
***
"Yakin cuma beli ini? " tanya Arfen memastikan. Sangat aneh, melihat adik nya membawa barang belanjaan yang sedikit ini.
"Iyah yakin. Udah yuk pulang. " Shiren masuk ke pintu mobil yang sudah di bukakan kakak nya.
"Anak cowok tadi siapa? "
"Mana Shiren tau, Shiren kan gak tau. "
"Semoga Anak itu enggak stress setelah ketemu kamu . Emang nya apa yang kalian omongin, kok kayak nya seru gitu? " tanya Arfen masuk ke dalam mobil nya.
"Entah, Shiren aja lupa nama cowok itu siapa. Apa yang kita omongin dari tadi, dia kenapa di sana. Suer, Shiren lupa kak. "
Arfen geleng - geleng kepala melihat adik nya ini. Bagaimana mungkin ia bisa lupa secepat itu.
***
"Assalamualaikum Tante, Tante! " panggil Raisa di luar pintu rumah keluarga Arkasa itu, bersama dengan Papah, mamah, dan adik nya di sana.
Raisa juga sudah beberapa kali memencet bel rumah mewah itu.
"Wa'alaikumussalam. Raisa? Kak Aisyah? Kak Rei? Refan? " seru Sheryl, setelah beberapa saat ia membukakan pintu rumah nya, untuk keluarga kakak nya ini.
"Iyah Tante, kita mau main ke sini. Habisin sore bareng, minum teh gitu. " sapa Raisa mencium punggung tangan Sheryl, di ikuti oleh Refan adik nya.
__ADS_1
"Iyah udah masuk, yuk~"
"Tumben Sepi, Nathan mana? Arfen juga mana? Tuh si bocah yang ngakunya imut kemana? " tanya Rei. Bagi Rei, sangat aneh jika rumah keluarga Arkasa sepi, selama masih di tinggali oleh Nathan dan anak - anak nya.
"Nathan di kantor kak. Arfen sama Shiren lagi keluar rumah. Jalan - jalan kak. "
Ada mobil hitam yang melaju begitu saja ke halaman Rumah Arkasa itu. Suara decitan akibat pemberhentian mobil itu secara tiba - tiba, sukses menarik perhatian Keluarga Wijaya itu.
"Dimana Arfen?! Dimana Thifa?! " suara dengan nada tinggi, yang berasal dari pria yang baru saja turun dari mobil itu. Di ikuti Nando dan Layla yang ikut turun juga.
"Bapak Siapa yah? Kok nyari anak saya? Nyariin Thifa juga kenapa yah? " tanya Sheryl masih terdengar lembut dan sopan.
"Jangan pura - pura tidak tahu! Anak Nyonya membawa Anak saya Thifa!! " bentak Ari kasar.
"Tutup mulut mu kalau tidak ingin perusahaan mu hangus. Siapapun yang menganggu keluarga ku. Umum nya tak ada yang selamat. " pekik halus Rei, duduk di kursi yang ada di teras. Menatap santai orang yang tengah marah - marah di sana. Yah memang Ciri khas Rei.
Ingin Ari menyahyuti nya lagi. Namun, tangan nya sudah di tarik oleh Layla. Layla segera maju menghampiri Sheryl.
"Thifa enggak ada di sini bu? Thifa juga enggak ada di rumah. Dia hilang. Kami pikir Thifa main ke sini bersama Arfen. " Sahut Layla.
"Apa? Hilang?! Baiklah, kita tidak baik membicarakan ini di luar. Ayo masuk, kita bicarakan baik - baik. Tunggu Arfen pulang. Mungkin saja Arfen memang tau di mana Thifa. " Sheryl menarik lembut tangan Layla, untuk masuk ke rumah nya.
"Apa ini Shyshy?! Kenapa begitu lembut sama mereka! Mereka udah bentak kamu! Biar kakak beri pelajaran mereka! Biar mereka sadar sedang berurusan dengan siapa!! " pekik Rei. Rei memang selalu emosional jika ada yang membentak orang - orang kesayangan nya.
"Mah, Bukan papah Raisa. Papah Raisa orang nya baik, bijak, enggak sombong gini. " Celetuk Raisa masuk ke rumah besar Arkasa itu.
__ADS_1
"Rei! Jaga omongan kamu! Jangan sombong gitu!! " bentak Aisyah yang ikut masuk.
Deg.
Untuk pertama kali nya, Raisa putri kesayangan nya mengucapkan hal itu. Dan Aisyah istri lembut nya menegur nya. Mungkin kah Rei benar - benar salah?
-
-
-
"Maaf bu, Ibu kenal Thifa anak saya? " tanya Layla sopan.
"Arfen mengenalkan nya sebagai Calon menantu saya buk. "
"Ada apa nih rame - rame? Mamah ngadain acara amal lagi? Kok gak bilang Shiren? Kan Shiren bisa dandani kak Arfen jadi badut? Lumayan badut Gratis. " Celetuk Shiren santai, duduk di pangkuan nya, menatap satu pesat orang - orang di sana.
"Shhttt Thifa diam akh. Gak baik bilangin kakak kamu gitu. Sopan dong, ada tamu nih."
"loh, Mamah Layla? Om Ari? Nando? Ngapain ke sini? Mau bawa lamaran Thifa buat Arfen? Thifa nya mana? " Heran Arfen. Kali ini dia memang benar - benar heran.
"Jangan sok lugu deh lo. Sekarang lo kasih tau ke kita. Thifa dimana?! " Pekik Nando.
"Dimana Anak saya?! Thifa hilang dan kamu kan yang bawa! Jangan pura - pura enggak tahu yah Arfen!! " Sambar Ari, Emosi nya naik ketika melihat wajah Arfen.
__ADS_1
"Apa?! Thifa hilang! Arfen gak tau om!! "
***