My Hot Woman

My Hot Woman
AS A SECRETARY


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹


.


.


.


.


Pukul 9.00 pm


Rehan dan Julie baru saja tiba di kantor. Sebelumnya mereka harus mengantarkan kedua buah hati mereka ke sekolah.


Setelah memarkirkan mobil Rehan membuka kan pintu mobil untuk istrinya.


"Terima kasih Boo..


Keduanya pun masuk melalui lift khusus Direktur.


5 menit kemudian, Rehan dan Julie sudah berada di lantai teratas tempat ruangan Rehan berada.


"Dimana meja ku Boo..?? tanya Julie pada suaminya.


"Meja..?? Kau akan berada di ruangan yang sama dengan ku sayang." jawab Rehan.


"Maksudmu, meja sekretaris mu ada di ruangan yang sama dengan mu..?"


Rehan mengernyit mendengar ucapan Julie. Apa yang istri nya pikirkan..?


'Biasanya sekretarisku di ruangan itu.." tunjuk Rehan lagi, setelah keduanya melewati ruang Pantry. Ruangan khusus sekretaris itu tidak jauh dari ruangan Rehan.


"Selamat pagi pak.." sapa seorang OB yang saat itu tengah bertugas di pantry khusus lantai atas.


Rehan hanya menganggukan kepala nya, begitu juga dengan Julie.


"Kalau begitu aku akan bekerja di tempat yang sama seperti sekretaris lain nya." saran Julie.


"Tidak. Tidak. bukan begitu aturan main nya Moo.." tolak Rehan setengah berbisik.


"Tapi Boo..


"Masuk lah dulu kita bicara di dalam." Rehan mengajak Julie ke ruangan nya.


"Selamat pagi pak Rehan.." Sapa seorang wanita cantik yang baru saja muncul dari balik meja kerja nya.


Siapa wanita ini, apa dia salah satu sekretaris Rehan ??


"Selamat pagi Dian. Kenalkan ini Julie, mulai hari ini dia akan membantu mu sebagai sekretaris pribadi ku, dia juga..


"Hy..salam kenal.." sela Julie sambil mengulurkan tangan nya, yang di sambut ramah oleh Diana...


"Pak bukan kah kita ingin bicara, sebaiknya kita bicara di dalam." kata Julie sambil memberikan isyarat pada Rehan.


Rehan pun mengikuti ucapan Julie untuk masuk keruangan Rehan.


"Boo.. jangan bilang kamu Mau memperkenalkan aku sebagai istrimu pada semua karyawan disini..?"


"Tapi kan memang begitu kenyataan nya Moo. Kamu memang istriku. Lagipula sudah banyak karyawan ku yang telah mengenalmu. Apa salah nya dengan hal itu..?"


Rehan tidak ingin ambil pusing dengan hal itu. Toh semua orang memang mengenal istrinya, meskipun ia sendiri tidak yakin. Tapi bagi nya meskipun ada yang tidak tau, itu hanya lah karna jarang nya Julie terlihat bersama Rehan bukan hal lain.


Julie memang jarang terlihat bersama-sama dengan Rehan, kecuali di acara-acara resmi yang mengharuskan nya untuk mendampingi suami nya itu.


"Tapi itu akan membuat mereka tidak nyaman kalau mereka tau aku adalah istrimu Boo."

__ADS_1


"Tidak. Jawaban nya tetap Tidak sayang. Kau akan bekerja di ruangan ku, sebagai istri yang membantu suami nya. Aku tidak ingin kau bekerja sama seperti karyawan lain. Tidak!!"


Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Julie mengalah pada Rehan. Jika urusan seperti ini, suaminya itu memang tidak terbantahkan.


Tapi Julie memaklumi hal itu, lagi pula suami nya itu memang selalu over protective pada nya. Ada-ada saja yang di khawatirkan nya.


Tidak masalah. Toh sejak awal Julie memang hanya berniat membantu pekerjaan suaminya saja.


Tok..Tok..


"Masuk..


Seorang OB mengantarkan gelas minumanan dan juga snack keruangan Rehan.


"Maaf saya lupa bertanya, Ibu mau saya buatkan minum apa..?" tanya Karyawan tersebut yang hanya membawakan 1 gelas minuman untuk Rehan.


"Ee tid..


"Susu coklat hangat!" Kata Rehan.


"Ya. Seperti yang Pak Rehan katakan, susu coklat hangat. Terima kasih." timpal Julie lagi.


Julie hanya tersenyum melihat suami nya.


"Apa..??" tanya Rehan yang tidak mengerti dengan pandangan Julie pada nya.


"Tidak ada." Jawab Julie sambil mengangkat kedua bahu nya "Baiklah kalau begitu, apa pekerjaan pertama ku pak Bos..?"


___________________________________


11.25 pm.


