
***
Assalamualaikum! hai hai guys! spesial untuk kalian pembaca setia MSB (My Special Boyfriend) Author hari ini bakal up Empat episode yah. langsung.
jadi, biar Author tetep semangat, dan bisa terus Crazy up. kalian jangan lupa buat like, komen, di setiap chapeter yah. soal nya itu penting buat naikin performa Data karya.
Jadi jangan lupa like, dan komen di setiap Chapter yah guys^^
***
"Gila elo yah! Jadi elo yang nyulik Thifa?! Sumpah lo gak ada otak apa! Itu anak orang loh Aurel! Lo culik dia cuma karna dia jadi penghalang lo sama Arfen! Lo mikir enggak sih! Lo gak pikirin pesarasaan orang tua nya yang nyariin dia! Yang khawatir sama dia! Gila lo! Lo gak tau betapa terpukul nya Mamah nya, saat anak nya gak pulang semaleman! Miring lo yah! Lo gak tau bagaimana frustasi nya Arfen! Arfen nyariin Thifa semaleman! Tega lo yah! Gak habis pikir gue sama manusia jenis kayal elo!!! " Pekik Raisa yang juga ada di halaman belakang. Mendengar semua pengakuan yang Aurel lontarkan.
"Rai--sa?! gak gitu! Ini semua gak seperti yang lo pikirin! Gue gak sekejam itu! " kilah Aurel gagu. Ia telah terpojok, Raisa mendengar sendiri pengakuan nya.
"Gak gitu gimana?! Gue udah denger sendiri! Lo gila yah Aurel! Stress!! " Umpat Raisa langsung di hadapan orang nya.
Aurel yang sudah ketahuan jelas hanya bisa diam mematung.
"Iyah! Kalo emang gue yang nyulik Thifa gimana? Itu semua salah Thifa! Salah dia yang gak sadar diri dan mau rebut Kak Arfen dari gue! Dia kira dia siapa?! Gue bakal jual di jadi pelayan!!" Bentak Aurel tak kalah kasar.
__ADS_1
Ketahuan yah ketahuan. Bodoamat! Gue gak perduli! Yang penting Thifa harus pergi jauh - jauh!!
Batin Aurel, rasa bersalah yang tadi hinggap hilang entah kemana sekarang.
"Lo Gila Aurel! Kalopun Thifa gak ada di Dunia ini! Arfen juga gak akan pernah mau sama lo! Lo ngaca deh! Lo ingat - ingat lagi. Apa Arfen pernah baik ke elo? Pernah perhatian walaupun kecil? Pernah nyapa elo duluan sekali aja?! Enggak kan! Lo harusnya sadar! Arfen gak cinta sama elo! Dan gak akan pernah!! Dia juga gak akan pernah suka sama lo, bahkan dia juga gak akan mau temenan sama lo yang licik ini!! " Jelas Raisa. Gadis manis ini tak habis pikir dengan cara dan pola Aurel. Aurel benar - benar sudah tidak waras.
Deg.
Aurel terdiam. Semua kata - kata Raisa masuk akal jika di teliti lebih lanjut. Bahwa Faktanya, Arfen memang tak pernah menyukai Aurel. Bahkan sebagai teman sekalipun.
"Enggak! Enggak gitu! Kak Arfen pasti punya perasaan sama Aurel?! Walaupun sedikit pasti ada! Kuncinya hanya perlu nyingkirin Thifa! Cuma Thifa penghalang Gue sama kak Arfen!! " Kukuh Aurel.
Raisa sudah geram. Ia paling tidak suka berurusan dengan manusia gila yang bodoh. Yang tidak bisa menerima kenyataan walaupun itu pahit. Dan ini bukan saat yang tepat Raisa untuk menceramahi orang tidak waras. Yang terpenting adalah menemukan Thifa dulu.
"Lo pikir Gue bakal kasih tau keberadaan Thifa dengan mudah?! Lo kira lo siapa?! Lo gak boleh bawa Thifa balik. Dia pengahalang! Gue gak suka! Gue mau dia jauh dari kehidupan gue! Kalo Thifa balik! Kak Arfen bakal jadian sama dia! Dan bukan sama Gue!! "
Sumpah ni Anak tiap hari di kasih makan apa sih. Kok otak nya gini amat?! Kecil nya udah begini?! Besar nya mau jadi apa?! Psikopat?! Gila!!
Umpat Raisa dalam hati. Sudah cukup. Raisa tidak bisa bersabar lagi menghadapi Aurel yang sudah tidak waras ini.
__ADS_1
Raisa menarik Rambut Aurel, menjambak nya hingga Aurel sendiri meringis kesakitan.
" Awww!! Raisa sakit! Lepasin! Gue bisa aduin lo ke bokap nyokap gue! Mereka gak bakal biarin lo lepas! Lo gak akan di ampuni! Gue ini anak tunggal mereka! Mereka bakal lakuin apapun buat gue! Jadi, lo sekarang mending lepasin gue! Sebelum lo berurusan sama Nyokap Bokap Gue!! " pekik Aurel, masih meronta, memegangi Rambut nya yang di jambak kasar oleh Raisa.
"Nah lo itu tau?! Lo tau kan betapa khawatir nya orang tua kalo anak nya sampai kenapa - napa. Dan sekarang?! Lo?! Apa yang lo lakuin?! Lo nyulik anak orang Aurel?! Lupain soal Arfen! Pikirkan perasaan orang tua Thifa! Lo anak tunggal! Thifa juga anak tunggal! Lo gak kasiham lihat nyokap bokap Thifa, nyariin dia khawatirin dia sampai Gak tidur?! Lo ada hati gak sih?! "
Deg.
Aurel diam klakap. Ia tak bisa mengatakan apapun lagi. Kini dirinya sadar. Bahwa dia sudah sangat kejam. Menyiksa orang tua, dengan membuat nya kehilangan anak mereka.
"Coba lo bayangin kalo lo yang ada di posisi Thifa? Bayangin gimana perasaan orang tua lo, waktu tau anak nya di culik?! "Lanjut Raisa, memperharu suasana.
Bagus. Terus terpancing.
Batin Raisa. Ia tak sepolos Thifa, apalagi sebodoh dan senaif Aurel. Dia lah Raisa, putri Reihan Wijaya.
Aurel mulai mambayangkan, bagaimana jika yang ada di posisinya Thifa, adalah dirinya. Bagaimana perasaan kedua orang tua nya.
"Pabrik Minyak, Jalan Kenanga, Gue ikat dia di sana. Gue rencana bebasin dia besok, dan dia mau gue jual. Lo lepasin dia sekarang. Kasihan orang tua nya. " Lirih Aurel, tatapan nya kosong. Ia seperti Zombie yang tengah berbicara sendiri.
__ADS_1
"Oke! Thanks infonya! Gue bakal jemput Thifa sekarang! "
***