My Special Boyfriend

My Special Boyfriend
S2 Episode 20


__ADS_3

***


"Gelud kuy Fen,  tapi nikah dulu. Tapi juga geludnya gak di kasur. Kita gelud di dapur. " sahut Thifa dengan senyuman yang di tebarkan.


"Boleh,  Spatula,  wajan,  tutup dandang senjata gue yah. Sisanya buat lo deh. "


Thifa menghela napas kasar. Celotehan Arfen benar - benar tak ada habisnya,  bagai udara.


"Sayang~ Tau gak beda nya kamu sama air? " Tanya Arfen. Nada menggoda tentunya.


Thifa menoleh,  menatap jengah cowok itu. Tapi,  Thifa memilih untuk tetap diam.


"Bedanya~ Air itu molekul unsur, dengan nama H2O. Kalo kamu manusia. " jawab Arfen dengan cengiran gila nya. Fix,  dia stress. Nanya sendiri jawab sendiri. Udah gitu gak ada romantis - romantisnya.


"Enggak ngeh gue.  Sumpah. "


"Oi Oi Oi,  Kalian udah belum romantisan nya. Kami juga mau cuci muka nih!! " Teriak Hasan agak jauh. Bersama dengan beberapa teman mereka lainnya.


Pengacau! Si kontet pengacau!!


Geram Arfen. Saat dia sudah merencanakan rentetan rayuan nya,  tiba - tiba kumpulan melata itu datang. Dan mengacaukan momentum romantis nya.


Gue tau,  rayuan gue itu gak ngenak di hati Thifa. Tapi seenggaknya gue kan udah usaha.


"Aman Thif,  Kalo dia agak gak waras. Ceburin aja. " Saran Riyan yang mendekat.


Akhirnya Arfen terpaksa menerima kehadiran kumpulan orang itu dengan wajah masam aura murkanya.


***


"Hari ini hari terakhir kalian Kemah,  jadi bapak bebasin buat keliling. Cuma,  jangan jauh - jauh,  nanti tersesat. " peringat pak Ghani,  memberikan pengarahan baik untuk anak SMP maupun SMA MERAH PUTIH.

__ADS_1


Yah,  hari itu adalah hari terakhir perkemahan mereka. Setelah melalui banyaknya ujian dan petualangan. Sebagian murid memutuskan untuk istirahat saja. Dan sebagian lagi memilih untuk berkeliling. Siapa yang pergi? Tentunya Sekelompok orang agak gak waras itu pergi.


Mereka akhirnya berkeliling hutan bersama.


"Kalian tau? Kenapa hutan itu nyeremin? " Tanya Arfen membuka bicara. Wajar,  Kapan mulut orang itu bisa diam?


"Enggak nyeremin sih,  malah lebih nyeremin liat muka lo. " Sahut Thifa enteng.


Tawa mereka pecah seketika.  Sungai,  Dan jalan kecil berumput telah mereka lewati.


Saat berada di sungai itu,  tanpa sengaja Thifa menemukan seekor ikan yang begitu cantik. Ikan Yang besarnya hanya sejempol tangan,  dengan sirip dan ekor yang indah dan berwarna.


"Woahhh! Ikan apa tuh Thif? " tanya Anggi sedikit memiringkan kepalanya.


"Enggak tau,  Tapi cantik. Mau gue bawa balik. Mau gue pelihara soalnya. " Kata Thifa,  sembari terus melihat ikan di tangannya dengan air seadanya.


"Bukain Botol minum itu dong Nggi,  Gue mau masukin ikannya. "  kata Thifa lagi.


Anggi mengernyitkan dahinya heran,  seolah berkata. 'Apa anak ini udah gak waras? ' Namun Thifa sama sekali tak menggubris atau memperdulikannya.


***


Sama seperti pergi tadi,  saat pulang,  Kali ini Thifa, Arfen,  Riyan dan Vania berada di satu mobil yang sama. Dengan oleh - oleh Ikan itu.


"Yank,  nama ikannya Artify yah? " Kata Arfen sambil sesekali melirik ikan di tangan gadisnya.


"Arfen dan Thifa gitu? Alay,  sumpah! " Sahut Thifa dengan nada eneg nya.


"Enggak Alay,  romantis malah. " Kekeuh Arfen. "Yah enggak Yan? " tanya Arfen meminta dukungan Riyan di belakangnya. Yang sibuk melamun? Mungkin.


Payah! Udah satu minggu di Kemah,  tapi kenapa gak ada kemajuan sama sekali! Bocah ini masih manggil gue om galak! Apa gue emang segalak itu?!

__ADS_1


Batin Riyan,  wajahnya tegang. Dia agak frustasi kali ini.


"Enggak deh Kak Arfen. Vania setuju sama kak Thifa. Kayaknya emang agak alay,  tapi manis. Jadi,  kak Thif,  Iyain aja. Manis juga kok namanya. Kawaii~ Kirei~ " Potong Vania dengan nada menggemaskan miliknya.


Arfen tersenyum miring, meskipun agak gak setuju, tapi Vania memihak padanya.


"Riyan, lo setuju iya kan? " tanya Arfen lagi.


Gue harus buat apa? Biar bocah ini gak manggil gue om galak lagi? Apa gue harus sering senyum ke dia? Enggak!! Enggak bisa! Entar harga diri gue jatuh! Pikirkan cara lain Yan!


Batin Manusia satu itu masih kalut dalam lamunanya.


"Om Galak! Di panggil Kak Arfen tuh! " Teriak Vania agak mendongak menatap wajah tampan cowok yang selalu memikirkannya.


Bocah ini lagi! Kenapa bisa imut banget! Sumpah! Bisa stress gue mikirin ini! Apa gue karungin bawa pulang yah?!


Riyan masih bengong menatap wajah bocah mungil itu.


"Udah lah Yan, Bisa tobat gak? Enggak usah ngelurin ekspresi Pedofil dimana lo mau nyulik bocah - bocah? " Sindir keras Arfen.


Bukhhh!!


Tukhhh!!


Arhhh!!


Itu seolah merupakan pukulan bertubi - tubi buat Riyan dimana niat nya sudah terbaca melalui ekspresinya saja.


"Apaan sih lo Fen! Gue gak ada mikirin apapun! Ogah banget nyulik nih bocah Rese! Serampangan! Berisik! Urakan! " Kesal Riyan yang langsung tersadar dari lamunan nya.


"Dih! Enggak sadar diri! Sendirinya tuh galak! Bossy! Suka ngatur! Diktaktor! Hump!! " Jawab Vania memanyunkan mulutnya.

__ADS_1


"Awas keselek ucapan sendiri loh Yan~" peringat Thifa terkekeh geli sendiri.


***


__ADS_2