Julie sudah menyelesaikan semua pekerjaan yang Rehan berikan pada nya. Sementara suaminya itu sejak tadi masih berada di ruang rapat.


"Kamu serius..?? Waahh gak nyangka ya..


Gimana, gimana.. benaran ibu bos cantik banget..??


,-Ia bener atuh.. saya kira tadi karyawan baru.. eehh ternyata istrinya oak bos atuh.." jelas OB yang lain.


Julie mendengarkan pembicaraan antara Para OG dan OB dari dalam Pantry. Julie sudah membayangkan hal seperti ini akan terjadi.


"Ehhemm..


Julie berdehem sebelum masuk keruangan. Membuat para OG dan OB tersebut langsung terdiam kaku.


"Ada apa..?? santai saja, kalian lanjutkan saja waktu istirahat kalian.." kata Julie pada 3 orang tersebut.


"Maaf bu.." jawab ketiga nya takut-takut.


"Tidak apa-apa santai saja. Aku hanya ingin membuat minuman ku."


"Biar saya saja Bu, itu tugas kami." salah seorang OG mengajukan diri.


"Tidak apa-apa, kalian santai saja. Lagi pula kalian pasti lelah bekerja.


,-Dan, bersikaplah seperti biasa, jangan sungkan pada ku. Hem..?"'


Julie mencoba mencairkan suasana. Ia tau bagaimana pun para karyawan akan segan terhadapnya jika mereka tau dia adalah istri dari direktur perusahaan tempat mereka bekerja.


Setelah membuatkan 2 gelas minuman untuk nya dan juga Rehan. Julie juga membawa sendiri nampan tersebut. Ia ingin melakukan nya sendiri seperti biasa.


"Lanjutkan saja istirahat kalian." kata Julie pada ketiga OB dan OG itu lalu keluar untuk kembali ke ruangan nya.


"Moo,, kamu dari mana..? dan kenapa kamu buat ini sendiri, kan bisa minta OG yang membawakan untuk mu!"

__ADS_1


Rehan sudah kembali dari rapat beberapa menit yang lalu. Ia sempat bingung melihat keadaan ruangan nya yang kosong. Setelah mencoba menelpon Julie, ternyata ponsel istrinya itu ada di atas meja kerja, dan tidak lama kemudian Julie datang dengan membawa nampan di tangan nya.


"Gak apa-apa Rey..


Lagi pula ini untuk kita. Jadi tidak masalah jika aku yang membuat nya sendiri." jawab Julie santai sambil meletakan nampan nya ke atas meja.


"Mau minuman mu..? Aku membuat Jus Jeruk.." tawar Julie.


"Berikan pada ku." pinta Rehan dari tempat duduknya.


Julie membawakan gelas minuman dan memberikan nya pada Rehan.


"Upps Boo.." Julie berusaha menyeimbangkan pegangan gelas yang terkena gerakan tiba-tiba dari Rehan.


"Boo, jangan seperti ini, bagaimana jika ada yang masuk..?" ucap Julie setengah was-was dengan dirinya yang sudah pada posisi duduk di pangkuan Rehan.


"Mereka tidak akan berani masuk tanpa seijinku." Balas Rehan dengan sebenarnya.


"Ya.. ya.. terserah kamu saja. Ini minuman mu.." Julie menyodorkan gelas minuman Rehan.


"Cobalah!" perintah Rehan.


Julie Memutar bola matanya, lalu menyesap Jus tersebut..


"See.. ini.. Eeum..


"Manis!" Rehan juga baru saja mencicipi minumana nya. Tapi bukan dari gelas, melainkan dari bibir Istri nya.


"Boo...!!" Julie mendelik pada Rehan.


Suaminya ini memang sangat Nakal.


Ha-Ha-Ha..


"Jangan menatapku seperti itu Moo, kalau tidak aku akan memakan mu disini..!" goda Rehan pada Julie.


Wow.. sebuah ancaman yang begitu menggoda.


"Jangan berpikir macam-macam Boo, ini hari pertama ku bekerja. Jangan merusak penampilan ku, Ok..??"


Mendengar peringatan istrinya. Rehan mengurungkan niat untuk memakan Julie. Hah.


"Baiklah. Aku tidak akan memakan mu sekarang. Bagaimana kalau kita makan yang lain..?"


"Maksudmu..??"


"Ini sudah saat nya makan siang istriku, dan aku lapar. Tapi aku tidak keberatan tetap berada disini, kalau kamu bersedia untuk ku santap.


"Jauhkan pikiran mu itu tuan..!


,-Baiklah ayo kita pergi makan siang..!" ajak Julie lagi kemudian berdiri dari pangkuan Rehan.


-Hari pertama yang cukup menyenangkan-


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LIKE And Coment 😉🖤

__ADS_1


__ADS_2