT ZEN


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


.


.


.


.


Tok..Tok..


,-Al,.. " Julie masuk ke dalam ruangan Aldi.


,-Dimana Zen..??" Julie mencari-cari keberadaan bocah laki-laki itu.


"Dia sedang bermain diruangan itu.." tunjuk Aldi. "Oh..Baiklah.." Julie pun mengambil laporan yang sudah ia susun dan yang akan ia laporkan pada bos nya itu.


Setelah menerima laporan sceduel dari Julie, Aldi meminta Julie untuk mengosongkan semua kegiatan nya hari ini karna ia ingin bertemu dengan MAHENDRA WICAKSONO ayah dari Sarah Mahendra sekaligus Grandfa dari Zen yang dengan jelas mengatakan bahwa Aldi adalah Didii nya.


Aldi harus mencari tau kebenaran itu terlebih dahulu dari grandfa Zen, dan ia juga harus bicara pada Sarah. Bukan nya Aldi tidak bisa melakukan Tes DNA, sangat mudah baginya untuk melakukan itu,, tapi baginya jika ia melakukan itu, itu berarti dia benar-benar tidak mempercayai Zen kecil. Ia tidak ingin melukai perasaan bocah kecil itu.


Pasti sulit baginya hingga ia harus pergi dari Grandfa dengan pengawalan yang cukup ketat untuk menemui Aldi dan juga mengatakan tentang siapa dirinya tanpa takut mendapatkan penolakan yang bisa saja ia dapatkan.


Oleh sebab itulah Aldi ingin bicara langsung pada Mahendra, ayah dari Wanita yang pernah ia cintai dulu. Meskipun seandainya nanti Zen bukanlah Anak kandung nya, ia tetap akan menjaga anak itu, apalagi jika Zen memanglah anak nya.


Setidaknya ia akan menjaga hasil buah cinta tanpa status yang pernah ia miliki dari Sarah meskipun tidak hidup bersama.


"Al,, apa aku boleh menemui Zen..?". "Kenapa tidak.., bermainlah bersamanya, bukan kah dia sangat menyukai mu Julie..??" Aldi tersenyum pada Julie.


Setelah mendapat Ijin dari Aldi, Julie menemui Zen di ruangan yang sudah di sulap menjadi arena bermain versi mini.


,-Hallo Zen sayang..." Julie masuk ke dalam ruangan untuk menemani Zen bermain.


Wajah anak itu terlihat berbinar bahagia melihat kehadiran Julie.


,-Mommy Julie....." seru Zen bangkit dari duduk nya langsung memeluk Julie.


,-Mommy mau bermain bersama Zen...??" Ucapnya polos.


"Tentu saja, kenapa tidak..??" jawab Julie terlihat sangat antusias.


Zen tidak sama seperti anak kecil pada umumnya, dia tidak cerewet dan juga tidak suka merengek ini dan itu, bocah kecil ini terlihat dewasa di bandingkan dengan usianya.


Julie dan Zen memainkan begitu banyak permainan, mulai dari mobil-mobilan sampai dengan berbagai macam aneka permaianan anak laki-laki lain nya. Zen juga sempat meminta Julie menemaninya bermain catur, namun Julie menyerah pada permintaan Zen, ia benar-benar tidak bisa memainkan permainan itu.


Ceklek..

__ADS_1


"Julie.. bisa kah kau menemani Zen sebentar,, aku akan bertemu dengan Pak Mahendra.." Aldi membuka pintu untuk melihat Julie dan Zen sekaligus berpamitan.


,-Oh, Al.. Rehan ingin bertemu nanti, apa aku bisa membawa Zen bersama ku..??" Ya,,sebenar nya Rehan juga bilang kalau kamu ingin ikut bersama kami tidak masalah.."


,-Baiklah,,aku bisa menyusul kalian setelahnya.." Zen,, Didii akan pergi sebentar, jangan menyusahkan Aunty..! Ucap Aldi kemudian pergi meninggalkan Zen dalam pengawasan Julie.


,-Nahh, sayang tadi Didii sudah mengatakan kalau Zen boleh pergi bersama Aunty, Zen maukan pergi bersama Aunty..?"


,-Zen mau pergi bersama Molie.." Zen kecil terlihat begitu bahagia bisa selalu bersama-sama dengan Julie.


"Molie..??" Julie menautkan alisnya.


,-Iya Molie mommy,, Molie itu singkatan dari Mommy Julie..!" Zen memeluk leher Julie dan mencium pipi Julie, begitu juga dengan Julie.


,-Ngegemesin banget sih kamu Zen.."- Ya sudah ayo kita pergi, kita akan bertemu dengan uncle Rey Nanti.." ucap Julie sambil mengulurkan tangan nya pada Zen.


,-Ann,, aku akan pergi bersama Zen.., tolong kau urus pekerjaan ku hari ini, maafkan aku karna merepotkan mu." ucap Julie merasa tidak enak pada Anna.


