
***
Bukhh
Thifa baru saja menutup pintu mobil Arfen. Seperti biasa, Arfen selalu menjemput Thifa di pagi hari.
Tanpa mengatakan apapun Arfen langsung melajukan mobilnya.
"Apa Fen? Muka lo hari ini kusut amat? " Tanya Thifa heran. pasalnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Arfen si tengil masang muka kusut menyedihkan gitu.
"Enggak ada. " Sahut Arfen singkat.
"Lo mau ngisengin gue lagi? " tanya Thifa, jaga - jaga kalau kejadian waktu itu terjadi lagi.
"Enggak Sayang. Gue lagi badmood, enggak apa - apa. "
Untuk pertama kalinya pula suasana sepi dalam mobil. Thifa juga tak mampu bersuara, tenggorokan nya kering. Melihat Arfen yang seperti ini benar - benar aneh.
***
Bel istirahat pertama telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Namun, dengan gerakan kilat, Tujuh orang ini sudah mendapatkan meja di kantin.
"Oi Fen, muka lo napa kusut bener. Semangat dong kaya gue. " kata Riyan menepuk pundak Arfen di sebelahnya.
Bagaimana mungkin Riyan tidak semangat hari ini, saat tadi malam dia bermimpi begitu indah.
"Gue mimpi Indah, tapi... " Terang Arfen. Seluruh pandangan tertuju padanya.
"Gue juga mimpi indah, tapi gue bahagia. " Heran Riyan.
"Itu dia masalahnya. "
"Apa sih Fen, ngomong yang jelas dong. Jangan teka - teki gitu. Gak enak tau. Say dong, lo mau bilang apa?" kini Thifa yang mulai berbicara, dia juga merasa tidak nyaman dengan wajah lesu Arfen.
__ADS_1
"Lo bakal bantuin gue, wujudkan tuh mimpi?" tanya Arfen.
"Iyah iyah. Gue bakal bantuin apapun buat mimpi lo jadi nyata. " kata Thifa tanpa curiga.
Arfen berjalan ke arah Thifa. Memaksa Melia untuk bergeser. Dan duduk di sebelah Thifa.
"Lo yakin kan bantuin wujudkan? "
Thifa mengangguk pasti dan yakin.
"Oke, yuk ikut gue ke KUA. Kemarin gue mimpi nikah sama lo. Biar ke wujud, kuy lah KUA. " Kata Arfen enteng menarik tangan Thifa.
Thifa yang masih terpelongo heran juga mengikuti tarikan tangan Arfen.
Gue juga, bakal karungin dia bawa pulang. Tunggu aja deh Bocah~
Batin Riyan menyunggingkan senyuman miring, menatap dua insan yang hanya terlihat punggungnya itu.
"Woi Yan?! Kesambet lo? Senyum - senyum sendiri gitu. Ngeri deh gue. " Protes Fandri heran. Aneh sekali rasanya melihat sosok Riyan seperti itu.
"Yan, mau gue cariin pacar. Gue takut lo jadi agak gak normal? " Tambah Melia waspada.
"Gue udah punya calon. Santai aja. Gue luan yah~" Sahut Riyan enteng, melambaikan tangannya melenggang begitu saja.
Sisalah Empat manusia itu, yang tengah menerka siapa gadis yang Riyan maksud.
***
Bukhhh
Arfen berhenti tiba - tiba membuat Thifa tersentak kaget dan menabrak punggungnya.
"Fen, lo waras gak sih? " Pekik Thifa heran.
__ADS_1
Arfen diam, ia menarik paksa Thifa ke bawah pohon besar rimbun di halaman belakang sekolah.
"Thif, Janji ke gue. Lo bakal nikah sama gue. Lo cuma akan jadi istri gue. Janji ke gue Thif?! " Kata Arfen serius, menggenggam tangan gadisnya erat.
"Arfen, itu masih lama. Gue harus kuliah dulu. "
"Janji ke gue Thif. Janji ke gue! Gue mohon sama lo. " kata Arfen semakin serius.
Deg
Thifa tertegun, kali ini Thifa bisa merasakan napas Arfen yang memburu, tangan nya tak tenang, pandangan matanya gusar. Ada yang aneh.
Sebenarnya bocah ini mimpi apa kemarin?
Batin Thifa. Namun, gadis mungil itu sama tak tenangnya melihat Arfen yang gusar.
"Gue janji, gue Lathifa Kanneira cuma akan jadi Istrinya Arfenik Arkasa. Hanya untuk menjadi Nyonya Arkasa." Lirih Thifa, memeluk Arfen. Menenangkan hati yang semula gusar.
Thifa bisa merasakannya, Arfen lebih tenang.
Tes.
Tanpa Arfen sadari, sudah ada satu bulir hangat yang jatuh di bahu Thifa. Thifa bisa merasakan hal itu.
***
"Satu bulan lagi, adalah pertandingan tahunan antara sekolah kita dan SMA Swasta Harapan. Seperti biasa, dan tahun - tahun yang lalu. Sekolah kita mengalami Kemenangan dan Kekalahan. Tapi, di tahun ini. Di harapkan kalian semua mendatangkan banyak piala kemenangan untuk sekolah kita. " Pidato Pak Ghani menggema di Lapangan SMA Merah Putih itu.
"Pada tahun ini, lomba yang akan di laksanakan yaitu, Bola Basket Pria, Futsal Pria, Volly wanita dan Pria, Serta Lomba Cerdas Cermat. Di harapkan utnuk Guru olahraga mengkoordinir muridnya. Pilih yang terbaik, dan bentuk Tim. Latihan yang bagus. Dan untuk Pertandingan Cerdas Cermat , akan di wakili oleh Raisa Ardinanta dari kelas XI IPA Satu. Bla bla bla" Pidato Pak Ghani terus berlanjut.
***
Assalamualaikum Guys!
__ADS_1
Maaf, akhir - akhir ini aku up nya sikit, Lama, itu karna aku ga semangat.hiks...