
***
Surat ini? Oh ini kan surat yang di kasih Thifa ke gue, dua bulan yang lalu?
Ingat Zefan, menatap Amplop putih gradasi biru yang ada di tangan nya. Zefan baru menemukan Amplop dua bulan yang lalu itu hari ini. Yah, Amplop itu berada di bawah tempat tidur Zefan.
Isinya apa yah? Kok gue sampai lupa Thifa pernah ngirimin Gue surat?
Lanjutnya membuka Amplop itu. Ada secarik kertas yang terlipat rapi dari sana. Perlahan Zefan membuka nya, ia agak mengibaskan nya, mencoba menghilang kan debu nya.
Isi Surat :
Dear Zefan Awirayan,
Cowok yang udah gue suka selama lima tahun terakhir. Iyah Zef, Gue Lathifa Kenneira suka sama lo, selama lima tahun. Gue enggak tau gimana gue bisa suka sama elo, tapi yang gue rasain itu. Gue selalu nyaman sama elo.
To Zefan Awirayan lagi,
Gak masalah lo gak mau nerima perasaan gue. Gue sadar, lo cuma anggap gue sahabat. Jadi kalo pun elo nolak gue. Gak masalah, itu hal elo. Tapi, Gue gak mau karna ini persahabatan kita usai yah Zef. Gue juga gitu, Gue takut kita gak akan sedekat dulu, kalo sampai Gue ungkapin perasaan ini. pokok nya apapun yang terjadi. Kita tetap jadi sahabat yah.
Lots a love.
Lathifa Kenneira
Udah Gue duga. Thifa suka juga ke gue. Bahkan udah lima tahun?! Percaya lah Thif. Gue bakal hilangin perasaan gue ke Raisa, percaya.
Batin Zefan antusias, ia memakai hoodie abu - abu nya, bersiap ingin pergi. Ia ingin menelpon Lathifa.
Tring! Tring!
__ADS_1
Belum sempat Zefan menelpon Thifa. Thifa sudah lebih dulu menelpon Zefan.
"Zef. Bisa ketemuan gak? Di dekat pantai yang kemarin aja" sapa Thifa dari ujung telepon sana.
"Iyah Thif. Sekalian, gue juga mau ngomong sama lo. Penting " sahut Zefan. Ia menutup telpon nya.
***
"Eh Thifa? Lo udah datang? Udah lama nungguin gue? " sapa Zefan, saat pandangan nya menangkap gadis kecil itu. Gadis mungil yang tengah duduk di kursi menghadap pantai itu.
Thifa menoleh, dan tersenyum hangat ke arah Zefan.
Deg.
Hati Zefan serasa tidak karuan.
Kayak nya, gue beneran suka sama elo Thif. Thanks, udah suka juga ke gue.
"Gue aja yang ngomong duluan. Masa elo yang ngomong" Sahut Zefan. Ia merasa bahwa Thifa akan mengungkap kan perasaan nya pada Zefan.
"enggak. Gue mau gue yang ngomong duluan. Ladies first. " kekeuh Thifa.
"Iyah udah deh, lo ngomong duluan. Gue entaran" Zefan mengalah.
"Zef, Gue mau curhat nih. Lo kan sahabat gue. Hufffttttt, menurut lo aneh gak kalo gue suka sama Arfen? " tanya Thifa. Pandangan nya masih lurus ke depan.
"Haha... Haha.. Lo, lo bercanda kan Thif. Iya lah lo bercanda, yah kalii orang kayak elo suka nya sama Arfen. Hahah... Lucu Thif. " sahut Zefan gagu. Kini hati nya mulai gemetar.
"Enggak. Gue gak bercanda Zef. Gue kayak nya beneran suka sama Arfen. Gue gak suka liat Arfen dekat sama cewek lain. Siapapun itu, mau Aurel atau siapa aja dah! "
__ADS_1
Deg.
Waktu bagai berhenti bagi Zefan sendiri. Ia tidak tahu, bahwa rasanya patah hati itu semenyakitkan ini. Akh, seperti nya Zefan ingat sesuatu. Yah Zefan ingat.
Dia ingat pernah berpura - pura menyatakan perasaan nya pada Thifa, padahal kata - kata itu untuk Raisa.
Sakit, pasti waktu itu lo ngerasa sakit banget yah Thif. Waktu gue ngomong gitu.
Batin Zefan, ia berusaha sekuat tenaga bersikap biasa aja di depan Thifa. Tapi, hatinya saat ini?
"Kalo lo suka, kenapa enggak jadian aja. Sebenernya, Gue liat - liat juga Arfen gak gitu buruk kok. Kayak nya dia beneran sayang ke elo. Tapi, dia ke Raisa juga ka--"
"Arfen sama Raisa itu sepupu Zef. Enggak usah di pikirin. Oh yah, kalo lo beneran jadi sama Thifa. Berarti lo juga sepupuan dong nantinya sama Arfen. "
"dan kalo gitu, lo jadian sama Arfen. Kita sepupuan juga dong. Hahaha"
"eh iyah juga yah. Hahah baru nyadar gue! "
Apa yang keluar dari mulut, tak selamanya mencerminkan isi hati. Bisa jadi di mulut Hahahaha. Di hati HiHiHiHi.
Karma itu nyata. Hari ini gue ngerasain nya. Gue rasain patah hati yang dulu juga lo rasain.
Batin Zefan. Yah cukup dalam hati saja, Zefan tidak ingin menyuarakan nya. Yang mungkin akan menjadi beban pikiran Thifa nantinya.
*Arfenik Arkasa. Lo harus tanggung jawab, udah buat gue jatuh cinta. Terlalu dalam.
batin Thifa mengulum senyum semanis mungkin. menatap lautan biru yang indah itu*.
***
__ADS_1
Nexttt??
Lanjuuttt??