,-Tidak masalah, akan ku tangani semuanya.." Anna membawa semua laporan dan juga berkas-berkas yg belum Julie selesaikan dari atas meja.


,-Thanks Ann,.. aku pergi.


Rehan Sudah menunggu Julie dan Zen di Lobi kantor Aldi.


Ia memang ingin menjemput Julie secara pribadi karna tidak ingin Julie pergi bersama dengan Aldi.


,-Iya sayang, itu Uncle Rey.. dia juga teman Didii dan juga mommy Sarah.." Jelas Julie.


,-Hy Moo,, Hallo bocah kecil.." Rehan mengacak rambut Zen namun Zen menepis tangan Rehan.


,-Jangan merusak rambut ku Uncle..!!" ucap nya marah namun terlihat menggemaskan.


,-Jangan mengganggu tuan muda kecil kita ini Boo,," ucap Julie sambil menggandeng tangan Zen. "Ayo kita pergi..!"


Rehan membuka kan pintu mobil bagi Julie dan juga Zen.


,-Kemana kita akan pergi..??" Julie bertanya sambil memperhatikan Zen yang duduk di kursi belakang.


,-Kerumah kita,Moo" bukan kah bocah ini akan lebih nyaman jika berada dirumah..?- Tapi sebelum itu, kita akan pergi membeli Ice cream.." bocah kecil, apa kau suka ice cream..??" Rehan melirik pada Zen melalui kaca mobil nya.


Alih-alih menjawab pertanyaan Rehan, Zen malah berbalik pada Julie.


,-Molie Zen ingin yang rasa coklat dan vanila.."


"Baiklah sayang, kamu akan dapatkan apa yang kamu mau..!"


,-Molie..??. Rehan mengerutkan kening nya mendengar sebutan itu.

__ADS_1


,-Zen memberikan panggilan itu pada ku, Boo..,Katanya itu singkatan dari Mommy Julie, bukan kah dia sangat menggemaskan..??" Julie tersenyum manis pada Rehan.


,-Cih. Dia hanya bertingkah sok manis, Moo..!" balas Rehan lagi.


,-Apa kamu begitu menyukai bocah kecil itu ??" Rehan menyetir sambil melirik pada Julie. Ia ingin tahu bagaiamana perasaan Julie tentang Zen,,karna Julie terlihat sangat menyukai nya.


,-Dia anak yang malang, Boo!" dia mengatakan pada ku jika dia belum pernah bertemu dengan Mommy nya, oleh sebab itulah dia mengira aku sebagai mommy yang ia cari selama ini.." ucap Julie sambil menunduk kan kepala nya. Ia teringat akan dirinya sendiri, bagaimana ia merindukan sosok orang tua nya, bagaimana iri nya dia saat semua teman-teman nya membawa orang tua mereka ke sekolah. Julie benar-benar merasa kasihan pada Zen. Bocah kecil itu juga harus mengalami apa yang pernah ia rasakan.


,-Jangan bersedih Moo, bukan kah Zen bisa menjadi anak kita..???" Rehan mencoba menghibur Julie.


,-Anak kita...?? Maksudmu, Zen benar adalah anak mu,Boo..???"


,-Apa aku mengatakan seperti itu, Moo..??" Rehan menyunggingkan Senyum nya melihat perubahan raut wajah Julie. "Jangan biarkan kepala kecil mu itu memikir hal-hal yang aneh..!" Rehan mengusap lembut rambut Julie .


,-Tapi tadi kamu bilang...??"


",-Aku hanya mengatakan nya,, bukan berarti bocah kecil itu adalah anak ku..!'


Rehan memarkirkan mobilnya di depan sebuah supermarket untuk membelikan ice cream untuk Zen.


Rehan membelikan ice cream dengan ukuran besar untuk Zen dan Julie. Setelah nya mereka pun pergi menuju Rumah Rehan.


tiga puluh menit kemudian Mereka sudah sampai dirumah yang akan Rehan dan Julie tempati setelah menikah nanti.


,-Kita sudah sampai sayang, ayo kita turun..?" Julie ingin meraih tubuh kecil Zen, namun dengan Cepat Rehan lebih dulu menggendong bocah kecil itu.."


,- Aku bisa melakukan nya, biarkan dia bersama ku..! ucap Rehan kemudian pergi membawa Zen masuk ke dalam rumah..


,-Jadi,,Boo..., katakan pada ku apa yang seharusnya kau ceritakan..! Aku ingin tau tentang Zen, dan juga dimana Mommy nya saat ini..!! Julie duduk sambil berpangku tangan di kursi tamu bersama dengan Zen yang sedang menikmati ice cream menunggu Rehan memulai pembicaraan nya..


Tik tok tik tok..


Suara detik jarum jam dinding menghalau kesunyian sesaat di ruangan tersebut.


Rehan masih terdiam menatap pada Julie dan juga Zen yang juga tengah menatap pada dirinya.


.


.


.


Bersambung..


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Like and Coment Ya.. ❤️

__ADS_1


__ADS_2